We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Buruuj Apresiasi Polda Jateng atas Keberhasilan Pengamanan Nataru 2025–2026

WONOGIRI || jejakindonesia.id – Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Buruuj, Manyaran, Wonogiri, Ustadz Muhammad Fajrin Ibnu Salim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polda Jawa Tengah beserta seluruh jajaran atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berjalan aman, tertib, dan lancar.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). Ustadz Muhammad Fajrin Ibnu Salim menilai kesiapsiagaan serta profesionalisme aparat kepolisian menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Jawa Tengah.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga seluruh rangkaian kegiatan Nataru dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.

“Berkat kesiapsiagaan dan profesionalisme aparat kepolisian, pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Jawa Tengah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustadz Muhammad Fajrin Ibnu Salim berharap sinergi yang telah terjalin antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, guna menciptakan ketenteraman serta kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.

Polres Wonogiri menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan tersebut sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya pada momentum strategis nasional.
(Humas polres wonogiri polda jateng).

Percepat Pemulihan Bencana, Wakapolri Instruksikan Pengerahan Alat Berat untuk Masjid dan Distribusi Air Bersih ke Pelosok

SUMATRA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo S.H., M.Hum., M.Si., M.M., terus mengawal percepatan pemulihan pasca-banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Dalam peninjauan terbaru pada Jumat (2/1/2025), Wakapolri menekankan pentingnya normalisasi fasilitas umum, khususnya tempat ibadah, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di pelosok.

Sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., dan Presiden Prabowo Subianto, Polri telah menerjunkan alat berat ke titik-titik krusial. Salah satu fokus utama adalah metribusikan sembako hingga pembersihan Masjid dan tempat ibadah lainnya yang terdampak material lumpur agar dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat untuk beribadah.

"Kami memastikan alat berat bekerja maksimal, tidak hanya untuk membuka akses jalan, tetapi juga membantu warga membersihkan Masjid-Masjid yang tertimbun lumpur. Kami ingin aktivitas spiritual masyarakat kembali pulih secepat mungkin," ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo saat meninjau lokasi bencana.

Menanggapi keluhan warga di wilayah terpencil seperti di Dusun Bidari (Aceh Utara) dan pelosok Tapanuli Tengah, Wakapolri memerintahkan jajaran Polres dan Polsek untuk proaktif memetakan kebutuhan air bersih di wilayah hukum masing-masing Polsek polres jajaran.

"Kebutuhan air bersih adalah prioritas utama. Saya telah menginstruksikan agar setiap Polres dan Polsek memastikan distribusi air bersih menjangkau hingga pelosok desa sesuai kebutuhan yang dilaporkan masyarakat. Polri untuk rakyat akan memenuhi kebutuhan tersebut melalui pengiriman mobil tangki maupun pembuatan sumur bor di titik-titik strategis," tegasnya.

Dalam kunjungannya ke Desa Kebun Pisang dan Lubuk Alung, Wakapolri juga memastikan kehadiran dapur, umum, tenda trauma healing, serta pemberian bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada personel Polri yang bekerja tanpa henti di garda terdepan.

"Evaluasi ini bukan sekadar laporan di atas meja, tapi tanggung jawab moral. Kehadiran Polri adalah untuk memastikan setiap kebijakan Bapak Presiden dan Bapak Kapolri dirasakan manfaatnya secara langsung. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, Polri akan terus hadir, bekerja, dan berdiri bersama mereka," pungkas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Siap Sigap Satgas Yonif 521/DY Memberikan Pertolongan Warga Korban Luka Parang Saat Berkebun

PAPUA || jejakindonesia.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara aktif dan konsisten melaksanakan berbagai program pelayanan kesehatan di Papua sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Satgas Yonif 521/DY melaksanakan pelayanan kesehatan kepada yang mengalami luka di tangan akibat terkena parang saat melaksanakan aktivitas berkebun, di wilayah Distrik Apalapsili. (4/1/2026).

Korban Ibu Yuliana Yare Usia 52 Thn mengalami luka cukup serius pada bagian tangan akibat terkena parang secara tidak sengaja saat bekerja di kebun. Mengetahui kejadian tersebut, personel TNI dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan segera melakukan penanganan medis.

Dalam tindakan medis yang dilakukan, personel TNI membersihkan luka, menghentikan pendarahan, serta melakukan penjahitan sebanyak 7 jahitan guna mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Seluruh tindakan dilakukan sesuai prosedur kesehatan lapangan dengan mengedepankan keselamatan korban.

Sementara itu, ibu Yuliana Yare menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan respon cepat dari personel TNI. “Kami sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak TNI.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, "TNI berupaya menjembatani kesenjangan pelayanan kesehatan dan menunjukkan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat Papua, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah penugasan."

Di banyak kampung yang minim fasilitas kesehatan formal, pos-pos TNI menjadi tumpuan utama bagi warga untuk mendapatkan pertolongan medis darurat atau konsultasi kesehatan dasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) TNI. Prajurit Satgas Yonif 521/DY "siap sigap" mencerminkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menjalankan tugas untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan atau kondisi medis darurat lainnya ketika dibutuhkan oleh warga Setempat, Terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses fasilitas kesehatan.

*Macan Kumbang Berhasil Yonif (521/DY)*

Wakil ketua GWI Kalbar Apresiasi prestasi Kabid Perkim Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang

KALBAR || jejakindonesia.id - Wakil Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), RM Mulyadi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kalimantan Barat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim/LH) Kabupaten Ketapang, Abdul Razak,

atas keberaniannya meluncurkan program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang dinilai pro rakyat dan terencana dengan baik.
RM Mulyadi menilai program yang digagas Bidang Perkim/LH tersebut telah melalui perencanaan matang dan berbasis data yang akurat.

Dengan konsep pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, setiap program yang dijalankan diharapkan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup warga.
Menurut Abdul Razak,

seluruh tahapan pembangunan telah dirumuskan sesuai dengan kajian teknis dan kebutuhan lapangan. Ia menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diembannya merupakan amanah yang harus dijalankan secara profesional,

khususnya dalam merumuskan kebijakan teknis di bidang perumahan dan kawasan permukiman.
“Saya menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan kepada saya, agar setiap kebijakan teknis di bidang perumahan dan kawasan permukiman benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Abdul Razak kepada awak media, Sabtu (03/01/2026).

Diketahui, Abdul Razak merupakan salah satu pejabat teras di Kabupaten Ketapang dan juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan dalam struktur organisasi GWI DPD Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Razak menyatakan kesiapan dirinya untuk berpartisipasi dan mendukung kegiatan keorganisasian GWI DPD Kalbar.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat dihubungi awak media LiputanKPK.com, sebagai bentuk komitmen sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. ( Alfian )

Sumber: GWI Kalbar

Bulan Rajab, Keistimewaan Bulan Haram dan Deretan Peristiwa Besar dalam Sejarah Islam

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Rajab termasuk dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Bulan Rajab yang menempati urutan ketujuh dalam kalender Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi dosa. Para ulama sepakat bahwa meskipun tidak terdapat dalil khusus yang merinci keutamaan Rajab secara spesifik, kemuliaannya sebagai bulan haram sudah cukup menjadi landasan untuk memperbanyak kebaikan.

*Rajab, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah SWT*

Sebagai bulan haram, Rajab sejajar dengan Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Dalam bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa memiliki konsekuensi yang lebih berat. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menjaga lisan, perbuatan, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Rajab juga dikenal sebagai bulan persiapan spiritual menuju Ramadhan. Tradisi ulama menyebut Rajab sebagai bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen pahala.

*Isra Mikraj dan Kewajiban Salat Lima Waktu*

Salah satu peristiwa paling monumental dalam Islam terjadi pada bulan Rajab, yakni peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Pada malam 27 Rajab, Rasulullah SAW melakukan perjalanan agung dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha.

Dalam peristiwa inilah, umat Islam menerima perintah salat lima waktu yang menjadi rukun Islam kedua dan tiang agama. Isra Mikraj menegaskan pentingnya salat sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.

Selain itu, pada bulan Rajab tahun 2 Hijriah, Allah SWT juga menurunkan perintah pengalihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Masjidil Haram, yang menjadi simbol kemandirian umat Islam.

*Deretan Peristiwa Besar di Bulan Rajab*

Sejarah Islam mencatat banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab, di antaranya:
▪︎ Hijrah pertama ke Habasyah, ketika para sahabat mencari perlindungan dari kekejaman kaum Quraisy dan disambut Raja Najasyi.
▪︎ Perang Tabuk pada tahun 9 Hijriah, yang memperlihatkan kekuatan dan wibawa umat Islam di hadapan Romawi.
▪︎ Kelahiran Imam Ali bin Abi Thalib pada 13 Rajab, sosok sentral dalam sejarah Islam.
▪︎ Wafatnya Raja Najasyi, penguasa Habasyah yang wafat dalam keadaan muslim.
▪︎ Pembebasan Baitul Maqdis oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pada 27 Rajab 583 Hijriah.
▪︎ Berdirinya Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 Hijriah di Surabaya, sebagai tonggak penting Islam Nusantara.
▪︎ Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 28 Rajab 1342 Hijriah, menandai berakhirnya kekhalifahan Islam terakhir.

*Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab*

Para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amalan pada bulan Rajab, di antaranya:
▪︎ Memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT
▪︎ Melaksanakan puasa sunah, khususnya puasa di bulan haram
▪︎ Meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial
▪︎ Memperbanyak doa dan dzikir, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Rajab menjadi pengingat bahwa waktu adalah amanah. Setiap detik yang berlalu dapat menjadi ladang pahala atau justru penyesalan, tergantung bagaimana seorang muslim mengisinya.

Dengan memahami keistimewaan dan peristiwa besar yang terjadi di bulan Rajab, umat Islam diharapkan mampu menjadikannya sebagai momentum kebangkitan spiritual, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. (rag)

error: Content is protected !!