Polisi Ungkap Dugaan Pencurian Berkelanjutan, Kerugian Korban Capai Rp45,7 Juta

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepedulian keluarga terhadap kondisi keuangan salah satu anggota keluarganya mengungkap dugaan tindak pidana pencurian secara berkelanjutan yang terjadi di wilayah Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Dalam perkara tersebut, Unit Reskrim Polsek Rogojampi berhasil mengamankan seorang pria yang diduga telah memindahkan dana milik korban secara bertahap ke rekening pribadinya hingga menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

Kapolsek Rogojampi Kompol Imron, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan polisi tanggal 19 Juni 2026 terkait dugaan tindak pidana pencurian secara berkelanjutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 jo Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Korban diketahui berinisial J (44), warga Kecamatan Rogojampi, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Berdasarkan hasil penyelidikan, dugaan tindak pidana tersebut terjadi dalam rentang waktu 6 hingga 11 Februari 2026 dengan memanfaatkan layanan perbankan yang terhubung dengan rekening tabungan korban.

Kasus ini terungkap setelah kakak perempuan korban melakukan pengecekan saldo rekening milik korban pada 13 Februari 2026. Saat dilakukan pengecekan di Bank BRI, diketahui terdapat pengurangan saldo sebesar Rp45.750.000.

Merasa ada kejanggalan, keluarga kemudian menanyakan langsung kepada korban mengenai penggunaan dana tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa sebelumnya buku tabungan dan kartu ATM milik korban dititipkan kepada seorang pria yang dikenal korban.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pria tersebut diduga mengakui bahwa dana yang berada dalam rekening korban telah dipindahkan ke rekening pribadinya dan telah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka berinisial KIY (50), warga Kecamatan Rogojampi, diduga memanfaatkan kondisi korban yang memiliki keterbatasan dalam memahami pengelolaan administrasi keuangan. Tersangka diduga mengajak korban mendatangi bank untuk mengurus penerbitan buku tabungan baru dengan alasan buku tabungan sebelumnya hilang.

Dalam proses tersebut, bank menerbitkan buku tabungan baru, kartu ATM baru, serta melakukan aktivasi layanan BRImo pada telepon seluler milik korban. Setelah mengetahui username, password, dan PIN layanan perbankan digital milik korban, tersangka diduga secara diam-diam melakukan transfer dana secara bertahap dari rekening korban ke rekening pribadinya.

Dari hasil pemeriksaan, total dana yang diduga dipindahkan oleh tersangka mencapai Rp45.750.000. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sebesar nilai yang sama.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga buku tabungan Bank BRI milik korban, satu unit telepon seluler, serta dokumen mutasi rekening yang menjadi bagian dari alat bukti dalam proses penyidikan.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, serta gelar perkara, penyidik menetapkan KIY sebagai tersangka. Saat ini tersangka telah dilakukan penangkapan dan penahanan guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan jajaran Polsek Rogojampi dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kami berkomitmen memberikan perlindungan hukum kepada seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan yang berpotensi menjadi korban tindak pidana. Kepercayaan yang diberikan seseorang tidak boleh disalahgunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan cara melanggar hukum. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan akses terhadap rekening, kartu ATM maupun layanan perbankan digital kepada pihak lain,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Lebih lanjut Kapolresta menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi akan terus menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang merugikan masyarakat serta memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. (*)

Kapolresta Cup II: Balap Manol Gabah Kembali Digelar, Wadah Silaturahmi dan Adu Ketangkasan Pecinta Trail Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Semangat olahraga otomotif dan kebersamaan kembali menggema di Kabupaten Banyuwangi. Event bergengsi Kapolresta Cup II – Perlombaan Balap Manol Gabah siap digelar pada 27–28 Juni 2026 mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di kawasan Lebak, Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Ajang yang menjadi magnet bagi para pecinta motor trail dan penggemar balap ekstrem ini hadir sebagai wadah penyaluran bakat, hobi, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar komunitas otomotif. Tidak hanya menyajikan persaingan sengit di lintasan, Kapolresta Cup II juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendorong lahirnya pembalap-pembalap potensial dari daerah.

Pada kategori utama, panitia membuka Class Utama Manol Gabah, yang menjadi kelas paling dinantikan para peserta dan penonton. Sementara itu, sejumlah kelas pendukung turut diperlombakan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada berbagai kalangan pecinta otomotif.

Adapun kelas yang dipertandingkan meliputi:

Bebek Standar Pemula

Bebek Modifikasi

Adventure Non Pembalap

Ex Rider

FFA

Class Gas Bahagia

FFA Trail Tua Banyuwangi

Menariknya, panitia juga menyediakan kelas khusus Mekanik dan Tukang Las, sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja di balik layar yang selama ini berperan penting dalam dunia otomotif dan balap motor.

Dengan mengusung semangat sportivitas, keselamatan, dan kebersamaan, Kapolresta Cup II diharapkan menjadi ajang hiburan rakyat yang mampu menyatukan komunitas trail, pecinta otomotif, serta masyarakat umum dalam suasana yang aman dan kondusif.

Ribuan pasang mata diprediksi akan memadati arena perlombaan untuk menyaksikan aksi para rider menaklukkan lintasan penuh tantangan. Debu beterbangan, deru mesin menggelegar, dan adrenalin yang memuncak akan menjadi sajian utama dalam perhelatan otomotif terbesar di kawasan Songgon tersebut.

Siapkan kendaraan, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jadilah bagian dari kemeriahan Kapolresta Cup II – Balap Manol Gabah 2026. 🏁🔥🏍️

Gelapkan Sepeda Motor Kawan, Pelaku diciduk Polsek Tanjung Morawa

TANJUNG MORAWA || Jejak-indonesia.id – Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa berhasil mengamankan pelaku penggalapan sepeda motor YPU, 34 Thn, warga Gang Anugrah Dusun I Desa Dagang Kerawang Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang setelah hasil dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa.

Kejadian berawal pada hari senin tanggal 15 Juni 2026 sekira pukul 11.15 Wib di Gang Anugrah Dusun I Desa Dagang Kerawang Kec. Tanjung Morawa telah terjadi tindak pidana Penipuan dan atau penggelapan yang di lakukan oleh pelaku YPU terhadap barang milik korban NH berupa 1 unit sepeda motor Honda vario warna Hitam.

Saat itu korban bersama pelaku pulang menuju rumah korba dengan berkendara berboncengan dengan sepeda motor milik korban, setelah tiba di tempat atau rumah korban kemudian pelaku meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan pelaku mau pergi ke medan, namun karena korban sudah lama kenal korban pun mengijinkan sepeda motor miliknya di pakai oleh pelaku.

Keesokan harinya pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2026 pelaku tidak ada kabar dan membuat korban merasa curiga sehingga korban berusaha mencari keberadaan pelaku namum korban tidak menemukan pelaku, atas kejadian tersebut korban pun melaporkannya ke Polsek Tanjung Morawa.

Mendapat laporan tersebut personil Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku YPU yang telah melakukan penipuan dan atau penggelapan sepeda motor korban.

Usai serangkaian penyelidikan dilakukan akhirnya personil unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2026 sekira pukul 21.00 Wib, Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku Penipuan dan atau penggelapan tersebut sedang berada di depan kantor pos Tanjung Morawa Desa Dagang Kerawang Kec.Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang.

Kemudian Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Iptu Hotman Barus memimpin langung tugas penangkapan pelaku, tiba di lokasi petugas langsung melakukan pencarian, hingga sekira pukul 22.30 wib petugas berhasil mengamankan pelaku YPU dan langsung diboyong ke Mako Polsek Tanjung Morawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dilain tempat Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik didampingi oleh Kanit Reskrim Iptu Hotman Barus saat di konfirmasi oleh awak media membenarkan bahwa personil unit reskrim berhasil mengamakan pelaku tipu gelap sepeda motor.

“Saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan Pasal 492 Subs Pasal 486 KUHPidana” tutup Kapolsek

Langkah Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Bali Berbagi dengan Warga dan Anak-anak YPAC Bali

BALI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar bakti sosial berupa penyerahan sembako dan bingkisan sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan diawali di Desa Adat Kedonganan, Kabupaten Badung. Kapolda Bali didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Didit Daniel Adityajaya, Pejabat Utama Polda Bali, dan Kapolresta Denpasar menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Caca) Bali. Di lokasi ini, Kapolda Bali menyerahkan bantuan kepada pengurus yayasan dan anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus berinteraksi langsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kapolda Bali menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga. Kami ingin terus hadir, berbagi kebahagiaan, dan memastikan setiap kegiatan Polri membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Kapolda Bali.

Kegiatan berlangsung hangat dan mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Adat Kedonganan maupun keluarga besar YPAC Bali yang merasakan langsung perhatian dan kepedulian Polri.

SENYUM DI WAJAH, AGENDA DI BALIK PUNGGUNG

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Di tengah derasnya arus kehidupan yang dipenuhi berbagai kepentingan, pesan yang disampaikan Selamet Solichin atau yang akrab disapa Mbah Semar, Pembina Umum LBH Watoniah, menjadi refleksi tajam tentang realitas hubungan antarmanusia yang kian kompleks.

“Boleh tersenyum kepada semua orang, tapi jangan pernah percaya kepada semua orang. Lidah tak bertulang, hati manusia juga susah ditebak,” ujar Mbah Semar, Sabtu (20/6).

Sekilas kalimat tersebut terdengar sederhana. Namun jika dikupas lebih dalam, pesan itu sejatinya merupakan kritik sosial yang relevan dengan kondisi saat ini, ketika ketulusan sering kalah oleh kepentingan, dan kejujuran kerap tertutup oleh pencitraan.

Di era modern, banyak orang berlomba menampilkan wajah terbaiknya di depan publik. Senyum menjadi alat untuk mendekatkan diri, kata-kata manis menjadi jembatan meraih simpati, dan pujian menjadi strategi memperoleh kepercayaan. Namun tidak sedikit yang menjadikan semua itu sekadar kemasan luar untuk menyembunyikan tujuan yang sesungguhnya.

Realitas membuktikan, tidak semua orang yang datang dengan keramahan membawa niat baik. Tidak semua yang memuji benar-benar menghargai. Tidak semua yang mengaku sahabat akan tetap berdiri di samping saat keadaan berubah. Bahkan dalam banyak kasus, pengkhianatan justru lahir dari lingkaran terdekat, dari mereka yang selama ini dianggap teman, rekan perjuangan, atau bahkan keluarga sendiri.

Fenomena tersebut dapat ditemukan hampir di semua lini kehidupan. Dalam organisasi, ada yang berbicara tentang solidaritas tetapi diam-diam membangun kelompok demi kepentingan pribadi. Dalam dunia usaha, ada yang mengaku mitra tetapi sibuk mencari celah keuntungan sepihak. Dalam politik, ada yang berteriak tentang pengabdian kepada rakyat, namun lebih fokus menjaga kursi dan kekuasaan.

Ironisnya, orang-orang seperti ini sering kali tampil paling meyakinkan. Mereka pandai berbicara, lihai memainkan emosi, dan mampu menyesuaikan sikap sesuai kebutuhan. Ketika membutuhkan dukungan, mereka hadir dengan penuh keramahan. Ketika tujuan telah tercapai, hubungan yang dulu dibangun dengan berbagai janji perlahan ditinggalkan.

Hari ini memuji setinggi langit, besok menyebarkan cerita yang berbeda. Hari ini mengaku satu perjuangan, esok menjadi pihak yang pertama mengambil jarak. Hari ini terlihat setia, namun ketika angin berubah arah, kesetiaan itu ikut berpindah mengikuti kepentingan yang lebih menguntungkan.

Pesan Mbah Semar mengingatkan bahwa kebijaksanaan hidup bukan hanya tentang berbuat baik kepada semua orang, tetapi juga tentang memahami bahwa tidak semua orang memiliki niat yang sama. Sikap ramah adalah bentuk akhlak yang harus dijaga, namun kewaspadaan adalah benteng yang tidak boleh ditinggalkan.

Dalam perjalanan hidup, kepercayaan adalah investasi yang sangat berharga. Sekali diberikan kepada orang yang salah, dampaknya bisa sangat besar. Persahabatan bisa hancur. Organisasi bisa terpecah. Kerja sama bisa runtuh. Bahkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun dapat rusak hanya karena mempercayai pihak yang tidak layak dipercaya.

Karena itu, ukuran seseorang tidak cukup dinilai dari manisnya ucapan atau hangatnya senyuman. Karakter sejati terlihat dari konsistensi sikap, keberanian menjaga komitmen, dan kesediaan tetap bersama ketika keadaan tidak lagi menguntungkan.

Sejarah kehidupan mengajarkan bahwa musuh yang terlihat sering kali lebih mudah dihadapi daripada teman palsu yang menyembunyikan maksud di balik keramahan. Musuh datang dengan keterbukaan sehingga kita tahu harus bersikap bagaimana. Sebaliknya, orang yang berpura-pura baik dapat masuk melalui pintu kepercayaan, lalu merusak dari dalam tanpa disadari.

Opini ini bukan mengajak masyarakat hidup dalam kecurigaan berlebihan. Namun di tengah zaman yang dipenuhi pencitraan, kepentingan, dan permainan persepsi, setiap orang perlu belajar lebih bijak dalam menilai karakter manusia. Jangan mudah terpukau oleh kata-kata yang indah. Jangan cepat percaya hanya karena sering dipuji. Dan jangan langsung menyerahkan kepercayaan hanya karena seseorang pandai menunjukkan wajah manisnya.

Sebab sebagaimana pesan Mbah Semar, lidah memang tak bertulang sehingga mudah mengucapkan apa saja. Namun hati manusia adalah ruang yang paling sulit dibaca. Di sanalah sering tersimpan niat, ambisi, dan agenda yang tidak selalu terlihat di balik senyum yang menghiasi wajah.

Maka tersenyumlah kepada siapa saja sebagai bentuk penghormatan, tetapi percayalah hanya kepada mereka yang telah membuktikan integritasnya dengan tindakan, bukan sekadar kata-kata. Karena dalam kehidupan, sering kali yang paling berbahaya bukanlah mereka yang terang-terangan menjadi lawan, melainkan mereka yang terus tersenyum sambil diam-diam menunggu kesempatan untuk menjatuhkan.

Tak Ada Masalah Jika Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra Pindah ke Korlantas Polri, Agus Flores: Pengabdian Harus Siap di Mana Saja

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kepindahan Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra dari posisi Staf Pribadi (SPRI) Dirlantas Polda Sulawesi Utara menuju lingkungan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dinilai sebagai bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi yang wajar dalam tubuh Polri.

Hal tersebut disampaikan Agus Flores, yang menegaskan bahwa penempatan personel di mana pun merupakan bagian dari pengabdian kepada institusi dan masyarakat.

“Tidak ada masalah kalau Rheinda pindah ke Korlantas Polri. Namanya juga pengabdian, di mana saja harus siap dan harus diterima,” ujar Agus Flores. Sabtu (20/6),

Menurutnya, seorang anggota Polri dituntut memiliki kesiapan untuk menjalankan tugas di berbagai daerah maupun satuan kerja sesuai kebutuhan organisasi. Mutasi, promosi, maupun perpindahan penugasan merupakan bagian dari proses pembinaan karier yang lazim terjadi dalam institusi kepolisian.

Agus Flores juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya merasa tenang terhadap perpindahan tersebut karena adik Rheinda, R. Moh Ali Wardana, saat ini sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

“Lagian ada adiknya juga, R. Moh Ali Wardana, kuliah di Jakarta. Saya sendiri sering berada di luar daerah, sehingga keberadaan adiknya di Jakarta menjadi perhatian yang harus terus dikawal pendidikannya,” ungkapnya.

Diketahui, Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra bukanlah sosok baru dalam lingkungan staf pimpinan kepolisian. Sebelum dipercaya menjadi SPRI Dirlantas Polda Sulawesi Utara, ia terlebih dahulu pernah mengemban tugas sebagai SPRI Wakapolda Sulawesi Utara, sebuah posisi yang menuntut loyalitas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta kesiapan bekerja dalam ritme tugas yang tinggi.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Rheinda apabila nantinya mendapat amanah bertugas di tingkat yang lebih luas. Perjalanan kariernya menunjukkan proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas yang terus berjalan seiring kebutuhan organisasi.

Bagi Agus Flores, yang terpenting bukanlah lokasi penugasan, melainkan bagaimana setiap anggota Polri mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

“Di mana pun ditempatkan, tetaplah bekerja dengan baik, menjaga nama institusi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Itu yang paling utama,” tegasnya.

Perpindahan tugas dalam tubuh Polri pada akhirnya bukan sekadar perpindahan tempat kerja, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian yang menuntut kesiapan, loyalitas, dan komitmen untuk terus melayani bangsa dan negara di mana pun berada.

Sabet Juara 3 Lomba Tari Yospan Kapolda Cup, Tim Binaan Polres Raja Ampat Pukau Penonton di Sorong

SORONG || Jejak-indonesia.id – Tim binaan Polres Raja Ampat sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Lomba Tari Yospan Tingkat Anak dan Remaja (di bawah usia 15 tahun). Delegasi dari Raja Ampat ini berhasil menyabet Juara 3 dalam kompetisi bergengsi yang digelar oleh Polda Papua Barat Daya di Gedung Lambert Jitmau, Sorong, Sabtu (20/6/2026).

Kompetisi yang berlangsung meriah sejak pukul 10.00 WIT ini diselenggarakan khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Suasana di dalam gedung tampak bergemuruh dan dipadati penonton yang antusias menyaksikan kelincahan serta energi positif para penari muda.

Lomba Tari Yospan ini sengaja diinisiasi sebagai langkah nyata Polri untuk melestarikan seni budaya asli bumi cenderawasih sejak dini. Di samping itu, momentum ini menjadi jembatan hangat untuk mempererat tali silaturahmi serta sinergitas antara Polri dan masyarakat.

Panggung ekspresi tersebut berhasil menyedot perhatian publik dengan menampilkan bakat-bakat luar biasa dari berbagai sekolah, komunitas, dan sanggar seni. Seluruh peserta unjuk kreativitas tinggi demi menunjukkan kecintaan mendalam mereka terhadap warisan leluhur Papua.

Mengusung tema “Lestarikan Budaya Papua, Pererat Persaudaraan, dan Wujudkan Kebersamaan melalui Yospan”, kegiatan ini sukses menjadi wadah positif bagi generasi muda dalam menyalurkan energi kreatif mereka secara suportif.

Merespons capaian manis ini, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai S.I.K., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi dan prestasi luar biasa yang diraih oleh tim binaannya tersebut.

“Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Raja Ampat memiliki potensi luar biasa. Kami berharap capaian ini mampu memotivasi generasi muda lainnya di Raja Ampat untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjaga kelestarian budaya lokal,” ujar AKBP Jems Oktovianus.

Anjangsana Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momen Pererat Silaturahmi Kapolda Kalteng dengan Purnawirawan Polri dan Anak Panti Asuhan

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Hari Bhayangkara ke-80, menjadi momen yang bermakna dan spesial bagi seluruh personel Kepolisian Republik Indonesia.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama Ketua Bhayangkari Kalteng Ny. Maya Iwan Kurniawan dengan melakukan anjangsana ke kediaman anggota Polri yang sakit, purnawirawan Polri dan panti asuhan di wilayah Palangka Raya.

Dalam anjangsana tersebut, Kapolda beserta rombongan berkesempatan mengunjungi kediaman anggota Polri yang sakit yaitu Iptu Samija di Jalan Gurame Putih, Kota Palangka Raya. Sabtu (20/6/2026).

Kapolda Kalteng menyebut bahwa kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada anggota Polri yang telah mengabdikan dirinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalteng.

“Selain itu, anjangsana kali ini juga sebagai momentum mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik,” kata Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng berbincang hangat dengan Iptu Samija membahas tentang pengalaman dan pengabdian mereka selama berdinas di Polri, serta memberikan apresiasi.

“Semoga melalui anjangsana ini, diharapkan dapat mempererat hubungan kebersamaan, sekaligus menjadi motivasi bagi personel yang masih berdinas untuk selalu bertugas dengan baik, melayani masyarakat sepenuh hati,” tutup Irjen Iwan.

Sebagai informasi, kegiatan anjangsana diakhir dengan pemberian bingkisan tali asih dari Kapolda dan Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng kepada Iptu Samija. (adji)

Lomba Besei Kambe Jadi Sarana Polda Kalteng Lestarikan Budaya Lokal Dimomen Hari Bhayangkara ke-80

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Lomba Besei Kambe, sebuah tradisi lomba mendayung khas Dayak.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah kawasan Jembatan Sungai Kahayan, Jalan S. Parman, Kota Palangka Raya, dan diikuti sebanyak puluhan tim, dari satuan kerja di Polda Kalteng dan jajaran serta masyarakat umum, Sabtu (20/6/2026).

Lomba tradisional ini menjadi salah satu upaya Polda Kalteng untuk mengangkat dan melestarikan kearifan lokal Kalimantan Tengah melalui momentum Hari Bhayangkara.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa rangkaian perlombaan yang diselenggarakan tahun ini memang sengaja menitikberatkan pada pelestarian tradisi dan budaya daerah.

“Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara yang ke-80, Polda Kalteng menyelenggarakan beberapa kegiatan perlombaan dan juga kegiatan-kegiatan ini ada yang dititikberatkan kepada kegiatan yang bersifat kearifan lokal,” ujar Kapolda.

Irjen Iwan menjelaskan, pemilihan Besei Kambe sebagai salah satu cabang perlombaan bukan tanpa alasan. Olahraga tradisional ini merupakan warisan turun-temurun dari para leluhur masyarakat Dayak yang sarat akan nilai budaya.

“Kita tahu ini merupakan perlombaan turun-temurun, ya, warisan para leluhur kita di Kalimantan Tengah. Nah, ini kami berharap dengan dilombakan, budaya ini bisa tetap terpelihara, bisa tetap terjaga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua ini memaparkan bahwa Besei Kambe mengandung filosofi mendalam yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Di dalam perlombaan tersebut, terkandung nilai ketangkasan, keberanian, kebersamaan, hingga kekompakan tim.

Selain itu, kegiatan positif seperti ini juga dapat sebagai wadah pelestarian budaya dan mempererat hubungan emosional dan sinergitas antara aparat kepolisian dan masyarakat.

“Kita berharap juga dari makna perlombaan ini, terjadi juga kedekatan antara polisi dengan masyarakat,” pungkasnya. (adji)

Saat Patroli,Polres Pematangsiantar Amankan Tiga Sepedamotor Knalpot Brong

PEMATANGSIANTAR || Jejak-indonesia.id – Tim khusus (Timsus) Dayok Mirah Polres Pematangsiantar melaksanakan patroli rutin di wilayah hukum Polres Pematangsiantar, pada Jumat 19 Juni 2026 malam sekira pukul 23.30 Wib.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi mengatakan kegiatan patroli tersebut bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif dengan Sasaran penyakit masyarakat di Wilayah Hukum Polres Pematangsiantar diantaranya Premanisme, Geng Motor, Perjudian, Pornografi, Minuman Keras, Prostitusi, Balap Liar, Knalpot Brong dan Tawuran.

Awalnya Timsus Dayok Mirah mengikuti apel pembagian tugas di Mako Polres Pematangsiantar. Dilanjutkan Timsus Dayok Mirah melaksanakan patroli.

Dalam patroli tersebut, Timsus Dayok Mirah mendapati beberapa titik lokasi yang terdapat masyarakat masih berkumpul hingga larut malam. Selanjutnya, Timsus memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kemudian Timsus Dayok Mirah mengamankan tiga unit sepedamotor menggunakan knalpot Brong dan tidak sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga personil menyuruh agar membuka knalpot brong tersebut dan menghimbau agar tetap taat dalam berkendara dan mematuhi setiap peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Selama kegiatan patroli situasi secara umum terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali tanpa ditemukan adanya gangguan keamanan maupun aktivitas mencurigakan di wilayah hukum Polres Pematangsiantar,” Pungkas IPTU Agustina./Humas P Siantar