Perjalanan Spiritual KRT Faqih Wirahadiningrat di Negeri Brunei Darussalam Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

TINGKATKAN TRANSPARANSI,POLDA KALTENG GELAR TAKLIMAT AWAL AUDIT KINERJA TAHAP II SERTA ADTT PNBP DAN BLU ITWASUM POLRI

PALANGKA RAYA || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar kegiatan Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap II Itwasum Polri serta Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalteng, pada Kamis (18/06/2026).

‎Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., dengan dihadiri oleh Brigjen Pol Asep Teddy Nurrasyah, S.I.K., M.M., yang bertindak selaku Auditor Kepolisian Utama TK II Baharkam Polri beserta tim.

‎Dalam arahannya, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa agenda audit ini merupakan momentum penting bagi jajaran Polda Kalteng untuk melakukan perbaikan internal, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan tugas operasional.

‎”Audit ini adalah instrumen pengawasan yang sangat krusial bagi kami. Melalui pelaksanaan Audit Kinerja Tahap II serta pemeriksaan ADTT terkait PNBP dan BLU, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola negara dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.

‎Senada dengan hal tersebut, Brigjen Pol Asep Teddy Nurrasyah menyampaikan bahwa kedatangan tim Itwasum Polri bertujuan untuk melakukan pemetaan dan evaluasi mendalam terhadap aspek pelaksanaan tugas dan pengelolaan keuangan negara di lingkungan Polda Kalteng.

‎”Fokus kami kali ini meliputi aspek manajerial operasional dan pembinaan, serta ketelitian dalam pengelolaan PNBP dan BLU Tahun Anggaran 2026. Kami berharap jajaran Polda Kalteng dapat menyajikan data yang akurat agar hasil audit ini dapat memberikan rekomendasi strategis bagi peningkatan kinerja organisasi ke depan,” jelas Brigjen Pol Asep Teddy.

‎Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng dan para Kapolres jajaran. Agenda audit akan dilanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan mendalam ke satuan-satuan kerja terkait dalam beberapa hari ke depan.

‎Melalui sinergi antara Itwasum Polri dan Polda Kalteng ini, diharapkan seluruh proses manajerial dan pengelolaan keuangan di Polda Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih optimal, sehingga Polri semakin dipercaya dalam mengemban tugas memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
(nan)

Prinsip Ma’rifat Agus Flores: Syukur, Ketenangan, dan Kemuliaan Manusia dalam Jalan Kebatinan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemikiran spiritual yang disampaikan oleh tokoh yang dikenal sebagai Raden Mas Agus Rugiarto Astrodiarjo atau Agus Flores menitikberatkan pada perjalanan batin manusia dalam mengenal dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui kesadaran, rasa syukur, serta pemahaman hakikat kehidupan.

Menurut pandangannya, rasa syukur tidak selalu harus diucapkan dengan kata-kata, karena syukur sejati hadir dalam hati yang mampu menerima segala ketentuan Tuhan dengan lapang. Dari rasa syukur itulah lahir kebahagiaan yang tidak bergantung pada harta, jabatan, maupun pujian manusia.

“Rasa syukur tidak bicara, justru syukur membuat bahagia,” menjadi salah satu prinsip yang menggambarkan bahwa kebahagiaan bukan berasal dari apa yang dimiliki, melainkan dari kemampuan menerima dan menghargai setiap anugerah yang diberikan Sang Pencipta.

Dalam pemahaman ma’rifatnya, mencintai Tuhan juga tidak dimaknai sebagai upaya mengejar balasan berupa surga. Cinta kepada Tuhan dipandang sebagai bentuk ketulusan yang lahir dari kesadaran bahwa seluruh kehidupan berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Agus Flores juga menekankan agar manusia tidak menggantungkan harapan kepada sesama manusia. Menurutnya, manusia hanyalah perantara, sedangkan segala rezeki, pertolongan, dan jalan kehidupan sejatinya berasal dari Tuhan.

“Tidak perlu menaruh harapan kepada manusia, karena apa yang didapatkan merupakan tangan-tangan Tuhan yang sedang berjalan,” demikian inti pemahaman yang sering disampaikannya.

Lebih jauh, ia memandang bahwa perjalanan spiritual tertinggi tidak hanya terletak pada gerakan fisik, melainkan pada kesadaran batin yang terus terhubung dengan Tuhan. Dalam kondisi tersebut, hati dan jiwa senantiasa mengingat serta tunduk kepada-Nya dalam setiap tarikan dan hembusan napas.

Baginya, ketenangan adalah bahasa kebatinan. Ketika batin telah selaras dengan kehendak Tuhan, maka setiap napas menjadi dzikir, setiap langkah menjadi pengabdian, dan setiap peristiwa kehidupan menjadi pelajaran yang mendekatkan manusia kepada hakikat dirinya.

Agus Flores juga meyakini bahwa ketika manusia dimuliakan oleh Tuhan, maka segala aktivitas dan pekerjaan yang dilakukannya turut memperoleh kemuliaan. Sebab kemuliaan bukan terletak pada profesi atau kedudukan, melainkan pada nilai ketulusan, kejujuran, dan manfaat yang diberikan kepada sesama.

Dalam perspektif tersebut, setiap pekerjaan memiliki kehormatan yang sama selama dilakukan dengan niat baik dan tanggung jawab. Ketika manusia menjaga hubungan dengan Tuhan serta menghormati sesama makhluk, maka kemuliaan akan hadir dalam seluruh aspek kehidupannya.

Pemikiran ini menjadi refleksi bahwa jalan spiritual bukan sekadar ritual lahiriah, melainkan perjalanan batin menuju kesadaran, ketenangan, rasa syukur, dan penghambaan yang tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setetes Darah Bhayangkara, Polres Raja Ampat Gelar Aksi Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id – Suasana berbeda terlihat di Aula New Patria Tama, Polres Raja Ampat, pada Kamis (18/6/2026). Puluhan anggota kepolisian tampak antusias namun santai mengantre di ranjang medis. Bukan untuk apel pagi atau pemeriksaan kedisiplinan, melainkan untuk mendonorkan darah demi menyelamatkan nyawa sesama.

Kegiatan bakti sosial kemanusiaan ini diselenggarakan secara khusus oleh Polres Raja Ampat dalam rangka menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Acara ini diikuti oleh puluhan personel Polres diantaranya para PJU serta perwakilan Polsek jajaran.

Sebanyak 31 personel berhasil menyumbangkan darah mereka dalam kegiatan tersebut. Aksi ini sekaligus membuktikan bahwa di balik seragam tegas dan tugas pengamanan, para anggota Polri memiliki sisi humanis dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Raja Ampat Ipda Maryadi S.H., menyampaikan bahwa bakti kesehatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat.

“Kami berharap setetes darah yang disumbangkan hari ini dapat memberikan manfaat langsung bagi yang membutuhkan. Sebab, tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban saja, tetapi juga merangkul aspek kemanusiaan,” ujar Ipda Maryadi.

Pelaksanaan donor darah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Seluruh kantong darah yang terkumpul selanjutnya akan diserahkan kepada pihak terkait agar dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan transfusi darah di wilayah Raja Ampat dan sekitarnya.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polres Raja Ampat berharap sinergi antara aparat Kepolisian dan masyarakat akan semakin kuat. Kegiatan sosial semacam ini menjadi bukti komitmen Polri yang senantiasa siap melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat dengan penuh ketulusan.

Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Yang Menyimpan Sabu di Pantai labu

DELISERDANG || Jejak-indonesia.id – Satuan Narkoba Polresta Polresta Deli Serdang berhasil menangkap seorang laki laki berinisial I, (31), laki-laki, Islam, warga Dusun III Desa Denai Sarang Burung Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang diduga menyimpan dan memiliki narkoba jenis sabu sabu.

Terduga pelaku tersebut diamanakan oleh Sat Narkoba Polresta Deli Serdang di jalan Harapan
Desa Denai Sarang Burung Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang.

Kejadian bermula pada hari Senin tanggal 14 Juni 2026, sekira pukul 18.00 wib, personil Subnit II Unit II Satresnarkoba Polresta Deli Serdang, menerima informasi dari masyarakat yang menyampaikan ada seorang laki-laki harapan Desa Denai Sarang Burung Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang laki laki tersebut dicurigai menyimpan, memiliki, menguasai Narkotika jenis Shabu.

Setelah menerima informasi tersebut personil melakukan penyelidikan atas informasi tersebut, Pada tanggal 15 Juni 2026 pukul 17.00 wib personil tiba di lokasi dan saat dilokasi personil melihat laki-laki dengan ciri ciri sesuai dengan informasi yang diterima oleh personil Sat Narkoba.

Kemudian personil melakukan Tindakan Kepolisian dengan menangakap dan mengamankan laki laki tersebut dan menemukan 1 buah plastik klip transparan berukuran sedang dengan berat bruto 0,42 gram yang di dalamnya terdapat narkotika jenis jenis sabu.

Setelah berhasil mengamankan terduga pelaku dan barang bukti narkoba, personil Sat Narkoba mengintrogasi awal terhadap pelaku tentang kepemilikian Narkotika, dan pelaku mengakui jika barang bukti Narkotika tersebut adalah miliknya.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang

Dalam konfirmasinya Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Ferry Kusnadi, SH, MH membenarkan bahwa personil Sat Narkoba berhasil menangkap pelaku terduga penyalahgunaan Narkoba.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dan dilakukan penyelidikan tentang terhadap pelaku”. Ujar Kasat Narkoba

Didit Prabowo Bertemu Jokowi Selama 30 Menit, Publik Bertanya Ada Apa di Balik Pertemuan Itu?

SOLO || Jejak-indonesia.id – Suasana kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, tampak berbeda pada Kamis (18/6/2026). Putra Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni Didit Hediprasetyo atau Didit Prabowo, terlihat hadir dan melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Meski berlangsung relatif singkat, momen tersebut langsung menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai isi pembicaraan keduanya.

Didit diketahui tiba di kediaman Jokowi dengan pengawalan terbatas. Pertemuan berlangsung dalam suasana tertutup tanpa keterangan resmi mengenai agenda yang dibahas. Namun, mengingat posisi strategis kedua tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik nasional, pertemuan itu dinilai memiliki makna tersendiri.

Pengamat menilai, setiap komunikasi yang terjalin antara lingkaran Presiden Prabowo dan Jokowi selalu menjadi perhatian publik. Terlebih, hubungan keduanya selama ini dikenal harmonis dan kerap menunjukkan sinyal keberlanjutan komunikasi demi menjaga stabilitas nasional.

Meski belum ada pernyataan resmi terkait substansi pembicaraan, pertemuan selama setengah jam tersebut menjadi topik hangat di berbagai kalangan. Sebagian pihak menilai pertemuan itu merupakan silaturahmi biasa, sementara lainnya melihat adanya kemungkinan pembahasan terkait perkembangan politik dan kebangsaan terkini.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Didit Prabowo maupun Jokowi mengenai hasil pertemuan tersebut. Namun satu hal yang pasti, pertemuan singkat di Kota Solo itu kembali menegaskan bahwa komunikasi antar tokoh bangsa tetap terjaga di tengah dinamika politik Indonesia yang terus bergerak.

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Banten Wujudkan Harapan 25 Anak Melalui Operasi Bibir Sumbing

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara Tahun 2026, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meninjau langsung pelaksanaan Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Banten, Jalan Raya Serang–Pandeglang KM 2, Kota Serang, Kamis (18/06).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta Ketua Bhayangkari Daerah Banten dan pengurus Bhayangkari Daerah Banten.

Sebanyak 25 anak penderita bibir sumbing dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang telah terdaftar mendapatkan layanan operasi secara gratis. Program ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang diselenggarakan Polda Banten sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat.

Saat meninjau pelaksanaan operasi, Kapolda Banten menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.

“Dalam rangka 80 tahun pengabdian Polri untuk masyarakat pada HUT Bhayangkara ke-80, hari ini Polda Banten melalui Bidokkes Polda Banten melaksanakan operasi bibir sumbing kepada anak-anak yang telah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten sebanyak 25 orang,” ujar Kapolda Banten.

Menurutnya, operasi bibir sumbing tidak hanya bertujuan memberikan bantuan kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak untuk tumbuh lebih percaya diri dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan pelaksanaan operasi ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang putra-putrinya mengalami bibir sumbing. Tadi ada cerita bahwa salah satu anak pernah mendapatkan perundungan dari teman-temannya di sekolah hingga merasa minder. Semoga setelah operasi ini mereka tidak malu lagi, mereka menjadi lebih percaya diri untuk menjalani pendidikan maupun kehidupan mereka ke depannya,” ungkapnya.

Kapolda Banten juga berharap di usia ke-80 tahun, Polri semakin dekat dengan masyarakat dan terus memberikan manfaat yang nyata. “Semoga di ulang tahun ke-80 ini Polri semakin Presisi, Polri semakin bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain operasi bibir sumbing, Kapolda Banten menjelaskan bahwa masih terdapat berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya yang akan dilaksanakan dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-80, di antaranya donor darah dan khitanan massal yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.

Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda Banten tidak hanya menghadirkan layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi anak-anak penyandang bibir sumbing untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Bidhumas).

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Raja Ampat Gelar Anjangsana dan Jalin Silaturahmi Bersama Purnawirawan Polri

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menunjukkan kepedulian nyata serta penghargaan tinggi terhadap para seniornya. Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Raja Ampat melaksanakan kegiatan anjangsana dengan mengunjungi kediaman para purnawirawan Polri di wilayah hukum Polres Raja Ampat.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Raja Ampat, AKP Muhadi, S.H. Mewakili Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai S.I.K., ia menyampaikan bahwa anjangsana ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud penghormatan serta wadah untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan keluarga besar Bhayangkara yang telah menyelesaikan masa baktinya dengan penuh dedikasi.

“Kami tidak pernah melupakan jasa dan pengabdian para senior kami. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan bahwa hubungan emosional dan tali kekeluargaan antara personel aktif dan purnawirawan tetap terjaga erat,” ujar AKP Muhadi di sela-sela kunjungan, Kamis, (18/6/2026).

Dalam anjangsana kali ini, rombongan Polres Raja Ampat menyambangi kediaman 5 (lima) tokoh purnawirawan Polri, diantaranya AKBP (Purn) Achmad Rumalean, Kompol (Purn) Edy Sutopo, Kompol (Purn) Z. Iskandar Alam, Kompol (Purn) Reupassa serta Iptu (Purn) Tinus Saranga.

Selain berbincang santai dan saling bertukar cerita tentang pengalaman masa tugas, jajaran Polres Raja Ampat juga menyerahkan bingkisan tali asih sebagai bentuk perhatian serta dukungan moril kepada para purnawirawan.

Turut mendampingi Wakapolres dalam rombongan anjangsana tersebut antara lain AKP Ramlan (Kabag Log), AKP Tatak Heru Latif, S.H., M.H. (Kabag SDM), Iptu Susilo, S.H., M.H. (Kasat Intelkam), Iptu Sadun (Kasat Binmas), Ipda Maryadi, S.H. (Kasi Humas) serta Ipda Hendra Praja, S.H. (Kasi Propam).

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan diwarnai suasana penuh haru sekaligus bangga dari para purnawirawan atas kunjungan yang dilakukan oleh generasi penerus Polri di Polres Raja Ampat.

Polresta Deli Serdang dan Jajaran Polsek Gelar Bakti Sosial, Bakti Kesehatan, dan Bakti Religi Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

DELISERDANG || Jejak-indoneaia.id – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Deli Serdang bersama jajaran Polsek melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, dan bakti religi secara serentak di sejumlah wilayah hukum Polresta Deli Serdang, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat serta upaya mempererat hubungan antara Polri dan warga.

Rangkaian kegiatan berlangsung di wilayah hukum Polresta Deli Serdang, meliputi Kecamatan Pantai Labu, Bangun Purba, Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, dan STM Hilir. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, santunan kepada anak yatim, pengobatan gratis, hingga bakti religi berupa gotong royong membersihkan rumah ibadah dan pemberian bantuan kepada pengurus tempat ibadah.

Di Kecamatan Pantai Labu, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., didampingi Plh. Wakapolresta Deli Serdang, pejabat utama Polresta Deli Serdang, Bhayangkari Cabang Kota Deli Serdang, serta unsur Forkopimcam setempat memimpin langsung kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan.

Kegiatan diawali dengan penyaluran bantuan sosial secara door to door kepada masyarakat di Desa Bagan Serdang, kemudian dilanjutkan di Mapolsek Pantai Labu dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat serta peninjauan pelayanan pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh Sie Dokkes Polresta Deli Serdang.

Sementara itu, Polsek Bangun Purba melaksanakan bakti sosial dengan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, warga yang menderita sakit menahun, serta warga yang tinggal di rumah tidak layak huni di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bangun Purba.

Di wilayah Tanjung Morawa, Polsek Tanjung Morawa menggelar bakti sosial dengan menyerahkan paket sembako kepada pengurus dan peserta didik Yayasan Pendidikan Tuna Netra (YANPENTRA) di Desa Tanjung Baru. Selain itu, personel Polsek Tanjung Morawa juga melaksanakan bakti religi berupa kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan gereja dan masjid serta memberikan bantuan sosial kepada pengurus rumah ibadah.

Polsek Lubuk Pakam turut berpartisipasi melalui kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan paket sembako kepada warga kurang mampu di beberapa desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Lubuk Pakam.

Sedangkan Polsek STM Hilir melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako dan santunan kepada anak-anak yatim yang digelar di Balai Desa Sumbul, Kecamatan STM Hilir. Kegiatan tersebut turut melibatkan Bhayangkari, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

“Melalui kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, dan bakti religi yang dilaksanakan secara serentak oleh Polresta Deli Serdang dan seluruh jajaran Polsek, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum peringatan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi, membantu sesama, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolresta.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi dan kebersamaan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Polresta Deli Serdang beserta jajaran berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari masyarakat penerima manfaat. Melalui kegiatan sosial tersebut, Polri terus menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Mbah Semar: Waktu Tidak Harus Diukur dengan Uang, Namun Harus Diisi dengan Ibadah dan Kemanfaatan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kamis (18/6/2026), di tengah arus kehidupan modern yang semakin menempatkan materi dan keuntungan ekonomi sebagai ukuran utama keberhasilan, tokoh masyarakat yang akrab disapa Mbah Semar menyampaikan refleksi mendalam mengenai hakikat waktu, kehidupan, dan tanggung jawab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Menurutnya, salah satu kekeliruan yang kini banyak terjadi di tengah masyarakat adalah ketika waktu selalu dihitung berdasarkan nilai uang yang dapat dihasilkan. Padahal, tidak semua waktu harus dikonversi menjadi keuntungan materi. Ada nilai yang jauh lebih tinggi daripada sekadar keuntungan finansial, yaitu nilai ibadah, pengabdian, dan kemanfaatan bagi sesama.

> “Waktu tidak harus diukur dengan uang, namun waktu harus terus digunakan untuk beribadah,” tegas Mbah Semar.

Pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengabaikan pentingnya bekerja atau mencari nafkah. Sebaliknya, Mbah Semar menegaskan bahwa bekerja secara jujur dan bertanggung jawab merupakan bagian dari ibadah. Namun ia mengingatkan agar manusia tidak terjebak pada pola pikir yang menjadikan seluruh hidup hanya berorientasi pada keuntungan duniawi.

Menurutnya, perkembangan zaman telah melahirkan budaya kompetisi yang sangat tinggi. Banyak orang rela mengorbankan kesehatan, keluarga, bahkan ketenangan batin demi mengejar target ekonomi dan status sosial. Akibatnya, tidak sedikit yang merasa kehilangan makna hidup meskipun secara materi telah mencapai berbagai pencapaian.

“Waktu yang diberikan Tuhan bukan hanya untuk mencari penghasilan. Ada waktu untuk beribadah, untuk menuntut ilmu, untuk membantu sesama, untuk membangun keluarga, dan untuk memperbaiki diri. Jika seluruh waktu hanya dihabiskan mengejar dunia, maka manusia akan kehilangan keseimbangan hidup,” ujarnya.

Mbah Semar menjelaskan bahwa uang pada hakikatnya hanyalah alat, sedangkan waktu adalah amanah. Uang yang hilang masih dapat dicari kembali melalui kerja keras, tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah dapat dibeli ataupun diulang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijaksana dalam memanfaatkan umur yang diberikan Tuhan. Setiap detik kehidupan hendaknya dipandang sebagai kesempatan untuk menambah amal kebaikan dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang sering menunda ibadah, menunda berbuat baik, atau menunda mempererat silaturahmi dengan alasan kesibukan pekerjaan. Padahal, kata dia, tidak ada jaminan bahwa seseorang akan memiliki kesempatan yang sama di masa mendatang.

“Sering kali kita menghitung berapa uang yang masuk setiap hari, tetapi jarang menghitung berapa banyak kebaikan yang telah kita lakukan. Kita sibuk mengejar target dunia, namun lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan yang lebih panjang setelah dunia ini,” katanya.

Lebih lanjut, Mbah Semar menekankan bahwa konsep ibadah tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan semata. Membantu orang yang membutuhkan, menjaga kejujuran dalam pekerjaan, menghormati orang tua, mendidik anak dengan baik, menjaga lingkungan, hingga memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai luhur di hadapan Tuhan.

Menurutnya, manusia yang paling beruntung bukanlah mereka yang memiliki harta paling banyak, melainkan mereka yang mampu memanfaatkan waktunya untuk menghasilkan manfaat yang luas bagi kehidupan orang lain.

“Ketika usia berakhir, yang akan dikenang bukan jumlah kekayaan yang dimiliki, melainkan jejak kebaikan yang ditinggalkan. Harta bisa habis, jabatan bisa berakhir, tetapi amal baik akan terus menjadi warisan nilai bagi generasi berikutnya,” tuturnya.

Di akhir pesannya, Mbah Semar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan waktu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbanyak amal saleh, dan membangun kehidupan yang lebih bermakna.

“Pada akhirnya, manusia tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi bagaimana ia menggunakan waktu, kesempatan, dan amanah yang telah diberikan Tuhan selama hidup di dunia. Karena waktu adalah kehidupan itu sendiri, dan setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban,” pungkas Mbah Semar.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus materialisme dan persaingan hidup, manusia tetap membutuhkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Sebab sejatinya, nilai tertinggi dari waktu bukanlah berapa rupiah yang dihasilkan, melainkan berapa banyak ibadah, manfaat, dan kebaikan yang mampu diwujudkan selama hayat masih dikandung badan.