Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2026

Patroli Humanis Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Puncak Jaya Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz guna menjaga stabilitas keamanan di Papua.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/kabag-ops-polresta-serang-kota-pimpin-apel-pengecekan-kendaraan-pastikan-kesiapan-patroli-dan-himbauan-masyarakat/

PUNCAK JAYA || Jejak-indonesia.id – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Papua. Melalui patroli jalan kaki yang dipadukan dengan kegiatan sosial, personel Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Ops Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya menyambangi masyarakat di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (4/8/2026).

Selain memastikan kondisi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Satgas juga melaksanakan berbagai kegiatan humanis seperti berbincang santai bersama warga, menyapa masyarakat yang sedang beraktivitas, membagikan gula-gula kepada anak-anak, hingga ikut membantu memanen hasil kebun milik warga. Suasana penuh keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Distrik Muara. Salah seorang warga setempat, Mama Samuel mengaku senang dengan kehadiran personel Satgas yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berbaur dengan masyarakat.

“Kami senang karena bapak-bapak polisi datang menyapa kami, bermain dengan anak-anak, memberi gula-gula, bahkan ikut membantu memanen hasil kebun. Kehadiran mereka membuat kami merasa dekat dan tidak sungkan untuk berkomunikasi. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan karena masyarakat merasa diperhatikan," ujar Mama Samuel.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz guna menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kami meyakini bahwa keamanan yang berkelanjutan dapat terwujud apabila dibangun melalui kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel kami dorong untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung," ujar Kaops.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa patroli dialogis dan kegiatan sosial akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai wilayah operasi sebagai bagian dari strategi preventif dalam menjaga keamanan.

“Patroli humanis merupakan sarana untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendengar secara langsung aspirasi warga. Sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Papua," kata Wakaops.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Distrik Muara terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, sementara patroli yang dipadukan dengan kegiatan humanis mendapat respons positif dari warga. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat di wilayah Papua.

Kabag Ops Polresta Serang Kota Pimpin Apel Pengecekan Kendaraan Pastikan Kesiapan Patroli dan Himbauan Masyarakat

Kegiatan apel pengecekan kendaraan publik address berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Polresta Serang Kota berkomitmen menjaga kesiapan sarana dan prasarana operasional guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian

https://jejak-indonesia.id/2026/08/polda-sumut-bongkar-sindikat-scamming-internasional-di-apartemen-medan-korban-rugi-rp67-miliar/

SERANG || Jejak-indonesia.id - Kabag Ops Polresta Serang Kota Kompol. Andi Suherman, S.H., M.M., memimpin kegiatan apel pengecekan kendaraan dinas publik address Polresta Serang Kota dan Polsek jajaran, bertempat di halaman Polresta Serang Kota pada Kamis, 06/08/2026.

Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan operasional kendaraan dinas dalam mendukung pelaksanaan patroli serta penyampaian himbauan kepada masyarakat melalui perangkat pengeras suara yang terdapat pada kendaraan publik address.

Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap fungsi sirine dan pengeras suara untuk memastikan seluruh perangkat masih berfungsi dengan baik sesuai ketentuan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kondisi kendaraan mulai dari kebersihan kendaraan, kelayakan jalan, kondisi ban, air radiator, air wiper, aki, serta komponen pendukung lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Perencanaan, Kabag Logistik, Kasat Samapta, Ka SPKT, Kasi Propam, Kasi Humas, serta personel yang bertanggung jawab mengawaki kendaraan patroli publik address.

Kabag Ops Polresta Serang Kota Kompol. Andi Suherman, mengatakan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kendaraan dinas dalam kondisi siap digunakan dalam kegiatan patroli maupun kegiatan sambang masyarakat.

“Dengan adanya kendaraan publik address yang siap operasional, setiap himbauan dari Polresta Serang Kota dapat tersampaikan kepada masyarakat, baik saat melaksanakan patroli maupun saat berada di jalan raya, sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., menekankan agar kendaraan publik address dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan dan himbauan kepada masyarakat.

“Kendaraan publik address harus selalu dalam kondisi siap digunakan, sehingga kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli dan penyampaian himbauan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Kapolresta.

Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh staf Logistik Polresta Serang Kota, secara umum kondisi kendaraan dinas publik address masih dalam keadaan baik dan seluruh perangkat berfungsi dengan normal. Adapun hasil temuan hanya terdapat beberapa kendaraan yang perlu dilakukan pembersihan karena kondisi kendaraan masih berdebu.

Kegiatan apel pengecekan kendaraan publik address berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Polresta Serang Kota berkomitmen menjaga kesiapan sarana dan prasarana operasional guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta hubungi Call Center 110 jika membutuhkan kehadiran Personel Kepolisian gratis benas Pulsa. Tutup Kabag Ops Kompol Andi Suherman.

Humas

Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Aksi tersebut berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026. Karena belum menemukan target yang sesuai di Indonesia, para pelaku kemudian memperluas sasaran ke India.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/kpk-geledah-kediaman-mantan-pj-wali-kota-bengkulu-empat-koper-berkas-dibawa-ke-jakarta/

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara membongkar jaringan penipuan daring (online scamming) berskala internasional yang beroperasi di salah satu unit Apartemen di Medan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial FM sebagai tersangka yang diduga berperan sebagai salah satu otak sindikat tersebut.

Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Bayu Wicaksono, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026). Dari lokasi penggerebekan, penyidik menyita dua unit mobil mewah yang diduga berasal dari hasil kejahatan, satu unit sepeda motor, sejumlah telepon genggam berbagai merek, laptop, serta perangkat komunikasi lain yang digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya.

"Jaringan penipuan online ini merupakan jaringan internasional. Pelaku dan rekan-rekannya pernah bekerja di Kamboja hampir satu tahun dan selama di sana juga melakukan aksi online scamming," kata Bayu saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Kamis (6/8/2026).

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan lima orang. Selain FM yang telah ditetapkan sebagai tersangka, turut diamankan dua warga negara Pakistan, seorang warga negara India, serta seorang perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Mereka masing-masing berinisial Tiara, Mujahid, Ayub Zain, dan Karandeb Singh.

Menurut Bayu, seluruhnya diketahui pernah tinggal dan menjalankan aktivitas penipuan daring di Kamboja sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing pada akhir 2025. Pada Februari 2026, mereka kembali berkomunikasi dan sepakat berkumpul di Kota Medan untuk melanjutkan aktivitas kejahatan tersebut.

"Modus operandi mereka berbeda-beda. Khusus FM berperan sebagai petugas OJK, sedangkan yang lain berpura-pura menjadi anggota kepolisian dan petugas Kominfo," ujarnya.

Selain menjalankan modus penipuan dengan mengaku sebagai aparat dan pejabat pemerintah, sindikat ini juga melakukan love scamming untuk mencari calon korban. Para pelaku membuat akun Facebook menggunakan identitas perempuan guna membangun hubungan dan memperoleh kepercayaan target.

"Mereka membuat akun Facebook seolah-olah seorang perempuan untuk berteman dengan calon korbannya," ujar Bayu.

Aksi tersebut berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026. Karena belum menemukan target yang sesuai di Indonesia, para pelaku kemudian memperluas sasaran ke India.

Polda Sumut menduga terdapat sejumlah korban di India yang menjadi sasaran sindikat tersebut. Untuk itu, penyidik akan berkoordinasi dengan Konsulat India dan Konsulat Kamboja guna menindaklanjuti dugaan tindak pidana lintas negara tersebut.

Sementara itu, korban yang dapat diproses berdasarkan yurisdiksi hukum Indonesia adalah seorang perempuan berinisial Bunga (nama samaran), warga Kalimantan, yang mengalami kerugian hingga Rp6,7 miliar.

Dalam menjalankan aksinya, FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menyampaikan bahwa korban sedang dipantau kepolisian terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"FM mengaku sebagai petugas OJK dan mengatakan korban sedang dipantau polisi terkait TPPU. Setelah itu, rekan FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dan petugas Kominfo. Karena panik, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap hingga total Rp6,7 miliar," jelas Bayu.

Bayu mengungkapkan, korban sempat tidak menyadari dirinya menjadi sasaran penipuan. Bahkan ketika penyidik mencoba menghubungi korban saat proses penyelidikan, informasi tersebut justru diteruskan kepada para pelaku karena korban telanjur mempercayai mereka.

"Saat penyelidikan, korban sempat kami hubungi. Namun pesan kami diteruskan kepada tersangka karena korban sangat percaya. Setelah pelaku berhasil diamankan, barulah kasus ini dapat diungkap," katanya.

Terkait tiga warga negara asing yang turut diamankan, Bayu menjelaskan bahwa ketiganya masih berstatus sebagai saksi. Hal itu karena dugaan tindak pidana yang melibatkan mereka berkaitan dengan korban di India dan Kamboja sehingga berada di luar yurisdiksi penegakan hukum Indonesia.

Penyidik masih terus mendalami jaringan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dan aliran dana hasil kejahatan yang diduga melibatkan lintas negara.

KPK Geledah Kediaman Mantan Pj Wali Kota Bengkulu, Empat Koper Berkas Dibawa ke Jakarta

Proses penggeledahan berlangsung selama kurang lebih lima jam dan disaksikan langsung oleh Arif Gunadi beserta istrinya.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/polres-probolinggo-kota-ungkap-kasus-pembunuhan-manusia-silver-dua-tersangka-diamankan/

BENGKULU || Jejak-indonesia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan penggeledahan di kediaman pribadi Arif Gunadi, mantan Penjabat Wali Kota Bengkulu yang kini menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, di wilayah Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Rabu (5/8/2026) malam.

Proses penggeledahan berlangsung selama kurang lebih lima jam dan disaksikan langsung oleh Arif Gunadi beserta istrinya. Ketua RW 04 Kecamatan Gading Cempaka, Sugeng Suharto, membenarkan kehadiran tim penyidik yang dilengkapi surat tugas resmi.

“Benar itu tim dari KPK, mereka membawa surat tugas lengkap. Dari lokasi ini disita berkas-berkas penting yang dimasukkan ke dalam empat koper serta satu kardus,” ungkap Sugeng pada Kamis dini hari.

Seluruh barang bukti yang diamankan selanjutnya dibawa tim penyidik ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini merupakan rangkaian pemeriksaan yang tengah digulirkan KPK di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Sebelumnya, pada Senin (3/8/2026), tim juga telah menggeledah kediaman Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, dan menyita uang tunai senilai Rp4 miliar. Noprisman kemudian dipanggil dan diperiksa di kantor KPK Jakarta yang dimulai pukul 09.02 WIB.

“NOP tiba di Gedung Merah Putih KPK dan langsung menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Seluruh langkah hukum ini diambil dalam rangka mengusut secara tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Demi Kelancaran Penegakan Hukum, Tiga Penyidik Polsek Beji Ditarik dan Dinonjobkan Sementara

Polres Pasuruan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung akan menjadi dasar utama penentuan langkah selanjutnya

https://jejak-indonesia.id/2026/08/perselisihan-keluarga-berujung-pembacokan-di-pasar-ikan-kota-pasuruan-satu-orang-luka-parah/

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Polres Pasuruan mengambil langkah terukur dengan memindahkan serta menonaktifkan sementara tiga penyidik dari Polsek Beji. Kebijakan ini ditempuh guna menjamin proses pemeriksaan internal berjalan lancar, efektif, serta bebas dari segala bentuk hambatan, terkait kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya seorang warga pasca penangkapan di wilayah Kecamatan Beji.

Langkah administratif ini ditegaskan bukanlah bentuk putusan sanksi, melainkan upaya murni guna memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi Tim Internal dan Divisi Propam untuk mengusut perkara secara mendalam, objektif, dan profesional.

“Sebagai wujud nyata komitmen transparansi kepada masyarakat, anggota Reskrim Polsek Beji yang terlibat dalam penanganan perkara telah ditarik ke lingkungan Polres Pasuruan dan dinonjobkan selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah ini diambil agar penelusuran fakta dapat berjalan dengan murni, profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Pelaksana Harian Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno.

Ia menambahkan, arahan langsung Kapolres Pasuruan telah dilaksanakan sepenuhnya, di mana tim khusus terus bekerja menelusuri setiap rangkaian kejadian. “Seluruh personel yang berkaitan dengan penanganan perkara telah dimintai keterangan secara rinci, demi mengungkap fakta yang utuh dan sesungguhnya,” tegasnya.

Polres Pasuruan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung akan menjadi dasar utama penentuan langkah selanjutnya. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi, hingga dugaan tindak pidana, penindakan akan dilakukan tegas dan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian pun memohon dukungan dan pengertian dari seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang yang kondusif bagi tim pemeriksa. Hal ini agar setiap keputusan yang diambil kelak benar-benar lahir dari penelusuran fakta yang cermat dan sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

error: Content is protected !!