Closing soon Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Ketua DPD LPKSM PATROLI Kota Palembang Apresiasi Kejari Palembang dalam Pengusutan Dugaan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan APBD-P 2025

DPD LPKSM PATROLI Kota Palembang mengapresiasi langkah Kejari Palembang yang bekerja secara profesional dalam mengungkap dugaan korupsi pemeliharaan lampu jalan.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/universitas-palangka-raya-perkuat-sdm-polri-lewat-pusat-studi-kepolisian/

PALEMBANG || Jejak-indonesia.id – Ketua DPD LPKSM PATROLI Kota Palembang, Ustadz Pandu Saputra, menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang atas keseriusan dan komitmennya dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pemeliharaan lampu jalan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.

Menurut Ustadz Pandu Saputra, langkah Kejari Palembang yang telah melakukan penggeledahan, menyita sejumlah dokumen dan barang bukti, serta memeriksa sedikitnya 23 orang saksi menunjukkan komitmen penegakan hukum yang patut diapresiasi.

"Kami dari DPD LPKSM PATROLI Kota Palembang mengapresiasi langkah Kejari Palembang yang bekerja secara profesional dalam mengungkap dugaan korupsi pemeliharaan lampu jalan. Proses hukum harus berjalan transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum semakin meningkat," ujar Ustadz Pandu Saputra, Kamis (6/8/2026).

Ia menegaskan bahwa dana yang digunakan dalam proyek tersebut berasal dari uang rakyat, sehingga setiap penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara harus diusut secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami berharap penyidik dapat mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya, mengumpulkan alat bukti secara maksimal, dan apabila nantinya ditemukan pihak yang bertanggung jawab, maka harus diproses sesuai hukum tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun," tegasnya.

Seperti diketahui, Kejari Palembang tengah menyidik dugaan korupsi kegiatan pemeliharaan lampu jalan pada Dinas Perhubungan Kota Palembang yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Proyek tersebut mencakup sejumlah paket pekerjaan di berbagai lokasi di Kota Palembang.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah melakukan penggeledahan pada 29 Juni 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Kota Palembang dan rumah seorang saksi berinisial D di kawasan Perumahan OPI, Jakabaring. Dari kegiatan tersebut, penyidik mengamankan berbagai dokumen, satu boks berkas, satu koper, serta dua unit monitor komputer yang diduga berkaitan dengan perkara.

Selain itu, hingga akhir Juli 2026, penyidik telah memeriksa sedikitnya 23 orang saksi, yang terdiri atas ASN Dinas Perhubungan, mantan Kepala Dinas Perhubungan Agus Supriyanto, anggota DPRD Kota Palembang, Sekretaris DPRD, para lurah, pihak swasta, hingga pihak ketiga yang diduga mengetahui pelaksanaan proyek tersebut.

Hingga saat ini, Kejari Palembang masih melanjutkan proses penyidikan dan belum menetapkan tersangka. Penyidik menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur tindak pidana korupsi.

Ustadz Pandu Saputra berharap proses hukum dapat terus berjalan secara independen dan tuntas, sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi efek jera bagi siapa pun yang menyalahgunakan anggaran negara.

Pewarta: Ustadz Pandu Saputra
DPD LPKSM PATROLI Kota Palembang

Universitas Palangka Raya Perkuat SDM Polri Lewat Pusat Studi Kepolisian

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian merupakan strategi Polri dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.

 

https://jejak-indonesia.id/2026/08/menhan-ri-tiba-di-pekanbaru-kodam-xix-tuanku-tambusai-kawal-kunjungan-ke-dua-yonif-teritorial-pembangunan/

 

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Polri terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya yang telah dibentuk pada 10 Maret 2026. Memasuki fase operasionalisasi, pusat studi tersebut diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi untuk menghasilkan riset, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Penguatan tersebut dibahas dalam pertemuan strategis Tim Asistensi Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri yang terdiri atas Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Barito Mulyo Ratmono, M.Si., bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhammartha, serta jajaran Universitas Palangka Raya yang dihadiri Prof. Bayu Rama selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Ir. Herry, M.P. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Fransisco, S.H., LL.M. selaku Ketua Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya, dan Andika Wijaya, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum.

Forum tersebut menandai tahapan baru pengembangan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya. Fokus pembahasan bergeser dari pembentukan kelembagaan menuju implementasi program melalui penyusunan roadmap riset, pengembangan Police Science, penguatan pendidikan kepolisian, publikasi ilmiah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.

Agenda riset juga diarahkan pada isu-isu strategis seperti transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, manajemen bencana, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian merupakan strategi Polri dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.

“Polri membutuhkan kehadiran kampus, begitu juga kampus membutuhkan ruang implementasi bagi hasil risetnya. Pusat Studi Kepolisian menjadi titik temu keduanya. Di sinilah ilmu pengetahuan bertemu pengalaman lapangan untuk melahirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, tantangan kepolisian berkembang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, kejahatan siber, perubahan iklim, hingga dinamika sosial menuntut Polri memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan analisis, dan mengembangkan inovasi.

“Pusat Studi Kepolisian adalah ruang untuk membangun polisi yang cerdas. Hasil penelitian tidak boleh berhenti menjadi karya akademik, tetapi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan, pengembangan model pemolisian, dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Reformasi Polri harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan,” tegas Wakapolri.

Penguatan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya merupakan bagian dari pengembangan jejaring nasional yang terus diperluas Polri. Hingga Agustus 2026, Polri telah menjalin 79 Nota Kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 kerja sama telah ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan menghasilkan 54 Pusat Studi Kepolisian, termasuk Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri.

Jejaring tersebut dibangun sebagai ekosistem nasional Police Science yang menghubungkan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan praktisi kepolisian. Setiap Pusat Studi Kepolisian didorong mengembangkan keunggulan sesuai karakteristik daerah, kemudian saling berbagi hasil riset, inovasi, dan praktik terbaik agar dapat diterapkan secara lebih luas dalam mendukung tugas kepolisian.

Bagi Polri, penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian bukan sekadar memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik kepolisian. Melalui jejaring ini, Polri ingin memastikan setiap hasil riset dapat diterjemahkan menjadi inovasi, model pemolisian, dan rekomendasi kebijakan yang menjawab tantangan nyata di lapangan.

Pusat Studi Kepolisian juga menjadi instrumen pengembangan Police Science yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan personel Polri dalam satu ruang kolaborasi. Dari ruang inilah diharapkan lahir gagasan baru untuk memperkuat transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia Polri.

Melalui penguatan jejaring yang kini telah mencakup 79 Nota Kesepahaman (MoU), 38 Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 54 Pusat Studi Kepolisian, Polri menegaskan bahwa reformasi kelembagaan tidak hanya dibangun melalui regulasi dan teknologi, tetapi juga melalui budaya riset, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Tujuannya adalah menghadirkan personel Polri yang tidak hanya profesional dalam bertugas, tetapi juga mampu berpikir kritis, menghasilkan solusi, dan mengambil keputusan berbasis ilmu pengetahuan untuk memberikan pelayanan yang semakin efektif kepada masyarakat

Menhan RI Tiba di Pekanbaru, Kodam XIX Tuanku Tambusai Kawal Kunjungan ke Dua Yonif Teritorial Pembangunan

Agenda kunjungan meninjau pembangunan Yonif TP 952/Imam Bulqin dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti, sekaligus melihat kesiapan satuan sebagai bagian dari penguatan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di wilayah Kodam XIX Tuanku Tambusai.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/polrestabes-medan-ungkap-716-kasus-kejahatan-jalanan-dan-hasil-operasi-pekat-toba-2026-906-tersangka-diamankan/

PEKANBARU || Jejak-indonesia.id – Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menyambut langsung kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026). Kedatangan Menteri Pertahanan tersebut merupakan awal rangkaian kunjungan kerja ke Yonif TP 952/Imam Bulqin di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Lipat Kain, Kabupaten Kampar, yang berada di jajaran Kodam XIX Tuanku Tambusai.

Menteri Pertahanan RI tiba di Lanud Roesmin Nurjadin pada pukul 09.41 WIB bersama rombongan yang terdiri atas Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, pejabat utama Kementerian Pertahanan, serta awak media nasional.

Kehadiran rombongan disambut Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Irdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono mewakili Danrem 031/Wira Bima, Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji, serta para pejabat utama Lanud Roesmin Nurjadin.

Setelah prosesi penyambutan dan menerima penghormatan militer, Menteri Pertahanan RI bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi kunjungan dengan didampingi Pangdam XIX Tuanku Tambusai.

Agenda kunjungan kerja tersebut dijadwalkan meninjau pembangunan Yonif TP 952/Imam Bulqin dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti, sekaligus melihat kesiapan satuan sebagai bagian dari penguatan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di wilayah Kodam XIX Tuanku Tambusai.

Kunjungan kerja ini menjadi wujud komitmen Kementerian Pertahanan dalam mendukung pembangunan kekuatan pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan melalui pembentukan satuan teritorial pembangunan yang profesional, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa mendatang
(pendam19)

Polrestabes Medan Ungkap 716 Kasus Kejahatan Jalanan dan Hasil Operasi Pekat Toba 2026, 906 Tersangka Diamankan

Premanisme: 89 kasus diungkap dengan 107 tersangka, disita barang bukti berupa uang tunai, senjata tajam, kwitansi/karcis parkir liar, hingga kendaraan motor.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/polrestabes-medan-terima-audiensi-dpc-angkatan-muda-sisingamangaraja-xii-perkuat-sinergitas-jaga-kamtibmas/

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus kejahatan jalanan (street crime) serta hasil Operasi Pekat Toba 2026 di Aula Satreskrim Lt. II Polrestabes Medan, Selasa (04/08/2026) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., didampingin para PJU dan Kapolsek terbaik dalam penindakan kejahatan jalanan.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa jajarannya berhasil menguak sebanyak 716 kasus kejahatan jalanan yang meliputi Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dan Pencurian Kendaraan Motor (Curanmor) dengan total 906 tersangka.

"Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen tegas Polrestabes Medan beserta seluruh Polsek jajaran dalam menindak spektrum kejahatan jalanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Medan," ujar Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Berdasarkan pemetaan wilayah, Kecamatan Percut Sei Tuan yang berada di bawah wilayah hukum Polsek Medan Tembung menjadi area dengan tingkat penindakan tertinggi untuk ketiga kategori kejahatan jalanan tersebut, yakni 18 kasus Curas (25 tersangka), 105 kasus Curat (110 tersangka), dan 35 kasus Curanmor (33 tersangka).

"Terhadap para pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan, kami telah melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap 57 tersangka, serta mengamankan 14 orang tersangka berstatus residivis," tegasnya.

Selain kejahatan jalanan, Polrestabes Medan juga memaparkan keberhasilan Operasi Pekat Toba 2026 yang berlangsung selama 21 hari, terhitung sejak 13 Juli hingga 02 Agustus 2026. Dalam operasi pekat tersebut, sebanyak 181 kasus dengan 233 tersangka berhasil diungkap, melampaui Target Operasi (TO) yang telah ditetapkan.

Adapun rincian penindakan Operasi Pekat Toba 2026 meliputi:

Premanisme: 89 kasus diungkap dengan 107 tersangka, disita barang bukti berupa uang tunai, senjata tajam, kwitansi/karcis parkir liar, hingga kendaraan motor.

Perjudian: 21 kasus diungkap dengan 53 tersangka (proses sidik), disita komputer, mesin tembak ikan, gadget, serta kartu/domino.

Minuman Keras: 65 kasus dengan 65 orang (proses pembinaan), disita sebanyak 1.260 botol miras berbagai merek.

Prostitusi & Pornografi: 6 kasus diungkap dengan 8 tersangka (proses sidik).

Kombes Pol Jean Calvijn menambahkan, efektivitas pengungkapan kasus tindak pidana yang disidik pada Operasi Pekat Toba 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Di antara kasus menonjol yang berhasil dibongkar selama Operasi Pekat Toba 2026 yaitu pengungkapan kasus pornografi berupa penjualan konten video mesum melalui aplikasi MiChat seharga Rp50.000 di sebuah indekost wilayah Medan Tembung dengan tersangka berinisial BI alias Z. Selain itu, petugas juga membongkar praktek prostitusi berkedok tempat urut/lulur di kawasan Pulo Brayan Kota, Medan Barat, dengan tersangka RM.

Menutup keterangannya, Polrestabes Medan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila melihat atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya masing-masing.

Polrestabes Medan Terima Audiensi DPC Angkatan Muda Sisingamangaraja XII, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

DPC AMS XII dan mengapresiasi inisiatif jalinan komunikasi tersebut untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian dan organisasi kepemudaan.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/patroli-humanis-satgas-kepolisian-ops-damai-cartenz-di-puncak-jaya-pererat-kedekatan-dengan-masyarakat/

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Angkatan Muda Sisingamangaraja (AMS) XII Kota Medan di Lobby Utama Polrestabes Medan, Selasa (04/08/2026).

Dalam penerimaan audiensi tersebut, Kapolrestabes Medan didampingi Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., beserta jajaran personel Sat Intelkam. Kunjungan rombongan DPC AMS XII Kota Medan dipimpin langsung oleh Ketua Simson Sinambela, didampingi Sekretaris Amri Tanjung, Bendahara Ling Chen, Ketua OKK Monang Purba, Tim Bidang Hukum Sandika, S.H., dan Rendi Akbar, S.H., M.H., serta Ketua SAPMA Sumut Lukas Sinambela dan Sekretaris SAPMA Viky.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Medan menyambut hangat kedatangan pengurus DPC AMS XII dan mengapresiasi inisiatif jalinan komunikasi tersebut untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian dan organisasi kepemudaan.

"Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan pengurus DPC Angkatan Muda Sisingamangaraja XII Kota Medan. Pertemuan ini menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergitas yang kokoh antara jajaran kepolisian dan elemen pemuda," ujar Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Lebih lanjut, Kapolrestabes Medan menekankan pentingnya peran aktif organisasi kemasyarakatan dan pemuda dalam menjaga kondusivitas iklim keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Medan.

"Polrestabes Medan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kami berharap AMS XII dapat terus menjadi mitra strategis Polri dalam mendukung program-program kepolisian, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta menjaga iklim Kota Medan agar tetap aman dan kondusif," ucapnya.

error: Content is protected !!