We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Pelayanan Berkelanjutan Polri, Pemulihan Pascabencana Padang Pariaman Fokus Kebutuhan Warga

Padang Pariaman || jejakindonesia.id — Polri terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman. Pada masa transisi pemulihan, Minggu, 4 Januari 2026, jajaran Polres Padang Pariaman melaksanakan kegiatan harian terpadu sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses wilayah, serta penyediaan air bersih bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Polri mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari personel Polres Padang Pariaman, Sat Brimobda Lampung BKO Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, serta BKO K9 Baharkam Polri. Seluruh personel bekerja secara terkoordinasi di sejumlah nagari terdampak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski dalam kondisi pascabencana.

Pada sektor logistik, Polri mengoperasikan dua unit Randurlap (kendaraan dapur lapangan). Randurlap pertama ditempatkan di Nagari Kasang, dan Randurlap kedua di Nagari Kataping, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan Randurlap ini didukung penuh oleh personel Sat Brimobda Lampung yang melaksanakan BKO, dengan tugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak, sehingga kebutuhan konsumsi harian warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain pemenuhan logistik, Polri juga memprioritaskan pemulihan akses dan konektivitas wilayah. Di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, personel gabungan dari Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, dan BKO K9 Baharkam Polri melaksanakan pembangunan satu unit jembatan darurat. Jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas serta memperlancar mobilisasi bantuan dan pelayanan ke wilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Upaya besar lainnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembuatan sumur bor dan pemasangan toren/tandon air di 31 titik lokasi yang tersebar di berbagai nagari. Hingga saat ini, sejumlah titik telah selesai terpasang dan berfungsi, antara lain di Nagari Sungai Buluh Utara (Toren No. 45), Nagari Kampung Galapuang (Toren No. 156), serta Sintuk Korong Toboh Baru (Toren No. 165 dan 166). Sementara itu, puluhan lokasi lainnya telah melalui tahap penentuan titik sumur bor, koordinasi dengan wali nagari dan wali korong, serta menunggu pengerjaan teknis lanjutan, dengan total alokasi puluhan unit toren/tandon air bernomor hingga No. 170.

Pembangunan sarana air bersih ini menjangkau nagari-nagari terdampak seperti Kapalo Koto, Balah Aie Utara, Lareh Nan Panjang Selatan, Manggopoh Palak Gadang, Pasia Laweh, Bala Hilir, Padang Kandang Pulau Air, Pauh Kambar, Seulayat, Sandi Ulakan, Kasang, Padang Kunik, Bisati, Balah Aie, Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Buayan Lubuk Alung, Sungai Buluh Barat, Sungai Buluh, Sunua Barat, Padang Bintungan, Tapakis, Guguak, Sei Abang, Sintuk, Balah Aie Timur, hingga kawasan hunian sementara (huntara). Setiap lokasi berada di bawah pengawasan perwira penanggung jawab guna memastikan pengerjaan tepat sasaran dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus melayani masyarakat di lokasi bencana.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar meskipun berada dalam situasi pascabencana. Mulai dari dapur lapangan, pembangunan jembatan darurat, hingga penyediaan air bersih, seluruhnya dilakukan secara bertahap dan terukur agar pemulihan dapat segera dirasakan oleh warga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan berjalan efektif, transparan, dan terus mengabarkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, S.I.K., M.Si., memastikan bahwa jajaran di lapangan akan terus bekerja hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih dan aktivitas sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan secara normal.

Jajaran Polresta Sidoarjo Bersama Bhayangkari Awali Tahun Dengan Aksi Sosial

SIDOARJO - Mengawali tahun 2026 jajaran Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama Bhayangkari menggelar aksi sosial. Seperti halnya dilakukan oleh Polsek Taman Polresta Sidoarjo bersama segenap anggota dan pengurus Bhayangkari di depan Mako Polsek Taman, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan bertajuk Jumat Berkah - Jumat Berbagi ini diwujudkan melalui pembagian puluhan paket makanan kepada masyarakat

Aksi sosial tersebut dipimpin langsung Kapolsek Taman, Kompol Kanisius Franata, didampingi Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Taman.

Sasaran pembagian makanan adalah warga yang melintas serta masyarakat sekitar Mako Polsek Taman.

Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata mengatakan, kegiatan Jumat Berbagi merupakan bentuk kepedulian Polri dan Bhayangkari kepada masyarakat.

Kompol Kanisius menerangkan,selain membantu meringankan kebutuhan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami ingin menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial, sekaligus memberikan energi positif di awal Tahun 2026," ujar Kompol Kanisius.

Kapolsek Taman berharap kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Masih kata Kompol Kanisius, keterlibatan Bhayangkari dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan dan kontribusi nyata keluarga besar Polri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Kehadiran Bhayangkari diharapkan mampu memberikan nuansa kekeluargaan dan kedekatan dengan warga," pungkas Kompol Kanisius.

Sementara itu, kegiatan Jumat Berkah Jumat Berbagi ini mendapat respons positif dari masyarakat.

Warga mengaku senang dan terbantu dengan adanya pembagian makanan tersebut.

Banyak warga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai tradisi positif. (*)

Tim SAR Korpolairud Bangun Jembatan Sementara di Korong Maranci, Padang Pariaman

PADANG || jejakindonesia.id — Tim SAR Korpolairud melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan jembatan sementara di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai upaya membantu pemulihan akses penghubung antar desa yang sempat terputus.

Pembangunan jembatan sementara tersebut melibatkan 25 personel SAR Korpolairud yang didukung 5 personel Unit K9, dipimpin oleh AKBP Ferry Setiawan, serta partisipasi aktif masyarakat Korong Maranci. Jembatan dibangun menggunakan bahan swadaya masyarakat berupa kayu kelapa dan papan bekas yang tersedia di lokasi.

Jembatan sementara ini difungsikan sebagai lintasan penghubung antar desa dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua dan roda tiga, mengingat keterbatasan kekuatan konstruksi.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Gotong royong pembangunan jembatan sementara ini menunjukkan komitmen Polri untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat maupun keterbatasan akses. Sinergi antara personel Korpolairud dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aktivitas warga,” ujar Kombes Pol Erdi.

Pekerjaan pembangunan dimulai pada pukul 11.15 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 22.35 WIB di hari yang sama. Meski dikerjakan dalam waktu yang cukup panjang, proses pembangunan berjalan lancar berkat kerja sama dan kebersamaan antara personel SAR Korpolairud dan masyarakat setempat.

Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan dapat membantu kelancaran aktivitas warga sehari-hari serta meningkatkan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.

Komitmen Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra, Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor, 249 Titik Telah Terealisasi

JAKARTA || jejakindonesia.id — Polri melalui Divisi Humas terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Hingga hari ini, pembangunan sumur bor direncanakan pada 569 titik di tiga provinsi, dengan 249 titik telah terealisasi, terdiri atas 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Di Provinsi Aceh, dari rencana pembangunan 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi, dengan 167 titik berstatus aktif dan 4 titik masih dalam proses pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan realisasi terbanyak, yakni 132 titik aktif, dari target khusus 300 titik sumur bor. Pembangunan lainnya tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif. Titik-titik tersebut berada di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, dari total rencana 150 titik, hingga kini 48 titik telah terealisasi, terdiri atas 39 titik aktif dan 9 titik masih dalam proses pembangunan. Pembangunan dilakukan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Solok.

Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa Polri terus mendorong percepatan pembangunan di titik-titik yang masih berjalan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait.

“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.

Generasi Muda LDII Jakarta Utara Gelar Pengajian Akhir Tahun: Muhasabah Diri dan Kepedulian untuk Sumatera

JAKARTA || jejakindonesia.id – Mengisi momentum pergantian tahun dengan kegiatan positif, ratusan generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jakarta Utara menyelenggarakan Pengajian Akhir Tahun yang berfokus pada penguatan spiritualitas dan aksi kemanusiaan. Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema besar peningkatan akhlak, penguatan iman, serta solidaritas sosial. Acara digelar di beberapa Masjid Jami seperti Syarif Hidayatullah, Al Akbar, Al Muflihun, Nurul Islam, Nurul Fajar, Fathul Huda, Al Husen, Nurul Muttaqin, Bahrun nasirin, Kanzil Ilmi, Luhur Nur Ali (1/1)

Kegiatan diawali dengan sesi muhasabah (evaluasi diri). Para pemuda diajak untuk merenungkan kembali perjalanan ibadah dan perilaku selama satu tahun terakhir. Fokus utama dari sesi ini adalah memotivasi generasi muda agar mampu bertransformasi menjadi pribadi yang memiliki Tri Sukses (berakhlakul karimah, alim-faqih dan mandiri) di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Hadir secara langsung Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta, H. Imam Bashori, SH. MH didampingi oleh Sekretaris, H. Sukarjan, ST. MT.

Kedatangan jajaran DPW disambut hangat oleh Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya, SE beserta jajaran pengurus harian lainnya. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan semangat bagi para pemuda untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan agama.

Tidak hanya fokus pada pembinaan internal, LDII Jakarta Utara juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama. Di tengah acara, dilakukan penggalangan dana dan doa bersama yang ditujukan bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Generasi muda bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tapi juga tentang kepekaan hati. Penggalangan dana ini adalah wujud nyata dari ukhuwah islamiyah dan rasa kemanusiaan kita," ujar H. Imam Bashori dalam arahannya.

Harapan di Tahun Baru
Melalui pengajian ini, diharapkan generasi muda LDII Jakarta Utara dapat memasuki tahun baru dengan semangat baru, iman yang lebih kokoh, dan akhlak yang lebih mulia.

“Pemuda LDII harus tampil sebagai teladan di tengah masyarakat, berkarakter jujur, berilmu, dan bertanggung jawab, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.” pesan Pudya Sanjaya saat mengakhiri sambutan

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dewan Penasehat DPD Dr. KH. Tri Gunawan Hadi, seraya memohon perlindungan bagi bangsa Indonesia dan kekuatan bagi warga di Sumatera yang sedang mengalami masa sulit.
(Redho)

error: Content is protected !!