Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Sosial

Wali Kota Pasuruan Serahkan Bantuan RTLH 2026: 150 Rumah Diperbaiki, Total Anggaran Rp2,625 Miliar

PASURUAN || Jejak-indonesia.id — Pemerintah Kota Pasuruan kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2026. Penyerahan bantuan secara simbolis dipimpin langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi, di kediaman salah satu penerima manfaat di wilayah Blandongan, Kota Pasuruan, pada Rabu (12/8).

Tahun ini, pemerintah kota mengalokasikan anggaran dari Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pasuruan 2026 dengan total nilai Rp2.625.000.000 untuk merenovasi sebanyak 150 unit rumah yang belum memenuhi standar kelayakan huni. Dalam kesempatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan warga yang berhak menerima manfaat.

Kepala pelaksana program, Akung Novijanto, menjelaskan bahwa setiap penerima memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp17.500.000, dengan rincian: Rp5.250.000 dialokasikan untuk biaya upah tenaga tukang, dan Rp12.250.000 diperuntukkan bagi pembelian bahan bangunan guna menunjang perbaikan struktur rumah.

Turut hadir menyaksikan kegiatan ini Wakil Wali Kota Pasuruan, Penjabat Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat, serta Lurah setempat.

Dalam sambutannya, Mas Adi menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah merespons kebutuhan mendasar masyarakat atas tempat tinggal yang layak.

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini kita dapat merealisasikan bantuan bagi 150 rumah tidak layak huni, sebagai bagian dari tanggung jawab kita menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang aman dan sehat,” ujar Mas Adi.

Dijelaskan pula, ke-150 penerima manfaat tersebar merata di empat kecamatan yang ada di wilayah Kota Pasuruan. Bantuan ini difokuskan pada perbaikan struktur dan infrastruktur dasar rumah agar dapat berfungsi sebagai tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman.

“Seluruh penerima telah diseleksi berdasarkan kriteria dan data yang telah ditetapkan, sehingga bantuan ini dapat tepat sasaran. Perlu kami sampaikan pula, agar bantuan ini dapat dinikmati secara adil dan merata, penerima baru berhak mendapatkan bantuan serupa kembali setelah kurun waktu minimal sepuluh tahun sejak bantuan pertama diterima,” tegasnya.

Kepada seluruh penerima manfaat, Mas Adi berpesan agar senantiasa merawat dan menjaga kebersihan hunian yang telah diperbaiki, serta memanfaatkannya sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

“Rawatlah rumah ini dengan baik, jaga kebersihannya, dan manfaatkan segenap fasilitas yang ada. Langkah ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk turut mengentaskan kemiskinan dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar tempat tinggal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa kondisi tempat tinggal merupakan salah satu indikator sederhana namun nyata dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Meskipun dengan keterbatasan anggaran daerah, pemerintah tetap berupaya maksimal untuk mewujudkan hak setiap warga atas hunian yang layak.

Terakhir, Mas Adi turut mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan hidup, mengingat Kota Pasuruan telah berhasil meraih predikat wilayah Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

“Kita sudah mencapai status ODF, maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga dan merawat apa yang telah kita miliki bersama, demi kenyamanan dan kesehatan kita semua,” pungkas Mas Adi mengakhiri arahannya.

Maknai Kemerdekaan Lewat Pengabdian, Lapas Tabanan Bersihkan Pura Beji

TABANAN || Jejak-indonesia.id – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan bersama peserta magang dan Warga Binaan melaksanakan kerja bakti di Pura Beji, Desa Dajan Peken, Selasa (11/08). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk kembali berinteraksi dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat melalui pengabdian sederhana, sekaligus memaknai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kebersamaan dan toleransi.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian yang sekaligus menjadi cara untuk memaknai kemerdekaan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat menumbuhkan kebersamaan sekaligus memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk ikut berkontribusi. Semangat kemerdekaan kami maknai melalui kepedulian, toleransi, dan kemauan untuk hadir memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Prawira.

Kehadiran jajaran Lapas Tabanan mendapat apresiasi dari Wayan Gede selaku pengurus Pura Beji. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas beserta jajaran yang selama ini turut membantu menjaga dan merawat Pura Beji. Kehadiran teman-teman dari Lapas sangat membantu kami dalam menjaga lingkungan pura agar tetap bersih dan nyaman digunakan untuk beribadah," ungkapnya.

Di antara kegiatan tersebut, ada satu pengalaman yang terasa lebih personal bagi Putu B., salah seorang Warga Binaan yang ikut kerja bakti. Sebagai warga lokal, Pura Beji bukanlah tempat yang asing baginya. " Sebelum masuk Lapas, saya sering beribadah di Pura Beji, tetapi selama menjalani pidana saya tidak bisa datang seperti sebelumnya. Bisa kembali ke sini dan ikut membantu membersihkan pura membuat saya bersyukur. Bagi saya, ini juga menjadi cara untuk memaknai kemerdekaan," tuturnya.

Bagi Lapas Tabanan, keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan di luar Lapas memiliki makna tersendiri dalam proses pembinaan. Kesempatan untuk hadir, berinteraksi, dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat menjadi pengalaman yang dapat menumbuhkan kembali rasa percaya diri sekaligus mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan sosial setelah menyelesaikan masa pidana.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan

Sambut HUT RI ke-81, Lapas Banyuwangi Salurkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menyambut semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar aksi bakti sosial pembagian puluhan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, Sabtu (8/8).

Kegiatan yang menyasar warga berpenghasilan rendah ini dilaksanakan secara serentak di beberapa titik lokasi berbeda. Penyaluran bantuan disebar dan dipimpin langsung oleh masing-masing seksi pejabat struktural Lapas Banyuwangi guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Adapun sasaran distribusi meliputi warga yang bermukim di lingkungan sekitar Lapas Banyuwangi, serta masyarakat di area Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi.

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, memimpin langsung proses penyerahan bantuan kepada warga penerima manfaat di kawasan SAE Paswangi. Ia menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya dengan selebrasi, tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Semangat kemerdekaan sejatinya harus dimaknai dengan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Melalui bakti sosial ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Lapas Banyuwangi membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi warga di sekeliling kami," ujar Solichin.

Paket sembako yang disalurkan berisi bahan pokok harian, seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan dasar lainnya. Solichin berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan di tengah momentum peringatan HUT RI ke-81.

"Meskipun nilainya tidak seberapa, kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi pemicu semangat kebersamaan antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat sekitar," tambahnya.

Aksi kemanusiaan ini mendapat respons positif dari warga setempat. Senyum gembira dan antusiasme warga mewarnai jalannya penyerahan bantuan, yang sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antara institusi pemasyarakatan dan lingkungan sekitar.

Kapolsek Selesai dan Personel Turun Langsung, Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Musibah

LANGKAT || Jejak-indonesia.id – Sebagai wujud nyata kepedulian serta kehadiran Kepolisian Republik Indonesia di tengah masyarakat, Kapolsek Selesai beserta jajaran personel memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya tertimpa batang pohon kelapa sawit dan mengalami kerusakan.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Jalan Jamin Ginting, Desa Kuta Parit, serta Dusun Sukerojo, Desa Padang Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang sedang berduka dan menghadapi kesulitan pascamusibah. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bukti bahwa Polri senantiasa hadir, peduli, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan pertolongan.

"Kehadiran kami bukan sekadar menyerahkan bantuan materi, melainkan ingin menyampaikan bahwa kami satu rasa, satu nasib, dan selalu berada di sisi masyarakat — baik dalam keadaan gembira maupun saat sedang diuji kesulitan," ungkap Kapolsek Selesai.

Kegiatan ini juga sekaligus mempererat ikatan emosional antara kepolisian dan masyarakat, mewujudkan sinergi yang harmonis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kemanusiaan di wilayah Kecamatan Selesai.

 

Polri Hadir, Polri Peduli, Masyarakat Terayomi.
Bersama Masyarakat, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif.

Jumat Berkah BNNK Banyuwangi, Wujud Kepedulian Sosial Sekaligus Perkuat Edukasi P4GN kepada Masyarakat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) mulai pukul 10.00 WIB di Kantor BNNK Banyuwangi dan sejumlah masjid.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran staf BNNK Banyuwangi tersebut merupakan implementasi kepedulian sosial sekaligus sarana menyampaikan pesan-pesan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BNNK Banyuwangi menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada sesama. Selain berbagi, para petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa.

Program Jumat Berkah menjadi salah satu upaya BNNK Banyuwangi dalam mempererat hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Dengan kedekatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen BNNK Banyuwangi dalam mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba). Selain menjalankan fungsi pemberantasan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika, BNNK Banyuwangi terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, dan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata.

Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah bukan sekadar agenda rutin berbagi kepada masyarakat, melainkan bagian dari strategi pendekatan humanis dalam mendukung keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"BNNK Banyuwangi hadir bukan hanya sebagai institusi yang melaksanakan pencegahan dan pemberantasan narkoba, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui kegiatan Jumat Berkah, kami ingin menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkoba," ujar Kombes Pol. Rachmat Kurniawan.

Menurut Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum maupun BNN, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"Permasalahan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan. Kesadaran kolektif merupakan benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti Jumat Berkah merupakan implementasi nyata nilai-nilai pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

"Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat bahwa BNN hadir tidak hanya ketika melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana narkotika, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pendekatan humanis, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial harus terus diperkuat sebagai fondasi dalam mewujudkan Banyuwangi Bersinar," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitarnya.

"Kami berharap masyarakat tidak takut menjadi mitra BNN dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara BNN, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba. Dengan kebersamaan, kami optimistis Banyuwangi dapat menjadi daerah yang semakin tangguh dan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui kegiatan Jumat Berkah, BNNK Banyuwangi berharap semangat kepedulian sosial, kebersamaan, serta kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika terus meningkat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

error: Content is protected !!