We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Wamendagri Bima Sambut Kedatangan Kloter Pertama Praja IPDN di Aceh Tamiang

TAMIANG || jejakindonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyambut kedatangan kloter pertama Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (3/1/2026). Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, para praja tersebut akan bertugas membantu pemulihan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana selama satu bulan ke depan.

Kehadiran kloter pertama Praja IPDN ini menandai dimulainya keterlibatan aktif IPDN dalam mendukung percepatan normalisasi roda pemerintahan daerah yang terdampak bencana.

“Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan,” ujar Bima kembali menekankan pesan Mendagri Tito kepada para praja.

Ia menjelaskan, fokus utama penugasan Praja IPDN meliputi pembersihan dan penataan kembali kantor-kantor dinas, serta pendampingan terhadap seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik dapat segera berjalan kembali.

Bima mengingatkan bahwa kondisi lapangan pascabencana tidak mudah dan menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan tinggi dari seluruh Praja IPDN. “Kondisinya tidak mudah, medannya berat. Tapi yakinilah bahwa Anda semua sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.

Menurut Bima, penugasan di Aceh Tamiang merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter Praja IPDN. Pengalaman tersebut menjadi ajang penggemblengan kepemimpinan, empati sosial, dan ketangguhan sebagai aparatur negara. “Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan [dan] tempat ujian bagi kalian semua,” tegasnya.

Selain mendukung pemulihan pemerintahan, Praja IPDN juga berpotensi dilibatkan dalam pendampingan pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat kembali bangkit.

“Pastikan semuanya memberikan yang terbaik. Anda semua adalah pelaku sejarah. Anda semua adalah aktor-aktor yang sangat menentukan. Keringat Anda, waktu Anda, [dan] pikiran Anda selama di sini akan dinanti dan dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang,” tandasnya.

Hadir dalam penyambutan Praja IPDN tersebut antara lain Rektor IPDN Halilul Khairi; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPDN Azharisman Rozie; Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN Arief M. Edie; Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail; serta para pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Sambut KUHP Baru 2026, Menteri Agus Andrianto Siapkan Skema Pidana Kerja Sosial di 968 Titik Fasilitas Umum

JAKARTA || jejakindonesia.id –  Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI secara resmi menyiapkan 968 lokasi kerja sosial sebagai sarana pelaksanaan pidana kerja sosial. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk persiapan institusi dalam mengimplementasikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mulai berlaku pada tahun 2026.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Inipasti) Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H., M.H., menyatakan bahwa seluruh Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) di Indonesia telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai mitra terkait. Koordinasi ini bertujuan mendukung pelaksanaan putusan non-pemenjaraan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Sebanyak 968 lokasi telah disiapkan, mencakup fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, taman kota, panti asuhan, hingga pesantren. Fokus utama tugas bagi mereka yang menjalani pidana ini adalah pemeliharaan kebersihan di lokasi-lokasi tersebut," ujar Menteri Agus Andrianto dalam keterangan pers, Sabtu (3/1/2026).

Selain lokasi tersebut, Kemenimipas juga menyiagakan 94 Griya Abhipraya (GA) yang dikelola oleh Balai Pemasyarakatan untuk memberikan pembimbingan selama masa pidana. Program ini didukung oleh 1.880 mitra yang siap terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan putusan hakim.

Mantan Wakapolri tersebut menjelaskan bahwa proses pembimbingan akan didasarkan pada hasil asesmen dan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) yang disusun oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas, sesuai dengan eksekusi jaksa.

Menteri Agus Andrianto optimis bahwa pidana kerja sosial ini akan menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah kelebihan kapasitas (overcrowding) di Lapas dan Rutan. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan agar narapidana menyadari kesalahannya serta memiliki kemandirian ekonomi dan keterampilan.

“Harapan kita, warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai warga negara yang baik, mandiri, dan tidak mengulangi tindak pidana (residivis), sehingga mereka dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan negara,” imbuhnya.

Sebagai langkah administratif, Menteri Agus Andrianto telah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, pada 26 November 2025 lalu terkait kesiapan daftar lokasi pidana kerja sosial ini.

Sebelumnya, Kemenimipas melalui 94 Bapas di seluruh Indonesia telah sukses melakukan uji coba pelaksanaan kerja sosial sepanjang Juli hingga November 2025. Uji coba tersebut melibatkan 9.531 klien pemasyarakatan dengan menggandeng berbagai mitra dari unsur pemerintah maupun lembaga non-pemerintah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Irjen Pol. Drs. Mashudi S.H., M.Hum., menyebutkan bahwa PK Bapas yang saat ini siap bekerja adalah 2.686 orang dan sudah diusulkan penambahan 11 ribu lagi PK, juga telah mengusulkan pembangunan 100 unit lagi Bapas dan Pos Bapas.

Pimpin Apel Perdana 2026, Kapolda Sulut Apresiasi Keberhasilan Pengamanan Natal dan Tahun Baru

MANADO || jejakindonesia.id - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, pelaksanaan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Sulawesi Utara berjalan aman dan kondusif.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel perdana di tahun 2026, di Mapolda Sulut, Senin (5/1/2026) pagi, yang dihadiri para PJU Polda dan seluruh personel Polda Sulut.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara atas partisipasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Berkat kerjasama seluruh lapisan masyarakat katanya, masyarakat Sulawesi Utara dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan damai.

Irjen Pol. Roycke Harry Langie juga mengucapkan terima kasih kepada TNI, Pemerintah Daerah, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja sama dengan Polda Sulut dan jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Harapan kita semua semoga tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik dan lebih sejahtera bagi kita semua. Mari kita terus menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun Sulawesi Utara yang lebih maju dan sejahtera," ungkapnya.

Memasuki musim hujan, Kapolda juga mengingatkan antisipasi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

'Tetap waspada dan jaga keselamatan diri, bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar berhati-hati," pesannya.

Usai memberikan arahan, Kapolda dan para PJU melanjutkan kegiatan silaturahmi dan berjabat tangan dengan seluruh personel.

(Humas Polda Sulut)

Polri Hadir untuk Kemanusiaan, Pengungsi Banjir di Bireuen Terima Layanan Kesehatan Gratis

BIREUEN || jejakindonesia.id — Kepolisian Resor Bireuen melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat pengungsi terdampak banjir di Desa Pulo Pineng Dua Meunasah, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Kegiatan bakti kesehatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu pemulihan kondisi kesehatan warga pascabencana.

Bakti kesehatan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat-obatan secara gratis kepada para pengungsi. Kehadiran layanan medis ini disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses pelayanan kesehatan akibat banjir dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi menyampaikan bahwa Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana.
“Melalui bakti kesehatan ini, Polri berupaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat pengungsi tetap terjaga. Pelayanan kemanusiaan seperti ini merupakan bagian dari tugas Polri untuk membantu masyarakat bangkit dan pulih setelah bencana,” ujar Kombes Pol Erdi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 101 orang pengungsi tercatat menerima layanan kesehatan. Keluhan terbanyak yang ditemukan meliputi demam sebanyak 22 orang, batuk 19 orang, tinea pedis 13 orang, hipertensi 12 orang, dermatitis 9 orang, gastritis 7 orang, influenza 7 orang, arthritis 6 orang, serta luka lecet 1 orang. Jenis penyakit tersebut umumnya dipicu oleh kondisi lingkungan pascabanjir yang lembap dan kurang higienis.

Kehadiran tim Sidokkes Polres Bireuen mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan setempat. Bidan Pustu Pulo Pineng Dua Meunasah, Munasiah, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat pengungsi.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bakti kesehatan dari Sidokkes Polres Bireuen. Banyak warga yang membutuhkan pengobatan, terutama lansia dan anak-anak. Kehadiran tim medis ini sangat meringankan beban kami di lapangan,” ujar Munasiah.

Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polres Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan guna mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Kesigapan Polisi di Magetan Temukan Anak Terpisah dari Orang Tuanya di WisataTelaga Sarangan

MAGETAN || jejakindonesia.id – Kepedulian dan kesiapsiagaan anggota Polres Magetan Polda Jatim kembali dirasakan masyarakat. Seorang anak perempuan yang terpisah dari orang tuanya saat berlibur di kawasan wisata Telaga Sarangan berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali berkat kesigapan petugas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) di tengah padatnya kunjungan wisatawan Telaga Sarangan Kabupaten Magetan. Kejadian bermula saat anggota Satlantas Polres Magetan bersama petugas Pos Pengamanan (Pos Pam) Sarangan tengah melaksanakan patroli rutin.

Petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai seorang anak yang terpisah dari orang tuanya akibat kerumunan pengunjung yang cukup padat di kawasan wisata tersebut.

Mendapat laporan tersebut, anggota Pos Pam Sarangan bersama pihak keluarga langsung bergerak cepat melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Anak tersebut diketahui bernama Celine, warga Sumoroto, Kabupaten Ponorogo, yang terpisah dari orang tuanya saat berwisata.

Tidak berselang lama, upaya pencarian membuahkan hasil. Celine akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi aman dan sehat, kemudian dibawa ke Pos Pam Sarangan untuk dipertemukan kembali dengan kedua orang tuanya.

Momen haru pun terjadi saat Polisi membawa Celine kembali ke pelukan keluarganya.

Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini, STK, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas wisata.

“Kami selalu siap siaga memberikan bantuan kepada masyarakat, termasuk dalam situasi darurat. Alhamdulillah, adik Celine berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

AKP Ade Andini menambahkan, pihaknya terus mengoptimalkan kehadiran personel di kawasan wisata Sarangan selama masa liburan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat berada di lokasi wisata yang ramai, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pengunjung wisata untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta menjaga keselamatan diri dan keluarga agar liburan berjalan aman, nyaman, dan berkesan.

Sementara itu, orang tua Celine menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan cepat dari petugas kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu Polisi di Pos Pam Sarangan. Berkat kesigapan petugas, anak kami bisa ditemukan dan kembali bersama kami,” ungkapnya dengan haru. (*)

error: Content is protected !!