Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pengguna Sabu di Perumahan, Barang Bukti Diamankan

DELI SERDANG || Jejak-indonesia.id – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Deli Serdang berhasil membongkar kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh seorang pria berinisial S alias Ipul (56). Pelaku diamankan petugas pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di lingkungan Perumahan Granit Indah Residence, Jalan Bandar Labuhan, Desa Tandugan Raga, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang.

Bersama penangkapan tersebut, petugas turut menyita sejumlah barang bukti, meliputi dua paket plastik klip berisi diduga sabu dengan berat bruto 1,43 gram, satu blok kemasan plastik klip kosong, satu buah sekop plastik kecil, serta satu unit telepon genggam merek Samsung berwarna hitam. Terduga pelaku beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Satres Narkoba Polresta Deli Serdang untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. “Penegakan hukum akan terus kami laksanakan secara tegas, terukur, dan berkesinambungan di seluruh wilayah hukum Polresta Deli Serdang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu memerangi bahaya narkotika, dengan berani menyampaikan laporan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan masing-masing. “Sinergi erat antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Deli Serdang yang aman, tertib, dan sepenuhnya bersih dari narkoba,” tegas Kapolresta.

Polres Klungkung Gelar Upacara Perabuan Dinas Purnawirawan AKBP (Purn) I Gusti Made Karyana

KLUNGKUNG || Jejak-indonesia.id -  Polres Klungkung melaksanakan Upacara Perabuan Dinas sebagai penghormatan terakhir kepada Purnawirawan AKBP (Purn) I Gusti Made Karyana yang berlangsung di Krematorium Punduk Dawa, Desa Pesinggahan Tengah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (2/8).

Upacara dipimpin oleh Kompol I Wayan Sujana, S.H., M.M. selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh personel Polres Klungkung dan Polsek banjarangkan , keluarga almarhum, serta para pelayat. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan institusi Polri atas jasa dan pengabdian almarhum selama mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menyampaikan bahwa upacara perabuan dinas merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terakhir dari Negara dan Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada anggota Polri, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, atas dedikasi, jasa, dan pengabdiannya selama menjalankan tugas.

“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, keluarga besar Polda Bali dan Polres Klungkung, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Purnawirawan AKBP (Purn) I Gusti Made Karyana. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ungkap Inspektur Upacara.

Mewakili keluarga, pihak keluarga almarhum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Polres Klungkung, atas penghormatan yang diberikan melalui pelaksanaan upacara perabuan dinas. Keluarga juga memohon maaf apabila semasa pengabdian almarhum terdapat kekhilafan maupun kekurangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Upacara perabuan dinas berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa hormat sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum kepada institusi Polri, bangsa, dan negara.

Agus Flores Desak Kapolri, agar Dirkrimsus Polda Kalteng Diganti

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah. Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan Ditreskrimsus karena dinilai belum optimal dalam menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat, khususnya terkait dugaan aktivitas tambang ilegal.

Menurut Agus Flores, masih banyak pengaduan masyarakat yang belum mendapatkan tindak lanjut. Ia juga mengaku menerima masukan dari sejumlah jurnalis yang menilai komunikasi dengan Ditreskrimsus kurang responsif, termasuk ketika dilakukan konfirmasi melalui sambungan telepon.

"Kalau memang banyak laporan masyarakat yang menumpuk dan belum ditindaklanjuti, tentu harus menjadi bahan evaluasi. Penegakan hukum harus berjalan cepat, profesional, dan terbuka kepada masyarakat," ujar Agus Flores. Minggu, (2/8/2026).

Ia menilai penanganan persoalan tambang ilegal merupakan salah satu tugas penting Ditreskrimsus. Karena itu, menurutnya, diperlukan peran yang lebih aktif agar persoalan tersebut tidak terus berlarut.

Agus juga berpendapat bahwa arahan Kapolda Kalimantan Tengah agar setiap keluhan masyarakat ditindaklanjuti harus menjadi perhatian seluruh jajaran. Menurutnya, setiap anggota Polri wajib mendukung kebijakan pimpinan, sejalan dengan program Kapolri serta agenda pemerintah dalam penegakan hukum dan perlindungan lingkungan.

Selain itu, Agus menyoroti penanganan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia berpendapat Ditreskrimsus semestinya memiliki peran lebih aktif dalam mendukung upaya tersebut bersama satuan kerja lainnya.

Atas dasar itu, Agus Flores mendorong agar dilakukan evaluasi terhadap pimpinan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah. Menurutnya, apabila hasil evaluasi menunjukkan kinerja belum optimal, maka pergantian pejabat dapat dipertimbangkan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.

"Polri memiliki banyak perwira yang berprestasi dan profesional. Evaluasi jabatan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Agus Flores.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Agus Flores sebagai narasumber dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi terkait dalam rangka meningkatkan pelayanan, respons terhadap laporan masyarakat, serta efektivitas penegakan hukum di wilayah Kalimantan Tengah.

Nelayan Pasuruan Hilang Terseret Ombak Besar di Pantai Penunggul

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Sugianto (44), warga Dusun Sawahan, Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahunya akibat hantaman ombak besar di perairan Pantai Penunggul, Sabtu (1/8/2026) malam.

Peristiwa naas bermula saat korban berangkat melaut bersama dua rekannya, Misnajin (76) dan Saiful Bahri (37), sekitar pukul 16.30 WIB. Seiring memburuknya kondisi cuaca di tengah laut, ketiganya sepakat berbalik arah menuju daratan sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketika posisi perahu berada sekitar 1,5 kilometer dari bibir pantai, cuaca semakin ekstrem disertai tiupan angin kencang. Gelombang besar tiba-tiba menghantam perahu, hingga membuat Sugianto terlempar ke dalam laut.

Saiful Bahri selaku rekan di lokasi kejadian segera berupaya menolong dengan melemparkan ban pelampung. Namun sayang, sebelum korban sempat meraihnya, gulungan ombak besar berikutnya datang kembali dan menyeret Sugianto hingga lenyap dari pandangan.

“Sempat melemparkan ban pelampung, namun sebelum ia sempat memegangnya ombak besar kembali menghantam. Ia pun terseret dan tak terlihat lagi,” ujar Saiful pada Minggu (2/8/2026) dini hari.

Setelah melakukan pencarian mandiri selama sepuluh menit tanpa hasil, kedua rekan korban kembali ke daratan dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib sekitar pukul 22.30 WIB.

Aipda Laswanto, Kasubnit Lidik Satpolairud Polres Pasuruan, membenarkan laporan tersebut. Ia menyebutkan tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Polsek Nguling, Ditpolairud Polda Jatim, BPBD, Basarnas, beserta para nelayan setempat segera diterjunkan untuk melakukan penyisiran di kawasan sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan.

TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan untuk Dukung Produksi Kedelai Nasional

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - TNI AL bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot produksi kedelai untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam memperkuat persediaan kedelai nasional.

Kali ini, TNI AL bersama Pemda dan petani memperluas pengelolaan lahan pertanian kedelai seluas 1.200 hektare yang dikelola oleh 55 kelompok tani di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo.

Secara simbolis penanaman dilakukan di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jumat (31/7/2026). Dihadiri Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forkopimda.

Brigjen Suwandi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

"Kedelai merupakan komoditas strategis, sehingga peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi komitmen bersama melalui sinergi pemerintah, TNI AL, dunia usaha, akademisi, dan para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor," ujar dia.

Dalam kegiatan ini, disalurkan bantuan berupa 60.000 kg (60 ton) benih kedelai unggul bagi 55 kelompok tani untuk ditanam di lahan seluas 1.200 hektare, serta bantuan 10 paket Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Bantuan benih kedelai tersebut terbagi menjadi dua varietas, yakni varietas Grobogan 44.250 kg (44,25 ton), dan varietas Baluran 15.750 kg (15,75 ton).

"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat," tambah Suwandi.

Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Salah satu komoditas yang terus menunjukkan tren positif adalah kedelai.

Pada 2024, luas tanam kedelai di Banyuwangi mencapai 3.040 hektare dengan produksi 6.153 ton. Setahun kemudian, pada 2025 meningkat menjadi 3.917 hektare dengan produksi 7.932 ton.

Hingga 29 Juli 2026, luas panen telah mencapai 793 hektare dengan produksi sementara 1.586 ton dan masih akan terus bertambah seiring musim tanam yang berlangsung.

"Dengan kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah, TNI AL, petani, serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis produktivitas kedelai di Banyuwangi akan terus meningkat sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional," kata Mujiono.

Selain peningkatan hasil panen di tingkat hulu, Pemkab Banyuwangi dan TNI AL juga berkomitmen memperkuat ekosistem hilir.

Pemda bersama Lanal Banyuwangi, kata Wabup, akan mengintervensi tata niaga pascapanen untuk mencegah praktik ijon/tengkulak agar harga di tingkat petani tetap stabil dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa penyaluran paket sembako serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kodaeral Tahun 2026. (*)

error: Content is protected !!