Sidang Kedua Sengketa Waris di PA Banyuwangi, Arif Hartoyo Harapkan Penyelesaian Damai

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Sidang kedua perkara sengketa waris Nomor 2426/Pdt.G/2026/PA.Bwi akan kembali digelar di Pengadilan Agama Banyuwangi. Sidang ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian secara damai (islah) melalui musyawarah dan mediasi antar pihak keluarga.

Gugatan tersebut didasarkan pada Penetapan Ahli Waris Nomor 1077/Pdt.P/2023/PA.Bwi yang telah berkekuatan hukum tetap. Penetapan tersebut menjadi dasar hukum yang menjelaskan kedudukan para ahli waris dalam perkara yang sedang berjalan.

Pada sidang kedua, agenda utama diperkirakan meliputi pemeriksaan kelengkapan berkas serta proses mediasi yang difasilitasi oleh majelis hakim. Melalui mediasi ini, para pihak diharapkan dapat menemukan solusi terbaik tanpa harus menjalani proses persidangan yang panjang.

Arif Hartoyo Bin Mulyo Suharjo, ahli waris dari almarhumah Hartatik Binti Suradi (Soeradi) dan almarhum Sukeni, menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum, bukan untuk menimbulkan perpecahan dalam keluarga.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan semangat kekeluargaan, sehingga sengketa yang ada dapat diselesaikan secara adil dan damai serta tetap menjaga tali silaturahmi keluarga besar.

Di tengah berlangsungnya proses hukum tersebut, keluarga besar juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan kepada umat Hindu yang merayakan.

“Selamat Hari Raya Galungan. Semoga kemenangan Dharma atas Adharma membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan kerukunan bagi kita semua.”

Dengan semangat kebersamaan dan musyawarah, sidang kedua ini diharapkan menjadi momentum untuk membuka jalan menuju penyelesaian yang damai dan berkeadilan bagi seluruh pihak.

🏍️ DIJUAL HONDA C70 BASIC SUPRA FIT 2004 FULL MODIFIKASI 🏍️

Bismillahirrahmanirrahim,

Dijual Honda C70 Basic Supra Fit Tahun 2004 dengan kondisi full modifikasi, siap pakai, mesin responsif, dan tampilan unik serta berkarakter. Cocok untuk pecinta motor custom, kolektor, maupun harian.

πŸ”§ Spesifikasi Modifikasi:

Mesin full upgrade 125 cc

Menggunakan bak kopling

Arm variasi

Velg Jupiter

Cakram variasi

Lampu Daymaker

Karburator PE 28

Shock depan Supra Fit

Shock belakang tabung Tiger

Radiator Satria

πŸ“„ Kelengkapan:

Surat-surat lengkap

Pajak mati

πŸ’° Harga: Rp5.500.000 (Nego)

Motor siap dipinang, kondisi sesuai foto dan siap untuk dicek langsung. Bagi yang serius dan berminat, silakan hubungi:

πŸ“± WA/HP: 0831-3164-0847

Buka harga Rp5,5 juta, nego santai sampai cocok. Siapa cepat dia dapat! πŸ”₯πŸοΈπŸ’¨

Jejak-Indonesia.TV: Mengawal Fakta, Menjaga Akurasi, Menyuarakan Kebenaran

Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak kian cepat, kehadiran media yang menyajikan berita secara akurat, berimbang, dan dapat diandalkan menjadi kebutuhan hakiki masyarakat. Jejak-Indonesia.TV hadir sebagai media daring dan televisi digital yang berkomitmen berdiri di garis terdepan, menyampaikan informasi yang faktual, tajam, dan penuh tanggung jawab.

Mengusung semboyan β€œFakta | Akurat | Tajam | Terpercaya”, Jejak-Indonesia.TV tidak sekadar menjadi penyampai kabar, melainkan juga pengawal nilai-nilai kebenaran. Media ini mengawal berbagai peristiwa, kebijakan publik, pembangunan daerah, penegakan hukum, hingga dinamika sosial yang berkembang di seluruh penjuru negeri.

Sebagai lembaga yang terus tumbuh, Jejak-Indonesia.TV menghadirkan liputan dari tingkat daerah hingga nasional dengan menjunjung tinggi prinsip jurnalistik profesional. Setiap informasi yang disiarkan melalui laman daring maupun siaran digital senantiasa melalui tahap verifikasi dan konfirmasi guna memastikan kebenarannya sebelum menjangkau khalayak.

Di bawah arahan Editor TV Cokerz, Jejak-Indonesia.TV memperkokoh posisinya sebagai media independen yang mengutamakan kepentingan publik. Berbekal pengalaman dan dedikasi, TV Cokerz menjaga kualitas pemberitaan agar tetap objektif, seimbang, dan mampu memberikan pencerahan melalui informasi yang bermutu.

Lebih dari sekadar berita, Jejak-Indonesia.TV membuka ruang bagi aspirasi masyarakat, tokoh daerah, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh elemen bangsa untuk menyampaikan gagasan dan sumbangsih positif bagi kemajuan Indonesia. Media ini menjadi jembatan penghubung antara warga dan pemangku kebijakan, demi mewujudkan transparansi serta demokrasi yang sehat.

Didukung pemanfaatan teknologi digital dan jaringan informasi yang luas, Jejak-Indonesia.TV terus berinovasi menghadirkan konten berita, liputan mendalam, dialog publik, laporan lapangan, hingga program edukatif yang memperkaya wawasan dan pemahaman masyarakat.

Dengan semangat profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sosial, Jejak-Indonesia.TV bertekad menjadi sumber informasi yang kredibel, mandiri, dan terpercaya. Bagi kami, setiap berita bukan sekadar kabar, melainkan bagian dari upaya mencerdaskan bangsa, menjaga kebenaran, serta memelihara kepercayaan publik.

Jejak-Indonesia.TV
Fakta, Akurat, Tajam, dan Terpercaya
Menjadi Jejak Informasi untuk Indonesia yang Lebih Maju dan Berintegritas

 

(REDAKSI)

Ider Bumi Sambut 1 Muharram 1448 H, TPQ TANDUR dan Warga Pancakarya Perkuat Syiar Islam dan Kebersamaan

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026, TPQ “TANDUR” (Tanwirus Shudur) Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, bersama masyarakat setempat menggelar tradisi Ider Bumi, sebuah kegiatan bernuansa religius dan budaya yang sarat akan nilai spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Pancakarya untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi Ider Bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kearifan lokal, tetapi juga sebagai media dakwah yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Sejak pagi hari, ratusan warga, santri TPQ, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan para orang tua berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta tausiyah keagamaan mengenai makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyah yang disampaikan, masyarakat diajak menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum muhasabah diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW, yakni perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan Ider Bumi mengelilingi wilayah Pancakarya. Sepanjang perjalanan, para peserta melantunkan shalawat, dzikir, serta doa-doa keselamatan dan keberkahan. Suasana penuh kekeluargaan tampak menyelimuti kegiatan tersebut, mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Pengurus TPQ “TANDUR” Tanwirus Shudur menjelaskan bahwa pelaksanaan Ider Bumi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarana pendidikan karakter bagi para santri dan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kecintaan kepada agama, budaya, dan lingkungan sekitar. Anak-anak belajar bahwa Islam mengajarkan persaudaraan, kebersamaan, rasa syukur, serta kepedulian terhadap sesama. Tradisi yang baik harus terus dijaga selama tidak bertentangan dengan syariat,” ungkapnya.

Keikutsertaan para santri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas. Selain mendalami ilmu agama di TPQ, mereka juga diajarkan pentingnya menjaga warisan budaya, menghormati para pendahulu, serta membangun hubungan sosial yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat Pancakarya menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Bagi mereka, Ider Bumi bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga simbol persatuan yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, keberadaan tradisi seperti Ider Bumi dinilai memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya dan agama dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.

Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui pelaksanaan Ider Bumi juga menjadi pengingat bahwa hijrah bukan hanya perpindahan secara fisik, melainkan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, TPQ “TANDUR” Tanwirus Shudur Pancakarya bersama masyarakat berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, keselamatan, kemajuan, serta kedamaian bagi seluruh warga, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan persatuan bangsa.

Ipuk Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Banyuwangi Putus Sekolah, Pemkab Siapkan Solusi dan Posko SPMB di Setiap Kecamatan

BANYUWANGI – Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya untuk menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, memastikan tidak ada anak Banyuwangi yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Dengan mengusung semangat “Tidak Ada Anak Banyuwangi yang Tidak Sekolah”, Pemkab Banyuwangi mengajak masyarakat untuk bersama-sama memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan merata.

“Pemerintah hadir, mendengar, dan memberikan solusi. Kami pastikan setiap anak Banyuwangi mendapatkan kesempatan untuk bersekolah,” tegas Bupati Ipuk dalam pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan amanat Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Karena itu, Pemkab Banyuwangi terus berupaya menghadirkan pemerataan layanan pendidikan hingga ke seluruh wilayah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghapus anggapan adanya sekolah favorit dan nonfavorit. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh sekolah negeri di Banyuwangi mendapat perhatian, pembinaan, serta dukungan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan peserta didik sekaligus mendorong seluruh sekolah berkembang secara optimal dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, pemerintah juga menginformasikan bahwa masih tersedia kuota penerimaan peserta didik baru di sejumlah SD dan SMP negeri di berbagai kecamatan. Orang tua yang anaknya belum mendapatkan sekolah diminta tidak panik dan segera mencari informasi mengenai sekolah yang masih memiliki daya tampung.

Untuk memudahkan masyarakat, Pemkab Banyuwangi telah membuka Posko SPMB Kecamatan yang siap memberikan layanan informasi dan pendampingan terkait proses penerimaan murid baru.

Layanan yang tersedia di posko tersebut meliputi informasi sisa kuota sekolah, mekanisme pendaftaran, solusi penempatan peserta didik, bantuan administrasi, hingga konsultasi terkait kebijakan SPMB.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap seluruh anak usia sekolah dapat terakomodasi dan mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru tanpa hambatan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Dengan dukungan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan Banyuwangi tanpa anak putus sekolah diharapkan dapat menjadi kenyataan.

“Mari bergotong royong memastikan setiap anak Banyuwangi dapat bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.” Sebuah komitmen yang terus diwujudkan melalui berbagai kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat.

Panglima SH Terate Cabang Jember Siap Hadiri Pengesahan di Bali, Tegaskan Komitmen Jaga Persaudaraan dan Marwah Organisasi

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Selasa (16/6), Menjelang pelaksanaan pengesahan calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tahun 2026, Panglima SH Terate Cabang Jember dikabarkan akan menghadiri prosesi pengesahan yang digelar di Bali pada 19 Juni mendatang. Kehadiran tokoh organisasi tersebut menjadi perhatian warga SH Terate, mengingat momentum pengesahan merupakan agenda sakral yang memiliki makna mendalam bagi seluruh keluarga besar PSHT.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kehadiran Panglima SH Terate Cabang Jember bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan sebagai bentuk dukungan moral dan pengawalan nilai-nilai luhur organisasi dalam proses pengesahan calon warga baru yang akan resmi menjadi bagian dari keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pengesahan warga baru merupakan salah satu tahapan tertinggi dalam perjalanan seorang siswa PSHT. Dalam tradisi organisasi yang dikenal menjunjung tinggi nilai persaudaraan, pengesahan tidak hanya menjadi simbol peningkatan status keanggotaan, tetapi juga peneguhan komitmen untuk menjaga ajaran budi pekerti, kedisiplinan, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut sejumlah sumber internal organisasi, agenda pengesahan di Bali diperkirakan akan dihadiri oleh jajaran pengurus, pelatih, pamter, serta perwakilan warga SH Terate dari berbagai daerah. Kehadiran Panglima Cabang Jember dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antarwilayah sekaligus menunjukkan soliditas organisasi dalam menjaga persatuan di tengah perkembangan jumlah anggota yang terus meningkat.

Selain menjadi ajang pengesahan, kegiatan tersebut juga dipandang sebagai momentum mempererat tali persaudaraan lintas daerah. SH Terate selama ini dikenal sebagai organisasi pencak silat yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun status sosial.

Sejumlah warga SH Terate Cabang Jember menyambut positif rencana kehadiran Panglima mereka dalam agenda tersebut. Mereka berharap momentum pengesahan dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan khidmat sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri organisasi.

Di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini, PSHT terus berupaya memperkuat pembinaan karakter anggotanya agar mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Semangat persaudaraan, loyalitas terhadap organisasi, serta kepedulian sosial menjadi fondasi utama yang terus ditanamkan kepada setiap warga.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan pengesahan pada 19 Juni mendatang, perhatian keluarga besar SH Terate kini tertuju pada Bali sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan sakral tersebut. Kehadiran Panglima SH Terate Cabang Jember diharapkan mampu memberikan semangat dan motivasi bagi para calon warga yang akan mengikrarkan diri menjadi bagian dari keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate.

Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan yang diajarkan SH Terate tetap hidup dan berkembang, menyatukan ribuan anggota dari berbagai penjuru daerah dalam satu ikatan yang kuat: Persaudaraan Selama-lamanya.

Jelajahi Banyuwangi, Raline Shah Kagumi Tata Kelola Pemeritahan Bupati Ipuk

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Banyuwangi bagi Raline Shah, bukan sekadar wisata. Selama empat hari di Banyuwangi, artis sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, mengaku belajar banyak tentang tata kelola pemeritahan digital Banyuwangi.

β€œSaya senang di Banyuwangi. Saya belajar banyak tentang leadership dan bagaimana menjalankan suatu daerah dan mengembangkannya secara organik dengan passion tapi thoughtful, sustainable, dan menggunakan teknologi informasi (TIK),” kata Raline saat berdiskusi dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (15/6/2026).

Selain berdiskusi dengan Bupati Ipuk, Raline juga melihat langsung digitalisasi tata kelola pemerintahan Banyuwangi yang berada di Lounge Pelayanan Publik Pemkab. Dia tampak memencet sejumlah tombol di layar komputer yang disediakan bagi pengunjung yang ingin tahu tentang program dan akuntabilitas yang berbasiskan digitalisasi data.

Contohnya program UGD Kemiskinan, yang mengolah program kemiskinan berdasarkan data kependudukan yang ada, serta e-monitoring system untuk pemantauan berbagai pembangunan secara online, dan berbagi sistem lainnya yang terintegrasi.

Raline juga melihat langsung aplikasi Smart Kampung yang mendorong budaya digital hingga tingkat desa. Warga bisa mengakses berbagai layanan publik melalui satu aplikasi, mulai pengurusan administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan dan pendidikan, bantuan sosial, hingga akses live CCTV.

β€œKeren. Satu aplikasi bisa memangkas birokrasi dan membantu warga mengurus hal apapun. Banyuwangi harus jadi study case untuk daerah-daerah lain,” ujar Raline.

Menurut Raline, apa yang telah dilakukan Banyuwangi tak lepas dari sosok pemimpin daerah. Dia mengapresiasi leadership Bupati Ipuk dalam tata kelola pemerintahan.

β€œIni inspirasi buat saya. Bahwa leadership yang kuat bisa mengubah daerah menjadi lebih baik. Seperti kebijakan pendirian hotel yang pro homestay, penguatan layanan publik elektronik, termasuk juga sektor pertanian,” kata Raline.

Selama empat hari di Banyuwangi (12-15/6/2026), aktivitas Raline mulai dari menggelar bincang inspiratif dalam acara Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2026 ke-17, mengeksplore destinasi Banyuwangi, hingga meninjau digitalisasi layanan publik Banyuwangi. (*)

Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Ipuk Ajak ASN Banyuwangi Tebar Kepedulian Pada Sesama

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum yang tepat untuk berbagi dan menebar kepedulian pada sesama. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh ASN bergotong royong menyalurkan donasi untuk menghadirkan alat bantu gerak bagi saudara-saurdara yang membutuhkan baik berupa kursi roda, alat bantu jalan serta memberikan santunan kepada anak yatim.

Hal ini disampaikan Bupati Banyuwangi saat Peringatan I Muharram 1448 H di Masjid Babussalam, Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Acara ini diikuti ratusan ASN Banyuwangi.

β€œBulan Muharram bukan hanya awal kalender hijriah, tetapi juga bulan yang dimuliakan sehingga umat dianjurkan memperbanyak amal kebaikan,” kata Bupati Ipuk saat menyampaikan sambutannya.

Salah satu cara untuk memperbanyak amal kebaikan ujar Ipuk, adalah dalam bentuk kepedulian sosial. Secara khusus dengan berdonasi alat bantu gerak bagi mereka yang membutuhkan. “Berbagi kepada sesama menjadi wujud nyata dari nilai kepedulian,” ujarnya.

ASN Banyuwangi rutin melakukan program β€œASN Berbagi” setiap bulannya di tanggal cantik. Donasi yang diberikan mulai dari bantuan peralatan sekolah, tambahan protein untuk penaganan stunting hingga bansos untuk hari raya bagi warga miskin.

Khusus 1 Muharram, Bupati Ipuk mengajak ASN berdonasi untuk memberikan santunan anak yatim dan mebelikan bantuan alat gerak mobilitas.

Selain itu, Ipuk meminta tahun baru Islam ini para ASN terus meningkatkan produktifitas dan kinerja dalam membangun daerah dan memberikan pelayanan publik.

β€œBagi ASN, hijrah berarti bertransformasi menjadi pelayan masyarakat yang lebih profesional, berintegritas, dan responsif di segala kondisi. Seperti Nabi dan para sahabat yang membangun masyarakat Madinah dengan semangat kebersamaan, ASN pun dituntut untuk menebar kepedulian, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.” ujar Bupati Ipuk.

Pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram tersebut juga dirangkai dengan penyerahan sebagian donasi ASN Berbagi berupa bantuan kusi roda kepada tiga orang penerima dan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Acara juga dirangkai dengan tausiah agama dan doa akhir tahun dan doa awal tahun. (*)

Perluas Akses Literasi, Gramedia Resmi Hadir di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Toko buku Gramedia secara resmi dibuka di Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Beroperasi di kawasan pusat perbelanjaan NX Point, Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, kehadiran jaringan toko buku terbesar di Indonesia itu diharapkan menjadi pusat literasi baru bagi masyarakat Banyuwangi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Banyuwangi, Alfian mengatakan, kehadiran Gramedia menjadi kabar baik bagi penguatan budaya membaca dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banyuwangi.

“Kehadiran Gramedia tentu menjadi pelengkap ekosistem literasi yang selama ini terus kami bangun di Banyuwangi. Ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan yang berkualitas,” kata Alfian saat hadir saat pembukaan Gramedia.

Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir Pemkab Banyuwangi terus mendorong berbagai program literasi melalui perpustakaan daerah, perpustakaan desa, hingga program literasi di sekolah-sekolah.

Dengan hadirnya Gramedia, masyarakat kini memiliki pilihan yang lebih lengkap untuk mengakses buku, mulai dari buku pelajaran, referensi akademik, literatur umum, hingga buku-buku pengembangan diri.

“Saat ini Banyuwangi berada di peringkat keenam tingkat kegemaran membaca di Jatim. Kedepan kami optimis akan meningkat, karena kegemaran membaca berkaitan dengan seberapa banyak buku di sekitar kita. Kami harap Gramedia tidak hanya menjual buku, tapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat semakin gemar membaca,” ujarnya.

Regional Manager Gramedia, Yoventinus Sigit Hendarta menerangkan, Gramedia Banyuwangi hadir sebagai toko Gramedia ke-149 di Indonesia. Banyuwangi dipilih selain karena perkembangan literasi yang ada juga dilihat dari perkembangan di sektor ekonomi, pariwisata, dan budaya.

“Karena itu, kami berharap Gramedia tidak hanya menjadi tempat berbelanja buku dan alat tulis, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang bertemu, ruang berbagi ide, dan ruang bertumbuh bagi masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.

Store Head Gramedia Banyuwangi, Issan Sidabutar, mengatakan kehadiran Gramedia di Banyuwangi tidak hanya sebagai toko buku, tetapi juga menghadirkan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berinteraksi.

Menurut Issan, Gramedia Banyuwangi mengusung konsep yang lebih modern dengan menyediakan area working space serta coffee shop. Konsep tersebut dihadirkan untuk menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi pelanggan.

“Ada coffee shop dan disiapkan tempat bagaimana teman-teman tidak hanya beli buku langsung pulang, tapi juga bisa hangout atau kalau bahasa sekarang itu chill sama teman-temannya,” ujarnya.

Untuk menyemarakkan pembukaan gerai, Gramedia Banyuwangi menggelar berbagai kegiatan yang dapat diikuti masyarakat. Mulai dari temu penulis, permainan edukatif, demonstrasi produk, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak.

Beragam aktivitas tersebut dirancang sebagai ruang interaksi kreatif yang melibatkan keluarga, pelajar, komunitas, dan pegiat literasi di Banyuwangi.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Gramedia Banyuwangi juga menghadirkan berbagai promo spesial selama periode Grand Opening yang berlangsung pada 15-17 Juni 2026.

Selama masa promosi, pelanggan berkesempatan memperoleh diskon hingga 20 persen untuk produk buku maupun nonbuku. Penawaran tersebut berlaku bagi pelanggan yang telah tergabung sebagai member MyValue sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selain promo pembukaan, Gramedia juga menghadirkan program Back to School dengan berbagai penawaran menarik untuk kebutuhan sekolah dan perlengkapan belajar.

Dalam program tersebut, pelanggan dapat memperoleh alat tulis mulai Rp6.900, buku tulis mulai Rp24.800, paket perlengkapan belajar mulai Rp299.000, serta diskon 15 persen untuk buku penunjang sekolah dengan minimal transaksi Rp200.000.

Tak hanya itu, tersedia pula berbagai promo produk unggulan Gramedia, seperti Eversac Backpack dengan harga spesial Rp299.000 serta koleksi perlengkapan sekolah Piknik Series yang mendapatkan potongan harga hingga 50 persen. (*)

Laskar Sakera Banyuwangi Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan: Perkuat Persaudaraan, Jaga Harmoni Kebhinekaan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Sakera Banyuwangi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu yang merayakannya. Momentum suci ini dinilai bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kebenaran, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama.

Dalam pernyataannya, jajaran Laskar Sakera Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai sarana memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya, agama, dan suku yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

“Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan) senantiasa membawa kedamaian, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ujar perwakilan Laskar Sakera Banyuwangi.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Galungan dan Kuningan sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat saat ini. Semangat menegakkan kebenaran, menghormati sesama, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Laskar Sakera Banyuwangi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Banyuwangi. Di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang, semangat toleransi dan gotong royong harus terus dijaga sebagai benteng persatuan bangsa.

Sebagai daerah yang dikenal memiliki keberagaman budaya dan agama, Banyuwangi dinilai menjadi contoh nyata bagaimana toleransi dapat tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, momentum Galungan dan Kuningan diharapkan semakin mempererat hubungan antarwarga serta memperkokoh semangat kebhinekaan.

Dengan penuh hormat dan rasa persaudaraan, keluarga besar Laskar Sakera Banyuwangi mengucapkan:

“Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan 2026. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa mapica kerahayuan, kerahajengan, miwah kasukertan ring jagat Bali miwah Indonesia. Dharma Jayati.”

Ucapan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman sekaligus komitmen bersama untuk menjaga persatuan, keharmonisan, dan kedamaian demi Indonesia yang semakin kuat dan bermartabat.