Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Polri Tegaskan Loyalitas Konstitusional di Bawah Presiden, Apresiasi Dukungan Publik Jadi Energi Reformasi Internal

JAKARTA || Jejakindonesia.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan kembali posisi konstitusionalnya sebagai institusi negara yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Penegasan ini disampaikan seiring menguatnya dukungan publik terhadap independensi dan profesionalitas Polri dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika politik dan sosial yang kian kompleks.

Polri menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan tersebut. Dukungan publik itu dipandang bukan sekadar legitimasi moral, melainkan amanah strategis yang memperkuat arah reformasi kelembagaan Polri menuju institusi yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Polri menyampaikan ungkapan rasa terima kasih yang sangat mendalam dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat. Dukungan ini akan kami jadikan dasar untuk terus berkomitmen melakukan perbaikan, meningkatkan layanan, dan mengoptimalkan kinerja dalam rangka melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam keterangan resminya.

Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dan arahan Kapolri, Polri menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusi, serta menjaga profesionalisme sebagai aparat penegak hukum yang netral dan berintegritas. Posisi Polri di bawah Presiden dipandang sebagai pilar penting dalam menjaga keseimbangan antara kekuatan negara dan supremasi sipil dalam sistem demokrasi Indonesia.

Lebih jauh, Polri menyatakan akan terus memperkuat perannya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam menciptakan rasa aman, kepastian hukum, dan stabilitas sosial yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Dengan dukungan masyarakat yang semakin solid, Polri menegaskan bahwa transformasi kelembagaan bukan sekadar jargon, melainkan proses berkelanjutan yang diarahkan untuk menghadirkan wajah kepolisian yang semakin modern, humanis, dan dipercaya publik

Ketum PWFRN Counter Polri Ucapkan Selamat Bertugas kepada Kadiv Humas Polri yang Baru

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum DPP Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PWFRN) Counter Polri, Agus Flores, melalui Ketua PWFRN DPC Banyuwangi Agus Samiaji, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.TGP. sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri.

Agus Flores menilai penunjukan Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir merupakan langkah tepat dan strategis, mengingat rekam jejak serta pengalaman panjang yang dimiliki dalam institusi Polri. Menurutnya, peran Kadiv Humas sangat krusial sebagai jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat, termasuk insan pers.

Melalui Agus Samiaji, Ketum PWFRN berharap di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Divisi Humas Polri semakin terbuka, humanis, dan responsif terhadap dinamika informasi di tengah masyarakat.

“Kami dari PWFRN Counter Polri mengucapkan selamat bertugas kepada Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Agus Samiaji.

Ia juga menegaskan komitmen PWFRN untuk terus mendukung langkah-langkah positif Polri dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan berimbang, demi terwujudnya Polri yang semakin profesional, modern, dan dicintai masyarakat.

Dengan semangat sinergitas antara Polri dan insan pers, PWFRN optimistis Divisi Humas Polri ke depan mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Agus Kliwir : Polri Harus di Bawah Presiden RI, Demi Netralitas dan Profesionalisme

Agus Kliwir : Polri di Bawah Presiden RI Kunci Sukses Reformasi Po

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) langsung di bawah Presiden RI kembali menguat. Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) menilai langkah tersebut menjadi kunci utama, dalam keberhasilan reformasi Polri Presisi yang berkelanjutan.

Ketua Umum RPPAI, A.S. Agus Samudra alias Agus Kliwir menegaskan bahwa Presiden RI memiliki legitimasi politik dan konstitusional paling kuat

Untuk memastikan Polri bekerja profesional dan tidak terseret kepentingan kelompok tertentu.“Polri membutuhkan kepemimpinan nasional

Yang kuat, agar reformasi berjalan konsisten. Presiden RI adalah figur yang paling tepat,” kata Agus Kliwir, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, selama ini tantangan terbesar Polri bukan hanya soal teknis penegakan hukum, tetapi juga tekanan politik dan persepsi publik.

Dengan struktur yang jelas di bawah Presiden RI, Polri akan memiliki ruang independensi  lebih sehat dalam mengambil keputusan strategis.

Agus Kliwir menekankan, bahwa konsep Polri Presisi tidak boleh berhenti sebagai jargon. Implementasi nyata harus terlihat dari keberanian Polri menindak

Pelanggaran hukum, tanpa pandang bulu termasuk kasus-kasus yang melibatkan elit. “Presisi itu keberanian integritas, dan keadilan.

Tanpa dukungan struktural yang kuat, nilai-nilai itu sulit diwujudkan,” lanjutnya.

RPPAI juga menyoroti pentingnya Polri yang sensitif terhadap isu perempuan dan anak. Ia berharap Polri di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto

Dapat menghadirkan aparat yang humanis, cepat tanggap, dan berpihak pada korban.“Kepercayaan publik akan tumbuh

Jika, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui Polri,” pungkasnya.

(red)

Melalui Program Pasabber, Polres Situbondo Salurkan Ratusan Paket Sembako dan Al-Qur’an untuk Anak Yatim

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id - Kepedulian Polri terhadap masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kelompok membutuhkan. Kali ini, jajaran Sat Samapta Polres Situbondo menggelar program inovatif bertajuk "Pasabber" (Pasukan Sabhara Berbagi) di Yayasan Rumah Yatim Tahfidzul Quran, Kecamatan Panji, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Situbondo, Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., didampingi Kasat Samapta Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M. Kehadiran rombongan kepolisian ini disambut hangat oleh Ketua Yayasan Rumah Yatim, Ustadz Ari, beserta puluhan santri yatim piatu.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Situbondo menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako, 100 buah Al-Qur'an, serta 100 lembar sajadah. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung aktivitas ibadah dan hafalan Al-Qur'an para santri di yayasan tersebut.

Wakapolres Situbondo Kompol Toni menyampaikan bahwa program Pasabber merupakan wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membawa manfaat sosial. "Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di sini. Semoga bantuan Al-Qur'an dan perlengkapan ibadah ini menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar dan beribadah," ujarnya.

Senada dengan hal itu, Kasat Samapta Iptu H. Rachman menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan elemen masyarakat. "Melalui Pasabber, kami ingin menanamkan nilai humanis bahwa polisi adalah sahabat bagi siapa saja, termasuk anak-anak yatim," tuturnya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta kondusifitas wilayah Kabupaten Situbondo.

Ustadz Ari, selaku Ketua Yayasan Rumah Yatim Tahfidzul Quran, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas perhatian besar dari Polres Situbondo. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi yayasan khususnya para santri.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat lengkap, mulai dari pangan hingga sarana ibadah. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Situbondo, Bapak Wakapolres, dan seluruh jajaran Sat Samapta. Semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan bagi institusi Polri," pungkas Ustadz Ari.

(Bagus)

Yayasan Al Ashrof Salurkan Dana PIP Jalur Aspirasi Sonny T. Danaparamita kepada Siswa SDN Berprestasi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Raut bahagia terpancar dari wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny Tri Danaparamita. Dana PIP tersebut disalurkan melalui Yayasan Al Ashrof, Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Program ini berawal pada Agustus 2025, saat Sonny T. Danaparamita mempercayakan Yayasan Al Ashrof untuk mengusulkan 10 siswa-siswi SDN berprestasi di wilayah Kecamatan Srono dan sekitarnya. Setelah melalui proses administrasi, bantuan PIP tersebut akhirnya terealisasi dan diterima para siswa pada 31 Januari 2026.

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Al Ashrof, Gus Miftahul, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Sonny T. Danaparamita atas kepercayaan yang diberikan kepada Yayasan Al Ashrof sebagai jembatan penyaluran dana PIP tersebut.

“Alhamdulillah, amanah ini akhirnya bisa tersalurkan dengan baik kepada 10 siswa-siswi SDN berprestasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sonny yang telah mempercayakan tugas ini kepada Yayasan Al Ashrof,” ujarnya.

Gus Miftahul juga berharap ke depan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada sekolah negeri, namun juga sekolah swasta seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Jangan ada pilih kasih. Anak-anak di sekolah swasta juga generasi bangsa yang membutuhkan perhatian dan perlakuan yang sama. Bahkan dalam banyak kondisi, mereka justru lebih membutuhkan,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Yayasan Al Ashrof bergerak dalam enam bidang, yakni hukum dan advokasi, pendidikan, keagamaan, publikasi/media, usaha dan ekonomi, serta sosial dan kemanusiaan. Pihaknya membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menyalurkan bantuan pendidikan maupun sosial melalui Yayasan Al Ashrof.

Hal senada disampaikan Yery Seviroyen, S.S., Ketua Yayasan Al Ashrof, yang mengaku lega karena amanah penyaluran dana PIP tersebut akhirnya benar-benar terealisasi dan diterima langsung oleh para siswa penerima manfaat.

Sementara itu, Sunyoto Edy Santoso, M.Pd, selaku Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Al Ashrof, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses yang sejak awal ia kawal akhirnya berjalan lancar.

“Alhamdulillah, kekhawatiran kami selama ini terjawab. Dana PIP benar-benar terealisasi, dan ini menjadi kelegaan tersendiri bagi kami di hadapan para wali murid,” ujarnya.

Adapun daftar 10 siswa-siswi SDN penerima PIP tersebut berasal dari tiga sekolah, yakni:
1. SDN 3 Sukomaju – Srono
Ayril Indah Sari (Kelas 3)
Nur Lailatul Munawaroh (Kelas 3)
Muhamad Haikal (Kelas 6)
2. SDN 4 Parijatah – Srono
Veby Amima Linka Putri (Kelas 3)
Azzi Mirza Elrafifsyah (Kelas 5)
Shanum Alonayazka Afifah (Kelas 6)
3. SDN 8 Kembiritan – Genteng
Afiqa Shakila Putri (Kelas 4)
Adinda Mufia Azkadina (Kelas 2)
Agnesia Nahda Rafanda (Kelas 3)
Nikolaus Noel Amsal (Kelas 3)
Para siswa mengaku sangat senang dan termotivasi untuk terus berprestasi. Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sonny T. Danaparamita dan Yayasan Al Ashrof atas bantuan yang telah diberikan.

Besaran dana PIP yang diterima bervariasi, yakni Rp450.000 untuk siswa kelas 1–5 dan Rp225.000 untuk siswa kelas 6. Dana tersebut tidak diberikan secara tunai, melainkan langsung ditransfer ke rekening BRI masing-masing siswa, sesuai regulasi yang berlaku.

Sunyoto Edy menegaskan bahwa Yayasan Al Ashrof tidak memotong sedikit pun hak siswa penerima manfaat.
“Yayasan hanya menyampaikan secara simbolis. Seluruh dana diterima penuh oleh siswa,” tegasnya.

Kegiatan penyaluran berlangsung lancar, penuh keceriaan, dan sarat makna kepedulian terhadap dunia pendidikan.

GsM (Al Ashrof)

error: Content is protected !!