Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Membandel, Judi Sabung Ayam Desa Andong Sari,Kecamatan Ambulu Kembali Beraktivitas,Dimana APH setempat!!

JEMBER || Jejak-indonesia.id - Dugaan Aparat Penegak Hukum (APH) tutup mata terhadap judi sabung ayam mencuat karena aktivitas ilegal tersebut masih marak terjadi di beberapa wilayah secara terbuka. Aktivitas yang terstruktur ini memicu keresahan masyarakat karena terkesan kebal hukum, meskipun regulasi di Indonesia secara tegas melarang segala bentuk perjudian.

Diduga judi sabung ayam di RT 02,RW 111 Desa Andong Sari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, sempat di bubarkan dan di tutup oleh APARAT PENEGAK HUKUM (APH) masih membandel melakukan aktivitas kembali, seakan sudah ada persetujuan oleh pemilik wilayah hukum setempat.

Lokasi perjudian yang berada di Desa Andong Sari buka kembali, dimana APH pemilik hukum setempat.!?

Berdasarkan informasi dari sejumlah narasumber, aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari. Intensitas kegiatan disebut meningkat pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, dengan jumlah pengunjung yang lebih ramai dibanding hari biasa.

“Kalau akhir pekan biasanya lebih ramai, bahkan ada yang bilang hari Minggu sering ada undangan besar,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menduga adanya Atensi besar yang masuk di Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, Bos judi sabung ayam merasa Kebal hukum.

Informasi yang dihimpun tim investigasi media online di lapangan pada Jum`at, (22/5/2026) praktik perjudian yang dilakukan mulai dari, sabung ayam, dadu, dan judi bola-bola itu sudah lama beroperasi. Bahkan diduga Mapolres dan Mapolsek jember tidak serius untuk menghentikan aktivitas perjudian tersebut.

Padahal sabung ayam yang disertai dengan taruhan uang atau barang berharga adalah tindakan ilegal di Indonesia, meskipun sering dianggap sebagai tradisi di beberapa wilayah. Kegiatan ini secara hukum diklasifikasikan sebagai tindak pidana perjudian dan dilarang keras karena berdampak buruk pada ekonomi keluarga, ketertiban lingkungan, serta melibatkan kekerasan terhadap hewan.

Pasalnya, meski sering digerebek oleh aparat penegak hukum namun pelaku tidak pernah tertangkap dan terkesan kebal hukum. Dan hanya beberapa hari berselang, lokasi judi sabung ayam buka kembali melakukan aktifitas. Ada apa sebenarnya dengan hukum di Jember.?

Kuat dugaan pula terdapat oknum APH yang ikut bermain bahkan melindungi aktivitas terlarang tersebut, sehingga pihak kepolisian kehilangan keberanian untuk menindak dengan serius.

“Kalau sudah begini, masyarakat jadi pesimis. Aparat seperti kehilangan nyali menghadapi pelaku judi yang punya ‘beking’,” tambahnya.

Padahal, perjudian merupakan tindak pidana murni yang diatur jelas dalam Pasal 303 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara atau denda hingga 25 juta rupiah bagi penyelenggara maupun pelaku.

Selain itu, Pasal 303 bis KUHP menegaskan bahwa siapa pun yang ikut serta dalam permainan judi yang menggunakan taruhan uang atau barang, dapat dipidana penjara maksimal 4 tahun.

Sementara dari sisi penegakan hukum, UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Pasal 13 huruf a dan c mewajibkan Polri untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Jika pembiaran ini benar terjadi, maka sikap diam aparat dapat dikategorikan sebagai kelalaian tugas bahkan pelanggaran etik berat.

Publik kini menuntut Kapolres Jember "AKBP Bobby Adimas Condroputra" untuk tidak lagi diam. Penegakan hukum harus dilakukan secara nyata, bukan sekadar jargon. Bila aparat tetap tutup mata, berarti hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Opini Redaksi

Opini Redaksi

Toli dan Jalan Sunyi Seorang Jurnalis
Di balik riuhnya ruang konferensi pers,

gemerlap kamera, dan derasnya arus informasi digital, ada satu sisi yang jarang benar-benar dipahami publik: kesunyian seorang jurnalis ketika memilih tetap berdiri di jalur kebenaran.

Toli barangkali hanyalah satu nama di antara sekian banyak pewarta lapangan. Namun dari langkah-langkah kecilnya menyusuri gang desa, mendatangi kantor pemerintahan, hingga berdiri di tengah demonstrasi warga, tersimpan potret panjang tentang suka dan duka profesi yang sering dipandang sederhana, tetapi sesungguhnya penuh pertaruhan.

Menjadi jurnalis bukan sekadar menulis berita. Ia adalah pekerjaan batin. Ada malam-malam yang terpotong demi mengejar fakta, ada hujan yang diterobos demi satu konfirmasi, ada ancaman halus yang datang ketika tulisan mulai menyentuh kepentingan tertentu. Di saat banyak orang pulang dan beristirahat, seorang jurnalis justru sering memulai pekerjaannya.

Toli memahami itu. Ia tahu, setiap kalimat yang ditulis memiliki konsekuensi. Kadang dipuji karena dianggap mewakili suara rakyat, namun tak jarang dicibir karena dianggap terlalu tajam. Begitulah nasib pena yang memilih berpihak pada data dan kenyataan.

Dalam dunia jurnalistik, idealisme sering berjalan beriringan dengan keterbatasan. Tidak semua pewarta hidup dalam kemewahan. Banyak yang bekerja dengan fasilitas seadanya, menempuh perjalanan jauh dengan ongkos pribadi, bahkan harus mengorbankan waktu bersama keluarga demi memastikan publik mendapatkan informasi yang utuh.

Namun anehnya, di situlah letak kebanggaan profesi ini. Seorang jurnalis mungkin tidak selalu dikenal namanya, tetapi tulisannya bisa menggugah kesadaran banyak orang. Ia mungkin tak duduk di kursi kekuasaan, namun mampu mengingatkan mereka yang mulai lupa pada amanah. Dan meski terkadang harus berdiri sendirian menghadapi tekanan, seorang jurnalis tetap percaya bahwa kebenaran tidak boleh kehilangan suara.

Toli hanyalah simbol dari banyak pewarta daerah yang bekerja tanpa sorotan nasional. Mereka hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga kecil, mencatat kegelisahan publik, lalu merangkainya menjadi berita agar tidak ada persoalan yang dikubur dalam diam.

Profesi ini memang keras. Kadang melelahkan. Kadang membuat seseorang kehilangan banyak hal—waktu, kenyamanan, bahkan rasa aman. Tetapi seorang jurnalis sejati tahu, tugasnya bukan mencari tepuk tangan, melainkan menjaga agar fakta tidak dipatahkan oleh kepentingan.

Karena pada akhirnya, sejarah sering kali ditulis oleh mereka yang berani mencatat kenyataan, meski harus berjalan di jalan sunyi.
Dan Totong, dengan segala suka dukanya, masih memilih tetap menyalakan pena itu.

Brimob Sumut Gagalkan Percobaan Pencurian Saat Patroli Dini Hari, Dua Terduga Diamankan

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Saat sebagian besar warga Kota Medan terlelap, personel Siaga 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara justru bergerak menyisir sejumlah titik rawan kriminalitas dalam patroli malam guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kamis dini hari (21/5/2026).

Patroli yang dipimpin Danton 2 Kompi 1 Batalyon A Pelopor IPDA Sangap H.S. Ginting, S.H. tersebut menyasar sejumlah kawasan yang dinilai rawan tindak kriminalitas dan memiliki aktivitas masyarakat pada malam hari, mulai dari Jalan Letda Sujono, kawasan Citraland, Jalan H. Anif, Mabar Hilir, Flyover Brayan hingga wilayah Medan Barat.

Di tengah pelaksanaan patroli, personel Brimob menerima informasi terkait adanya dua pria yang diduga melakukan percobaan pencurian besi di kawasan Jalan H. Anif. Kedua terduga pelaku sebelumnya telah diamankan warga setempat.

Personel yang berada di lokasi kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum membawa keduanya ke Polsek Medan Tembung untuk menjalani proses lebih lanjut.

Selain fokus pada upaya pencegahan tindak kriminalitas, patroli juga diisi dengan kegiatan humanis yang dilakukan personel Brimob. Petugas terlihat berdialog dengan petugas keamanan lingkungan, menyambangi pos siskamling, membantu warga yang tengah mencari anggota keluarganya yang belum pulang, hingga menyapa para pelaku UMKM yang masih beraktivitas pada dini hari.

Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman di jam-jam rawan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan patroli rutin yang dilakukan personel merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Patroli yang dilaksanakan personel di lapangan merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan. Tidak hanya melakukan pencegahan terhadap tindak kejahatan, tetapi juga membangun kedekatan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, Polda Sumut akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan sebagai langkah menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kota Medan terpantau aman dan kondusif. Kehadiran personel Brimob diharapkan dapat menekan potensi tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas hingga dini hari.

Tingkatkan Profesionalisme Personel, Polres Raja Ampat Gelar Uji Kompetensi Menembak

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menggelar latihan dan uji kompetensi menembak di Lapangan Tembak Mapolres Raja Ampat pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan teknis, dan kesiapan personel dalam penggunaan senjata api (senpi) saat bertugas di lapangan.

Untuk memaksimalkan hasil latihan, Polres Raja Ampat mendatangkan tim pelatih khusus yang bersertifikasi dari Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya, yaitu Iptu Syarif dan Bripka Muhibbul Ikhsan. Keterlibatan instruktur ahli ini bertujuan memastikan seluruh personel menguasai prosedur penggunaan senjata secara tepat, aman, dan terukur.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., Wakapolres AKP Muhadi, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU), serta seluruh bintara pemegang senpi. Dalam uji kompetensi ini, para personel dilatih menggunakan dua jenis senjata, yaitu senjata laras pendek dan laras panjang.

Latihan ini juga menjadi syarat mutlak bagi anggota Polri untuk memperoleh Sertifikat Keterampilan Tentang Menembak (SKTM). Sertifikasi ini wajib dimiliki oleh setiap anggota yang memegang senpi guna meminimalisasi risiko salah tembak atau salah sasaran saat melakukan penegakan hukum di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai, memberikan arahan tegas mengenai pentingnya keterampilan menembak sebagai bagian dari kesiapan pengamanan. Selain memantau jalannya latihan, Kapolres juga melakukan evaluasi langsung untuk memastikan seluruh peserta menerapkan protokol keselamatan (safety) secara ketat selama kegiatan berlangsung.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis personel dalam menggunakan senjata api secara tepat dan aman. Dengan begitu, personel dapat mendukung tugas kepolisian secara maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Agenda ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Raja Ampat dalam membekali personelnya agar siap menghadapi berbagai situasi dinamis di lapangan yang membutuhkan tindakan tegas, terukur, dan sesuai prosedur.

Keterangan resmi ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Raja Ampat, Ipda Maryadi, S.H.

Perkuat Integritas dan Citra Humanis Polri, Polda Bali Gelar Tatap Muka Ibu Asuh Polwan Bersama Seluruh Personel Polwan

BALI || Jejak-indonesia.id - Polda Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas melalui kegiatan tatap muka serta arahan Ibu Asuh Polwan Polda Bali bersama seluruh personel Polwan Polda Bali dan jajaran yang digelar di Gedung Presisi Polda Bali. Jumat, (22/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata Polda Bali dalam memperkuat karakter, etika, dan kualitas personel Polwan di tengah tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, khususnya di era digital yang menuntut anggota Polri untuk semakin bijak dalam bersikap, bertindak, maupun bermedia sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Didit Daniel Adityajaya, Karo SDM Polda Bali Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H., Pakor Polwan Polda Bali AKBP Sindar Sinaga, S.P., serta seluruh personel Polwan Polda Bali.

Kegiatan diawali dengan sambutan Karo SDM Polda Bali yang disampaikan secara tegas namun penuh humanisme. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa seorang Polwan bukan hanya dituntut profesional dalam pelaksanaan tugas, namun juga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran Polwan saat ini memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Oleh sebab itu, setiap personel Polwan harus mampu menjaga sikap, disiplin, etika, dan kehormatan diri di mana pun berada.

“Polwan hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga membawa wajah humanis Polri di tengah masyarakat. Ketulusan, empati, dan kedisiplinan adalah kekuatan utama yang harus terus dijaga,” tegas Karo SDM Polda Bali.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polwan saat ini semakin berkembang, terutama di era digital yang membuat setiap tindakan dan perilaku anggota Polri mudah menjadi perhatian publik.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Bhayangkari Daerah Bali selaku Ibu Asuh Polwan Polda Bali. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan citra institusi Polri baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

Beliau mengingatkan bahwa setiap perilaku, tutur kata, penampilan, hingga aktivitas di media sosial dapat berdampak terhadap penilaian masyarakat kepada institusi Polri secara keseluruhan.

“Polwan bukan sekadar pelengkap organisasi, tetapi representasi wajah humanis Polri yang hadir dengan empati, keteladanan, serta profesionalisme dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

“Di era digital saat ini, setiap tindakan dan ucapan anggota Polri menjadi perhatian publik. Karena itu, seluruh personel Polwan dituntut menjaga integritas, etika, dan citra institusi di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks,” lanjutnya.

Beliau juga menegaskan agar seluruh personel Polwan senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi Polri dengan menjadi pribadi yang disiplin, bijak, serta mampu menjadi panutan di lingkungan masyarakat.
“Pengabdian Polwan kepada masyarakat, bangsa, dan negara merupakan bentuk pengabdian mulia yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, ketulusan, dan dedikasi,” pesannya.

Tidak hanya menjadi forum pengarahan, kegiatan tersebut juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan, para personel Polwan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah, saran, hingga motivasi terkait pelaksanaan tugas dan pengembangan diri sebagai anggota Polri.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Pakor Polwan Polda Bali dengan harapan seluruh personel Polwan dapat terus menjaga soliditas, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat semangat pengabdian demi mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat.

error: Content is protected !!