We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Duta Genre Dan Siswa/i Yayasan Sultan Iskandar Muda Medan Ikuti Sosialisasi Paham IRET Dan NVE

Brigpol M. Siddiq S.H mengajak para peserta untuk dapat menyebar luaskan Informasi tentang pencegahan Radikalisme kepada keluarga, teman - teman di tempat tinggalnya masing-masing, agar tercipta lingkungan yang aman, damai, bebas dari pengaruh Radikalisme serta Kekerasan, karena lingkup pelajar

https://jejak-indonesia.id/2026/08/jember-marching-carnival-2026-digelar-kapolres-jember-akbp-alaiddin-imbau-masyarakat-utamakan-keamanan-dan-ketertiban/

 

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Sosialisasi Kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Radikalisme serta Kekerasan di kalangan pelajar saat ini hadir di tengah - tengah 40 ( empat puluh ) finalis Duta Genre Kota Medan dan 85 ( delapan puluh lima ) siswa/i Yayasan Sultan Iskandar Muda, Rabu, 05 Agustus 2026 sekira pukul 09.10 s.d 12.15 wib di Auditorium Bung Karno Yayasan Sultan Iskandar Muda Jl. Sunggal Gg. Bakul Kota Medan.

Kehadiran Tim Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri yang di awaki Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H.,M.H, Brigpol M. Siddiq, S.H dan Briptu Fitrah di sambut Kepala Bidang DP3APMP2KB Kota Medan, Kepala Yayasan Sultan Iskandar Muda Finche Kusmanto M.Psi, para Guru dan staf Yayasan Sultan Iskandar Muda.

Dalam paparannya Brigpol M. Siddiq S.H mengajak para peserta untuk dapat menyebar luaskan Informasi tentang pencegahan Radikalisme kepada keluarga, teman - teman di tempat tinggalnya masing-masing, agar tercipta lingkungan yang aman, damai, bebas dari pengaruh Radikalisme serta Kekerasan, karena lingkup pelajar sangat rentan di masuki pengaruh Radikalisme, salah satu contoh seperti kejadian di sebuah SMA Negeri di jakarta jika kita sama - sama mendengar beberapa waktu lalu pernah ada kejadian Bom meledak, hal itu jelas akibat pengaruh dari paham Radikalisme yang merasuk dunia pelajar, maka dari itu gunakan ITE dari handphone nya dengan baik dan benar, jangan mudah percaya dengan berita Hoax di media sosial, jangan terpengaruh dengan ujaran kebencian, harus bijak menggunakan handphone nya, ajak Siddiq.

Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri berharap kiranya seluruh peserta di Yayasan Sultan Iskandar Muda ini dapat menjaga dirinya dari pengaruh Paham IRET dan NVE, dari beberapa kejadian yang timbul bisa di jadikan tolak ukur dan evaluasi betapa pentingnya membentengi diri dari Paham IRET dan NVE.,

Jember Marching Carnival 2026 Digelar, Kapolres Jember AKBP Alaiddin Imbau Masyarakat Utamakan Keamanan dan Ketertiban

Kapolres meminta masyarakat tidak mengabaikan aspek keamanan rumah ketika hendak berangkat menuju lokasi parade. Masyarakat diharapkan memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/dari-mako-hingga-jalan-raya-kapolresta-banyuwangi-hadir-menjaga-kenyamanan-dan-keselamatan-warga-2/

 

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Gelaran Jember Marching Carnival (JMC) Street Parade menjadi salah satu momentum yang dinantikan masyarakat Jember. Seiring dengan tingginya antusiasme warga untuk menyaksikan parade, Polres Jember mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak hanya menikmati rangkaian pertunjukan, tetapi juga ikut menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan bersama.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, kepadatan lalu lintas, kehilangan barang maupun anak terpisah dari orang tua yang dapat terjadi ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar di sepanjang jalur parade.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H. mengajak masyarakat menjadikan kegiatan Jember Marching Carnival sebagai momentum hiburan sekaligus ruang kebersamaan yang berlangsung aman dan tertib.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang akan menyaksikan Jember Marching Carnival untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan seluruh pintu dan jendela sudah terkunci dengan baik, serta kompor dan instalasi listrik dalam kondisi aman,” imbau AKBP Alaiddin. Jum'at (7/8)

Kapolres meminta masyarakat tidak mengabaikan aspek keamanan rumah ketika hendak berangkat menuju lokasi parade. Masyarakat diharapkan memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan.

Langkah sederhana seperti mengunci pintu dan jendela, memastikan kompor telah dimatikan serta memeriksa peralatan listrik dinilai penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pemilik rumah berada di luar.

Selain keamanan rumah, perhatian juga diberikan terhadap mobilitas masyarakat menuju lokasi kegiatan.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan pengunjung, sejumlah ruas jalan berpotensi mengalami kepadatan. Karena itu, masyarakat pengguna kendaraan diimbau mengatur waktu perjalanan, memperhatikan kondisi lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan.

“Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan, kami mengimbau agar menghindari titik-titik yang mengalami kepadatan, menggunakan rute alternatif dan memanfaatkan lokasi parkir yang sudah disediakan. Setelah memarkir kendaraan, pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan jangan meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan,” ujar Kapolres.

Imbauan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun persoalan lalu lintas yang dapat mengurangi kenyamanan masyarakat selama menikmati parade.

Keramaian dalam kegiatan besar juga menjadi perhatian khusus Polres Jember, terutama terhadap keselamatan anak-anak.

Kapolres meminta orang tua atau anggota keluarga yang membawa anak agar memberikan pengawasan secara lebih intensif. Anak-anak diharapkan tidak dibiarkan berjalan atau berpindah tempat sendirian di tengah kerumunan.

“Selama berada di lokasi kegiatan, kami mengingatkan masyarakat untuk menjaga barang bawaan dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak agar tidak terpisah dari orang tua maupun keluarganya. Mari kita bersama-sama menjaga Jember Marching Carnival agar berlangsung aman, tertib dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat,” tegas AKBP Alaiddin.

Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tentunya membutuhkan kesadaran bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Karena itu, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, tidak mengganggu jalannya parade, menggunakan fasilitas parkir yang tersedia serta menjaga barang-barang pribadi selama berada di lokasi.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta tetap menjaga ketertiban selama menyaksikan seluruh rangkaian JMC Street Parade.

Polres Jember turut mengingatkan masyarakat mengenai keberadaan layanan Polisi Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan kepolisian ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan petugas.

Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan, membutuhkan bantuan atau melihat situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Melalui imbauan tersebut, Polres Jember berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin menegaskan bahwa keamanan selama Jember Marching Carnival merupakan tanggung jawab bersama.

“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Masyarakat dapat menikmati acara dengan nyaman, sementara kami dari kepolisian akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pengamanan secara maksimal,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara kepolisian, panitia dan masyarakat, Jember Marching Carnival Street Parade diharapkan dapat berlangsung meriah tanpa mengesampingkan aspek keamanan, keselamatan dan ketertiban.

Dari Mako hingga Jalan Raya, Kapolresta Banyuwangi Hadir Menjaga Kenyamanan dan Keselamatan Warga

Kapolresta mendapati beberapa pengendara sepeda motor yang belum menggunakan helm. Alih-alih langsung melakukan tindakan represif, Kapolresta memilih memberikan teguran secara humanis disertai edukasi tentang pentingnya keselamatan berkendara.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/warga-binaan-lapas-banyuwangi-siap-meriahkan-hut-ri-ke-81-dengan-berbagai-perlombaan/

BANYUWANGI – Pelayanan kepolisian yang baik tidak hanya lahir dari kemampuan personel, tetapi juga dari lingkungan kerja yang bersih, disiplin, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat. Semangat inilah yang ditunjukkan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., saat melaksanakan pengecekan ke Polsek Banyuwangi Kota dan Polsek Kalipuro, Rabu (5/8/2026), dengan cara yang sederhana namun penuh makna, mengendarai Vespa.

Mengawali kegiatan sejak pagi, Kapolresta menyusuri setiap sudut markas untuk memastikan kebersihan lingkungan, kerapian ruang pelayanan, kesiapan personel, hingga kelengkapan sarana dan prasarana. Baginya, kantor polisi merupakan rumah pelayanan masyarakat yang harus selalu memberikan rasa nyaman, aman, dan kepercayaan bagi setiap warga yang datang.

“Markas yang bersih, tertata, dan nyaman akan menciptakan semangat kerja personel sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang mencari pelayanan kepolisian. Kebersihan adalah cerminan disiplin dan bentuk penghormatan kami kepada masyarakat yang kami layani,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kapolresta juga menyerahkan secara simbolis perlengkapan kebersihan kepada Polsek Banyuwangi Kota dan Polsek Kalipuro. Bantuan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pelayanan prima yang berkelanjutan.

Usai memastikan kesiapan internal, Kapolresta bersama jajaran melanjutkan kegiatan Commander Wish dengan turun langsung ke jalan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar memantau situasi kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum membangun kedekatan dengan warga.

Dalam patroli tersebut, Kapolresta mendapati beberapa pengendara sepeda motor yang belum menggunakan helm. Alih-alih langsung melakukan tindakan represif, Kapolresta memilih memberikan teguran secara humanis disertai edukasi tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Menurutnya, helm bukan sekadar pelengkap aturan, melainkan pelindung yang dapat menyelamatkan nyawa ketika kecelakaan terjadi.

“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan yang humanis. Helm bukan hanya untuk memenuhi aturan, tetapi merupakan pelindung utama yang dapat menyelamatkan nyawa saat terjadi kecelakaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm standar dan mematuhi setiap aturan lalu lintas,” tegasnya.

Bagi Polresta Banyuwangi, pelayanan bukan hanya tentang menerima laporan, melainkan juga hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan lingkungan kerja tetap layak, personel selalu siap melayani, sekaligus mengingatkan warga agar pulang ke rumah dengan selamat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polresta Banyuwangi terus meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, dan humanis. Dimulai dari markas yang bersih, pelayanan yang tulus, hingga kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di jalan raya, seluruh langkah itu dilakukan dengan satu tujuan: memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan bahwa Polri selalu hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.(*)

Dari Mako hingga Jalan Raya, Kapolresta Banyuwangi Hadir Menjaga Kenyamanan dan Keselamatan Warga

Kapolresta menyusuri setiap sudut markas untuk memastikan kebersihan lingkungan, kerapian ruang pelayanan, kesiapan personel, hingga kelengkapan sarana dan prasarana.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/warga-binaan-lapas-banyuwangi-siap-meriahkan-hut-ri-ke-81-dengan-berbagai-perlombaan/

 

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pelayanan kepolisian yang baik tidak hanya lahir dari kemampuan personel, tetapi juga dari lingkungan kerja yang bersih, disiplin, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat. Semangat inilah yang ditunjukkan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., saat melaksanakan pengecekan ke Polsek Banyuwangi Kota dan Polsek Kalipuro, Rabu (5/8/2026), dengan cara yang sederhana namun penuh makna, mengendarai Vespa.

Mengawali kegiatan sejak pagi, Kapolresta menyusuri setiap sudut markas untuk memastikan kebersihan lingkungan, kerapian ruang pelayanan, kesiapan personel, hingga kelengkapan sarana dan prasarana. Baginya, kantor polisi merupakan rumah pelayanan masyarakat yang harus selalu memberikan rasa nyaman, aman, dan kepercayaan bagi setiap warga yang datang.

“Markas yang bersih, tertata, dan nyaman akan menciptakan semangat kerja personel sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang mencari pelayanan kepolisian. Kebersihan adalah cerminan disiplin dan bentuk penghormatan kami kepada masyarakat yang kami layani,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kapolresta juga menyerahkan secara simbolis perlengkapan kebersihan kepada Polsek Banyuwangi Kota dan Polsek Kalipuro. Bantuan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pelayanan prima yang berkelanjutan.

Usai memastikan kesiapan internal, Kapolresta bersama jajaran melanjutkan kegiatan Commander Wish dengan turun langsung ke jalan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar memantau situasi kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum membangun kedekatan dengan warga.

Dalam patroli tersebut, Kapolresta mendapati beberapa pengendara sepeda motor yang belum menggunakan helm. Alih-alih langsung melakukan tindakan represif, Kapolresta memilih memberikan teguran secara humanis disertai edukasi tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Menurutnya, helm bukan sekadar pelengkap aturan, melainkan pelindung yang dapat menyelamatkan nyawa ketika kecelakaan terjadi.

“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan yang humanis. Helm bukan hanya untuk memenuhi aturan, tetapi merupakan pelindung utama yang dapat menyelamatkan nyawa saat terjadi kecelakaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm standar dan mematuhi setiap aturan lalu lintas,” tegasnya.

Bagi Polresta Banyuwangi, pelayanan bukan hanya tentang menerima laporan, melainkan juga hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan lingkungan kerja tetap layak, personel selalu siap melayani, sekaligus mengingatkan warga agar pulang ke rumah dengan selamat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polresta Banyuwangi terus meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, dan humanis. Dimulai dari markas yang bersih, pelayanan yang tulus, hingga kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di jalan raya, seluruh langkah itu dilakukan dengan satu tujuan: memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan bahwa Polri selalu hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.(*)

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Siap Meriahkan HUT RI ke 81 dengan Berbagai Perlombaan

Pembukaan perhelatan tahunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dan perwakilan warga binaan.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/sekda-karangasem-diperiksa-kejari-terkait-dugaan-korupsi-lpju-hias-rp308-miliar-penyidikan-masuki-tahap-hitung-kerugian-negara/

 

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi bersiap memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia melalui rangkaian kegiatan perlombaan. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Pekan Olahraga Seni dan Budaya (Porsenap) di Lapangan Blok Griya Blambangan, Lapas Banyuwangi, Jumat (7/8).

Pembukaan perhelatan tahunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dan perwakilan warga binaan. Prosesi pembukaan berlangsung khidmat sekaligus semarak, ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon ke udara.

Dalam amanatnya saat memimpin upacara, Kalapas Banyuwangi Solichin menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama penyelenggaraan perlombaan berlangsung.

"Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dari kegiatan ini. Mempererat tali persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta memupuk rasa nasionalisme di antara sesama warga binaan dan petugas adalah fondasi utama yang ingin kita bangun," tegas Solichin.

Solichin menjelaskan, Pekan Olahraga kali ini memertandingkan berbagai cabang olahraga, permainan tradisional, hingga ajang seni. Ragam perlombaan tersebut dirancang untuk memberikan ruang ekspresi positif serta hiburan bagi para warga binaan di tengah masa pembinaan.

Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimiliki secara optimal dan positif. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini diharapkan dapat mengasah potensi diri warga binaan di bidang olahraga maupun seni.

“Meriahkan kegiatan ini dengan minat dan bakat masing-masing dan laksanakan tertib,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung hingga puncak peringatan HUT RI ke-81, dengan pengawasan ketat dari petugas guna memastikan situasi pendaftaran dan jalannya kompetisi tetap aman, tertib, dan kondusif.

error: Content is protected !!