Masjid Sebagai Pusat Gerakan Lingkungan: DMI Banyuwangi Luncurkan Penghijauan Berbasis Masjid Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah berarti dalam merespons tantangan perubahan iklim, dengan mendorong masjid tidak hanya sebagai rumah ibadah, melainkan juga pusat gerakan sosial dan pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Pembinaan Takmir dan Imam Masjid se-Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 yang digelar di Taman Meru Cafe, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, dengan mengusung tema: “Penghijauan Berbasis Masjid: Sosialisasi dan Gerakan Menanam Pohon dalam Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim”.
Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir langsung Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suratno, yang mewakili Bupati Banyuwangi, di samping jajaran Forum Pimpinan Daerah, pimpinan lembaga pemerintah, badan usaha milik daerah, dan ratusan takmir serta imam masjid dari seantero Banyuwangi.
Masjid: Pusat Ibadah sekaligus Penggerak Perubahan
Ketua PD DMI Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan wujud ikhtiar untuk memperkokoh fungsi masjid secara menyeluruh. Menurutnya, masjid tidak semata-mata menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, melainkan pusat pembinaan umat sekaligus penggerak sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, melainkan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi,” tegasnya.
Jaringan masjid yang menjangkau hingga ke pelosok desa dinilai memiliki kekuatan luar biasa untuk membangun kesadaran masyarakat dari tingkat yang paling dekat dan akrab. Gerakan kepedulian terhadap alam pun tidak harus dimulai dari program-program berskala besar. Menanam dan merawat pohon di halaman masjid, menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah, mengurangi timbulan sampah, hingga menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan di kalangan jamaah—semuanya merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan hari ini.
“Bayangkan apabila masjid-masjid di seluruh Kabupaten Banyuwangi bergerak serentak melakukan penghijauan, menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan, serta mengedukasi jamaah tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dampaknya tentu akan sangat besar,” tambahnya.
Peran Strategis Takmir dan Imam Masjid
Penyampaian pesan-pesan kelestarian lingkungan kepada masyarakat memerlukan perantara yang dipercaya dan didengar, dan di sinilah letak peran strategis para takmir dan imam masjid. Mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan jamaah dapat menerjemahkan nilai-nilai agama ke dalam tindakan nyata dan kebiasaan sehari-hari.
Namun, gerakan ini ditekankan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman pohon semata. Bibit yang telah tertanam harus dirawat dan dijaga agar tumbuh dan bermanfaat secara jangka panjang. Semangat peduli lingkungan yang tumbuh di lingkungan masjid diharapkan kemudian menjalar ke rumah-rumah dan lingkungan tempat tinggal para jamaah, menjadi kebiasaan yang melekat dan berkelanjutan.
Perwujudan cita-cita tersebut tentu memerlukan kekuatan bersama. PD DMI Kabupaten Banyuwangi menyadari bahwa agenda mulia ini tidak dapat dijalankan seorang diri.
“Kami membutuhkan dukungan para takmir, imam, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Ketua PD DMI Banyuwangi.
Kolaborasi lintas sektor menjadi keniscayaan, mengingat isu lingkungan bersinggungan dengan begitu banyak aspek kehidupan. Masjid hadir sebagai simpul yang mempertemukan edukasi keagamaan dengan gerakan sosial dan kepedulian terhadap alam.
Indonesia yang Makmur dan Lestari
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PP DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan negara. Baginya, masjid adalah ruang yang strategis untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada sesama.
Di penghujung sambutannya, Rahmat memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi—rakyatnya makmur dan tenteram. Harapan itu pun ditujukan agar Indonesia menjadi negeri yang baik, sejahtera, dan senantiasa mendapat ampunan serta keberkahan Allah SWT—baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Pesan tersebut sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kemakmuran suatu bangsa tidak diukur semata dari pertumbuhan ekonomi. Lingkungan yang terjaga, kehidupan bermasyarakat yang harmonis, serta kesadaran kolektif untuk merawat alam adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan yang sejati dan berkelanjutan.
Simbol Penanaman, Harapan yang Ditanam
Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan dua momen bermakna. Sekretaris Jenderal PP DMI secara resmi meluncurkan Taman Meru Cafe yang berada di lokasi kegiatan. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Masjid Assasut Taqwa di Dusun Krajan, Desa Tambong, untuk melakukan penanaman dua bibit pohon alpukat secara simbolis.
Dua batang bibit yang ditanam menjadi lambang sederhana namun mendalam dari pesan yang dibawa sepanjang hari: masjid dapat dan harus menjadi titik awal gerakan merawat bumi. Dari halaman masjid, kesadaran itu diharapkan tumbuh semakin luas—dari takmir kepada jamaah, dari jamaah kepada keluarga, hingga akhirnya berkembang menjadi gerakan bersama yang menggetarkan seluruh masyarakat.
Bagi PD DMI Kabupaten Banyuwangi, penghijauan berbasis masjid bukan sekadar menambah rimbun pepohonan di sekitar tempat suci. Ia adalah pertemuan kembali antara nilai-nilai keimanan dengan tanggung jawab kekhalifahan. Masjid tetap menjadi tempat umat bersujud kepada Sang Pencipta—dan dari tempat yang sama pula, ikhtiar menjaga ciptaan-Nya pun mulai ditanam.
