Closing soon Closes at 5:00 pm

Kompolnas Visitasi Polres Kotawaringin Barat, Apresiasi Inovasi Pelayanan Berbasis Presisi

PANGAKALAN BUN || Jejak-indonesia.id - Polres Kotawaringin Barat (Kobar) masuk dalam nominasi Kompolnas Awards 2026. Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melaksanakan visitasi dan penilaian secara langsung di Mapolres Kobar, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (12/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penilaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, inovasi, serta kualitas pelayanan yang telah dikembangkan jajaran Polres Kobar.

Ketua Tim Penilai Kompolnas, Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Polres Kobar dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dari visitasi ini kami melihat adanya upaya yang cukup baik dari Polres Kotawaringin Barat dalam mengembangkan pelayanan dan inovasi. Ini menunjukkan komitmen satuan untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Dr. Yusuf.

Menurutnya, keberadaan inovasi di lingkungan kepolisian harus diikuti dengan konsistensi pelaksanaan serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya bentuk inovasinya, tetapi bagaimana program tersebut berjalan secara nyata, diterima oleh masyarakat, dan mampu memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kepolisian,” katanya.

Dr. Yusuf juga menilai penguatan program berbasis Presisi menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong perubahan kualitas pelayanan di tingkat kewilayahan.

“Semangat Presisi harus terlihat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Artinya, pelayanan harus semakin prediktif, responsibilitasnya semakin kuat, transparan, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam visitasi tersebut, Tim Kompolnas melakukan pengecekan terhadap sejumlah program dan inovasi yang menjadi bagian dari nominasi Polres Kobar. Penilaian dilakukan dengan melihat kesesuaian antara program yang dilaporkan dengan implementasinya di lapangan, termasuk dampak serta keberlanjutan program.

Dr. Yusuf menambahkan, capaian Polres Kobar masuk dalam nominasi Kompolnas Awards 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai inovasi pelayanan yang telah berjalan.

“Masuk nominasi tentu merupakan sebuah apresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Inovasi yang baik harus terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” tuturnya.

Visitasi dan penilaian di Polres Kobar selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan Kompolnas dalam proses penentuan penerima Kompolnas Awards 2026.

Kapolda Sumut Tekankan Peran Strategis Intelkam Jaga Stabilitas dan Antisipasi Kerawanan

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan fungsi intelijen memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di tengah dinamika sosial, ekonomi dan politik yang terus berkembang.

Penegasan itu disampaikan Whisnu saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelkam Polri Tahun Anggaran 2026 di Aula Catur Prasetya Lantai IV Polda Sumut, Rabu (12/8/2026).

Whisnu mengatakan karakteristik Sumatera Utara dengan wilayah yang luas, masyarakat heterogen, aktivitas ekonomi yang masif serta keberadaan berbagai objek vital menghadirkan spektrum potensi gangguan kamtibmas yang cukup kompleks.

Menurut dia, gangguan keamanan tidak terjadi secara tiba-tiba. Setiap peristiwa umumnya didahului gejala, indikator, isu, jaringan maupun momentum yang dapat dikenali dan dipetakan sejak awal.

“Deteksi dini, pemetaan kerawanan dan penggalangan menjadi kunci dalam menjaga kamtibmas dan mencegah suatu dinamika berkembang menjadi gangguan yang lebih besar,” ujar Whisnu.

Ia mencontohkan aksi unjuk rasa di Kota Medan pada akhir Agustus 2025. Perkembangan isu yang awalnya muncul di ruang digital kemudian bergeser ke ruang publik hingga berkembang menjadi mobilisasi massa menjadi salah satu gambaran pentingnya kemampuan intelijen membaca situasi sejak dini.

Whisnu menyebut Polda Sumut mampu menjaga situasi tetap terkendali dan menjadi salah satu dari tujuh Polda yang mengalami dampak kerusuhan relatif minim dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.

Selain dinamika sosial, Kapolda meminta jajaran Intelkam memberi perhatian terhadap perkembangan ekonomi, termasuk inflasi Sumatera Utara yang pada Juni 2026 tercatat 4,79 persen. Ketersediaan dan distribusi bahan pokok, konflik agraria, sengketa sumber daya alam, peredaran narkoba serta penyakit masyarakat juga harus menjadi bagian dari pemetaan kerawanan.

“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada stabilitas keamanan. Intelijen Polri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas serta mendukung keberhasilan program pemerintah,” katanya.

Memasuki periode Agustus hingga Oktober 2026, Whisnu meminta jajaran Intelkam meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah momentum nasional dan isu strategis.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus menjadi salah satu perhatian, terlebih waktunya berdekatan dengan momentum satu tahun unjuk rasa Agustus 2025. Pengalaman tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah munculnya kerawanan serupa.

Momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026 juga perlu dicermati karena berpotensi menjadi ruang evaluasi publik terhadap kinerja pemerintah.

Di tingkat daerah, persoalan ketersediaan dan distribusi BBM, perkembangan harga kebutuhan pokok serta opini publik terhadap Polri juga diminta untuk terus dipantau.

Whisnu kemudian memberikan sejumlah penekanan kepada jajaran Intelkam, mulai dari memperkuat deteksi dini dan prediksi situasi, memetakan isu, aktor dan jaringan, melakukan mitigasi secara cepat dan terukur, hingga meningkatkan kualitas produk intelijen.

Setiap informasi yang disampaikan kepada pimpinan, lanjut dia, harus cepat, akurat dan objektif, serta dilengkapi analisis dan rekomendasi yang tajam.

“Dukung, amankan dan sukseskan program prioritas pemerintah tahun 2026, sekaligus jaga kepercayaan publik terhadap Polri melalui penanganan setiap isu secara profesional, transparan dan terukur,” tegas Whisnu.

Rakernis Fungsi Intelkam Polri TA 2026 mengusung tema “Intelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung, Mengamankan dan Mensukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.”

Polda Sumut Bangun dan Revitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi, Buka Akses Warga hingga Pelosok

DELI SERDANG || Jejak-indonesia.id – Polda Sumatera Utara bersama jajaran telah membangun dan merevitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Pembangunan tersebut ditujukan untuk membuka akses masyarakat yang selama ini terkendala kondisi jembatan.

Peresmian jembatan dilakukan serentak secara nasional, Kamis (13/8/2026), dan diikuti Polda Sumut secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di Sumatera Utara, peresmian dipusatkan di salah satu jembatan yang telah direvitalisasi jajaran Polrestabes Medan di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan pembangunan 75 jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo melalui Kapolri.

“Atas perintah Kapolri melalui arahan Presiden, kita melaksanakan peresmian Jembatan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Khusus di Sumatera Utara, Polda Sumut telah merevitalisasi dan membangun sebanyak 75 jembatan,” ujar Whisnu saat ditemui usai kegiatan peresmian.

Menurut dia, pembangunan jembatan tidak akan berhenti pada 75 unit yang telah dikerjakan. Polda Sumut dan jajaran akan terus mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan akses penghubung bagi masyarakat.

“Tidak saja 75 yang kita bangun, tetapi kita akan terus membangun jembatan-jembatan lainnya dalam rangka memberikan hal terbaik bagi masyarakat, menghubungkan tempat ke tempat seperti ini,” katanya.

Salah satu jembatan yang direvitalisasi Polrestabes Medan di Kutalimbaru memiliki panjang sekitar 20 meter. Jembatan tersebut juga telah diperkuat sehingga dapat dilalui kendaraan dengan beban hingga sekitar 15 ton.

Keberadaan jembatan itu menjadi penting bagi masyarakat karena menghubungkan akses dari wilayah Deli Serdang menuju kawasan Binjai dan Langkat.

“Ini salah satu jembatan yang direvitalisasi oleh Polrestabes Medan. Panjangnya kurang lebih 20 meter dan dapat dipergunakan untuk kendaraan dengan beban kurang lebih 15 ton,” kata Whisnu.

Dengan dibukanya kembali akses tersebut, masyarakat tidak lagi harus bergantung pada jalur alternatif yang lebih jauh. Jembatan juga diharapkan memperlancar mobilitas warga, termasuk untuk aktivitas pendidikan, perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya.

“Kami berharap bisa membangun jembatan-jembatan lainnya sehingga jembatan yang kita bangun ini dapat berguna bagi masyarakat, baik untuk sekolah, bisnis maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Secara nasional, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda.

Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 masih dalam tahap pembangunan dan empat lainnya berada dalam tahap perencanaan. Jembatan yang telah selesai memiliki total panjang sekitar 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

“Memberikan manfaat bagi 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum,” kata Listyo dalam konferensi virtual bersama Presiden Prabowo, Kamis.

Dengan 75 jembatan yang telah dibangun dan direvitalisasi, Polda Sumut turut menjadi bagian dari program tersebut sekaligus memperluas akses masyarakat di berbagai wilayah.

Kapolda Sumut menegaskan pembangunan akan dilanjutkan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan jembatan sebagai penghubung antarkawasan.

“Ini adalah tugas yang diberikan Bapak Presiden melalui Bapak Kapolri. Di wilayah Sumatera Utara tentu akan lebih banyak lagi membangun jembatan-jembatan di seluruh wilayah Sumatera Utara,” ujar Whisnu.

Hadiri Pelantikan LPPNU Banyuwangi, Sonny T. Danaparamita Bawa Bantuan 1.000 Bibit dan Bicara Sinergi Nasionalis-Nahdliyin

​BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., menghadiri pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2030. Acara ini digelar di Yayasan Roudlotul Huda, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Rabu (12/8/2026).

​Kegiatan yang mengusung tema “Menghijaukan Bumi, Memperkuat Ketahanan Pangan: Khidmah LPPNU untuk Banyuwangi” ini turut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Achmad Khosim, Ketua Tanfidziyah PCNU H. Achmad Turmudzi, serta jajaran pengurus MWC NU, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yusuf, S.Pd.I dan Syaiful Nor Hakim, S.Pd. resmi dilantik sebagai Ketua dan Sekretaris LPPNU Banyuwangi.

​Ada momen menarik setibanya Sonny di lokasi acara. Panitia awalnya mengarahkan mobil wakil rakyat dari Dapil Jatim III itu agar parkir hingga mendekati panggung. Namun, Sonny menolaknya dengan halus. Ia memilih turun lebih jauh dan berjalan kaki menuju area majelis.

​"Saya merasa kurang adab kalau mobil saya harus berhenti hanya beberapa meter dari panggung tempat para kiai dan tokoh NU duduk. Ini bentuk tawadhu' saya. Kalau dari mobil saya tidak merangkak, tapi jalan kaki, ya karena agar tidak kotor. Karena An-Nazhafatu Minal Iman (kebersihan sebagian dari iman)," kelakar Sonny yang langsung disambut tawa hangat para hadirin.

​Sikap rendah hati itu menjadi pembuka sambutannya. Meski mengaku bukan jebolan pondok pesantren, mantan Sekjen GMNI ini menegaskan ikhtiarnya untuk terus menghidupi karakter santri. Ia mengutip dawuh KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus), bahwa santri tidak terbatas pada mereka yang mondok. Ruh seorang santri ada pada sikap tawadhu', moderat, cinta tanah air, dan pembelajar sepanjang hayat (thalabul 'ilmi).

​Sebagai wujud thalabul 'ilmi, Sonny mengungkapkan bahwa dirinya saat ini masih terus belajar dan tengah merampungkan studi S3, berpedoman pada prinsip Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.

 

*​Satu Napas Perjuangan Membela Rakyat Kecil*

​Dalam orasinya, Sonny menyoroti kuatnya titik temu perjuangan antara kelompok nasionalis dan Nahdliyin di akar rumput.

​"Kalau yang njenengan perjuangkan di NU ini biasa disebut kaum mustadhafin (golongan yang dilemahkan), di kami mengistilahkannya kaum marhaen. Dua diksi tersebut hakikatnya memiliki makna yang sama. Menurut Bung Karno—Presiden RI pertama yang oleh para ulama NU diberi gelar Waliyul Amri Ad-Dharuri bis-Syaukah—kaum marhaen pada dasarnya adalah masyarakat yang dimiskinkan oleh sistem yang menindas," papar tokoh kelahiran Banyuwangi ini.

​Kedekatan sejarah kaum nasionalis dan santri ini, lanjut Sonny, terus terawat hingga kini. Ia mencontohkan lahirnya Hari Santri Nasional yang diinisiasi oleh dua tokoh alumni GMNI, yakni KH. Thoriq bin Ziyad (Pengasuh Ponpes Babussalam Malang) dan Dr. Achmad Basarah (DPP PDI Perjuangan/Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI).

​"Dari dorongan dua tokoh inilah lahir kontrak politik pada Pemilu 2014 yang berujung pada penetapan Keppres Hari Santri. Kehadiran saya di sini adalah wujud menjaga soliditas sesama syubbanul wathon yang akan bergerak bersama," tegasnya.

 

*​Aksi Nyata untuk Petani Banyuwangi*

​Komitmen kolaborasi itu langsung dibuktikan lewat aksi nyata. Sejalan dengan pesan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi yang meminta agar LPPNU rajin turba (turun ke bawah) dan mencari solusi persoalan petani, Sonny datang membawa 1.000 bibit tanaman produktif hasil sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui BPDAS.

​Bantuan bibit berupa alpukat dan durian jenis okulasi itu diserahkan kepada masyarakat. Sebanyak 500 bibit ditanam dan diserahkan secara simbolis pada acara tersebut, sementara 500 sisanya akan didistribusikan bertahap melalui LPPNU di tingkat MWC NU.

​Merespons Ketua LPPNU Banyuwangi, Muhammad Yusuf, yang berencana menyalurkan bantuan tiga alat pertanian untuk MWC NU Songgon, Singojuruh, dan Kabat pada Oktober mendatang, Anggota Komisi IV DPR RI ini menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan.

​"Menyambut ajakan Ketua LPPNU tadi, Insyaallah, saya siap berkolaborasi penuh. Mari kita dampingi petani kita demi terwujudnya masyarakat yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur, yang dalam bahasa konstitusi kita adalah terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Sonny.

Gandeng Pendekar Jagad Blambangan, Kapolresta Banyuwangi Perkuat Barisan Jaga Harkamtibmas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta mempererat tali silaturahmi, Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan silaturahmi bersama pimpinan perguruan pencak silat se-Kabupaten Banyuwangi pada Selasa (11/8/2026) malam.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen perguruan silat yang selama ini telah berperan aktif menjaga kondusivitas wilayah Banyuwangi. Ia menekankan bahwa memelihara keamanan merupakan wujud gotong royong seluruh lapisan masyarakat.

Selain memaparkan dinamika situasi global, Kapolresta Banyuwangi turut menyoroti berbagai fenomena sosial dan penyakit masyarakat yang terjadi saat ini, seperti perkelahian, KDRT, kekerasan anak, hingga maraknya perundungan (bullying).

Pada sesi diskusi, para pimpinan perguruan silat menyampaikan sejumlah masukan strategis, mulai dari penguatan peran Bhabinkamtibmas, penanaman nilai Pancasila, pembenahan karakter generasi muda, hingga transparansi penanganan perkara kriminalitas.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Banyuwangi menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Menghadapi berbagai isu dan informasi yang beredar di tengah masyarakat, saya mengimbau seluruh rekan-rekan perguruan silat dan elemen masyarakat untuk tidak mudah percaya, terpengaruh atau menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita menjadi benteng informasi yang bijak, tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama menjaga persatuan dan kondusivitas di Kabupaten Banyuwangi."

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Banyuwangi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bergandengan tangan, saling menjaga, dan aktif berperan dalam memelihara keamanan serta kedamaian di Kabupaten Banyuwangi.(***)