Closing soon Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Yonif TP 836/BY Dipimpin Danyon Faishal Riza Laksanakan Penanggulangan Bencana Alam di Pidie Jaya

ACEH || jejakindonesia.id — Prajurit Yonif TP 836/BY yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon, Letkol Inf Faishal Riza, melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dengan membersihkan sejumlah fasilitas umum yang terdampak bencana, meliputi sekolah, masjid, dan balai desa, pada [senin/05- 01-2026].

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kondisi masyarakat pascabencana, sekaligus upaya membantu percepatan pemulihan lingkungan agar aktivitas pendidikan, keagamaan, dan pemerintahan desa dapat kembali berjalan normal.

Dipimpin langsung oleh Danyon, para prajurit bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, serta material sisa bencana yang menumpuk di lingkungan fasilitas umum. Kehadiran prajurit TNI di lapangan mendapat sambutan positif dari warga yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Letkol Inf Faishal Riza menyampaikan bahwa keterlibatan langsung prajurit Yonif TP 836/BY merupakan wujud pengabdian TNI kepada rakyat. “Kami hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Yonif TP 836/BY berharap fasilitas umum di Pidie Jaya dapat segera digunakan kembali dan memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat. Yonif TP 836/BY juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung penanggulangan bencana di wilayah Aceh.

Sinergi Polisi dan Warga: Masjid Syuhada, Bener Meriah Bangkit dari Duka Bencana

BENER || jejakindonesia.id - Sisa lumpur masih menempel di halaman Masjid Syuhada, menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir dan longsor yang melanda kawasan Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Namun di tengah jejak bencana tersebut, harapan perlahan tumbuh seiring bangkitnya semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

Selama dua hari berturut-turut, 4 hingga 5 Januari 2026, personel Polres Bener Meriah bersama Satbrimob Polda Aceh bersinergi dengan warga setempat membersihkan Masjid Syuhada yang terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

Tanpa mengenal lelah, personel Polri, Brimob, dan warga bergotong royong menyapu lumpur, mengangkat sisa material banjir dan longsor, serta menata kembali halaman dan area masjid. Kebersamaan tersebut menjadi potret nyata solidaritas dan kepedulian di tengah duka pascabencana.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam masa pemulihan.
“Polri hadir bersama masyarakat untuk memulihkan kembali sarana ibadah yang menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual warga. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan serta menguatkan semangat kebersamaan pascabencana,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan, Polri akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan humanis dan kolaboratif, termasuk dalam pemulihan fasilitas umum dan tempat ibadah.

Melalui kegiatan tersebut, Masjid Syuhada perlahan kembali bersih dan layak digunakan. Lebih dari sekadar kerja bakti, kebersamaan Polri dan warga di Bener Meriah menjadi simbol kebangkitan, harapan, dan keteguhan menghadapi cobaan alam.

Polri Dampingi Pemulihan SDN 1 Tualang Cut Pasca banjir, Sekolah Siap Sambut Siswa 5 Januari 2026

Aceh Tamiang || jejakindonesia.id —  Di tengah lumpur yang masih menempel di dinding ruang kelas dan sisa-sisa banjir yang merendam fasilitas sekolah, semangat pemulihan terus menyala di SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Pascabanjir yang melanda wilayah tersebut, Polri hadir bersama para guru untuk memastikan sekolah kembali siap digunakan dan menyambut para siswa pada 5 Januari 2026, membawa harapan baru bagi dunia pendidikan setempat.

Upaya pemulihan SDN 1 Tualang Cut bukanlah perkara mudah. Endapan lumpur tebal menutup ruang kelas, perpustakaan, hingga akses masuk sekolah. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Langsa bersama Polsek Tualang Cut turun langsung membantu proses pembersihan sekolah sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pascabanjir, merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung pemulihan sosial dan pendidikan.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif membantu masyarakat bangkit pascabencana. Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan kembali,” ujar Kombes Pol Erdi.

Kehadiran personel Polri menjadi titik balik dalam proses pemulihan sekolah. Bersama pihak sekolah, tugas dibagi secara terukur. Personel Polres Langsa fokus membersihkan lumpur di ruang-ruang kelas, perpustakaan, serta jalur masuk sekolah yang tertutup endapan cukup tinggi. Mereka juga membantu mengeluarkan meja, kursi, serta buku-buku yang basah akibat banjir untuk ditata di halaman sekolah, sebelum didata dan dipilah oleh pihak sekolah.

Bantuan tersebut disambut haru oleh pihak sekolah. Ervita, Wakil Kepala Sekolah SDN 1 Tualang Cut, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan Polri dalam mempercepat pemulihan sekolah.
“Alhamdulillah semua ruangan 100 persen sudah bersih dan anak-anak sudah bisa melaksanakan kegiatan, walaupun meubelair kita tidak lengkap, kemungkinan kita lesehan, insyaallah kita siap,” ujar Ervita.

Dengan kerja sama antara Polri dan pihak sekolah, SD Negeri 1 Tualang Cut kini bersiap membuka kembali pintunya bagi para siswa. Di balik keterbatasan fasilitas pascabanjir, semangat untuk kembali belajar tetap terjaga, menjadi simbol ketangguhan dan harapan bagi masa depan pendidikan di Aceh Tamiang.

Respon Cepat 110 Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Ploso Krembung

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Komitmen Polresta Sidoarjo Polda Jatim memberantas segala macam bentuk judi terus dilakukan.

Kali ini melalui Polsek Krembung membongkar arena sabung ayam di lahan persawahan Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, yang diduga kerap dijadikan arena judi.

Kapolsek Krembung AKP I Wayan Wiratmaja Swetha mengatakan, arena sabung ayam yang diduga untuk praktek perjudian tersebut diketahui setelah adanya laporan di layanan call center 110 bebas pulsa.

"Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat (Dumas) melalui layanan call center 110 adanya arena sabung ayam yang diduga kerap untuk berjudi," ujar AKP Wiratmaja, Minggu (4/1/26).

Kapolsek Krembung menerangkan, saat petugas datang ke lokasi tidak mendapatkan orang yang sedang melakukan kegiatan sabung ayam, namun menemukan arena dan perlengkapan sabung ayam.

"Kami tidak menemukan pelaku, namun ada arena dan perlengkapan yang kami pastikan untuk sabung ayam," ujar AKP Wiratmaja.

Petugas lalu membongkar dan meniadakan arena serta perlengkapan kegiatan sabung ayam tersebut.

Selain itu, di lokasi juga disampaikan imbauan larangan keras kepada warga atau pihak siapapun yang melakukan kegiatan serupa kembali.

"Kami tidak pandang siapa saja, jangan sampai ada warga maupun oknum tak bertanggung jawab yang terlibat dalam kegiatan judi sabung ayam. Karena judi sabung ayam adalah perbuatan melanggar hukum," tegasnya.

Atas upaya pihak kepolisian tersebut, warga setempat mengapresiasi respon cepat pengaduan masyarakat terkait gangguan kamtibmas.

Warga mengaku merasa aman dan nyaman dengan hadirnya anggota Polisi yang membongkar arena sabung ayam yang diduga kerap untuk berjudi.

Sementara itu Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengapresiasi peran serta masyarakat, media maupun netizen dalam memberikan laporan gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian.

"Adanya laporan masyarakat terkait gangguan kamtibmas tentu sangat mendukung kinerja kami dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sehingga dapat terwujudnya kamtibmas secara aman dan kondusif," katanya. (*)

LSM M-BARA Soroti Kinerja BPN Kota Pasuruan, Nilai Pelayanan Publik Masih Lamban

PASURUAN || jejakindonesia.id – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Membangun Bersama Rakyat (M-BARA), Saipul Arif, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja pelayanan publik di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pasuruan. Ia menilai, pelayanan yang diberikan masih jauh dari harapan masyarakat, khususnya dalam hal kecepatan dan profesionalisme.

Menurut Saipul, lambannya proses pelayanan menjadi keluhan utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyoroti kondisi di loket pelayanan yang dinilai tidak optimal, karena terdapat loket yang kosong tanpa adanya petugas pengganti untuk meng-cover pekerjaan petugas yang berhalangan hadir.

“Pelayanan publik seharusnya tidak boleh terhenti hanya karena petugas tidak hadir. Harus ada sistem pengganti agar masyarakat tidak dirugikan oleh waktu,” tegas Saipul Arif.

Lebih lanjut, Saipul mengungkapkan pengalaman langsung pihaknya saat mendatangi BPN Kota Pasuruan pada Senin, 5 Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa berkas permohonan yang diajukan sebenarnya sudah masuk, namun hingga saat ini Surat Perintah Setor (SPS) masih belum diterbitkan tanpa kejelasan waktu penyelesaian.

“Kondisi ini menunjukkan kurangnya profesionalisme dalam pelayanan. Masyarakat datang dengan harapan mendapat kepastian, bukan justru kebingungan,” ujarnya.

Dalam kejadian tersebut kordinator FRPB Tri Sulistyo W Menegaskan. Bahwah menuntut terhadap bawahannya terutama kasi kasinya agar profesional dalam pelayanan publik

Atas dasar itu, LSM M-BARQ secara tegas meminta Kepala Kantor BPN Kota Pasuruan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan sumber daya pelayanan. Saipul menekankan pentingnya penerapan prinsip pelayanan publik yang baik, cepat, mudah, dan transparan, demi menciptakan kenyamanan serta kepercayaan masyarakat dalam mengurus administrasi pertanahan.

“BPN adalah garda terdepan pelayanan pertanahan. Kami berharap ada perbaikan nyata agar masyarakat Kota Pasuruan benar-benar merasakan pelayanan yang humanis dan profesional,” pungkasnya.​

Senada dengan itu, Tri Sulistyo W. Koordinator Forum Pasuruan Bangkit (FRPB), turut menyuarakan tuntutan agar pimpinan BPN Kota Pasuruan benar-benar mengedepankan prinsip pelayanan publik yang baik, cepat, mudah, dan transparan.

“Kami menuntut Kepala Kantor BPN Kota Pasuruan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Pelayanan pertanahan menyangkut hak dasar warga, sehingga harus dikelola secara profesional dan berintegritas,” tegas Bang Yudi.

Kedua elemen masyarakat sipil tersebut berharap adanya perbaikan nyata dan terukur, sehingga BPN Kota Pasuruan mampu menjalankan fungsinya sebagai garda terdepan pelayanan pertanahan yang humanis, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 

(RED)

error: Content is protected !!