Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2026

Pembacokan Berdarah Gegara Tarik Kendaraan! Polisi Tetapkan Debt Collector Jadi Tersangka, Satu Pelaku Masih Buron

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Misteri di balik aksi pembacokan yang menimpa dua petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, mulai terungkap. Polisi memastikan insiden berdarah tersebut dipicu perselisihan saat proses penarikan sebuah kendaraan yang diduga menunggak pembayaran, yang melibatkan dua orang debt collector (DC).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan itu bukan merupakan kejahatan yang telah direncanakan sebelumnya. Peristiwa bermula dari cekcok di lokasi penarikan kendaraan yang kemudian memanas hingga berujung pada aksi pembacokan terhadap dua korban.

"Motifnya sesaat. Berawal dari cekcok di sebuah tempat saat ada penarikan kendaraan yang tertunggak. Dari situ kemudian terjadi gesekan hingga berujung pada tindak kekerasan terhadap korban," ujar AKBP David Manurung.

Meski motif utama telah diketahui, polisi masih menutup rapat detail kronologi maupun identitas pemilik kendaraan karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan. Penyidik memilih fokus menyelesaikan seluruh rangkaian pembuktian sebelum mengungkap secara utuh fakta-fakta perkara tersebut.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah menetapkan seorang pria berinisial S sebagai tersangka dan langsung menahannya. Sementara satu pelaku lainnya berinisial P telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini masih diburu aparat kepolisian.

Penetapan kedua pelaku didasarkan pada alat bukti yang dinilai cukup, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam rangkaian kejadian di lokasi. Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya perkembangan baru apabila ditemukan alat bukti tambahan selama proses penyidikan berlangsung.

AKBP David menyebutkan proses pemberkasan perkara telah mencapai sekitar 80 persen. Penyidik menargetkan berkas perkara dapat segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk memasuki tahap pertama pada pekan berikutnya.

"Sudah saya cek, berkas perkara sekitar 80 persen. Mudah-mudahan minggu depan kami bisa berkoordinasi dengan kejaksaan untuk tahap satu," jelasnya.

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan pelaku lain, penyidik masih melakukan pendalaman. Hingga saat ini, baru dua orang yang dinilai memenuhi unsur pembuktian untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena memperlihatkan bagaimana perselisihan saat proses penarikan kendaraan dapat berubah menjadi tindak pidana kekerasan yang membahayakan nyawa. Polisi memastikan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron terus dilakukan dan berkomitmen menuntaskan perkara hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ngaku Jadi Korban Begal, Uang Perusahaan Justru Diduga Ludes untuk Trading Kripto, Rekayasa Laporan Palsu Dibongkar Satreskrim Polresta Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi melalui Tim URC Macan Blambangan berhasil mengungkap dugaan rekayasa laporan tindak pidana begal yang sempat menghebohkan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan secara mendalam, laporan yang dibuat oleh seorang pria berinisial SM (34) ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

SM yang diketahui bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan tambak udang sebelumnya melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa dirinya menjadi korban pembegalan oleh dua orang tidak dikenal. Dalam laporannya, ia mengaku dihentikan di tengah perjalanan, diancam menggunakan senjata tajam, kemudian uang perusahaan yang dibawanya senilai sekitar Rp29,8 juta dirampas pelaku.

Namun, penyelidikan yang dilakukan Tim URC Macan Blambangan menemukan sejumlah kejanggalan. Berbekal metode Scientific Crime Investigation (SCI) yang dipadukan dengan audit finansial, analisis forensik digital, pemeriksaan rekaman CCTV, hingga pendalaman terhadap transaksi elektronik, penyidik berhasil mengungkap bahwa peristiwa begal tersebut diduga tidak pernah terjadi. Berdasarkan hasil penyelidikan, dana perusahaan tersebut diduga telah digunakan untuk aktivitas trading aset kripto hingga akhirnya mengalami kerugian.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi, S.I.K., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditangani secara profesional dengan mengedepankan pembuktian ilmiah.

"Setiap laporan yang diterima kepolisian kami tindak lanjuti secara serius. Dalam perkara ini, penyidik bekerja berdasarkan fakta, alat bukti, serta hasil Scientific Crime Investigation sehingga dapat diketahui bahwa laporan yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya."

Menurutnya, penggunaan teknologi digital forensik menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara yang berkaitan dengan transaksi elektronik maupun keuangan.

"Jejak digital tidak mudah dihilangkan. Dari analisis perangkat elektronik, alur transaksi keuangan, hingga keterangan saksi, seluruhnya saling menguatkan sehingga konstruksi perkara dapat terungkap secara objektif."

Kompol Lanang juga mengingatkan masyarakat agar tidak pernah membuat laporan palsu kepada aparat penegak hukum.

"Laporan palsu bukan hanya menghambat proses penegakan hukum, tetapi juga menyita waktu, tenaga, dan anggaran negara yang seharusnya diprioritaskan untuk menangani perkara yang benar-benar terjadi."

Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi Ipda Azmal Rahadian Hasbiallah, S.H., menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat tim dalam mengumpulkan fakta di lapangan.

"Tim melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta menganalisis aktivitas digital yang berkaitan dengan pelapor. Dari seluruh rangkaian penyelidikan, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian antara laporan dengan fakta."

Ia menambahkan bahwa setiap detail diperiksa secara menyeluruh sehingga penyidik memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang sebenarnya.

"Kami mengedepankan penyelidikan berbasis bukti. Ketika seluruh data dikombinasikan, fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara jelas."

Ipda Azmal juga mengapresiasi kerja sama seluruh personel Tim URC Macan Blambangan dalam mengungkap perkara tersebut.

"Kecepatan respon harus selalu diimbangi dengan ketelitian dalam pembuktian. Prinsip kami adalah bekerja profesional, objektif, dan akuntabel."

Satreskrim Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk selalu menyampaikan informasi yang benar ketika membuat laporan kepada kepolisian. Kejujuran pelapor sangat penting agar aparat dapat segera memberikan perlindungan dan penanganan secara tepat kepada korban tindak pidana yang sesungguhnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kecanggihan teknologi investigasi, analisis transaksi keuangan, dan forensik digital kini menjadi instrumen penting dalam mengungkap berbagai bentuk tindak pidana, termasuk dugaan rekayasa laporan kriminal. Hasil penyelidikan menunjukkan dugaan bahwa laporan pembegalan tersebut tidak terbukti dan uang perusahaan diduga telah habis digunakan untuk aktivitas trading kripto.

Kapolsek Situbondo Kota Lepas Ratusan Siswa Gerak Jalan HUT RI Ke-81, Tekankan Disiplin Dan Nasionalisme

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mewarnai pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat SD. Kegiatan secara resmi dilepas dan diberangkatkan oleh Kapolsek Situbondo Kota, Iptu Mardi Hartoyo, S.H., dari garis start di depan Pendopo Kabupaten Situbondo.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian HUT RI ke-81 yang bertujuan menanamkan nilai disiplin, kekompakan, dan semangat nasionalisme kepada para pelajar sejak usia dini. Acara berlangsung di Alun-alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu siang (5/8/2026).

Didampingi panitia penyelenggara, Iptu Mardi Hartoyo, S.H. mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perlombaan. Sebelum peserta diberangkatkan, ia memberikan arahan agar seluruh siswa tetap disiplin, menjaga kekompakan, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

Rute gerak jalan dimulai dari kawasan Alun-alun depan Pendopo Kabupaten Situbondo, kemudian melintasi Jalan Cendrawasih, Jalan Plaosa, Jalan PB. Sudirman, dan Jalan lainnya, sebelum akhirnya finis di depan Masjid Al Abror yang berada di sebelah barat Alun-alun Situbondo. Sepanjang rute, ribuan warga dan orang tua siswa memadati sisi jalan untuk memberikan dukungan dan menyemangati para peserta.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Situbondo Kota gabungan Polres Situbondo bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang rute guna mengatur arus lalu lintas, mengamankan peserta, serta memastikan pelaksanaan lomba gerak jalan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Situbondo tidak hanya menggelar lomba gerak jalan tingkat SD, tetapi juga akan dilanjutkan dengan gerak jalan tingkat SMP dan SMA/sederajat sebagai bagian dari kegiatan bulan kemerdekaan.

Saat diwawancarai awak media Jejak Indonesia, Kapolsek Situbondo Kota menegaskan bahwa gerak jalan bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan memiliki rasa cinta terhadap Tanah Air.

"Adik-adik adalah penerus bangsa. Melalui gerak jalan ini kita latih kekompakan, kesehatan, dan semangat juang seperti para pahlawan dahulu. Jaga ketertiban dan keselamatan selama di jalan," ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus meningkatkan pembinaan kedisiplinan bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat. Menurutnya, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tertib, dan taat aturan, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif di Kabupaten Situbondo.

Iptu Mardi Hartoyo, S.H. berharap momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi sarana menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, dan kedisiplinan kepada generasi muda sebagai bekal membangun masa depan bangsa.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Situbondo agar seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Semoga semangat perjuangan para pahlawan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai Tanah Air," pungkas Kapolsek Situbondo Kota, Iptu Mardi Hartoyo, S.H. (Wan)

Komisi V DPR Panggil Kemenhub dan Pihak Terkait Bahas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Menyoroti Lemahnya Pengawasan Keselamatan Pelayaran Nasional

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menjadwalkan pemanggilan terhadap Kementerian Perhubungan beserta sejumlah pihak terkait pada 19 Agustus 2026. Langkah ini diambil guna menelaah secara mendalam insiden kebakaran kapal penyeberangan KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026).

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dalam keterangannya kepada awak media menegaskan bahwa musibah ini menjadi cerminan nyata lemahnya pengawasan terhadap aspek keselamatan pelayaran di Indonesia. Menurutnya, tanggung jawab atas kelayakan dan izin pelayaran kapal sepenuhnya berada di tangan pemerintah.

"Kita berharap peristiwa yang telah terjadi ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, terutama bagi pemerintah yang memegang otoritas penuh. Keputusan apakah sebuah kapal layak berlayar atau tidak, sepenuhnya merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah," ujar Lasarus.

Ia pun mengingatkan bahwa serangkaian kecelakaan pelayaran yang berulang selama ini merupakan bukti nyata belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan. Hal ini, kata dia, berkolerasi erat dengan belum terpenuhinya alokasi anggaran yang memadai untuk pelaksanaan pemeriksaan kelayakan kapal sebelum berlayar atau ramp check.

Pemanggilan pada tanggal 19 Agustus nanti tidak hanya ditujukan kepada Kementerian Perhubungan. Komisi V juga akan memanggil Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), serta para pengusaha dan penyedia jasa pelayaran terkait. Seluruh pihak diminta hadir untuk memberikan keterangan secara transparan guna mendalami fakta di balik musibah, sekaligus meminta pelaksanaan investigasi yang menyeluruh dan objektif.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang turun langsung meninjau proses evakuasi di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. Ia memastikan penanganan korban berjalan secara optimal didukung oleh berbagai elemen.

"Proses investigasi akan segera digelar untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menimpa kapal ini," tegas Menhub Dudy.

Penanganan insiden dan evakuasi penumpang dipimpin langsung oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Kemenhub senantiasa menjalin koordinasi erat dengan pemerintah daerah Madura, tim SAR gabungan, jajaran TNI dan Polri, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, hingga pengelola kapal.

Menteri Perhubungan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo beserta seluruh unsur Forkopimda di wilayah Madura. "Sinergi yang terjalin antar wilayah ini sangat berharga guna mempercepat upaya penyelamatan serta menjamin rasa aman bagi masyarakat," tutupnya.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli Dialogis dan Himbauan Keselamatan bagi Nelayan di Pelabuhan Muncar

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga keamanan perairan serta meningkatkan keselamatan para nelayan, anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan himbauan kepada masyarakat nelayan di kawasan Dermaga Pelabuhan Muncar, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.22 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, dengan personel pelaksana Aipda I Wayan Wedhana, Kanit Polairud Unit Selatan.

Dalam patroli tersebut, petugas berdialog langsung dengan para nelayan untuk menyampaikan berbagai pesan kamtibmas sekaligus mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

Petugas mengimbau agar setiap nelayan selalu melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan pelayaran, seperti life jacket (jaket pelampung) maupun ring buoy (pelampung cincin). Selain itu, nelayan juga diminta untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca sedang buruk atau angin bertiup kencang, demi menghindari risiko kecelakaan di laut.

Selain memberikan edukasi mengenai keselamatan berlayar, kehadiran personel Satpolairud juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat nelayan yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Muncar.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu langkah preventif kepolisian untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di laut.

"Dengan adanya patroli dan himbauan secara rutin, diharapkan masyarakat nelayan semakin disiplin dalam menerapkan standar keselamatan berlayar serta turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Banyuwangi," ujarnya.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di sekitar Pelabuhan Muncar tetap aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Berdasarkan kondisi cuaca saat pelaksanaan patroli, langit terpantau cerah, air laut dalam kondisi surut, angin bertiup cukup kencang, dan gelombang relatif landai, sehingga masyarakat nelayan tetap diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

error: Content is protected !!