Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Tingkatkan Profesionalisme Personel, Polres Raja Ampat Gelar Uji Kompetensi Menembak

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menggelar latihan dan uji kompetensi menembak di Lapangan Tembak Mapolres Raja Ampat pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan teknis, dan kesiapan personel dalam penggunaan senjata api (senpi) saat bertugas di lapangan.

Untuk memaksimalkan hasil latihan, Polres Raja Ampat mendatangkan tim pelatih khusus yang bersertifikasi dari Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya, yaitu Iptu Syarif dan Bripka Muhibbul Ikhsan. Keterlibatan instruktur ahli ini bertujuan memastikan seluruh personel menguasai prosedur penggunaan senjata secara tepat, aman, dan terukur.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., Wakapolres AKP Muhadi, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU), serta seluruh bintara pemegang senpi. Dalam uji kompetensi ini, para personel dilatih menggunakan dua jenis senjata, yaitu senjata laras pendek dan laras panjang.

Latihan ini juga menjadi syarat mutlak bagi anggota Polri untuk memperoleh Sertifikat Keterampilan Tentang Menembak (SKTM). Sertifikasi ini wajib dimiliki oleh setiap anggota yang memegang senpi guna meminimalisasi risiko salah tembak atau salah sasaran saat melakukan penegakan hukum di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai, memberikan arahan tegas mengenai pentingnya keterampilan menembak sebagai bagian dari kesiapan pengamanan. Selain memantau jalannya latihan, Kapolres juga melakukan evaluasi langsung untuk memastikan seluruh peserta menerapkan protokol keselamatan (safety) secara ketat selama kegiatan berlangsung.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis personel dalam menggunakan senjata api secara tepat dan aman. Dengan begitu, personel dapat mendukung tugas kepolisian secara maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Agenda ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Raja Ampat dalam membekali personelnya agar siap menghadapi berbagai situasi dinamis di lapangan yang membutuhkan tindakan tegas, terukur, dan sesuai prosedur.

Keterangan resmi ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Raja Ampat, Ipda Maryadi, S.H.

Perkuat Integritas dan Citra Humanis Polri, Polda Bali Gelar Tatap Muka Ibu Asuh Polwan Bersama Seluruh Personel Polwan

BALI || Jejak-indonesia.id - Polda Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas melalui kegiatan tatap muka serta arahan Ibu Asuh Polwan Polda Bali bersama seluruh personel Polwan Polda Bali dan jajaran yang digelar di Gedung Presisi Polda Bali. Jumat, (22/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata Polda Bali dalam memperkuat karakter, etika, dan kualitas personel Polwan di tengah tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, khususnya di era digital yang menuntut anggota Polri untuk semakin bijak dalam bersikap, bertindak, maupun bermedia sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Didit Daniel Adityajaya, Karo SDM Polda Bali Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H., Pakor Polwan Polda Bali AKBP Sindar Sinaga, S.P., serta seluruh personel Polwan Polda Bali.

Kegiatan diawali dengan sambutan Karo SDM Polda Bali yang disampaikan secara tegas namun penuh humanisme. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa seorang Polwan bukan hanya dituntut profesional dalam pelaksanaan tugas, namun juga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran Polwan saat ini memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Oleh sebab itu, setiap personel Polwan harus mampu menjaga sikap, disiplin, etika, dan kehormatan diri di mana pun berada.

“Polwan hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga membawa wajah humanis Polri di tengah masyarakat. Ketulusan, empati, dan kedisiplinan adalah kekuatan utama yang harus terus dijaga,” tegas Karo SDM Polda Bali.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polwan saat ini semakin berkembang, terutama di era digital yang membuat setiap tindakan dan perilaku anggota Polri mudah menjadi perhatian publik.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Bhayangkari Daerah Bali selaku Ibu Asuh Polwan Polda Bali. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan citra institusi Polri baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

Beliau mengingatkan bahwa setiap perilaku, tutur kata, penampilan, hingga aktivitas di media sosial dapat berdampak terhadap penilaian masyarakat kepada institusi Polri secara keseluruhan.

“Polwan bukan sekadar pelengkap organisasi, tetapi representasi wajah humanis Polri yang hadir dengan empati, keteladanan, serta profesionalisme dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

“Di era digital saat ini, setiap tindakan dan ucapan anggota Polri menjadi perhatian publik. Karena itu, seluruh personel Polwan dituntut menjaga integritas, etika, dan citra institusi di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks,” lanjutnya.

Beliau juga menegaskan agar seluruh personel Polwan senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi Polri dengan menjadi pribadi yang disiplin, bijak, serta mampu menjadi panutan di lingkungan masyarakat.
“Pengabdian Polwan kepada masyarakat, bangsa, dan negara merupakan bentuk pengabdian mulia yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, ketulusan, dan dedikasi,” pesannya.

Tidak hanya menjadi forum pengarahan, kegiatan tersebut juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan, para personel Polwan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah, saran, hingga motivasi terkait pelaksanaan tugas dan pengembangan diri sebagai anggota Polri.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Pakor Polwan Polda Bali dengan harapan seluruh personel Polwan dapat terus menjaga soliditas, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat semangat pengabdian demi mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat.

Razia Gabungan Polda Sumut di Tempat Hiburan Malam Medan, Pengunjung Dites Urine Secara Acak

MEDAN || Jejak-indonesia.id — Personel gabungan Polda Sumut menggelar razia di salah satu tempat hiburan malam di Kota Medan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika. Kegiatan berlangsung pada Kamis (21/5/2026) malam hingga Jumat (22/5/2026) dini hari dan berjalan dalam situasi aman serta kondusif.

Razia dipimpin Kanit III Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut Kompol Ricardo Sumihar Siahaan, S.H., M.H., dengan melibatkan total 54 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian dan personel Polisi Militer TNI.

Kegiatan diawali dengan apel dan arahan pimpinan di halaman Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, personel bergerak menuju salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Setibanya di lokasi, petugas menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan kepada para pengunjung, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan identitas, pengecekan barang bawaan, hingga tes urine secara acak terhadap sejumlah pengunjung yang dinilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas melakukan tes urine terhadap tiga orang pengunjung yang sebelumnya dicurigai dan dipilih secara acak untuk pemeriksaan lanjutan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya dinyatakan negatif dari kandungan narkotika.

Selain pemeriksaan terhadap pengunjung, personel gabungan juga melakukan penyisiran dan pemantauan di area sekitar lokasi guna memastikan tidak adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Hasil keseluruhan kegiatan menunjukkan tidak ditemukan adanya pengunjung yang membawa, menyimpan ataupun menggunakan narkotika. Petugas juga tidak mengamankan pelaku maupun menemukan barang bukti selama pelaksanaan razia berlangsung.

Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, mengatakan kegiatan seperti ini merupakan langkah preventif yang terus dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan mencegah potensi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di ruang-ruang publik.

"Kegiatan ini bukan semata penegakan hukum, tetapi juga upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam memerangi narkotika," ujar Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.

Sebelum mengakhiri kegiatan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengunjung agar menjauhi penyalahgunaan narkoba serta mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan agar tetap aman dan terbebas dari peredaran barang terlarang.

Menunggu Pembeli di Kamar, Terduga Pengedar Sabu di Medan Timur Ditangkap Polisi

MEDAN || Jejak-indonesia.id  — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara kembali mengungkap dugaan kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kota Medan. Seorang pria diamankan petugas setelah diduga hendak mengedarkan sabu yang telah dikemas siap edar.

Pengungkapan tersebut dilakukan personel Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Jalan Karantina, Gang Sudi, Lingkungan V, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Pelaku yang diamankan diketahui berinisial RS (29), seorang wiraswasta yang berdomisili di kawasan Medan Timur. Dari tangan pelaku, petugas menyita empat bungkus narkotika jenis sabu yang dikemas dalam plastik klip bening dengan berat bruto sekitar 0,85 gram.

Selain narkotika jenis sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika, di antaranya satu plastik klip kosong, satu pipet plastik yang dimodifikasi sebagai alat sekop, serta satu plastik berwarna hitam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya dugaan aktivitas peredaran sabu di kawasan Jalan Karantina, tepatnya di area Pajak Pagi Medan Timur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan observasi lapangan dan profiling terhadap terduga pelaku. Setelah melakukan pendalaman sejak siang hari, petugas mendapati terduga berada di dalam kamar rumahnya dan diduga sedang menunggu pembeli.

Petugas kemudian langsung melakukan tindakan dan mengamankan pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan empat paket sabu yang diduga telah dipersiapkan untuk diedarkan.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang berinisial Agus yang disebut kerap berada di sebuah warung kopi di kawasan Jalan Mesjid Taufiq. Pelaku mengaku membeli barang tersebut secara tunai dengan nilai Rp360 ribu.

Mendapat informasi itu, petugas langsung melakukan pengembangan dan bergerak menuju lokasi yang dimaksud untuk mencari keberadaan pemasok. Namun saat dilakukan pencarian, sosok yang disebutkan pelaku belum berhasil ditemukan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu aparat mengungkap jaringan peredaran narkotika.

"Kami terus mengembangkan setiap kasus yang berhasil diungkap untuk menelusuri jaringan di atasnya. Polda Sumut mengajak masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika demi menjaga lingkungan yang aman dan bersih dari peredaran barang terlarang," ujar Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Sumut guna menjalani proses hukum dan pengembangan lebih lanjut terhadap jaringan yang diduga terlibat.

POLIRAN: PROGRAM KEPEDULIAN POLRI DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN DAN MENANGGULANGI PENGANGGURAN DI WILAYAH HUKUM POLRES SERANG

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka mendukung program unggulan Kapolda Banten bernama Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran, sekaligus turut serta menjaga ketahanan pangan masyarakat, seluruh jajaran Polres Serang melaksanakan serangkaian kegiatan sambang dan pendekatan kepada warga di 12 kecamatan se-Kabupaten Serang. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., ini berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Program Poliran tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mengarahkan masyarakat untuk aktif berusaha di sektor pertanian dan peternakan sebagai solusi produktif, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat lokal. Seluruh anggota Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Serang turun langsung ke lapangan untuk berkomunikasi, berkoordinasi, serta mendengarkan harapan dan kendala yang dihadapi warga.

Dari beberapa warga yang di temui para Bhabinkamtibmas ada beberapa permasalahan dan kendala yang di hadapi warga antara lain tentang ketersediaan dan harga pupuk , pakan ternak warga yang mahal.dengan mengetahui permasalahan warga Polri akan berkoordinasi dengan unsur terkait.

Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., Melalui Kasat Bimas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Program Poliran bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya kami untuk turut serta mengatasi permasalahan sosial seperti pengangguran, sekaligus menjaga agar ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Serang tetap terjamin. Melalui pendekatan langsung seperti ini, kami dapat mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan warga, apa kendala yang dihadapi, sehingga kami dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat,” ungkapnya.

Dari kegiatan yang berlangsung hari ini, berbagai kendala telah teridentifikasi, mulai dari ketersediaan bibit tanaman, harga pupuk yang mahal, hingga harga pakan ternak yang tidak terjangkau. Seluruh temuan ini akan segera ditindaklanjuti agar dapat dicarikan solusi terbaik bagi masyarakat.

Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat semakin termotivasi untuk berusaha secara mandiri, pengangguran dapat berkurang, serta ketersediaan pangan di tingkat desa semakin kuat dan terjamin.

error: Content is protected !!