Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2026

Polda Babel Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Terkait Perkara 53 Ton Pasir Timah Ilegal Di Belitung

BANGKA BELITUNG || Jejak-indonesia.id - Polda Bangka Belitung mengimbau publik untuk tidak beropini terkait pengamanan 53 ton lebih pasir timah ilegal yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Babel di Kabupaten Belitung.

Polda Babel berharap publik tidak menarik kesimpulan berdasarkan keterangan ataupun informasi dari sumber yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Kami dari Kepolisian mengimbau publik untuk tidak membangun kesimpulan maupun opini yang berkembang dari sumber manapun terkait perkara yang sedang ditangani oleh Ditreskrimsus," kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso, Rabu (5/7/26) di Mapolda.

Agus menegaskan bahwa proses penegakkan hukum dalam penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan trasparan demi terwujudnya kepastian hukum.

Oleh karenanya, ia meminta masyarakat agar dapat menunggu informasi secara resmi dari Kepolisian.

"Kami dari Kepolisian tentunya tetap berkomitmen bahwa penegakkan hukum ini dilakukan secara profesional, prosedural, proporsional, transparan dan akuntabel dalam menindaklanjuti kasus ini," tegasnya.

"Jadi kami mohon masyarakat untuk bisa menunggu sekaligus memonitor dan mengawal proses hukum yang sedang dilakukan. Penyidik saat ini sedang bekerja untuk segera mengungkap dan membuat terang suatu peristiwa perkara dugaan tindak pidana," sambungnya.

Sementara itu, dari informasi yang diterima bahwa penyidik Polda Babel saat ini telah meningkatkan status perkara tersebut ke proses penyidikan setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.

Selain itu, Polisi juga telah mengamankan sebanyak 3 orang yang diduga sebagai tersangka dan tetap melakukan pengejaran terhadap 2 orang terduga pelaku lainnya dalam perkara ini.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polda Babel bersama Satbrimob dan Polres Belitung dikabarkan berhasil mengamankan sebanyak kurang lebih 53 ton pasir timah ilegal disebuah rumah di Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Dalam proses pengungkapan dan penegakan hukum tindak pidana pertambangan khususnya timah di wilayah Provinsi Babel, Polda Babel akan selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak manapun dalam menerima dan menyikapi setiap informasi dari masyarakat termasuk Satlap Tricakti yang mempunyai misi yang sama dalam pencegahan penyelundupan timah dari Bangka Belitung.

Sepekan Dilantik Langsung Tancap Gas, JMSI Banyuwangi Ajak Pengusaha Media Lokal Naik Kelas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (Pengcab JMSI) Banyuwangi, Jawa Timur, mulai tancap gas.

Baru sepekan dilantik, Pengcab JMSI Banyuwangi mulai memperkenalkan organisasi perkumpulan para pengusaha media soal manfaat bergabung dengan JMSI.

Soal ini diulas oleh Ketua dan Sekretaris Pengcab JMSI Banyuwangi ketika menjadi tamu talkshow di Radio Suara Banyuwangi, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dipandu oleh Rendra Prasetyo, Ketua Pengcab JMSI Banyuwangi Subahrodin Yusuf menjelaskan bahwa organisasi yang anyar di Bumi Blambangan ini terbuka untuk siapa pun.

Termasuk Radio Suara Banyuwangi jika memiliki portal website dan dikelola dengan aturan Dewan Pers dipersilahkan bergabung dengan JMSI Banyuwangi.

"Syarat wajibnya harus berbadan hukum pers, silahkan mendaftar sebagai anggota JMSI," papar pria yang disapa Udin.

JMSI Banyuwangi merupakan organisasi perkumpulan perusahaan pers yang terbilang baru di Kabupaten Banyuwangi sehingga masih banyak yang mempersepsikan dengan organisasi profesi.

"JMSI Banyuwangi tidak sama dengan PWI, AJI maupun IJTI. JMSI adalah organisasi perusahaan pers, kalau PWI, AJI dan IJTI merupakan organisasi profesi yang mengatur tentang personal wartawannya," ulasnya didampingi Sekretaris JMSI Banyuwangi Dedi Jumhardiyanto.

Tetapi anggota PWI maupun organisasi prosesi wartawan lainnya jika memiliki perusahaan media bisa bergabung ke JMSI Banyuwangi.

Untuk itu, kata Dedi Jumhardiyanto, JMSI menjadi wadah para pemilik perusahaan untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan sama-sama membesarkan perusahaan secara tepat dan benar.

"Lewat JMSI kita bisa berbagi, kadang ada informasi di pusat yang bisa kita dapat lewat organisasi ini. Arus informasi itu sangat bagus untuk mendorong perkembangan pengusaha media di daerah," paparnya.

JMSI Banyuwangi bahkan siap berkolaborasi dengan siapa pun dan pihak manapun. Baik dengan lembaga, instansi swasta maupun pemerintahan.

"Misi JMSI jelas, siap berkolaborasi untuk perkembangan investasi dan pembangunan, baik di daerah maupun pusat," tandas Dedi.(***)

Terjang Hujan Demi Jembatan Harapan: Kodim 0825 Banyuwangi Tuntaskan 87 % Jembatan Garuda Gumukcandi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Guyuran hujan yang mengguyur Dusun Gumukcandi, Desa Songgon, sejak pagi hari tak sedikit pun menyurutkan semangat jajaran TNI dan warga untuk terus mengejar rampungnya pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0825/Banyuwangi. Rabu (05/08/2026) pukul 07.00 WIB, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, turun langsung memimpin dan mendampingi jalannya karya bakti lanjutan tersebut bersama Pelda Arief selaku Bati TNI staf Kodim 0825/Banyuwangi, seorang konsultan teknis, serta kekuatan gabungan dari Koramil 0825/12 Rogojampi, Koramil 0825/13 Singojuruh, dan Koramil 0825/14 Kabat. Sinergi ini kian kokoh dengan turut sertanya delapan tukang dan pembantu tukang, serta 20 warga Dusun Gumukcandi yang bahu-membahu di tengah derasnya hujan.

Jembatan yang membentang di ketinggian 6 meter dari permukaan air dengan panjang 8 meter dan lebar 4 meter ini terus dikebut penyelesaiannya. Hari ini, fokus pekerjaan diarahkan pada lima titik krusial: pemasangan pondasi sayap, penyetrekan batu pondasi dan sayap jembatan, perakitan besi tulangan, pengecoran pagar jembatan, hingga peninggian urugan sayap jembatan. Progres pembangunan pun kini menembus angka 87 persen, menandakan jembatan penghubung vital ini sudah berada di ambang penyelesaian.

Kepada awak media, Kapten Kav Andoko menegaskan bahwa hujan bukan alasan untuk mengendurkan komitmen. "Cuaca boleh hujan, tapi semangat pengabdian kami tidak boleh surut. Jembatan Garuda ini bukan sekadar konstruksi beton dan besi, melainkan jembatan harapan bagi masyarakat Gumukcandi menuju kehidupan yang lebih mudah dan sejahtera. Kami dari TNI akan terus mengawal hingga tuntas 100 persen," tegasnya penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa capaian 87 persen hari ini adalah buah kerja keras kolaboratif yang tidak akan berhenti sebelum manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Kehadiran Jembatan Garuda kelak akan menjadi urat nadi baru bagi warga Dusun Gumukcandi dalam menjalankan roda kehidupan sehari-hari, mulai dari akses menuju pasar tradisional, layanan kesehatan di Puskesmas, sarana pendidikan, hingga jalur distribusi hasil pertanian kebun rakyat ke pusat kota. Hingga kegiatan usai, seluruh rangkaian karya bakti dilaporkan berjalan tertib, lancar, dan aman meski diguyur hujan sepanjang pengerjaan. Manunggalnya TNI bersama warga di Gumukcandi ini sekali lagi membuktikan bahwa semangat pengabdian sejati tak pernah padam oleh cuaca, melainkan justru semakin membara demi kesejahteraan rakyat.

~Kodim Banyuwangi semakin produktif,

#Produktif,
#Bhirawaanoraga.

Peringati HUT RI ke-81, Aksi Donor Darah Pegawai Lapas Banyuwangi Bantu Amankan Stok PMI

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar aksi sosial donor darah. Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung pada Rabu (5/8) ini dipusatkan langsung di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi.

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap sesama, sekaligus membantu mengamankan ketersediaan stok darah di wilayah Banyuwangi menjelang momen peringatan hari kemerdekaan.

Aksi donor darah tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh puluhan pegawai Lapas Banyuwangi beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Banyuwangi. Sejak pagi, para petugas dan jajaran DWP tampak memadati lokasi untuk menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darahnya.

Kalapas Banyuwangi, Solichin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan komitmen jajaran Lapas Banyuwangi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

"Semangat kemerdekaan tidak hanya kita maknai dengan perayaan, tetapi juga dengan berbagi kehidupan. Melalui setetes darah yang disumbangkan oleh para pegawai dan jajaran Dharma Wanita hari ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat yang sedang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit," ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Lapas Banyuwangi dan PMI Kabupaten Banyuwangi telah terjalin dengan sangat baik. Mengingat kebutuhan akan pasokan darah di PMI terus berjalan setiap hari, partisipasi aktif dari instansi pemerintah diharapkan mampu menopang ketersediaan kantong darah agar tetap aman.

Sementara itu, pihak PMI Kabupaten Banyuwangi menyambut positif dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Lapas Banyuwangi. Pasokan kantong darah hasil dari aksi sosial ini dipastikan akan sangat membantu menjaga stabilitas stok darah daerah, khususnya untuk penanganan pasien darurat maupun penderita penyakit yang membutuhkan transfusi secara berkala.

Asesor UNESCO Apresiasi Komitmen Banyuwangi Menjaga Standar Pengelolaan Geopark Ijen

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dua asesor UNESCO Global Geopark (UGG), Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, memulai proses revalidasi Geopark Ijen, 3-6 Agustus 2026. Keduanya mengapresiasi komitmen Banyuwangi dalam menjaga kualitas pengelolaan Geopark Ijen sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.

Revalidasi tahun 2026 menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. Evaluasi ini merupakan proses wajib yang dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional.

Hasil revalidasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card apabila memenuhi seluruh standar, Yellow Card jika diperlukan perbaikan dalam kurun dua tahun, atau Red Card apabila status UNESCO Global Geopark dicabut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kunjungan dua asesor UNESCO merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mengembangkan Geopark Ijen secara berkelanjutan.

Sejak memperoleh pengakuan UNESCO pada 2023, kata Ipuk, pengelolaan Geopark Ijen terus diperkuat bersama pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan melalui tiga pilar utama, yakni edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

"Pengelolaan ekosistem UGG Ijen dilakukan mengintegrasikan alam, budaya, dan masyarakat dalam satu kesatuan yang berkelanjutan," kata Ipuk, Selasa (4/8/2026).

Selama proses penilaian, kedua asesor mengunjungi sejumlah geosite dan lokasi pendukung pengelolaan geopark. Pada hari pertama, mereka meninjau Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren, serta sejumlah sentra ekonomi kreatif di Banyuwangi, Senin (3/8/2026).

Memasuki hari kedua asesmen dilanjutkan ke kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang di Grajagan yang menjadi bagian dari bentang alam dan ekosistem Geopark Ijen, Selasa (4/8/2026).

Sebelumnya, kedua asesor disambut dalam acara welcoming dinner di Pendopo Sabha Swagata pada Minggu malam (2/8/2026). Acara tersebut juga dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid beserta jajaran, serta perwakilan Bappenas dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dr. Andreas Schüller mengaku terkesan dengan panorama alam Banyuwangi yang ia nikmati selama perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Banyuwangi.

"Kami mendapatkan gambaran awal tentang wilayah Anda yang sangat luar biasa ini. Pemandangan yang indah, ladang-ladang, tanaman, perkebunan kopi, dan di balik awan, dalam remang-remang kami bisa melihat beberapa gunung besar," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi pengelolaan Geopark Ijen sejak memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 2023. Menurutnya, Banyuwangi telah menunjukkan kualitas pengelolaan yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.

Andreas menilai pemerintah daerah memahami bahwa geopark tidak hanya berfungsi melindungi warisan geologi yang memiliki nilai internasional, tetapi juga mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

"Geopark bukan hanya tentang geologi, tetapi juga tentang masyarakat, di mana masyarakat menjadi aktornya. Saya melihat komitmen yang kuat dari Ibu Bupati dan seluruh pihak dalam hal ini. Itu adalah awal yang sempurna dalam misi evaluasi ini," katanya. (*)

error: Content is protected !!