We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang personel Polri dalam menjalankan tugas kepolisian.

Upacara yang digelar di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat tersebut dipimpin oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., Ph.D, selaku Inspektur Upacara, Kamis, 29/1/2026

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Polres Metro Jakarta Barat menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian dengan rincian 18 personel pengabdian 32 tahun, 4 personel pengabdian 24 tahun, 10 personel pengabdian 16 tahun, serta 22 personel pengabdian 8 tahun.

Dalam amanatnya, Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto menyampaikan bahwa penganugerahan Satyalancana Pengabdian merupakan bentuk pengakuan negara atas pengabdian yang konsisten, disiplin yang terjaga, serta integritas yang terus dipertahankan oleh setiap personel dalam perjalanan panjang dinas kepolisian.

“Penghargaan ini memiliki satu nilai yang sama, yaitu ketekunan dalam menjaga kehormatan profesi di tengah dinamika tugas kepolisian yang tidak selalu mudah. Yang kita jaga bukan hanya aturan, tetapi juga rasa aman dan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa bagi penerima Satyalancana 32 tahun, penghargaan ini menjadi bukti perjalanan panjang yang sarat pengalaman dan diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi penerus.

Sementara penerima Satyalancana 24 dan 16 tahun diharapkan semakin berani mengambil peran strategis sebagai motor penggerak kinerja dan problem solver di satuan masing-masing.

Adapun bagi penerima Satyalancana 8 tahun, Wakapolres berpesan agar penghargaan ini dijadikan sebagai modal utama untuk terus meningkatkan profesionalitas, etika, serta kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa bangga, menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi institusi Polri dan masyarakat yang dilayani.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Dituding Spesialis ‘Main Serobot’, Bupati Badung Diserang Kritik Keras: Soal Dirut ‘Pindah Hati’, Etika Dipertanyakan

BADUNG || Jejak-indonesia.id - Jagat media sosial Bali kembali memanas. Sebuah unggahan viral dari akun Facebook Wayan Setiawan menyulut badai kritik keras terhadap Bupati Badung, khususnya terkait proses penunjukan Direktur Utama (Dirut) BUMD yang dinilai sarat pelanggaran etika, konflik kepentingan, dan logika kekuasaan yang dipertanyakan publik.

Dalam narasi pedasnya, Wayan Setiawan secara terbuka menyindir kepemimpinan Bupati Badung dengan kalimat tajam:

“Menurut keyakinan saya, spesialisasi Bupati Badung adalah main serobot.
Dulu… orang diserobot.
Sekarang Dirut orang diserobot, padahal masih kolega.”

Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian warganet. Pasalnya, kritik itu bukan sekadar tudingan personal, melainkan menyentuh substansi etika pemerintahan dan tata kelola jabatan publik.

Wayan Setiawan menyoroti sosok Kompyang, yang diketahui masih menjabat sebagai Dirut di Tabanan, namun justru “berpindah hati” sebelum menyelesaikan kewajibannya. Menurutnya, saat melamar menjadi Dirut di Tabanan, tentu ada komitmen moral dan profesional yang seharusnya dituntaskan, bukan ditinggalkan di tengah jalan.

“Belum juga menyelesaikan kewajiban sebagai Dirut, si Kompyang sudah berpindah ke lain hati.
Konyolnya, Bupati Badung selaku KPM kok malah menerima si Kompyang jadi Dirut?
Etika mana etika????
Duh… selingkuh memang indah!”

Sindiran tersebut dinilai publik sebagai kritik telanjang terhadap fungsi KPM (Kuasa Pemilik Modal) yang seharusnya menjadi penjaga moral dan tata kelola BUMD, bukan justru membuka pintu bagi praktik yang dinilai tidak etis dan mencederai profesionalisme.

Gelombang kritik tak berhenti di situ. Seorang tokoh masyarakat asal Mengwi, bernama Gusti, turut melontarkan pernyataan keras yang kini ikut viral:

“Ini sudah tidak masuk akal.
Masak semua dari Tabanan.
Sekda dari Tabanan,
Dirut pasar dari Tabanan.
Emang di Badung nggak ada orang pintar?”

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan kolektif masyarakat lokal, yang merasa Badung seolah kehilangan ruang bagi putra daerahnya sendiri. Isu ini pun melebar menjadi persoalan keadilan, representasi, dan keberpihakan kekuasaan.

Secara etika pemerintahan, penunjukan pejabat BUMD yang masih terikat komitmen di daerah lain berpotensi melanggar prinsip good governance, integritas jabatan, serta membuka ruang dugaan konflik kepentingan. Dalam konteks hukum administrasi, keputusan KPM yang mengabaikan aspek kepatutan dan kewajaran juga dapat dipersoalkan secara etik maupun politis.

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Bupati Badung melalui pesan WhatsApp. Namun, belum ada respons atau klarifikasi resmi yang diberikan.

Diamnya pihak terkait justru memperkuat sorotan publik. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, masyarakat kini menunggu:
apakah kritik ini akan dijawab dengan klarifikasi, atau justru tenggelam dalam sunyi kekuasaan?

Satu hal yang pasti, badai kritik ini belum reda—dan publik Badung sedang mencatat.

Jelang Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Banyuwangi Matangkan Kesiapan Personel

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Semeru 2026 yang digelar di Aula Polresta Banyuwangi, Rabu (28/01/2026).

Latpraops ini digelar sebagai bentuk kesiapan jajaran Polresta Banyuwangi dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, khususnya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Bumi Blambangan.
Dalam arahannya, Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa pelaksanaan operasi harus menitikberatkan pada upaya edukatif dan persuasif kepada masyarakat. Pendekatan humanis dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran berlalu lintas yang aman dan tertib.

“Operasi Keselamatan Semeru harus dilaksanakan secara profesional, mengedepankan sikap humanis, serta mengutamakan edukasi kepada masyarakat, bukan semata penindakan,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq.

Kegiatan Latpraops ini turut didampingi Kasat Lantas Polresta Banyuwangi AKP Gusti Bagus Krisna Fuady, S.I.K., M.A.P., serta diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi. Kapolresta juga menginstruksikan agar seluruh anggota memahami tugas, sasaran operasi, serta bertindak sesuai prosedur dengan tetap mengedepankan empati dalam melayani masyarakat.

Melalui Latpraops ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di wilayah Banyuwangi dapat berjalan optimal, kondusif, dan memberikan dampak positif terhadap keselamatan pengguna jalan.

Menuju Polri 2045, Wakapolda Kalteng Ajak Personel Polres Gunung Mas Adaptif dan Responsif

Gunung Mas || Jejak-indonesia.id – Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Wakapolda Kalteng), Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, ke Polres jajaran masih berlanjut.

Kali ini, Wakapolda Kalteng melaksanakan kunkernya di Markas Komando Resor (Mako Polres) Gunung Mas, Kamis (29/1/2026).

Kedatangan jenderal bintang satu tersebut disambut hangat oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunung Mas di Jalan Bhayangkara No. 01, Kuala Kurun, sekitar pukul 10.30 WIB.

Dalam sambutannya, Kapolres Gunung Mas memaparkan kondisi geografis dan demografis wilayah, serta capaian kinerja jajarannya selama satu tahun terakhir.

AKBP Heru menegaskan bahwa Polres Gunung Mas terus berkomitmen mendukung program Presiden Republik Indonesia, termasuk program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami mengucapkan terima kasih dan merasa terhormat atas kehadiran Bapak Wakapolda beserta rombongan pejabat utama Polda Kalimantan Tengah di Tanah Habangkalan Penyang Karuhei Tatau. Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami di kewilayahan untuk terus meningkatkan pelayanan publik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Gunung Mas,” ujar AKBP Heru Eko Wibowo.

Sementara itu, Wakapolda Kalteng dalam arahannya memberikan penekanan khusus pada Grand Strategi Polri 2025–2045 bagi seluruh personel Polres Gunung Mas untuk bersikap adaptif terhadap tantangan reformasi dan mengubah wajah pelayanan kepolisian agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Beberapa poin utama yang ditekankan Wakapolda antara lain:
• Akselerasi Transformasi Polri 2025, yakni percepatan perubahan budaya kerja yang lebih profesional.
• Penguatan Quick Response Ecosystem, guna meningkatkan kecepatan dan ketepatan personel dalam merespons aduan serta kebutuhan masyarakat.
• Peta Jalan Transformasi, memastikan seluruh personel memahami visi dan arah kebijakan jangka panjang Polri menuju tahun 2045.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard F. L., S.T., perwakilan DPRD, pimpinan pengadilan, serta tokoh adat dari Dewan Adat Dayak (DAD) dan Batamad Kabupaten Gunung Mas. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan soliditas antara kepolisian, instansi terkait, serta masyarakat adat di Kabupaten Gunung Mas.

Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif, sebelum rombongan Wakapolda kembali bertolak menuju Kota Palangka Raya.

"Kunjungan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kinerja Polres Gunung Mas dalam menghadapi berbagai tantangan kamtibmas, khususnya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi bencana banjir di wilayah tersebut," tutupnya.

Instruksi Tegas Kapolda Sulsel di Polres Maros Tekankan Profesionalitas Tanpa Cacat dan Kawal Kebijakan Kapolri!

MAKASAR || Jejak-indonesia.id - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., melaksanakan apel bersama personel Polres Maros yang berlangsung di halaman Mapolres Maros, Kamis (29/01/2026).

Turut hadir mendampingi Kapolda, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., dan Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol. Zulham Effendy, S.I.K., M.H. Kegiatan ini diikuti Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla, para pejabat utama Polres Maros, serta seluruh personel.

Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Maros atas dedikasi dan kerja keras dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan, khususnya saat membantu Basarnas dalam proses evakuasi korban kecelakaan pesawat. Kapolda menilai seluruh personel telah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan baik.

Kapolda juga menekankan bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi dan koordinasi yang solid antarinstansi. Oleh karena itu, ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Polri, Basarnas, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, Kapolda mengingatkan agar setiap kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas dapat dievaluasi bersama sebagai bahan perbaikan ke depan, dengan dukungan penuh dari seluruh anggota. Ia juga mengajak seluruh personel, khususnya jajaran Polres Maros dan Kapolres, untuk senantiasa melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut, Kapolda Sulsel menegaskan pentingnya dukungan penuh seluruh personel terhadap kebijakan Kapolri. Dalam menjalankan tugas, anggota Polri diharapkan selalu memperhatikan konsekuensi dari setiap tindakan, terutama dalam pelaksanaan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta penegakan hukum.

Kapolda mengingatkan agar setiap kewenangan yang dimiliki digunakan secara profesional dan bertanggung jawab, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan dan melukai hati masyarakat.

error: Content is protected !!