Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Akun Facebook Gusti Putu Artha Dilaporkan ke Polda Bali, Unggahan dan Komentar Bernada Ancaman Disorot

DENPASAR || Jejak-indoneasia.id — Akun Facebook milik mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali, Gusti Putu Artha, resmi dilaporkan ke Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali). Laporan tersebut berkaitan dengan unggahan yang dinilai menghina awak media serta munculnya sejumlah komentar bernada ancaman dalam kolom respons.

Kuasa hukum dari Elang Bali, Gung Indra, menyatakan bahwa laporan diajukan setelah ditemukan unggahan foto disertai narasi yang dianggap menyerang profesi jurnalis. Tak hanya itu, dalam kolom komentar muncul pernyataan yang dinilai mengandung unsur ancaman kekerasan.

Salah satu akun atas nama Astawa Dechandra Putu disebut menuliskan komentar: “Bongkar, matikan kalo perlu.” Sementara akun lain bernama Anakagung Gedebagus berkomentar, “Tiang siap membakar orang itu pak.”

Menurut Gung Indra, meskipun komentar tersebut telah dihapus, jejak digital tetap dapat ditelusuri.

“Komentar-komentar tersebut sangat jelas bernada ancaman. Walaupun sudah dihapus, jejak digital tidak bisa dihapus. Itu bisa menjadi alat bukti,” ujarnya.

Selain dugaan penghinaan terhadap awak media dan pembiaran komentar ancaman, pelapor juga menyoroti unggahan Gusti Putu Artha sebelumnya yang menyinggung lembaga legislatif. Dalam balasan terhadap komentar akun Ngurah Agunk, ia menulis tidak akan mencalonkan diri pada Pemilu 2029 dan menyatakan telah dibayar mahal sebagai konsultan serta memiliki tabungan cukup untuk 15 tahun. Ia juga menyebut tak perlu mencari pekerjaan menjadi anggota DPR atau DPD jika nantinya “dikekang pimpinan partai”.

Pernyataan tersebut menuai reaksi dari sejumlah tokoh masyarakat. Jro Made, tokoh masyarakat Denpasar, menanggapi dengan nada santun. Ia mempertanyakan konsistensi antara klaim kondisi finansial yang mapan dan isu yang beredar mengenai dugaan penggunaan LPG subsidi oleh usaha keluarga.

“Kalau memang beliau banyak mempunyai uang, kenapa usaha anaknya menggunakan gas melon subsidi? Mestinya malu,” ujarnya sembari tersenyum.

Sementara itu, tokoh masyarakat Dalung, Gung De, menilai figur publik yang pernah memimpin lembaga penyelenggara pemilu semestinya menjaga etika komunikasi di ruang publik.

“Beliau mantan Ketua KPU Bali. Seharusnya komentar yang santun dan menyejukkan, bukan terkesan sombong, angkuh, dan merasa paling hebat,” katanya.

Secara hukum, laporan ke Polda Bali disebut akan dikaji dalam konteks dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya terkait muatan penghinaan dan ancaman kekerasan melalui media elektronik. Aparat kepolisian akan melakukan pendalaman untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gusti Putu Artha terkait laporan tersebut. Perkembangan kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat yang bersangkutan merupakan figur yang pernah menduduki jabatan strategis dalam penyelenggaraan demokrasi di Bali.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa ruang digital bukan tanpa batas. Setiap unggahan dan komentar, baik dari pemilik akun maupun warganet, memiliki konsekuensi hukum dan sosial yang tidak ringan.

FOBB Audiensi dengan Kapolresta Banyuwangi, Perkuat Sinergi dan Stabilitas Kamtibmas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Jajaran Forum Ojol Banyuwangi Bersatu (FOBB) melakukan audiensi dengan pimpinan Polresta Banyuwangi di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (25/02/26). Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat komunikasi antara komunitas ojek online dan kepolisian setempat.

FOBB sendiri merupakan forum yang menaungi berbagai komunitas pengemudi ojol roda dua di Banyuwangi, termasuk mitra Grab, Gojek, Maxim, serta ShopeeFood.
Koordinator FOBB, Yudha Okta Mahendra yang dikenal dengan sapaan Bang AO, hadir bersama para koordinator lapangan dari masing-masing komunitas. Rombongan disambut langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan, didampingi sejumlah pejabat utama.
Dalam dialog tersebut, Yudha menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi dengan Kapolresta yang baru. Ia juga memaparkan sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah terjalin bersama kepolisian, seperti program Ojol Kamtibmas Jogo Bumi Blambangan.
Selain melanjutkan program yang sudah ada, FOBB turut menyampaikan harapan agar rencana “Ojol Mart” dapat kembali dibahas untuk direalisasikan. Ia juga berharap Kapolresta dapat meluangkan waktu menyapa para driver di lapangan sebagai bentuk kedekatan dan dukungan moral.
Menanggapi hal itu, Kombes Pol Rofiq menegaskan komitmennya untuk mendukung program positif yang memberi manfaat bagi masyarakat maupun anggota ojol. Ia mendorong agar kolaborasi antara kepolisian dan komunitas pengemudi terus diperkuat, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolresta juga memberikan motivasi kepada para driver agar tidak berhenti berkembang. Ia menekankan pentingnya kerja keras, kreativitas, serta doa dalam meraih kesuksesan.
Sementara itu, perwakilan komunitas Ojol Alomagada Ketapang, Yayan, mengungkapkan bahwa FOBB menjadi ruang komunikasi yang efektif bagi para pengemudi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjalin relasi dengan berbagai pihak.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kapolresta berencana menggelar kegiatan berbagi takjil bersama anggota FOBB dalam waktu dekat. Kegiatan itu direncanakan dirangkaikan dengan buka puasa bersama sebagai wujud kebersamaan di bulan suci Ramadan. (***)

Peresmian Gedung RTMC Ditlantas Polda Jambi 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pelayanan Lalu Lintas

JAMBI || Jejak-indonesia.id — Polda Jambi resmi meresmikan Gedung Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Tahun Anggaran 2026 pada Senin (23/2/2026)

Kegiatan yang digelar di Lobby Gedung RTMC ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dan berlangsung khidmat serta penuh kebersamaan.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Danrem 042/Gapu Kolonel Inf. Nyamin, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Irwasda Polda Jambi Jannus P. Siregar, para Pejabat Utama Polda Jambi, pengurus dan anggota komunitas ojek online, serta para tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, penyerahan tali asih kepada komunitas ojek online dan santunan kepada anak yatim, dilanjutkan sambutan Kakorlantas sekaligus penyerahan kendaraan dinas kepada Kapolda Jambi. Selanjutnya Kapolda Jambi memberikan sambutan dan melakukan penandatanganan prasasti, peninjauan ruangan baru, hingga ditutup dengan buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa kehadiran Gedung RTMC merupakan langkah penting dalam mendukung transformasi Polri menuju pelayanan berbasis teknologi.

“Gedung RTMC ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol transformasi Polri menuju era digital yang lebih presisi. Kehadiran RTMC diharapkan dapat memperkuat sistem pemantauan lalu lintas secara real-time, meningkatkan respons pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Jambi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya dapat menyerahkan langsung kendaraan dinas kepada Kapolda Jambi serta berbagi kebahagiaan melalui pemberian tali asih kepada komunitas ojek online dan santunan bagi anak yatim.

“Semoga hal ini dapat mempererat silaturahmi dan memberikan manfaat nyata bagi sesama,” tambahnya.

Selanjutnya, usai pelaksanaan peresmian Kapolda Jambi juga melakukan doorstop kepada awak media, Kapolda Jambi menyebutkan bahwa RTMC ini berguna untuk mempermudah mobilisasi dan informasi sehingga segala sesuatu kejadian yang ada di jalan raya bisa dianalisa dan dimitigasi, langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Ditlantas polda jambi dan jajaran terhadap kejadian tersebut.

" Tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat di Provinsi Jambi, ini bukan hanya di Kota Jambi karena ada beberapa daerah yang telah terpasang kamera juga, " ujar Kapolda Jambi

Kapolda Jambi juga menerangkan bahwa kehadiran Kakorlantas di Provinsi Jambi ini untuk memberikan asistensi sekaligus motivasi kepada Polda Jambi khususnya Ditlantas tentang lalu lintas, dalam rangka supya pelayanan bisa cepat, lebih baik dan presisi

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa peresmian Gedung RTMC merupakan wujud komitmen Polda Jambi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya di bidang lalu lintas.

"Peresmian Gedung RTMC ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi dan meningkatkan pelayanan yang cepat, tepat, serta transparan kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan RTMC dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Jambi,” ungkapnya.

Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri Bersama Kapolda Jambi Tinjau Tol Bayung Lencir–Tempino

JAMBI || Jejak-indonesia.id — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho bersama Kapolda Jambi meninjau langsung ruas Tol Bayung Lencir–Tempino yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera, Senin (23/2/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur tol dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat.

Dalam kegiatan tersebut, Kakorlantas didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar , Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, jajaran Polda Jambi, serta pihak PT Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera.

Pada kegiatan tersebut rombongan melakukan survei langsung mulai dari ruas tol Jambi menuju Palembang guna melihat kondisi infrastruktur serta arus lalu lintas terkini.

Pada kesempatan tersebut Kakorlantas Polri menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus kendaraan di ruas tol Trans Sumatera wilayah Jambi terpantau cukup terkendali.

Namun demikian, Kakorlantas mengingatkan agar kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) tidak lagi beroperasi selama masa arus mudik dan balik Lebaran demi menjaga keselamatan serta kenyamanan para pemudik.

“Kami telah melakukan survei di Trans Sumatera dari Jambi menuju Palembang. Secara umum arus kendaraan cukup terkendali, namun masih ada kendaraan over dimensi yang beroperasi,” ujar Kakorlantas.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan Operasi Ketupat mendatang diharapkan tidak ada lagi kendaraan over dimensi yang beroperasi sehingga prioritas keselamatan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, Kakorlantas juga menyebutkan bahwa kondisi ruas tol dari Jambi menuju Palembang cukup baik, dengan sekitar 34 kilometer sudah operasional dan sisanya akan difungsionalkan secara bertahap. Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh stakeholder dalam menjaga kelancaran lalu lintas serta keamanan selama periode Lebaran.

“Kami berharap Operasi Ketupat tidak hanya sekadar operasi bidang lalu lintas, tetapi Polri bersama stakeholder hadir untuk menjaga momentum sosial dan memastikan harkamtibmas serta kamseltibcarlantas berjalan lancar,” tambahnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Jambi dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan pengamanan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

“Kegiatan peninjauan bersama Kakorlantas Polri ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan jalur tol, sarana prasarana, serta manajemen rekayasa lalu lintas sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polda Jambi akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk pengelola tol dan instansi terkait, guna mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Ketupat serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta menghindari pelanggaran seperti over dimension over load demi keselamatan bersama,” tutup Kabid Humas

Pernyataan Gusti Putu Artha Soal Pemilu 2029 Picu Sorotan, Publik Pertanyakan Etika dan Konsistensi

DENPASAR || Jejak-indonesia.id — Akun Facebook milik mantan Ketua KPU Provinsi Bali, Gusti Putu Artha, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya membalas komentar warganet viral di media sosial.

Dalam balasannya terhadap komentar akun Ngurah Agunk, ia menegaskan tidak akan mencalonkan diri pada Pemilu 2029.

“Saya tidak akan mencalonkan diri pada Pemilu 2029. Simpan jawaban saya. Saya sudah dibayar mahal sebagai konsultan. Tabungan masih cukup untuk 15 tahun. Ngapain cari kerja jadi DPR dan DPD jika nanti dikekang pimpinan partai,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi beragam. Sebagian warganet menilai itu merupakan hak pribadi dalam menentukan sikap politik. Namun di sisi lain, tak sedikit yang mengkritik gaya penyampaiannya yang dinilai bernada tinggi serta terkesan merendahkan lembaga legislatif seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sejumlah tokoh masyarakat di Denpasar pun angkat suara. Jro Made, salah satu tokoh masyarakat, mempertanyakan konsistensi antara klaim kemandirian finansial yang disampaikan dan isu yang sebelumnya beredar di ruang publik.

“Kalau memang beliau banyak mempunyai uang dan tabungan cukup untuk 15 tahun, kenapa usaha anaknya disebut-sebut menggunakan gas melon subsidi? Mestinya malu kalau memang secara ekonomi mampu,” ujarnya.

Isu penggunaan LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon memang sensitif, karena diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Polemik ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial, meski hingga kini belum ada klarifikasi resmi terkait kebenarannya.

Tak hanya itu, pernyataan yang menyebut jabatan DPR dan DPD sebagai posisi yang “dikekang pimpinan partai” juga dinilai sebagian pihak berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap sistem politik dan kelembagaan negara. Padahal, DPR dan DPD memiliki fungsi strategis dalam legislasi, pengawasan, serta penganggaran dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Tokoh masyarakat Dalung, Gung De, turut menyoroti aspek etika komunikasi. Menurutnya, figur publik yang pernah memimpin lembaga penyelenggara pemilu semestinya menjaga narasi agar tetap menyejukkan.

“Beliau mantan Ketua KPU Bali. Harusnya komentar yang santun dan memberi teladan. Bukan terkesan sombong atau merendahkan institusi lain,” tegasnya.

Pengamat komunikasi politik di Bali menilai dinamika ini menunjukkan bahwa publik kini semakin kritis terhadap setiap pernyataan tokoh yang memiliki rekam jejak di institusi demokrasi. Media sosial memang menjadi ruang bebas berekspresi, namun bagi figur publik, setiap pernyataan memiliki konsekuensi reputasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari Gusti Putu Artha terkait polemik yang berkembang. Perdebatan di ruang digital pun masih terus bergulir, memperlihatkan bahwa etika komunikasi, konsistensi sikap, serta sensitivitas terhadap lembaga negara menjadi sorotan utama publik dalam menilai seorang tokoh.

error: Content is protected !!