Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Ketua KAKI Jatim Ingatkan Menko Airlangga Hartarto, Indonesia Sudah Merdeka Sejak 1945 Jangan Sampai Ada Penjajahan Gaya Baru di Pulau Madura

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Penandatanganan kerja sama strategis pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura antara Indonesia dan pihak China mendapat sorotan dari Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh Hosen.

Moh Hosen mengingatkan pemerintah agar kerja sama investasi tersebut tidak hanya dilihat dari besarnya nilai investasi dan potensi terbukanya lapangan kerja, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat Madura, khususnya masyarakat Kabupaten Bangkalan.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang telah merdeka dan memiliki kedaulatan penuh atas sumber daya alam serta wilayahnya. Karena itu, masuknya investasi asing harus tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.

“Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945, jangan sampai atas nama investasi justru lahir bentuk penjajahan gaya baru. Dalam artian, tanah dan kekayaan alam Madura hanya dinikmati investor asing, sementara masyarakat lokal menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegas Moh Hosen," Sabtu (15/08/2026).

Ia menilai pemerintah harus membuka secara transparan mengenai luas lahan yang akan digunakan, status kepemilikan dan peruntukan lahannya, skema kerja sama, berbagai fasilitas yang diberikan kepada investor, hingga manfaat konkret yang akan diterima masyarakat Madura.

KAKI Jatim juga meminta pemerintah memastikan keberadaan kawasan industri tersebut tidak menimbulkan persoalan baru, seperti konflik agraria, kerusakan lingkungan, eksploitasi tenaga kerja, maupun ketimpangan ekonomi.

“Kalau memang investasi ini membawa kesejahteraan, silakan. Tetapi jangan sampai rakyat Madura hanya mendapatkan dampak lingkungan dan menjadi buruh di tanahnya sendiri. Pemerintah harus menjamin bahwa rakyat menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek investasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Moh Hosen juga meminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama pemerintah pusat dan Pemkab Bangkalan menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat mengenai konsep pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura.

Menurutnya, prinsip investasi harus sederhana: investor boleh datang, industri boleh berkembang, tetapi kedaulatan negara dan kepentingan rakyat tidak boleh tergadaikan.

“Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar investasi asing sampai lupa bahwa Madura juga punya rakyat yang harus dilindungi. Kemajuan ekonomi penting, tetapi kedaulatan dan kesejahteraan rakyat jauh lebih penting,” pungkasnya. (Redho)

Dalam Menyambut Ulang Tahun RI Ke-81 Acha Christie Gracelia Berhasil Raih Juara 1 Puteri Berkebaya 2026

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, komunitas Bunda Milenial menggelar ajang Lomba Bunda & Putri Berkebaya yang berlangsung meriah di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus ruang bagi para peserta untuk menampilkan keanggunan dan kecintaan terhadap kebaya Nusantara. Lomba dibuka untuk umum dengan syarat peserta berusia minimal tiga tahun dan mengenakan kebaya milik sendiri sesuai tema Kebaya Nusantara.

Panitia menghadirkan empat kategori perlombaan, yaitu Busana Adat, Kebaya Indonesia, Kebaya Bunda & Putri, dan Kebaya Favorite. Para peserta dan pemenang memperoleh berbagai bentuk apresiasi berupa trofi, tiara, selempang, goodie bag, dan sertifikat keikutsertaan.

Pada kesempatan menjelang Hari Kemerdekaan yang ke - 81 ini, Acha Christie Gracelia berhasil meraih Juara 1 Putri Berkebaya 2026. Keberhasilannya mendapat sambutan hangat dari penonton dan peserta lain yang memadati area atrium Royal Plaza Surabaya.

Usai dinobatkan sebagai juara pertama, Acha mengaku sangat terharu dan bersyukur atas pencapaian yang diraih di bulan Agustus 2026 ini. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga menjadi pengalaman berharga sebagai generasi Milenial untuk ikut serta melestarikan budaya Indonesia melalui kebaya.

“Saya sangat senang, terharu, dan bersyukur bisa menjadi Juara 1 Putri Berkebaya 2026. Ini bukan sekadar kemenangan bagi saya, tetapi juga kebanggaan karena dapat ikut mengenalkan dan melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia,” ujar Acha saat sesi wawancara.

Acha juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti perlombaan ia merasakan suasana kekeluargaan yang kuat antar peserta. Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi penyemangat tersendiri hingga akhirnya berhasil meraih hasil terbaik.

“Saat nomor urut saya dipanggil sebagai juara pertama, rasanya campur aduk antara kaget, haru, dan bahagia. Saya ingin terus belajar dan semakin percaya diri untuk membawa kebaya Indonesia tampil lebih membanggakan,” tuturnya.

Penyelenggaraan Lomba Bunda & Putri Berkebaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa serta menjadikan kebaya tidak hanya dikenakan pada acara tertentu, tetapi juga dipandang sebagai identitas dan kebanggaan perempuan Indonesia.

Dengan antusiasme peserta dan pengunjung yang tinggi, acara Bunda Milenial di Royal Plaza Surabaya menjadi salah satu kegiatan yang turut memeriahkan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kota Pahlawan. (Redho)

Kapolda Bali Terima Kerthi Bali Sewaka Nugraha, Apresiasi Dedikasi Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Bali

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. menghadiri Malam Anugerah Kerthi Bali Sewaka Nugraha dan Kilau Wastra Bali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Tahun 2026, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center) Denpasar. Jumat, (14/8/2026).

Malam anugerah tersebut menjadi momentum istimewa bagi Polda Bali. Dalam kesempatan itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menerima penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Kapolda Bali atas dedikasi mulia dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat serta kontribusinya dalam mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.”

Kerthi Bali Sewaka Nugraha merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi dan pengabdian nyata bagi kemajuan Bali dalam berbagai bidang, termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat, pembangunan infrastruktur, kesenian, serta pelestarian kebudayaan Bali.

Usai menerima penghargaan, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata merupakan penghargaan pribadi, tetapi menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras seluruh personel Polda Bali dan jajaran serta dukungan masyarakat dalam menjaga Pulau Dewata tetap aman dan kondusif.

“Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi kami. Saya persembahkan penghargaan ini kepada seluruh personel Polda Bali dan jajaran yang setiap hari bekerja dengan penuh dedikasi, serta kepada seluruh masyarakat Bali yang terus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan Pulau Dewata,” ujar Kapolda Bali.

Kapolda Bali menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan, kehidupan sosial budaya, serta keberlangsungan pariwisata Bali. Karena itu, Polda Bali akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, pecalang, serta seluruh elemen masyarakat.

“Bagi kami, penghargaan ini bukanlah akhir, tetapi menjadi motivasi untuk meningkatkan pengabdian. Polda Bali berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman, menjaga ketertiban dan melindungi nilai-nilai luhur masyarakat Bali. Keamanan Bali adalah tanggung jawab kita bersama, dan sinergi menjadi kekuatan utama dalam menjaganya,” tegas Kapolda Bali

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menegaskan bahwa Malam Anugerah dan Kilau Wastra menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras menjaga, mengembangkan, dan memajukan wastra Bali.

Menurutnya, wastra Bali bukan sekadar kain, melainkan bagian dari identitas, kebudayaan, dan peradaban Bali. Di dalam setiap lembar wastra terkandung pengetahuan, keterampilan, kreativitas, filosofi, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai kekayaan wastra seperti endek, songket, cepuk, geringsing, batik Bali, dan beragam jenis lainnya harus terus dijaga keberlangsungannya. Pelestarian tersebut juga perlu diikuti dengan inovasi agar wastra Bali tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Gubernur secara khusus mendorong generasi muda Bali untuk tidak sekadar mengenal wastra sebagai warisan masa lalu, tetapi bangga menggunakannya, kreatif mengembangkan desain, inovatif menciptakan produk, serta mampu membawa wastra Bali semakin dikenal pada tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”, yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya.

Melalui Anugerah Wastra Bali, Gubernur berharap penghargaan yang diberikan tidak berhenti sebatas apresiasi, tetapi menjadi pemantik semangat bagi perajin, desainer, pelaku IKM dan UMKM, seniman, komunitas, serta generasi penerus untuk terus berkarya dan berinovasi.

Malam Anugerah Kerthi Bali Sewaka Nugraha dan Kilau Wastra Bali pada peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali pun menjadi simbol bahwa pembangunan Bali tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada keamanan, keharmonisan, kebudayaan, serta kuatnya sinergi seluruh komponen masyarakat.

Bagi Polda Bali, penghargaan yang diterima Kapolda Bali semakin memperkuat komitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat serta menjaga Bali tetap aman, damai, tertib, harmonis, dan kondusif sebagai daerah tujuan wisata dunia.

Wakapolda Bali Hadiri Rapat Paripurna ke-47 DPRD Bali, Momentum 68 Tahun Bali Perkuat Sinergi Membangun Pulau Dewata

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I. menghadiri Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Tahun 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026).

Rapat Paripurna tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan 68 tahun Provinsi Bali sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam menjaga Bali serta melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan turut dihadiri Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, serta unsur Forkopimda dan perwakilan instansi terkait, di antaranya Korem 163/Wira Satya, Binda Bali, Lanal Denpasar, Pengadilan Tinggi, serta unsur TNI-Polri dan lembaga pemerintahan lainnya.

Dalam prakata pembukaannya, Ketua DPRD Provinsi Bali menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang sejarah dan perjalanan pembangunan Bali serta memberikan penghormatan kepada para pahlawan, pendahulu, dan seluruh pihak yang telah memberikan pengabdian bagi Bali.

Peringatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi dan introspeksi agar Bali senantiasa tegak, kokoh, dan berkembang dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali hendaknya menjadi momentum untuk menyatukan tekad dan semangat, hidup harmonis, bersatu, saling menghargai, serta mempererat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam sidang tersebut.

Gubernur Bali Paparkan Arah Pembangunan Bali Masa Depan
Dalam pidato peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Bali menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Provinsi Bali sejak ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958. Penghormatan turut diberikan kepada para Gubernur Bali terdahulu beserta seluruh tokoh yang telah mendedikasikan diri bagi pembangunan Pulau Dewata.

Gubernur menegaskan pembangunan Bali dilaksanakan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang berorientasi pada terjaganya keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Arah pembangunan tersebut diperkuat dengan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, berlandaskan nilai-nilai Sad Kerthi, yakni Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
Pada periode 2025–2030, pembangunan Bali difokuskan pada enam bidang prioritas, meliputi pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya; kesehatan dan pendidikan; transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali; pembangunan infrastruktur dan transportasi; lingkungan, kehutanan dan energi; serta Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali melalui SIPANDU BERADAT.

Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan strategis, mulai dari sampah, kemacetan, alih fungsi lahan, kerusakan ekosistem, ketimpangan pembangunan, penataan transportasi dan akomodasi pariwisata, hingga penertiban wisatawan asing yang melanggar ketentuan.

Upaya tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Imigrasi, Desa Adat, serta seluruh pemangku kepentingan, sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan keberlanjutan Bali.

Kehadiran Wakapolda Bali dalam Rapat Paripurna tersebut mencerminkan komitmen Polda Bali untuk terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Bali, DPRD, TNI, Forkopimda, Desa Adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Momentum Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan Bali membutuhkan peran seluruh komponen masyarakat. Keamanan menjadi salah satu fondasi penting agar pembangunan, kehidupan sosial budaya, investasi, serta sektor pariwisata dapat berjalan secara berkelanjutan.

Polda Bali mendukung berbagai langkah strategis yang diarahkan untuk menjaga Bali tetap aman dan nyaman, termasuk penguatan sistem keamanan berbasis kearifan lokal melalui SIPANDU BERADAT, penanganan permasalahan narkoba, serta sinergi dalam pengawasan aktivitas masyarakat maupun wisatawan asing.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh unsur diharapkan mampu menjaga Bali tidak hanya sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga sebagai tanah yang memiliki kekayaan adat, tradisi, budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Rapat Paripurna kemudian ditutup oleh Ketua DPRD Provinsi Bali dengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah mengikuti rangkaian kegiatan serta menyatukan tekad, perhatian, dan kesungguhan bagi kemajuan Bali.

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi: menjaga warisan masa lalu, menyelesaikan tantangan hari ini, serta bersama-sama membangun Bali yang aman, maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sentuhan Humanis Kapolda Gorontalo: Sholat Subuh Berjamaah dan Serap Aspirasi Warga

GORONTALO || Jejak-indonesia.id - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama warga di Masjid At-Taubah, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (15/8/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Polda Gorontalo ini disambut hangat oleh jamaah. Suasana sederhana dan penuh keakraban mewarnai pelaksanaan ibadah yang juga diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Bagi Irjen Pol. Widodo, kegiatan ini bukan sekadar ibadah rutin, melainkan ruang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat secara lebih dekat dan humanis. Ia menegaskan bahwa Polri akan terus membuka diri guna membangun kepercayaan publik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

"Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri untuk terus membangun kedekatan. Melalui kegiatan seperti sholat subuh berjamaah ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat," ujar Kapolda Gorontalo.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan sholat subuh berjamaah ini berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi ramah tamah bersama warga. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kedekatan Polri dengan masyarakat dapat dibangun secara efektif melalui kegiatan keagamaan sehari-hari.

error: Content is protected !!