We're open Closes at 5:00 pm

TNI

Wakapolda Bali Hadiri Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 900/SBW ke Papua

DENPASAR || Jejak-indonesia.id -  Wakapolda Bali menghadiri Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW) yang akan melaksanakan penugasan di wilayah Papua Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Dermaga AP2 Pelabuhan Benoa, Denpasar. Selasa, (11/8/2026).

Upacara pemberangkatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Bali dan jajaran TNI, di antaranya Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Korwil Denpasar, Danlanal Denpasar, serta Danlanud I Gusti Ngurah Rai.

Sebelum pelaksanaan rangkaian upacara, Wakapolda Bali bersama para undangan melaksanakan peninjauan KRI Tanjung Kambani-971 yang menjadi bagian dari sarana pemberangkatan personel Satgas.

Dalam arahannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh prajurit pilihan Satgas Pamtas Yonif 900/SBW yang telah mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan tugas negara.

Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa penugasan operasi merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas. Seluruh personel diminta senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, satuan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran selama menjalankan tugas.

Selain itu, para prajurit juga diingatkan untuk terus memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan jiwa korsa sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah penugasan.

Pangdam IX/Udayana turut berpesan agar seluruh personel tetap menjaga komunikasi dengan keluarga secara bijaksana tanpa mengurangi konsentrasi dan fokus terhadap pelaksanaan tugas.

“Berangkatlah dalam keadaan lengkap dan siap melaksanakan tugas, serta kembalilah dengan membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi satuan. Selamat melaksanakan latihan pratugas. Semoga seluruh rangkaian kegiatan senantiasa diberikan perlindungan, kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam melaksanakan setiap tugas yang diemban,” pesannya.

Sementara itu, Wakapolda Bali menyampaikan dukungan dan doa kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 900/SBW yang akan menjalankan tugas negara di wilayah Papua.

“Atas nama Polda Bali, kami menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 900/SBW. Jalankan amanah negara ini dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, disiplin, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat di daerah penugasan,” ujar Wakapolda Bali.

Wakapolda Bali juga berharap seluruh personel senantiasa menjaga soliditas dan sinergitas selama melaksanakan tugas serta mampu membawa nama baik satuan, TNI, dan negara.

“Jaga kesehatan, keselamatan, kekompakan dan kehormatan satuan. Kami semua mendoakan agar seluruh personel diberikan perlindungan dan kelancaran dalam menjalankan tugas, serta nantinya dapat kembali dalam keadaan sehat, selamat, lengkap, dan membawa kebanggaan bagi keluarga maupun satuan,” tambahnya.

Kehadiran Wakapolda Bali dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud soliditas dan sinergitas TNI-Polri serta unsur Forkopimda Bali dalam memberikan dukungan kepada para prajurit yang akan melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Wakapolda Bali bersama Pangdam IX/Udayana dan para undangan lainnya memberikan ucapan selamat bertugas kepada para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 900/SBW.

Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme, para prajurit diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian tugas dengan aman dan lancar serta kembali ke satuan dengan membawa keberhasilan dan kehormatan.

Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarmed 19/Bogani Amankan Senjata Api Rakitan dari Warga di Perbatasan

SAMBAS || Jejak-indonesia.id - KALIMANTAN BARAT, 10 Agustus 2026 ] – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis Bowman dari masyarakat di wilayah perbatasan. Senjata tersebut ditemukan saat personel Pos Sei Bening melaksanakan pemeriksaan di Dusun Air Bening, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Minggu (9/8/2026).

Penemuan berlangsung sekitar pukul 12.55 WIB ketika personel Pos Sei Bening melaksanakan pemeriksaan terhadap seorang warga berinisial P (48) tahun bersama seorang anak berinisial FS (14);tahun. Dari hasil pemeriksaan, personel menemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis Bowman kaliber 12 mm tanpa nomor senjata dan tanpa amunisi.

Setelah menemukan barang tersebut, personel membawa keduanya ke Pos Sei Bening untuk pemeriksaan lebih lanjut. Personel juga memberikan pemahaman melalui komunikasi sosial mengenai bahaya kepemilikan senjata api ilegal serta ketentuan hukum yang berlaku. Senjata tersebut kemudian didata, didokumentasikan, dan diamankan untuk proses administrasi serta tindak lanjut sesuai ketentuan.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani akan terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan di wilayah perbatasan. Selain menjaga keamanan, Satgas juga mengedepankan pendekatan komunikasi dengan masyarakat agar warga memahami bahaya dan konsekuensi hukum dari kepemilikan senjata api ilegal, sehingga situasi keamanan di wilayah perbatasan tetap aman, tertib, dan kondusif.

*Kontak Media*
Penerangan Satgas Pamtas
RI - Malaysia Yonarmed19/Bogani
Kodam XIII/Merdeka
Ltd Ctp Juwito (Papen)

Peduli Satwa Dilindungi, Warga Perbatasan Serahkan 1 Kg Sisik Trenggiling ke Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani

SAMBAS, KALIMANTAN BARAT || Jejak-indonesia.id – Kepedulian terhadap kelestarian satwa dilindungi kembali ditunjukkan masyarakat di wilayah perbatasan. Seorang warga Dusun Asuansang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, berinisial J (64) secara sukarela menyerahkan sekitar 1 kilogram sisik trenggiling kepada personel Pos Sei Bening Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Sabtu (8/8/2026).

Penyerahan tersebut bermula dari kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan personel Pos Sei Bening di wilayah Dusun Air Bening dan Dusun Asuansang. Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan kepemilikan bagian tubuh satwa dilindungi serta pentingnya menjaga kelestarian trenggiling di wilayah perbatasan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari personel Satgas, warga berinisial J bersedia menyerahkan sisik trenggiling yang sebelumnya disimpan di rumah secara sukarela. Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Danpos Sei Bening Sertu Adriansyah Buluati bersama Wadanpos Kopda Rusdi Rajamuddin pada pukul 18.50 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Pamtas dalam membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat melalui pendekatan persuasif dan humanis. Personel Satgas juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau memiliki bagian tubuh satwa dilindungi maupun barang ilegal lainnya.

Penyerahan sekitar 1 kilogram sisik trenggiling ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Satgas Pamtas dan masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa serta keamanan wilayah perbatasan RI-Malaysia. Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani akan terus meningkatkan komunikasi sosial, edukasi, dan pengawasan bersama masyarakat di wilayah perbatasan.

*Kontak Media*
Penerangan Satgas Pamtas
RI - Malaysia Yonarmed19/Bogani
Kodam XIII/Merdeka
Ltd Ctp Juwito (Papen)

Latihan Kesiapsiagaan Kogabwilhan II 2026 di Bali: Sinergi Lintas Sektor Diperkuat Hadapi Ancaman Bencana

DENPASAR || Jejak-indonesia.id — Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam menuntut kekuatan koordinasi, kecepatan respons, serta keterpaduan menyeluruh antara unsur pemerintah dan aparat di lapangan. Komitmen strategis ini ditegaskan melalui pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Bali pada Sabtu (8/8/2026).

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I., turut hadir sekaligus meninjau pelaksanaan manuver latihan yang berpusat di Pantai Mertasari, Sanur, serta Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Kegiatan ini berlangsung bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai instansi terkait.

Latihan ini menjadi sarana krusial untuk menguji sekaligus meningkatkan kesiapan operasional seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan situasi darurat, khususnya bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Mekanisme koordinasi, alur komunikasi, kecepatan pengerahan personel, hingga pelayanan kepada masyarakat diuji secara menyeluruh, guna memastikan segala langkah dapat berjalan cepat, tepat, terukur, dan terpadu.

Dalam peninjauan tersebut, seluruh unsur yang berpartisipasi menunjukkan kesiapan yang memadai dalam menjalankan tugas sesuai peran dan fungsinya masing-masing. Sinergi antarlembaga menjadi fokus utama, mengingat penanganan bencana menuntut keterlibatan berbagai pihak secara serentak dan terkoordinasi.

Bali sebagai salah satu daerah dengan pergerakan penduduk dan kunjungan wisatawan yang sangat tinggi, memerlukan sistem kesiapsiagaan yang kokoh dan andal. Oleh karena itu, latihan bersama lintas institusi seperti LKO Kogabwilhan II memiliki makna strategis untuk membangun pola koordinasi yang efektif apabila kondisi darurat benar-benar terjadi di lapangan.

Melalui simulasi yang dilaksanakan, seluruh personel tidak hanya dilatih memahami prosedur penanganan keadaan darurat, tetapi juga membangun budaya komunikasi dan kesepahaman antarsatuan serta instansi terkait. Kecepatan pengambilan keputusan dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi tolok ukur utama, guna menekan risiko sekecil mungkin serta memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat luas.

Keselamatan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas tertinggi. Keberhasilan penanganan bencana tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan personel maupun kelengkapan sarana prasarana, melainkan sangat bergantung pada kemampuan seluruh unsur untuk bergerak dalam satu sistem komando dan koordinasi yang menyatu, teguh, dan luwes.

Nuansa kemanusiaan turut mewarnai rangkaian kegiatan tersebut. Tidak hanya berfokus pada kesiapan taktis dan manuver lapangan, kepedulian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan paket sembako serta kegiatan makan bersama warga yang berperan sebagai pengungsi dalam skenario simulasi penanganan bencana.

Langkah nyata ini mempertegas bahwa penanganan bencana tidak berakhir pada proses evakuasi dan pengamanan. Pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan jiwa, pendampingan, hingga pelayanan sosial bagi warga yang terdampak merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan operasi kemanusiaan.

Kehadiran Wakapolda Bali bersama jajaran TNI, Forkopimda, dan para pemangku kepentingan lainnya menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun kesiapan menghadapi segala kemungkinan situasi darurat di wilayah Bali.

Latihan ini sekaligus menjadi momen evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan sumber daya manusia, kelancaran alur komunikasi, ketersediaan sarana pendukung, serta ketepatan prosedur penanganan di lapangan. Setiap unsur diharapkan memahami sepenuhnya ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ketika menghadapi peristiwa nyata, tidak terjadi kendala koordinasi yang dapat memperlambat proses penyelamatan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Keterpaduan antara TNI–Polri, pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh instansi terkait menjadi fondasi utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan andal. Kesiapsiagaan yang terus diasah dan dilatih diharapkan mampu mempercepat waktu respons, memperkuat proses evakuasi, serta memastikan setiap bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan secara akurat dan tepat waktu.

Melalui pelaksanaan LKO Kogabwilhan II Tahun Anggaran 2026, seluruh unsur terkait kembali menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar kemampuan teknis menghadapi keadaan darurat, melainkan perwujudan tanggung jawab bersama untuk menjamin rasa aman dan melindungi segenap masyarakat.

Dengan jalinan koordinasi yang kian kokoh dan kemampuan operasional yang terus dipermaju, diharapkan seluruh unsur terkait dapat bergerak selaras, cepat, dan terpadu manakala situasi darurat benar-benar terjadi.

Sinergi diperkuat, kesiapsiagaan ditingkatkan, dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan kepada Pelajar SMPN 1 Entikong

SANGGAU, KALIMANTAN BARAT || Jejak-indonesia.id — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia, Yon Artileri Medan 19/Bogani, terus memperkuat pembinaan teritorial di wilayah perbatasan negara melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta kedisiplinan kepada generasi muda yang tumbuh di garis depan NKRI.

Pada (7/8/2026), Sertu Alesandro G. Toli, selaku Komandan Detasemen Satgas, didampingi seorang personel Pos, melaksanakan pembinaan terhadap pemuda dan anggota Gerakan Pramuka di SMP Negeri 1 Entikong, yang beralamat di Dusun Semaget, Desa Semaget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, personel Satgas dipercaya bertindak sebagai inspektur upacara pada pembukaan latihan perkemahan. Momen berharga ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan pesan moral, menanamkan semangat cinta tanah air, serta memberikan motivasi yang mendalam kepada seluruh peserta agar senantiasa tekun menuntut ilmu, memegang teguh kedisiplinan, dan membekali diri dengan jiwa kepemimpinan yang kuat.

Tidak hanya sekadar pemberian arahan, Satgas juga secara langsung memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar. Materi ini dipilih bukan semata-mata sebagai keterampilan teknis, melainkan sarana untuk membentuk karakter yang kokoh, rasa tanggung jawab yang tinggi, semangat kekompakan, serta kedisiplinan yang menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa dan mendapat apresiasi tulus dari jajaran pendidik maupun seluruh peserta didik yang hadir. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut adalah Kepala SMP Negeri 1 Entikong, Zakarias I. Kristiono, S.Pd., Serta Praka Lutfi Hidayat, seluruh dewan guru, dan para siswa yang mengikuti latihan perkemahan.

Melalui langkah nyata ini, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani menyampaikan harapan agar kehadiran mereka dapat terus berkontribusi secara bermakna dalam membentuk generasi muda perbatasan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, mencintai tanah air, dan siap menjadi penerus bangsa yang membanggakan di masa mendatang.

*Kontak Media*
Penerangan Satgas Pamtas
RI - Malaysia Yonarmed19/Bogani
Kodam XIII/Merdeka
Ltd Ctp Juwito (Papen)

error: Content is protected !!