Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Pertautan Program PAKJ Dengan GMRI Mendapat Titik Temu Segera Mengadakan Scara Retreat Nasional Bersama

Jejak-indonesia.id || Tobat nasional bagi bangsa Indonesia semakin mendesak untuk segera dilakukan, agar tidak sampai alam sendiri yang melakukan pertobatan dengan caranya sendiri. Toh, alam sudah memiliki hukum, seperti telah berukang kali kita saksikan dengan adanya bencana alibat ulah manusia yang tidak sadar tentang ekoteologi sebagai bagian dari wujud nyata kuass Tuhan atas jagat raya dan seisinya. PAKJ sendiri bertujuan memfasilitasi dan memberdayakan komunitas alumni untuk menjalani kehidupan spiritual yang aktif dan mengambil bagian dalam proses pembinaan berkelanjutan sangat sejaras dengan apa yang sedungguhnya hendak dibangun oleh GMRI dalam upaya membangun gerakan kebangkiran kesadaran dan penahanan spiritual sebagai basi penopang utama etika, moral dan akhlak mulia manusia agar tidak hanya sekedar mengandalkan kemampuan intelektual, tetapi harus dan mutlak mengimbanginya dengan kenampuan dan kecerdasan spiritual.

Begitu tampaknya pertanda dari kuasa Allah melalui karunia-Nya sebagai pertanda cinta kasih dan kuasa-Nya, yaitu sinnatullah yang sangat besar hikmah dan manfaatnya untuk dipahami dan ditaati oleh manusia.

Beranjak dari kesadaran serta pemahaman inilah, Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Jesuit (AKJ), Hendra Hudiono bersama Bagio dan kawan-kewan saat menyambangi GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang dibesut Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu, 24 Februari 2026 di Sekretarist GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No.4 A, Jakarta Pusat menggagas program retreat Nasional dengan melibatkan berbagai kalangan lintas agama untuk merimusjan satu kata sepakat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia ke depan. Sebab dari "penerawangan spiritual" pada 3 tahun ke depan -- 2027 hingga tahun 2029 -- Indonesia akan memasuki masa yang paling krusial.

Diskusi informal sebagai pengganti dari tradisi Senin-Kamis runtin dua kali seminggu di Sekretarian GMRI, dimulai usai sholat azhar hingga acara buka puasa bersama yang semakin meluas kaitannya dengan program "Diplomasi Spiritual Global" yang semakin memperoleh titik temu untuk menjangkau berbagai negara tujuan yang paling strategis mendukung program penerintah Indonesia dalam membangun jaringan kerjasama dengan berbagai negara di dunia.

Pada penghujung acara, Sri Eko Sriyanto Galgendu menyerahkan "Kitab MA HA IS MA YA* secara simbolis melakui Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Jesuit, Hendra Hudiono sebagai bentuk ikatan batin untuk seluruh anggota organisasi yang mewadahi alumni Kolese Juseit untuk saling mendukung dan membangun jalinan persaudaraan antar iman, utamanya dalam upaya untuk menyelengarakan acara pertoban nasional dalam konteks ekoteologi yang perlu diselenggarakan di negeri ini. Sehingga kesadaran terhadap penghargaan terhadap alam yang erat kaitannya dengan tata kehudupan manusia di bumi, tidak dapat sejenak pun mengabaikan kuasa Tuhan. Karena itu titik temu antara PAKJ dan GMRI ideal beriring sejalan membangun tatanan harmoni hidup dan kehidupan manusia bersama alam atas kasih dan kuasa Tuhan. Pertautan PAKJ dengan GMRI sepakat untuk mengadajan acara retreat nssional bersama para tokoh agama dalam waktu dekat untuk merumuskan kata sepakat gerakan dan aksi bersama terkait pertobatan nasional dan aksi ekoteologi bagi bsngsa dan negara Indonesia yang semakin mendesak.

Pecenongan, 24 Februari 2026

Safari Ramadhan 144u H Kapolda Kepri Pererat Silaturahmi Dan Perkuat stabilisas Kamtibmas Bersama Masyarakat Tanjung Sengkuang

BATAM || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Darul Ihsan, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam, Senin (24/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Ny. Detta Asep Safrudin beserta para Pengurus Bhayangkari Daerah Kepri, Irwasda dan para Pejabat Utama (PJU) Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Forkopimcam Batu Ampar, serta para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Adat Tanjung Sengkuang serta masyarakat Tanjung Sengkuang. Sekitar 500 jamaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan, Polda Kepri menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, meliputi:

- Menyiapkan takjil dan makan buka puasa untuk warga sekitar sebanyak ±700 paket;

- Pemberian tali asih kepada 100 anak yatim;

- Pemberian beras SPHP sebanyak 500 pack.

Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi dan sambutan, dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta Sholat Maghrib berjamaah dalam suasana yang penuh khidmat dan kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Tanjung Sengkuang, Bpk. Ustad Moddin Liwang, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Polda Kepri kepada masyarakat. Ia menyebut kegiatan Safari Ramadan ini bukan yang pertama kali dilaksanakan di wilayah tersebut dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat, khususnya santunan kepada anak yatim dan pembagian beras yang sangat membantu warga. Kami juga berterima kasih kepada jajaran Polresta Barelang dan Polsek yang selalu hadir membantu masyarakat dalam berbagai persoalan,” ujarnya.

Bpk. Ustad Moddin Liwang juga mendoakan agar Kapolda Kepri beserta seluruh jajaran senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di wilayah Kepulauan Riau.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat ukhuwah dan membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

“Tahun lalu saya hadir di tempat ini sebagai Wakapolda Kepulauan Riau. Alhamdulillah, atas doa dan dukungan Bapak dan Ibu sekalian, tahun ini saya kembali hadir sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Untuk itu saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat,” ungkap Kapolda Kepri.

Kapolda Kepri menekankan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Diperlukan dukungan seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh lapisan warga.

“Keamanan dan ketertiban adalah kebutuhan dasar kita semua. Batam sebagai daerah tujuan investasi sangat membutuhkan stabilitas keamanan. Jika situasi kondusif terjaga, maka pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat,” tutur Kapolda Kepri.

Kapolda Kepri mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat sehingga stabilitas kamtibmas di wilayah Kepulauan Riau tetap terjaga selama bulan suci Ramadan dan seterusnya.

Polda Kepulauan Riau juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kerukunan serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri
Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabid Humas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Layanan Kepolisian: Call Center 110 (24 Jam)
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

Rapim Polri Tahun 2026, Kapoda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

Aceh Besar || Jejak-indonesia.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 24 -- 25 Februari 2026, di Hotel The Pade, Aceh Besar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Rapim Polda Aceh menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

Rapim kali ini difokuskan pada pembahasan dan penjabaran (break down) arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan pada Rapim TNI-Polri, serta arahan Kapolri pada Rapim Polri 2026. Seluruh arahan tersebut diimplementasikan secara sistematis ke dalam program kerja dan langkah konkret yang disesuaikan dengan karakteristik serta dinamika kamtibmas di wilayah Aceh.

Kapolda Aceh menekankan pentingnya soliditas internal, penguatan sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung program prioritas nasional.

Kemudian Kapolda juga mengingatkan jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme, responsivitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan materi strategis dari pejabat utama Polda Aceh dan para Kapolres/ta jajaran. Agenda utama mencakup penyampaian break down arahan Presiden RI saat Rapim TNI-Polri serta penyampaian arahan Kapolri pada Rapim Polri 2026 yang kemudian dibahas secara komprehensif dalam forum internal.

Sebagai bagian dari penguatan perspektif dan kualitas kebijakan, Rapim Polda Aceh juga menghadirkan diskusi panel dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi hukum dan pakar penanganan bencana. Diskusi ini bertujuan memperkaya wawasan pimpinan satuan kerja dalam menghadapi tantangan hukum serta potensi bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Aceh.

Melalui Rapim ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Aceh memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, sehingga mampu mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh.

Kegiatan Rapim Polda Aceh Tahun 2026 berlangsung sesuai jadwal yang telah disusun dan diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang tahun 2026.

Pengalaman Pahit Ratu Azalia: Jadi Korban Bullying Senior di SMA hingga Berlanjut ke Bangku Kuliah

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Selebgram sekaligus aktris Ratu Azalia membagikan kisah kelam masa lalunya saat menjadi korban perundungan (bullying) di bangku sekolah. Tak hanya hampir menjadi korban pemerkosaan delapan tahun silam, perempuan berusia 29 tahun ini mengaku sempat mengalami kekerasan fisik dan verbal saat SMA.

Kejadian tersebut dialami Ratu Azalia saat ia bersekolah di Bogor, Jawa Barat. Diketahui, ia memang kerap berpindah sekolah mengikuti lokasi penugasan dinas sang ayah.

"Saya di-bully senior dengan alasan yang tidak jelas. Mulai dari dijambak, dilabrak, sampai dihina," ungkap Ratu Azalia.

Ratu Azalia mengaku heran dengan aksi perundungan tersebut karena merasa tidak pernah memiliki musuh. Mirisnya, meski aksi tersebut terjadi di lingkungan sekolah, para guru seolah tutup mata dan tidak memberikan reaksi apa pun. Kondisi ini membuat aksi perundungan sering berulang, bahkan hingga ke luar area sekolah.

Penderitaan Ratu Azalia ternyata tidak berhenti setelah lulus SMA. Saat melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas favorit di Indonesia, ia kembali mengalami intimidasi yang lebih parah.

"Waktu kuliah malah lebih parah. Kampus tersebut memang sudah terkenal dengan budaya bully-nya," pungkasnya.

Status dan Saling Sindir di Media Sosial, Nama Gusti Putu Artha Kembali Jadi Sorotan

Jejak-indonesia.id || Ruang media sosial kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada akun Facebook milik I Gusti Putu Artha yang memicu polemik lewat balasan komentar bernada keras terhadap salah satu warganet.

Dalam unggahannya, Gusti Putu Artha membalas komentar dan menebak admin GDB bernama Wijaya Mataram dengan menyebutnya sebagai “penjilat kelas kakap Gubernur Bali dan istrinya”. Ia menuding pihak tersebut kerap “mendowngrade” siapa pun yang bersikap kritis terhadap gubernur. Menurutnya, gerakan yang ia lakukan terkait isu gas justru dimaksudkan untuk membantu rakyat Bali, namun dinilai secara keliru oleh pihak-pihak tertentu.

“Dia pikir warganet bodoh dan bisa dia framing,” tulisnya dalam komentar yang kemudian ramai diperbincangkan.

Tak berhenti di situ, dalam balasan kepada akun lain bernama Ngurah Agunk, Gusti Putu Artha juga menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan diri pada Pemilu 2029. Ia menyebut telah “dibayar mahal sebagai konsultan” dan mengklaim tabungannya cukup untuk 15 tahun ke depan. Ia bahkan menyindir jabatan DPR dan DPD yang menurutnya berpotensi “dikekang pimpinan partai”.

Pernyataan tersebut menuai respons keras dari sejumlah tokoh masyarakat. Seorang tokoh masyarakat Dalung mengecam sikap yang dinilainya angkuh dan tidak mencerminkan keteladanan, mengingat latar belakang Gusti Putu Artha sebagai mantan penyelenggara pemilu. “Semestinya mawas diri dan memberi contoh yang baik, bukan koar-koar yang tidak jelas,” ujarnya.

Di sisi lain, awak media bernama Rully mengaku nomor WhatsApp-nya diblokir saat berupaya melakukan konfirmasi. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional dalam menyikapi kritik dan pemberitaan.

Tokoh masyarakat Denpasar, Jro Made, turut angkat suara. Ia menyebut adanya dugaan bahwa Gusti Putu Artha kurang diterima di lingkungan tempat tinggalnya, bahkan disebut telah keluar dari kepengurusan pura setempat. “Omongannya terlalu tinggi, tetapi hasilnya nol,” katanya.

Polemik ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Gusti Putu Artha di ruang publik. Di tengah derasnya arus media sosial, batas antara kritik, ekspresi pribadi, dan etika publik kembali dipertanyakan.

Sejauh ini, belum ada klarifikasi lanjutan dari Gusti Putu Artha terkait berbagai tudingan yang muncul, termasuk soal pemblokiran nomor wartawan maupun respons atas kritik tokoh masyarakat.

Catatan Redaksi:
Media ini menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

error: Content is protected !!