We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Tingkatkan Pelayanan Publik, Kapolda Bali Resmikan Gedung Baru Polsek Denpasar Selatan

DENPASAR || Jejak-indonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.I.K., M.Si., secara resmi meresmikan Gedung Baru Polsek Denpasar Selatan pada, Kamis (29/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Bali didampingi oleh Irwasda Polda Bali, Kombes Pol. Asep Ahdiatna, S.I.K., M.H., beserta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Bali. Turut hadir Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. M. Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H., yang mendampingi bersama jajaran PJU Polresta Denpasar.

Irjen Pol. Daniel Adityajaya dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan langkah strategis Polda Bali dalam memperkuat sarana dan prasarana. Tujuannya adalah untuk menciptakan keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik yang lebih optimal bagi masyarakat.

"Pembangunan gedung baru Polsek Denpasar Selatan ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memperkuat infrastruktur kepolisian. Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan responsif," ujar Kapolda Bali.

Lebih lanjut, jenderal bintang dua tersebut menekankan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Mengingat wilayah Denpasar Selatan merupakan pusat perekonomian dan destinasi wisata internasional, kondusivitas wilayah menjadi prioritas utama.

"Saya menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga kondusivitas Denpasar Selatan sebagai urat nadi wisata dan ekonomi," tambahnya.

Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Usai meresmikan, Kapolda Bali beserta rombongan melakukan peninjauan ke berbagai fasilitas gedung serta menyapa para personel yang bertugas.

Dengan beroperasinya gedung baru ini, Polsek Denpasar Selatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, profesional, dan humanis dalam mengayomi masyarakat.

Sekjen FRN Muhammad Rahman: Wacana Polri di Bawah Kementerian Inkonsitusional dan Langgar Semangat Reformasi

KENDARI || Jejak-indonesia.id — Sekretaris Jenderal Fast Respon Nusantara (FRN), Muhammad Rahman, dengan tegas menolak dan mengecam wacana penempatan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan kementerian. Ia menilai gagasan tersebut bertentangan dengan konstitusi, melanggar undang-undang, serta merupakan langkah mundur dalam agenda reformasi sektor keamanan nasional.

Sikap tegas itu disampaikan Muhammad Rahman menanggapi hasil rapat kerja antara Polri dan Komisi III DPR RI yang merekomendasikan agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

“Saya, Muhammad Rahman selaku Sekjen Fast Respon Nusantara (FRN), menolak keras segala bentuk wacana yang ingin menempatkan institusi Polri di bawah kementerian. Polri harus tetap berada di bawah kendali dan komando langsung Presiden Republik Indonesia. Ini sudah final secara konstitusi,” tegasnya, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, kedudukan Polri secara struktural telah jelas dan tegas diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 8 ayat (1) yang menyatakan bahwa Polri berada di bawah Presiden.

Selain itu, pengaturan tersebut selaras dengan Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan bahwa Polri merupakan alat negara yang berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

“UUD 1945 dan UU Polri secara tegas menempatkan Polri sebagai institusi negara yang independen dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Menempatkan Polri di bawah kementerian adalah bentuk penyimpangan terhadap amanah konstitusi,” ujarnya.

Ia menilai, wacana tersebut berpotensi membuka ruang intervensi politik dan birokrasi yang dapat melemahkan independensi penegakan hukum serta merusak netralitas Polri sebagai alat negara.

“Ini bukan sekadar wacana administratif. Ini menyangkut marwah institusi, independensi penegakan hukum, dan masa depan reformasi Polri. Jangan ada upaya menarik Polri kembali ke pola lama,” tegas Rahman.

Lebih lanjut, Sekjen FRN Sulawesi Tenggara itu menyatakan dukungan penuh kepada Polri agar tetap fokus menjalankan fungsi konstitusionalnya secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami mendukung penuh Polri tetap berada di bawah Presiden demi menjaga independensi institusi, sehingga Polri dapat bekerja secara objektif, profesional, dan berintegritas dalam menegakkan hukum,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh jajaran Polri di Indonesia agar tetap istiqomah, tidak terpengaruh dinamika politik, dan terus berbenah menuju institusi yang semakin dipercaya publik.

“Kepada seluruh anggota Polri, tetaplah konsisten menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Teruslah berbenah menuju Polri yang profesional, presisi, dan dicintai rakyat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Muhammad Rahman menegaskan bahwa FRN Sultra siap berada di garda terdepan dalam menyuarakan penolakan terhadap wacana tersebut demi menjaga marwah Polri dan kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami siap menyuarakan penolakan ini secara tegas demi menjaga kehormatan institusi Polri dan marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Disela Kunker di Polres Gumas, Wakapolda Kalteng Salurkan Bansos untuk Petani

KUALA KURUN || Jejak-indonesia.id – Disela-sela kunjungan kerja (kunker) di Markas Kepolisian Resor (Mako Polres) Gunung Mas, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, memberikan bantuan sosial bagi para petani.

Pemberian bansos ini dilakukan sebagai upaya nyata mendukung Asta Cita Presiden RI menuju swasembada pangan, Kamis (29/1/2026).

Rombongan Wakapolda tiba di Jalan Bhayangkara No. 01, Kuala Kurun, sekitar pukul 10.30 WIB dan disambut hangat oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., beserta unsur Forkopimda Kabupaten Gunung Mas.

Dalam kunjungan ini, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pangan daerah, Wakapolda Kalteng secara simbolis membagikan bantuan sosial (Bansos) kepada sejumlah kelompok tani di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

"Kehadiran Bapak Wakapolda beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng hari ini memberikan motivasi besar bagi kami di kewilayahan. Penyaluran bantuan sosial kepada kelompok tani ini merupakan langkah konkret Polri dalam mengawal program Asta Cita Presiden RI untuk mencapai swasembada pangan," ujar Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan bahwa Polres Gunung Mas berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam meningkatkan produktivitas jagung di daerah ini," tegas AKBP Heru.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran penting dari Polda Kalteng, seperti Dir Reskrimsus, Dir Resnarkoba, Dir Pamobvit, Kabidhumas, dan Kabid Keu. Kehadiran para pejabat utama ini menunjukkan keseriusan Polda Kalteng dalam memantau langsung kinerja satuan di tingkat kabupaten.

Dari sisi pemerintahan daerah, hadir pula Sekda Kabupaten Gunung Mas, Richard F.L, S.T., perwakilan DPRD, pimpinan Pengadilan Negeri dan Agama, serta perwakilan dari Kodim 1018 Gunung Mas dan tokoh adat (DAD & Batamad).

Kunjungan kerja ini dilanjutkan arahan dari wakapolda kalteng terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Gunung Mas agar tetap kondusif. (sp)

BNN Peringati Isra Mi’raj 1447 Hijriah, Perkuat Ketangguhan Mental Pegawai

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah di Masjid At-Taubah BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (15/2).

Kegiatan pembinaan rohani dan mental pegawai BNN diikuti oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto S.H., M.Si., bersama para pejabat tinggi, dan diisi tausiyah oleh Al Habib Muhammad Bagir bin Musthofa Al Habsyi.

Pada kesempatan ini, Kepala BNN RI menegaskan peristiwa Isra Mi'raj mengajarkan ketangguhan mental dalam menghadapi ujian kehidupan dan pengabdian. Semangat Isra Mi'raj menjadi contoh, di mana baginda Rasulullah SAW, melalui perjalanan mi'raj setelah mengalami tahun kesedihan.

Komjen Pol. Suyudi Ario Seto juga menekankan bahwa perintah sholat merupakan anugerah terbesar dari Isra Mi'raj dan menjadi fondasi kekuatan moral dalam upaya perang melawan narkoba untuk kemanusiaan. Dalam perspektif perang melawan narkoba, sholat adalah benteng pertahanan utama.

Sementara itu, Al Habib Muhammad Bagir bin Musthofa Al Habsyi dalam tausiyahnya mengajak seluruh pegawai BNN untuk menjadikan Isra Mi'raj sebagai sarana memperbaiki kualitas iman dan akhlak. Selain itu juga momen ini menjadi sinergi antara ulama dan pemerintah untuk memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda dari barang haram.

Melalui kegiatan ini, BNN berharap nilai-nilai spiritual Isra Mi'raj dapat memperkuat integritas, ketahanan mental, dan komitmen seluruh insan BNN dalam mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Sinergi TNI-Polri: Wakil Panglima TNI dan Gubernur Akpol Tinjau Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG || Jejak-indonesia.id – Sinergitas TNI dan Polri dalam penanganan pascabencana kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja tingkat tinggi di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (28/1). Wakil Panglima TNI bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), para Gubernur Akademi Angkatan, serta Pejabat Utama (PJU) Akpol turun langsung meninjau lokasi sasaran fisik pembersihan sisa banjir yang dikerjakan oleh para Taruna.

​Kunjungan ini difokuskan pada dua fasilitas publik vital, yakni SD Tualang Cut 1 dan Puskesmas Manyak Payed. Kehadiran para pimpinan tertinggi lintas angkatan ini bertujuan untuk memastikan proses normalisasi lingkungan berjalan optimal agar layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat segera pulih.

​Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peninjauan teknis, melainkan representasi kuat dari hadirnya negara di tengah kesulitan masyarakat.

​"Kunjungan kerja Wakil Panglima TNI bersama Gubernur Akpol dan para Gubernur Akademi Angkatan ini bertujuan meninjau langsung proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir yang dilaksanakan oleh Taruna Akpol. Kami ingin memastikan fasilitas pendidikan dan kesehatan dapat segera digunakan kembali oleh warga," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Kamis (29/1).

​Selain memantau pengerjaan fisik, rombongan juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga setempat dan menyerahkan bantuan sosial. Langkah ini dilakukan untuk membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang beberapa waktu lalu.

Trunoyudo menambahkan bahwa interaksi antara pimpinan, Taruna, dan masyarakat memiliki nilai edukasi dan empati yang mendalam bagi para calon perwira.

​"Selain peninjauan, rombongan juga menyerahkan bantuan serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana. Ini merupakan bagian dari pembentukan karakter Taruna agar senantiasa peka terhadap kesulitan rakyat," pungkasnya.

​Hingga saat ini, kolaborasi antara personel TNI, Polri, dan masyarakat di Aceh Tamiang terus berlanjut guna mempercepat pembersihan sisa-sisa material banjir sehingga roda kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.

error: Content is protected !!