Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Pendidikan

Si Humas Polres Pakpak Bharat Ajak Pelajar SMA Negeri 1 Sigunung Bijak Dalam Bermedia Sosial

SALAK || Jejak-indonesia.id - Humas Polres Pakpak Bharat mengajak kaum muda khususnya pelajar SMA Negeri 1 Sigunung untuk Bijak dalam menggunakan Media sosial, Jumat 24 Juli 2026 sekira pukul 10.00 wib di SMA Negeri 1 Sigunung Desa Kaban Tengah Kec. STU Jehe Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam penyampaiannya di hadapan para pelajar kelas XII Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K.,M.H melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H seperti yang di sampaikan oleh Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Aiptu Widodo mengatakan tujuan Si Humas kemari adalah untuk mengajak pelajar SMA Negeri 1 Sigunung agar Bijak dalam menggunakan Media sosial, guna mencegah terjadinya Perpecahan Permusuhan dan Kekerasan di lingkungan pelajar itu sendiri, karena itu jika di langgar maka yang bersangkutan bisa diberikan sanksi pidana dalam Undang-undang ITE ( informasi transaksi elektronik ), buat lah kegiatan yang kreatif yang bisa membangun citra sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Sigunung ini,

Sambung Widodo, jadi di kalangan pelajar tidak boleh sesuka hati berbuat hal yang dapat menyinggung perasaan temannya sesama pelajar ataupun guru dan jangan mudah pula terpengaruh serta terpancing dengan Berita Hoax/ujaran kebencian, harus bisa pilah, saring mana berita yang benar mana berita bohong, apalagi kelas XII ini tahun depan akan menamatkan dari bangku SMA ini dan berencana akan menyambung ke bangku kuliah bagi yang mampu, berikan contoh terbaik buat diri mu sebelum meninggalkan sekolah ini, untuk itu sebelum melangkahkan kaki ke jenjang tersebut harus pintar - pintar dalam menggunakan handphone nya untuk Bermedia sosial.

Kegiatan Si Humas di SMA Negeri 1 Sigunung berjalan dengan baik dan lancar, pihak sekolah melalui Kepala Sekolah Ibu Ari Susanti, M.M.,S.S mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap bisa berkesinambungan, Narasumber dari Polres Pakpak Bharat bisa hadir dalam kegiatan Upacara Bendera pada hari Senin maupun seperti kegiatan yang barusan di laksanakan, agar anak - anak pelajar bisa mawas diri dalam berprilaku selagi mereka menimba ilmu di sekolah ini, pungkas Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sigunung Ibu Ari Susanty.,M.M.,S.S.

Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Segera Tempati Gedung Baru

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 ini, Sekolah Rakyat di Banyuwangi kembali menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Mereka dijadwalkan segera menempati gedung baru di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, pada Agustus 2026 mendatang. Selama ini, siswa Sekolah Rakyat di Banyuwangi terbagi di dua lokasi yakni menempati Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung BPVP di Muncar.

Saat ini, pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare tersebut telah mencapai progres 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli mendatang.

"Alhamdulillah progres pembangunan setiap gedung sudah mencapai 85-90 persen. Jika pembangunan sesuai target, insyaallah Agustus nanti gedung ini sudah bisa ditempati para siswa," kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk orang tua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026).

Mujiono mengatakan, kehadiran gedung baru tersebut menjadi wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, namun juga berfokus pada pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan mereka.

"Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," kata Wabup.

Wabup bersyukur, anak-anak dari Sekolah Rakyat saat ini sudah lebih percaya diri, lebih semangat, dan optimis untuk meraih cita-citanya. Bahkan beberapa sudah ada yang lulus. Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada juga yang langsung bekerja di salah satu perusahaan ternama yakni Toyota.

Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno menjelaskan bahwa mulai hari ini, dua Sekolah Rakyat rintisan di Banyuwangi melebur menjadi satu dengan nama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi

"Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa SR di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda," jelasnya.

Saat ini, SRT 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar (rombel). SRT 46 Muncar terdiri atas empat rombel SD dan SMA, sementara SRT di Licin terdiri dari lima rombel jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat juga menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan," jelas Winarno. (*)

Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri Open House dan Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto, menghadiri kegiatan Open House dan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang mengusung tema “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”, bertempat di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 tamu undangan tersebut menjadi momentum pengenalan lingkungan sekolah sekaligus memperkenalkan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi kepada masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto mewakili Dandim 0825/Banyuwangi, Kabag SDM Polresta Banyuwangi Kompol Ali Masduki, S.H., M.H. mewakili Kapolresta Banyuwangi, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi Setyo Puguh Widodo, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Alfian, S.Pd., M.Pd., Camat Muncar Drs. Akhmad Kholid Askandar, Kapolsek Muncar AKP Mujiono, S.Sos., Danramil 0825/17 Muncar Kapten Arm Siswandi, Kepala Sekolah Winarno, S.Sp., M.Pd., serta unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, santunan kepada kaum dhuafa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, penampilan tari tradisional Banyuwangi, atraksi Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), paduan suara siswa, hingga sambutan dari Kepala Sekolah dan Wakil Bupati Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Winarno menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi hadir sebagai sarana pendidikan yang memberikan kesempatan belajar secara merata bagi seluruh peserta didik. Melalui kegiatan open house dan MPLS, sekolah ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar bagi para siswa baru.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang saat ini telah mencapai sekitar 87 persen. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses belajar, serta mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kehadiran Kasdim 0825/Banyuwangi dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap kemajuan dunia pendidikan. Melalui pembinaan teritorial, Kodim 0825/Banyuwangi terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para pelajar.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Diharapkan keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi dapat menjadi salah satu pusat pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.

Dari Banyuwangi ke Sekolah Internasional, Atlet Basket SMPN 1 Gavina Ezar Kantongi Beasiswa Penuh

BANYUWANGI || Jejak-indonesial.com — Semangat Hari Pendidikan Nasional menjadi momen penuh kebanggaan bagi Banyuwangi. Seorang pelajar muda asal SMP Negeri 1 Banyuwangi, Gavina Ezar Firmansyah, sukses menorehkan capaian membanggakan setelah memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di Surabaya Cambridge School (SCS), sekolah bertaraf internasional di Surabaya.

Keberhasilan tersebut diraih melalui jalur prestasi olahraga bola basket, bidang yang selama ini ia tekuni dengan disiplin tinggi dan kerja keras tanpa henti.

*Perjuangan dari Banyuwangi ke Surabaya Demi Mengasah Prestasi*

Di usia yang masih 14 tahun, Ezar telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap dunia olahraga. Dengan postur mencapai 183 sentimeter, ia memaksimalkan potensinya lewat latihan intensif yang tak biasa dilakukan remaja seusianya.

Setiap akhir pekan, Ezar rutin bepergian dari Banyuwangi menuju Surabaya menggunakan kereta api untuk menjalani latihan di BIFFI Academy, akademi basket yang dikenal kompetitif dalam mencetak pemain muda potensial.

“Setiap Sabtu dan Minggu saya ke Surabaya untuk latihan,” ujar Ezar.

Perjalanan panjang itu bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari perjuangan membangun masa depan. Selain latihan bersama tim, ia juga mengikuti pelatihan tambahan secara privat guna meningkatkan teknik individu, pertahanan, dan strategi permainan.

*Koleksi Prestasi Jadi Tiket Menuju Pendidikan Bergengsi*

Sebelum berkembang di level lebih tinggi, Ezar mengawali perjalanan basketnya dari klub lokal Banyuwangi. Berkat ketekunan dan pembinaan yang konsisten, namanya mulai dikenal melalui berbagai kompetisi regional hingga nasional.

Sejumlah penghargaan individu berhasil ia raih, mulai dari kategori rebound, block, hingga defensive player terbaik di berbagai turnamen bergengsi. Tidak hanya itu, ia juga menjadi bagian penting dalam tim yang sukses meraih gelar juara di sejumlah kejuaraan tingkat Jawa Timur.

Deretan prestasi tersebut akhirnya membuka peluang besar: akses pendidikan internasional melalui beasiswa penuh.

*Punya Mimpi Jadi Polisi*

Meski kini sukses di dunia olahraga, Ezar menyimpan cita-cita lain yang tak kalah besar, yakni menjadi anggota Polri. Ia ingin mengikuti jejak sang ayah dan menjadikan prestasi olahraga sebagai salah satu jalan menuju impian tersebut.

“Semoga ke depan bisa menjadi anggota Polri,” ungkapnya.

Bagi Ezar, basket bukan hanya tentang kemenangan di lapangan, tetapi juga sarana membangun karakter disiplin, kerja keras, dan kepemimpinan.

*Dukungan Orang Tua dan Banyuwangi Jadi Energi Besar*

Keberhasilan ini turut menjadi kebanggaan keluarga. Orang tua Ezar mengaku terharu melihat perjuangan anaknya membuahkan hasil besar.

Mereka menilai capaian tersebut membuktikan bahwa anak daerah juga memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, selama memiliki komitmen kuat.

*Inspirasi Bagi Pelajar Daerah*

Kisah Gavina Ezar menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk meraih masa depan besar. Dari Banyuwangi, ia melangkah menuju panggung pendidikan internasional lewat kombinasi akademik dan olahraga.

Prestasi ini sekaligus menjadi pesan penting bagi generasi muda bahwa mimpi dapat diraih melalui konsistensi, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah.

Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional, langkah Ezar menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari lapangan, disiplin, dan keberanian mengejar peluang. (***)

POLRES SERANG GELAR PROGRAM POLISI PEDULI PENDIDIKAN, TEKAN KENAKALAN REMAJA DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

SERANG || Jejak-indonesia.id – Polres Serang melaksanakan kegiatan Polisi Peduli Pendidikan sebagai bagian dari Commander Wish Kapolda Banten serta program Kapolres Serang Ngariung Iman Ngariung Aman, pada Senin (20/4/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat narkoba polres serang. dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah hukum Polres Serang, melibatkan jajaran Polsek, pihak sekolah, serta para pelajar.

Adapun lokasi kegiatan meliputi SMPN 1 Pamarayan, SMAN 1 Ciruas, SMKN 1 Ciruas, SMP PGRI Binuang Carenang, SMPN 2 Cikeusal, SMPN 2 Petir, serta SMPN 1 Jawilan.

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Serang bersama pihak sekolah memberikan edukasi dan pembinaan kepada para siswa terkait pencegahan kenakalan remaja serta bahaya penyalahgunaan narkoba yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Selain itu, para pelajar juga diberikan motivasi untuk meningkatkan semangat belajar, membentuk karakter yang kuat, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolres Serang melalui jajaran menyampaikan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Namun, di sisi lain juga menjadi masa yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan, tekanan sosial, serta minimnya pengawasan.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas. Generasi muda harus mampu menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing,” ujar Kapolres Serang dalam arahannya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan keluarga, pergaulan, media sosial, serta kurangnya edukasi dan pengawasan.

Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga diingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

error: Content is protected !!