Perkuat Diplomasi Maritim, TNI AL Aktif Dalam PALS 2026 Hawaii Bahas Masa Depan Operasi Amfibi dan Keamanan Indo-Pasifik

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – TNI AL turut berpartisipasi dalam Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) 2026 yang diselenggarakan oleh U.S. Marine Corps Force Pacific di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 19 Juni 2026.

Forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin Angkatan Laut, Korps Marinir dan pemangku kepentingan pertahanan dari kawasan Indo-Pasifik tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat kerja sama, membangun interoperabilitas, serta bertukar pandangan mengenai tantangan keamanan maritim dan perkembangan lingkungan strategis global.

Delegasi TNI AL dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, kegiatan juga dihadiri Kepala Staf Korps Marinir Mayor Jenderal TNI Suherlan. Selain menghadiri sesi pleno, delegasi TNI AL juga mengikuti berbagai diskusi panel, Key Leader Engagement (KLE), dan forum profesional yang membahas isu-isu pertahanan maritim terkini.

Admiral Samuel J.Paparo, Commander U.S. Indo-Pacific Command saat membuka acara menyampaikan bahwa hakikat peperangan tetap sama, namun karakter peperangan terus berubah seiring kemajuan teknologi, meningkatnya transparansi medan tempur, perkembangan sistem otonom, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasi militer.

Selain itu, konsep deterrence dan insurance turut menjadi perhatian sebagai pendekatan untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan krisis dan konflik di masa depan.

Keikutsertaan TNI AL dalam PALS 2026 sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk memperkuat diplomasi angkatan laut, meningkatkan kerja sama internasional, memperluas jejaring kemitraan strategis, serta mengakselerasi peningkatan profesionalisme prajurit melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan negara-negara sahabat.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Palas dan Personil Gelar Giat Baksos Religi

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepala Kepolisian Resor Padang Lawas (Kapolres Palas) AKBP Dodik Yuliyanto, SIK bersama personil, Jumat (19/06/2026) pagi sampai selesai, melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) religi gotong-royong membersihkan rumah ibadah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Al Munawwarah dan Mesjid Raya Sibuhuan, ikut mendampingi Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto S.IK, Waka Polres Kompol Sugianto S.Pd, Kabag SDM Kompol Charles Panjaitan SH, Kabag Ops AKP Aman Putra Bangunsyah, Kabag Log AKP Sugiono, Kasat Samapta AKP G Harahap, Kasat Binmas Iptu Arwin, Kasi Propam Iptu Salim Saragih SH, Kasat Reskrim AKP Irwansyah Sitorus SH, Kasat Narkoba AKP Taufik Siregar SH,
Kanit Pidum Ipda Arpan Harahap,
Dan Personil Polres Padang Lawas.

Adapun rangkaian kegiatannya meliputi, penyerahan bantuan sosial (bansos) dan alat kebersihan yang dipimpin oleh Kapolres, Wakapolres kepada pengurus rumah ibadah. Kemudian gotong-royong (curve) rumah ibadah bersama para personel Polres dan Polsek jajaran.

“Bakti sosial religi berupa gotong-royong membersihkan rumah ibadah dan lingkungannya ini merupakan salah satu giat kita dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Tujuannya agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah secara nyaman dengan kondisi tempat ibadahnya yang bersih dan rapi,” ungkap Kapolres AKBP Dodik Yuliyanto, SIK,.

Selain itu, jelasnya, baksos tersebut juga dimaksudkan untuk mewujudkan komunikasi yang baik antar masyarakat dengan Polres Palas.

“Dengan adanya kegiatan ini, setidaknya masyarakat merasa terbantu. Begitu juga dengan bantuan yang diberikan itu, semoga bermanfaat untuk keperluan rumah ibadah,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Polres dan Polsek jajaran sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Ini semua kita lakukan sebagai wujud kepedulian, pengabdian, dan bakti Polri untuk masyarakat. Disamping tugas dan fungsi utama kita, yakni melayani, melindungi, dan mengayomi,” tutur AKBP Dodik Yuliyanto.

Untuk diketahui, dihari yang sama Kapolsek jajaran dan para personilnya juga melakukan bakti sosial religi gotong royong membersihkan rumah ibadah di wilayah hukum masing-masing. Kegiatan Bakti Sosial (Religi) HUT Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. berjalan dengan aman dan Lancar. (Humas Polres Palas)

Jaga Kebugaran dan Sinergitas, Kasat Reskrim serta Kabag Log Polres Padang Lawas Gandeng Warga Lewat Badminton

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Di tengah padatnya jadwal pelayanan dan penegakan hukum, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Padang Lawas tetap berkomunikasi aktif dengan masyarakat. Salah satu langkah humanis yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan momentum olahraga bersama.

Hal ini ditunjukkan oleh Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, bersama Kabag Logistik Polres Padang Lawas. Keduanya menyempatkan diri untuk mempererat tali silaturahmi dengan para pecinta olahraga tepok bulu di wilayah tersebut.

Kegiatan positif ini rutin digelar di Gedung Olahraga (GOR) Bercahaya, Kabupaten Padang Lawas. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (18/6/2026), suasana GOR tampak hidup dan penuh keakraban. Tidak ada sekat antara pejabat kepolisian dan warga saat mereka saling adu strategi di lapangan badminton.

Menariknya, pertandingan eksibisi santai ini tidak hanya diikuti oleh internal kepolisian. Terlihat hadir berpartisipasi di antaranya Manager PLN ULP Sibuhuan, Insan pers (wartawan) lokal dan masyarakat umum pecinta badminton.

Kombinasi para pemain ini menciptakan ruang komunikasi yang cair dan informal di luar jam kerja formal.

Di sela-sela rehat pertandingan, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, mengungkapkan bahwa olahraga merupakan sarana terbaik untuk melepas penat sekaligus menjaga kebugaran tubuh di tengah tuntutan kerja yang tinggi.

“Mungkin selama ini kita sangat serius menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan olahraga, tentunya pikiran kita menjadi segar kembali dan tubuh kita semakin sehat,” ujar AKP Irwansah Sitorus.

Ia juga menambahkan bahwa lewat kegiatan seperti ini, Polri dapat mendengar langsung aspirasi atau sekadar mengobrol santai dengan masyarakat dan mitra kerja seperti PLN serta media. Hubungan yang harmonis ini diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Padang Lawas.

Melalui pendekatan yang humanis dan membaur seperti ini, Polres Padang Lawas membuktikan bahwa koordinasi dan silaturahmi tidak selamanya harus kaku di dalam ruang rapat, melainkan bisa terjalin erat lewat keringat dan semangat sportivitas di lapangan olahraga.

Menenun Keadilan di Meja Gelar, Ikhtiar Polres Padang Lawas Memangkas Waktu, Merawat Mutu

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Jumat sore di penghujung pekan biasanya menjadi penanda bagi banyak orang untuk mulai melonggarkan urat saraf. Namun, suasana di ruang Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas justru sebaliknya. Gurat konsentrasi tebal menghiasi wajah belasan personel yang berkumpul mengitari meja panjang.

Tepat pukul 15.00 WIB, sebuah ritual penegakan hukum sedang berlangsung. Bukan sekadar rapat biasa, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk membedah benang kusut perkara demi menghadirkan kepastian hukum yang cepat bagi masyarakat.

Sore itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, duduk memimpin jalannya gelar perkara. Di hadapannya, para Kepala Unit (Kanit) dan penyidik dari berbagai unit duduk bersanding dengan personel dari Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Seksi Pengawasan (Siwas). Kehadiran unsur pengawas ini menjadi jangkar agar seluruh proses hukum tetap berjalan di atas rel profesionalisme.

Ada lima berkas perkara berbeda yang naik meja sore itu. Alih-alih dibahas secara eksklusif dan tertutup per unit, AKP Irwansah memilih pendekatan yang berbeda, seluruh perkara digelar bersama, melibatkan lintas unit.

“Kami rutin menggelarkan perkara dengan cara kolaboratif seperti ini. Tujuannya satu: mempercepat pelayanan terhadap masyarakat. Segala bentuk Laporan Polisi (LP) yang masuk ke Sat Reskrim harus segera mendapatkan titik terang, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar AKP Irwansah tegas.

Metode “keroyokan” dalam membedah kasus ini bukan tanpa alasan. Bagi AKP Irwansah, sebuah perkara hukum tidak bisa hanya dilihat dari satu kacamata tunggal. Dengan mengumpulkan penyidik dari berbagai latar belakang unit, ruang gelar perkara bertransformasi menjadi panggung dialektika yang kaya akan sudut pandang.

Di sinilah kreativitas sang Kasat Reskrim diuji. Ketika sebuah kasus dipaparkan, penyidik dari unit lain diperkenankan, bahkan didorong untuk saling melempar argumen, memberikan pendapat, dan membedah pasal dari sudut pandang yang berbeda.

“Kasus yang kami tangani ini sangat beragam jenisnya. Melalui forum bersama ini, pengetahuan para penyidik otomatis akan terupgrade,” jelas AKP Irwansah.

Ia menambahkan bahwa metode ini efektif untuk memangkas ego sektoral antar unit sekaligus menjadi ruang edukasi gratis bagi para penyidik muda.

“Kami sengaja mendesain atmosfer seperti ini agar mereka bisa saling memberi masukan. Yang tahu memberi tahu, yang belum paham menjadi paham,” tuturnya.

Bagi masyarakat awam, proses penyidikan sering kali dicitrakan sebagai lorong panjang yang gelap dan berbelit-belit. Hambatan-hambatan birokrasi inilah yang coba dipangkas lewat tradisi gelar perkara rutin ini. Keterbukaan di dalam internal Reskrim diharapkan mampu melahirkan keputusan hukum yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Ketika jam dinding terus berdetak melewati sore, diskusi di ruang Sat Reskrim Polres Padang Lawas masih bergulir hangat. Lembar demi lembar berkas perkara diteliti demi menemukan keadilan yang presisi.

Bagi Polres Padang Lawas, percepatan pelayanan bukan sekadar slogan di atas spanduk, melainkan komitmen yang dihidupkan setiap hari, bahkan di jumat sore yang melelahkan, melalui ketukan palu gelar perkara yang adil dan mencerahkan.

Akibat Pemadaman Listrik, Aktivitas Operasional Jasa Pengiriman Jadi Sorotan; H. Sukarman Lakukan Dokumentasi Lapangan

BOGOR || Jejak-indonesia.id – Praktisi hukum sekaligus aktivis sosial, H. Sukarman, S.H., M.H., S.Pd.I, melakukan peninjauan dan dokumentasi langsung ke salah satu kantor jasa pengiriman barang pada Jumat (19/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan menyusul adanya gangguan operasional yang diduga dipengaruhi oleh pemadaman listrik di wilayah setempat.

Dalam video yang beredar, H. Sukarman terlihat mendatangi area pelayanan pelanggan hingga gudang penyimpanan paket untuk melihat secara langsung kondisi operasional di lapangan. Sejumlah paket dan karung kiriman tampak masih berada di area penyimpanan sambil menunggu proses sortir dan distribusi.

Menurut H. Sukarman, pemadaman listrik berpotensi menghambat sejumlah proses operasional yang bergantung pada sistem digital, mulai dari pendataan barang, proses sortir, hingga pelayanan kepada pelanggan. Oleh karena itu, ia menilai penting adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.

“Ketika terjadi pemadaman listrik, tentu ada potensi terganggunya pelayanan. Masyarakat sebagai pengguna jasa berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Dalam dokumentasi tersebut, H. Sukarman juga tampak berkomunikasi dengan petugas untuk memperoleh informasi mengenai kondisi operasional selama terjadi pemadaman listrik. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial dan upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai prosedur.

Dari hasil pengamatan di lokasi, aktivitas operasional masih berlangsung meskipun terdapat kendala yang diduga berkaitan dengan pasokan listrik. Sejumlah paket terlihat menunggu proses penanganan lebih lanjut hingga sistem kembali berjalan normal.

Video dokumentasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial. Berbagai tanggapan muncul dari masyarakat yang berharap adanya kepastian layanan dan informasi yang transparan apabila terjadi gangguan operasional akibat faktor eksternal seperti pemadaman listrik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola jasa pengiriman terkait dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas operasional maupun pelayanan kepada pelanggan.

(Redaksi)

Perkuat Deteksi Dini, Satgaswil Papua Barat Gelar Rapat Pembentukan Tim Terpadu Pencegahan Ekstremisme di Fakfak

FAKFAK || Jejak-indonesia.id – Densus 88 AT Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan daerah dari ancaman intoleransi dan radikalisme. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Rapat Pembentukan Tim Terpadu dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Fakfak yang digelar di Ruang Rapat DP3AP2KB Kabupaten Fakfak, Jumat (19/6/2026).

Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran Tim Satgaswil Papua Barat, di antaranya Briptu Iqro dan Briptu Syamsul. Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., turut hadir dan memberikan arahan secara daring.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Gede Suardana menekankan bahwa pembentukan Tim Terpadu ini merupakan langkah vital untuk membangun sistem deteksi dini yang kuat. Menurutnya, pencegahan paham ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan butuh sinergi lintas sektor.

“Penyusunan RAD ini adalah wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE). Melalui wadah ini, setiap instansi, aparat keamanan, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas serta terukur,” ujar Kombes Pol. Gede Suardana.

Ia juga menyoroti pentingnya melindungi kelompok rentan, khususnya generasi muda, dari paparan konten radikal. “Kita harus memperkuat perlindungan anak dan remaja melalui edukasi, literasi digital, serta penguatan ketahanan keluarga agar mereka tidak mudah terpengaruh paham menyimpang,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, hingga tokoh agama. Sepanjang pertemuan, peserta aktif membahas struktur, tugas, dan fungsi Tim Terpadu yang akan menjadi motor penggerak pencegahan dan penanganan kerawanan sosial di Fakfak.

Ada beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama dalam pembahasan program kerja yang mengacu pada sembilan bidang aksi RAN PE tersebut, antara lain:

* Benteng Terdepan: Penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan pendidikan guna menangkal paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

* Lawan Propaganda Digital: Peningkatan literasi digital masyarakat untuk membentengi ruang siber dari konten radikal.

* Perlindungan Anak: Pembentukan mekanisme koordinasi khusus untuk penanganan Anak Membutuhkan Perhatian Khusus (AMPK) dan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) sebagai upaya pencegahan dini.

Seluruh peserta yang hadir menyatakan komitmen penuh untuk menyatukan kekuatan, saling bertukar informasi, dan meningkatkan kapasitas SDM di sektor masing-masing. Rapat ditutup dengan kesepakatan bersama untuk segera merampungkan dokumen RAD Kabupaten Fakfak dan menetapkan struktur formal Tim Terpadu demi mewujudkan Papua Barat yang aman, damai, dan harmonis.

Terbongkar! Alasan Agus Flores Dikenal Dekat dengan Sejumlah Tokoh Besar Nasional, Ternyata Miliki Jejak Sejarah Panjang Keluarga Bangsawan

GORONTALO || Jejak-indonesia.id – Sosok Agus Flores kembali menjadi perbincangan setelah istrinya, Fitri Datau yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 49 Kota Gorontalo, mengaku kerap mendapat pertanyaan dari sejumlah atasannya mengenai identitas sang suami.

Selama ini, banyak yang mengenal Agus Flores hanya sebagai seorang pengacara, aktivis perlindungan konsumen, serta Ketua YLKI Gorontalo. Namun berbagai kedekatan Agus Flores dengan sejumlah tokoh nasional memunculkan rasa penasaran banyak pihak.

“Siapa sebenarnya suamimu?” menjadi pertanyaan yang berulang kali diterima Fitri Datau dari berbagai kalangan.

Pasalnya, nama Agus Flores kerap dikaitkan dengan sejumlah tokoh penting nasional. Mulai dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang disebut sebagai sosok yang mengangkat Agus Flores sebagai adik asuh, hingga kedekatannya dengan Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta jajaran petinggi Polri termasuk Kapolri.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Agus Flores memilih untuk bersikap terbuka.

“Daripada terus ditutupi, lebih baik saya jelaskan apa adanya,” ujarnya.

Menurut penuturan Agus Flores, dirinya memiliki nama lengkap Raden Mas Mohamad Agus Rugisto Astrodiarjo, SH, yang berasal dari garis keturunan keluarga bangsawan Jawa.

Ia menjelaskan bahwa ayahnya, Raden Kusnandar, merupakan keturunan Trah Brawijaya V melalui garis keluarga Raden Astrodiarjo. Dalam silsilah keluarga tersebut disebutkan adanya hubungan keturunan dari Raden Sunaryo, Raden Kusman, Roro Jeng Asih, dan Roro Jeng Herlina.

Dari jalur keluarga itulah, Raden Kusnandar kemudian diangkat sebagai anak oleh Raden Kusman, seorang Mantri Pengairan pada masa Karesidenan Besuki. Pengangkatan tersebut disebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan garis keluarga dan warisan keluarga besar agar tetap berada dalam lingkungan keturunan yang sama.

Tak hanya dari garis ayah, Agus Flores juga mengaku memiliki darah bangsawan dari Flores melalui garis ibunya. Ia menyebut salah satu leluhurnya adalah Andrias Ade, anggota kepolisian yang pernah mendapat penugasan khusus dalam operasi pemberantasan pemberontakan di Indonesia pada masa lalu.

Agus Flores menegaskan bahwa berbagai kedekatan dirinya dengan tokoh-tokoh nasional bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, sebelum sejumlah tokoh besar memberikan kepercayaan dan perhatian kepadanya, terlebih dahulu dilakukan penelusuran mengenai latar belakang keluarga, perjalanan hidup, hingga rekam jejak pengabdiannya kepada masyarakat.

“Kedekatan itu lahir dari proses panjang. Orang-orang besar tentu memiliki pertimbangan dan penilaian sendiri sebelum menerima seseorang sebagai bagian dari lingkaran kepercayaannya,” kata Agus Flores.

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, kisah perjalanan hidup Agus Flores kini menjadi perhatian banyak pihak. Dari seorang aktivis dan pengacara yang dikenal vokal membela masyarakat, hingga sosok yang disebut memiliki akar sejarah panjang dari keluarga bangsawan Nusantara, cerita tersebut terus menjadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan.

Bagi Fitri Datau, semua pertanyaan yang selama ini muncul akhirnya memiliki jawaban. Di balik sosok sederhana yang selama ini dikenal masyarakat, tersimpan kisah panjang mengenai silsilah keluarga, pengabdian, serta perjalanan hidup yang tidak banyak diketahui publik.

Polda Banten Gelar Lomba Burung Berkicau, Bazar UMKM dan Pasar Rakyat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Banten akan menggelar Lomba Burung Berkicau, Bazar UMKM, dan Pasar Rakyat pada Minggu (21/06) di Lapangan Hijau (Lapangan Sepak Bola) Polda Banten.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai wadah silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku UMKM lokal.

“Selain menghadirkan perlombaan burung berkicau, masyarakat juga dapat menikmati berbagai produk unggulan daerah, kuliner nusantara, serta pasar rakyat dengan harga terjangkau,” jelasnya pada Jum’at (19/06).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat Polri Untuk Masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bagi para pecinta burung berkicau, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan antara Polri dan masyarakat serta mendukung pertumbuhan UMKM lokal di Provinsi Banten,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kabidhumas Polda Banten menambahkan bahwa Selain perlombaan dan bazar UMKM, panitia juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik serta doorprize bagi para peserta dan pengunjung yang hadir.

“Kami juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik dan doorprize bagi peserta maupun masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menikmati hiburan, berbelanja produk UMKM lokal, sekaligus semakin dekat dengan Polri dalam suasana yang penuh kebersamaan,” tambahnya.

Polda Banten mengajak seluruh masyarakat, komunitas pecinta burung, serta pelaku UMKM untuk turut berpartisipasi dan meramaikan kegiatan tersebut. (Bidhumas).

POLDA KEPRI TERIMA AUDIENSI ADKASI, PERKUAT SINERGI DUKUNG STABILITAS DAN PEMBANGUNAN DAERAH

BATAM || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pengurus Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di Mapolda Kepri, Jumat (19/6/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Kerja Kapolda Kepri.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kepri didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., serta turut dihadiri Pejabat Utama Polda Kepri dan perwakilan Dewan Pengurus Nasional ADKASI.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Batam sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan strategis berskala nasional. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Batam merupakan daerah yang aman, kondusif, dan memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai agenda nasional.

Kapolda Kepri menegaskan komitmen Polda Kepri untuk memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik selama pelaksanaan kegiatan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika sosial yang berkembang.

“Kami berharap melalui audiensi ini dapat terbangun komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan yang konstruktif antara institusi kepolisian dengan ADKASI dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah serta menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat,” ujar Kapolda Kepri.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Merangin, Herman Effendi, menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Pertemuan Konsolidasi DPRD se-Sumatera dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) se-Sumatera yang akan diselenggarakan di Kota Batam.

Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema “Menjaga dan Memperkuat Silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tingkat Provinsi dan Kabupaten” tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas daerah.

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara Polda Kepri dan ADKASI semakin erat sehingga pelaksanaan agenda organisasi dan berbagai kegiatan strategis di Provinsi Kepulauan Riau dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam guna melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas Kepolisian.

Polri Untuk Masyarakat

Bidang Humas Polda Kepri
Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabid Humas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Layanan Kepolisian: 110 (24 Jam)
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

Aliansi Banyuwangi Menggugat Kepung DPRD dan Pemkab, Desak Realisasi 7 Tuntutan Rakyat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Gelombang protes mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Banyuwangi Menggugat mengguncang pusat pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Jumat (19/6/2026). Ribuan massa bergerak mengepung Gedung DPRD Banyuwangi dan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan membawa tujuh poin tuntutan yang menyasar kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar 19.00 WIB tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, di antaranya BEM Untag 45 Banyuwangi, BEM KM Poliwangi, BEM FIKKIA Unair, BEM se-Banyuwangi, DPC GMNI, PC PMII, HMI, serta sejumlah organisasi pemuda lainnya.

Pergerakan massa dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa Untag 45 Banyuwangi, Rofi’uddin Rohmatullah. Setelah melakukan long march dari kampus, massa pertama kali mendatangi Gedung DPRD Banyuwangi. Di depan gedung dewan, demonstran menggelar orasi bergantian, membentangkan berbagai spanduk kritik, serta membakar ban sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Tujuh Tuntutan Utama

Dalam aksi tersebut, massa membawa dokumen yang mereka sebut sebagai “Surat Perintah Rakyat Banyuwangi”, berisi tujuh tuntutan yang dibagi menjadi dua kategori.

Lima tuntutan nasional meliputi:

1. Menghentikan pemborosan APBN.

2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

3. Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP, serta menghentikannya apabila tidak efektif.

4. Menolak praktik militerisme di ruang sipil.

5. Menjamin akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau.

 

Sementara dua tuntutan daerah meliputi:

1. Mendesak Pemkab Banyuwangi mengalihkan porsi belanja operasional ke belanja modal yang lebih produktif.

2. Mengawal dan mengaudit secara ketat penarikan biaya seragam sekolah pasca Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

 

DPRD Akhirnya Teken Surat Tuntutan

Di Gedung DPRD, massa menuntut kehadiran Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, untuk menandatangani dokumen tuntutan sebagai bentuk komitmen politik dan administratif.

Karena Ketua DPRD tidak berada di kantor saat aksi berlangsung, sempat terjadi negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan anggota dewan yang hadir. Massa menilai penandatanganan oleh pimpinan tertinggi DPRD penting untuk memberikan kepastian tindak lanjut atas tuntutan yang diajukan.

Setelah melalui perundingan, sejumlah perwakilan aksi difasilitasi menemui Ketua DPRD secara langsung di kediamannya. Hasilnya, dokumen Surat Perintah Rakyat Banyuwangi berhasil ditandatangani.

Sebelumnya, massa juga diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila, serta anggota Komisi IV Fraksi Gerindra, Suwito, bersama beberapa anggota dewan lainnya.

Dalam isi surat tersebut, DPRD diminta meneruskan tuntutan nasional kepada pemerintah pusat dalam waktu maksimal lima hari serta menyerahkan bukti pengiriman kepada Aliansi Banyuwangi Menggugat.

Dialog Alot dengan Pemkab Banyuwangi

Usai dari DPRD, massa bergerak menuju Kantor Pemkab Banyuwangi sebagai titik aksi kedua.

Sekitar pukul 17.27 WIB, demonstran diterima oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Dalam dialog yang berlangsung hampir setengah jam, mahasiswa kembali meminta pemerintah daerah menandatangani Surat Perintah Rakyat Banyuwangi.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh Sekda dengan alasan tidak sesuai tata naskah dinas dan mekanisme administrasi pemerintahan.

Menurut Sekda, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tetap berkomitmen menyampaikan aspirasi terkait tuntutan nasional kepada pemerintah pusat melalui jalur resmi birokrasi, tetapi tidak dapat menandatangani dokumen yang disusun di luar mekanisme administrasi pemerintahan.

Perbedaan pandangan tersebut membuat dialog berakhir tanpa kesepakatan atau deadlock.

Mahasiswa Nyatakan Mosi Tidak Percaya

Kegagalan memperoleh tanda tangan dari pihak Pemkab memicu reaksi keras dari massa aksi. Di hadapan peserta demonstrasi, koordinator lapangan membacakan pernyataan sikap resmi Aliansi Banyuwangi Menggugat.

Salah satu poin utama dalam pernyataan tersebut adalah Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yang dinilai tidak menunjukkan komitmen konkret terhadap tuntutan yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa.

Aliansi menegaskan akan terus mengawal perkembangan tujuh tuntutan tersebut serta memantau langkah DPRD maupun Pemkab Banyuwangi dalam menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan.

Meski berlangsung dengan tensi tinggi dan diwarnai perdebatan panjang, aksi demonstrasi berakhir dalam kondisi aman dan tertib. Massa membubarkan diri menjelang malam sekitar pukul 19.00 WIB setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan pernyataan sikap mereka kepada pemerintah daerah.