Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2026

Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau

DELISERDANG || Jejak-indonesia.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang mengamankan dua orang pria berinisial MEL (33), warga Gang Family II Desa Bandar Kalipah Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang yg selama ini berdomisili di Pagar Merbau dan inisial REB (20) warga Dusun 1 Desa Pagar Merbau I Kec. Pagar Merbau Kab. Deli Serdang dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis shabu hari Senin (03/08/2026)

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Ferry Kusnadi,SH, MH menyampaikan, pengungkapan tersebut berawal pada hari Senin 03 Agustus 2026 sekira pukul 20.00 wib bahwa masyarakat menginformasikan adanya seorang laki-laki yang sering mengedarkan Narkotika jenis Sabu atau sebagai pemasok narkotika jenis sabu di kawasan Dusun IV Desa Pagar Merbau I dan Desa lainnya di Kec. Pagar Merbau Kab. Deli Serdang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Subnit II Unit II Satresnarkoba Polresta Deli Serdang segera melakukan penyelidikan ke lokasi dan daerah peredaran Narkotika jenis Sabu yg diduga dilakukan oleh terduga pelaku di maksud dan sekira pukul 21.00 wib personil tiba di lokasi dan melihat ciri-ciri pelaku sesuai yang di informasikan oleh masyarakat.

Selanjutnya, personil Sat Resnarkoba melakukan tindakan mengamankan pelaku yang dimaksud berada di depan teras sebuah rumah sedang duduk.

Dari hasil penggeledahan pelaku MEL disita barang bukti berupa 1 plastik klip transparan yang berisikan sabu dengan berat bruto 24,76 gram dan 1 lembar tisu yang berada di kantong saku celana sebelah kanan pelaku saat itu,
Selanjutnya di lokasi yang sama petugas kembali berhasil mengamankan pelaku REB (20) dan padanya ditemukan barang bukti narkoba jenis shabu sebanyak 1 plastik berat bruto 0,97 gram, timbangan elektrik, 1 plastik blok kosong ukuran sedang, 1 sekop shabu dari pipa plastik.

Kemudian petugas melakukan interogasi yang diakui tersangka bahwa narkotika tersebut miliknya yang dibeli dari seseorang dan akan di edarkan di kec. Pagar Merbau

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Ferry Kusnadi, SH, MH menyampaikan bahwa Polresta Deli Serdang akan terus memerangi peredaran narkoba dan akan menindak tegas bagi pelaku yang masih melakukan penyalahgunaan narkoba.

"Polresta Deli Serdang berkomitmen untuk terus melakukan penindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan kami juga mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi guna menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba," ungkapnya.

Keterbatasan Bukan Hambatan, Lapas Tabanan Sulap Area Sempit Jadi Peternakan Produktif

TABANAN || Jejak-indonesia.id – Keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan untuk terus menghadirkan pembinaan yang inovatif dan produktif. Memanfaatkan area brandgang sebagai sarana peternakan ayam petelur, Lapas Tabanan berhasil mengembangkan program pembinaan kemandirian yang memberikan keterampilan bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan internal, Selasa (04/08).

Berbekal pelatihan yang telah diberikan sebelumnya, Warga Binaan kini mengelola peternakan yang telah berjalan kurang lebih selama delapan bulan. Meski memanfaatkan area yang terbatas, sebanyak 114 ekor ayam petelur dipelihara secara rutin dan mampu menghasilkan rata-rata 90 butir telur setiap hari. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kegiatan tata boga pada program kegiatan kerja, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas Lapas.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa keterbatasan luas lahan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dalam menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan.

"Lapas Tabanan memang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, namun hal tersebut tidak menghalangi kami untuk terus berinovasi. Peternakan ayam petelur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan internal. Kami ingin setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal demi menciptakan pembinaan yang semakin berkualitas," ujar Prawira.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan peternakan, Made, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan tersebut. "Saya belajar bagaimana merawat ayam petelur dengan baik agar menghasilkan telur yang berkualitas. Pengalaman ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya kembangkan nanti setelah bebas, bahkan dimulai dari skala kecil di rumah," ungkapnya.

Melalui optimalisasi area brandgang menjadi sarana peternakan produktif, Lapas Tabanan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk terus berinovasi. Program ini menjadi wujud nyata pembinaan yang tidak hanya membangun kemandirian Warga Binaan, tetapi juga menghadirkan manfaat berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin berdampak bagi masyarakat.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan

Perkuat Soliditas Antarpetugas, Lapas Tabanan Gelar Jalan Sehat Bersama

TABANAN || Jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus membangun budaya kerja yang sehat, solid, dan kolaboratif melalui kegiatan jalan sehat yang diikuti seluruh jajaran petugas, Jumat (31/07). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kebugaran fisik sebagai modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, kegiatan diawali dari halaman depan Lapas kemudian menempuh rute mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Tabanan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pegawai, tetapi juga ditopang oleh kondisi fisik yang prima serta hubungan kerja yang harmonis antarpetugas.

"Jalan sehat ini bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat soliditas seluruh jajaran. Ketika kesehatan terjaga dan komunikasi antartim terbangun dengan baik, pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat pun akan berjalan semakin optimal," ujar Prawira.

Salah seorang petugas, Wirna Permata, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan antarrekan kerja di lingkungan Lapas.
"Kegiatan seperti ini membuat kami lebih rileks setelah menjalani rutinitas pekerjaan. Selain tubuh menjadi lebih segar, kami juga memiliki kesempatan untuk mempererat kebersamaan sehingga suasana kerja terasa semakin nyaman dan kompak," ungkapnya.

Lewat jalan sehat yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Tabanan berkomitmen membangun lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif. Semangat kebersamaan yang terus dipupuk diharapkan mampu memperkuat profesionalisme jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan maupun masyarakat.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan.

Polda Bali Perkuat Kemitraan Keamanan Internasional Bersama JOPP Team Kedutaan Besar Inggris

BALI || Jejak-indonesia.id - Polda Bali menerima kunjungan The Joint Overseas Protect and Prepare (JOPP) Team Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan internasional dalam mendukung keamanan serta menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan kondusif.

JOPP Team yang dipimpin Protect & Prepare Indonesia Coordinator, Mr. Thomas Beverley, diterima Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I.,didampingi Pejabat Utama Polda Bali. Pertemuan berlangsung sebagai forum mempererat koordinasi dan bertukar pengalaman di bidang keamanan.

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda Bali menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya kamera pengawas (CCTV), dalam mendukung pencegahan dan pengungkapan tindak kejahatan. Polda Bali juga mendorong pengembangan sistem CCTV yang lebih terintegrasi guna meningkatkan efektivitas pemantauan situasi kamtibmas.

Selain itu, Wakapolda Bali memaparkan rencana pengembangan sistem CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata dan pelaku usaha. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mempercepat respons, serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Sementara itu, Mr. Thomas Beverley menyampaikan apresiasi atas komitmen Polda Bali dalam mengembangkan sistem keamanan berbasis teknologi. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan kerja sama dengan Polri khususnya Polda Bali dan akan mengoordinasikan rencana tersebut dengan pihak terkait di Inggris sebagai peluang kolaborasi di bidang keamanan.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi guna mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif serta menjaga kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap Bali.

Demi Objektivitas, Personel Terkait Kasus Widi Nurcahyono Dinonjobkan

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Polres Pasuruan mengambil langkah tegas dan terukur demi menjamin proses penegakan hukum berjalan secara murni, menyeluruh, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Anggota yang terlibat dalam penanganan kasus meninggalnya Widi Nurcahyono telah ditarik dari tempat tugasnya dan dinonjobkan sementara waktu.

Kepala Seksi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan perintah langsung dari Kapolres Pasuruan sebagai wujud nyata komitmen transparansi dan keadilan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan keterbukaan kepada publik, anggota Reskrim Polsek Beji yang berkaitan dengan perkara ini telah dipindahkan ke Polres Pasuruan dan dinonjobkan selama proses pemeriksaan berlangsung," ujar Iptu Joko Suseno.

Ia menegaskan, status nonjob ini sama sekali bukanlah sebuah putusan kesalahan, melainkan mekanisme prosedural yang ditempuh guna memastikan penyelidikan berjalan tanpa hambatan maupun pengaruh dari pihak mana pun.

"Kapolres Pasuruan telah membentuk Tim Khusus Internal untuk mengusut segala kejadian secara mendalam. Seluruh personel yang ada kaitannya dengan kejadian ini sudah dimintai keterangan guna mengungkap fakta secara utuh dan lengkap," tambahnya.

Polres Pasuruan juga menegaskan akan menindak tegas setiap temuan pelanggaran yang terungkap nantinya. Sanksi akan dijatuhkan sesuai dengan Ketentuan Disiplin Anggota Polri, Kode Etik Profesi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen penuh mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila terbukti ada pelanggaran, tidak ada kompromi dan semuanya akan diproses sesuai aturan yang berlaku," tegas Joko.

Di sisi lain, Polres Pasuruan menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pihak kepolisian menegaskan akan menjaga integritas setiap langkah penanganan perkara guna memelihara kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

error: Content is protected !!