Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Polri Ungkap Misteri Jasad Perempuan di Jabung

MALANG || Jejak-indonesia.id – Polres Malang berhasil mengungkap misteri jasad perempuan tanpa busana dengan tangan terikat dan mulut tersumpal di Sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Pengungkapan kasus tersebut juga diback up oleh Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim).

Identitas korban terungkap setelah Polisi menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) melalui tes DNA dengan pembanding keluarga yang melaporkan kerabatnya hilang di Polsek Kedungkandang, Kota Malang.

Hingga akhirnya diketahui bahwa korban adalah HMZ (17), warga Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk yang dilaporkan hilang sejak 11 Februari 2026.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat konferensi pers dan dihadiri Kasatresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Teuku Arsya Kadafi serta Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur di Mapolres Malang, Selasa (24/2/26).

“Berdasarkan identifikasi secara scientific, korban adalah HMZ, perempuan 17 tahun warga Kabupaten Nganjuk yang diduga kuat meninggal karena dibunuh,” ujar AKBP Taat.

Kapolres Malang menyatakan, setelah dilakukan penyelidikan intensif, Polisi mengarah kepada satu orang tersangka berinisial YDF (22), warga Kecamatan Jabung.

"Satu tersangka kami amankan pada hari Minggu (21/2) malam di rumah kos wilayah Kota Malang," tambah AKBP Taat.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Satreskrim Polres Malang, Satresmob Bareskrim Polri, dan Subdit Jatanras Polda Jatim.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar mengatakan hubungan pelaku dan korban bermula dari perkenalan sekitar tiga bulan lalu di Nganjuk dan berlanjut melalui media sosial.

Pada 11 Februari 2026, keduanya bertemu dan melakukan perjalanan ke Malang.

“Pengakuan tersangka motifnya dipicu cekcok terkait biaya perbaikan kendaraan korban yang sempat rusak. Tersangka emosi dan mencekik korban hingga tidak sadarkan diri,”ungkap AKP Hafiz.

Dikesempatan yang sama, Kasatresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Teuku Arsya Kadafi mengatakan dukungan Bareskrim Polri dilakukan untuk mempercepat penyelidikan dan pengungkapan kasus ini.

Menurut Kombes Pol Arsya, perkara yang menjadi atensi Kepolisian tersebut membutuhkan penanganan cepat, sehingga dapat segera diungkap secara terang benderang.

"Bapak Kabareskrim sangat konsen terhadap perkara berkaitan dengan nyawa, harta benda, kekerasan, maupun penggunaan senjata api," ujar Kombes Arsya. (*)

Aksi di Depan Mapolda DIY Telah Kondusif, 3 Mahasiswa Yang diamankan Diserahkan Ke Pihak Rektorat

YOGYAKARTA || Jejak-indonesia.id – Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Mapolda DIY pada hari ini sempat berakhir ricuh dan diwarnai pengrusakan pagar sisi timur Mapolda. Meski demikian, situasi secara umum dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian dan kondisi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan tetap aman dan kondusif.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kombes Pol Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.

“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.

“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang turut bersinergi bersama aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa. Petugas, kata dia, tetap bersikap sabar dan persuasif meskipun menghadapi massa yang sempat bertindak anarkis.

Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Namun, ketiganya telah diserahkan kembali kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.

Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan adalah tidak benar.

“Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” tegasnya.

Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY dilaporkan aman dan terkendali. Arus lalu lintas telah kembali normal dan secara umum kondisi kamtibmas di wilayah DIY dalam keadaan kondusif.

Dari Data ke Pembinaan: PK Nusakambangan Laksanakan Litmas WBP Super Maksimum

Nusakambangan || Jejak-indonesia.id - Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Nusakambangan melaksanakan kegiatan penelitian kemasyarakatan (litmas) terkait pembinaan awal dan lanjutan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan di salah satu Lapas Super Maksimum yang berada di Pulau Nusakambangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Pembimbing Kemasyarakatan dalam memastikan proses pembinaan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, para Pembimbing Kemasyarakatan melakukan wawancara langsung dengan warga binaan guna menggali data yang relevan. Data yang dihimpun meliputi biodata, latar belakang kehidupan, riwayat psikososial, faktor penyebab pemindahan ke Lapas Super Maksimum, serta proses pembinaan yang telah dijalani selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

Selain memperoleh data primer dari warga binaan, Pembimbing Kemasyarakatan juga mengumpulkan data sekunder dari petugas Lapas. Informasi tersebut mencakup perilaku sehari-hari warga binaan, kepatuhan terhadap aturan, serta partisipasi mereka dalam program pembinaan yang diselenggarakan oleh pihak Lapas.

Seluruh data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dituangkan dalam laporan penelitian kemasyarakatan. Laporan ini menjadi dasar penting dalam penilaian perkembangan warga binaan sekaligus sebagai bahan pertimbangan dalam proses pembinaan lanjutan maupun kebijakan pemasyarakatan yang akan diambil.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan lebih terarah, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, sehingga tujuan pemasyarakatan untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat dapat tercapai secara optimal

Safari Ramadhan Forpimka Singojuruh, Potret Sinergitas Antara Ulama Dan Umaro

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Forpimka Singojuruh bersama para pejabat instansi vertikal melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqin Dusun Pengastulan Desa Singolatren Selasa 24 Februari 2026. Membersamai Forpimka pada Safari Ramadhan tersebut diantaranya Ketua MWC NU, dan MUI Kecamatan Singojuruh.

Sebelum menyapa masyarakat, Camat Singojuruh, Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si, Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH, Pelda Pipik Supriyadi (Pos Ramil 0825/13), Kepala Desa Singolatren, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Singolatren, Kepala KUA, Kepala PLKB, Ketua MWC NU, dan MUI Kecamatan Singojuruh. Terlebih dulu sholat tarawih bersama tokoh dan masyarakat Dusun Pengastulan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, dalam kegiatan Safari Ramadhan tersebut. Forpimka Singojuruh sengaja menggandeng tim kesehatan Puskesmas Singojuruh, untuk memberikan layanan cek kesehatan gratis di halaman Masjid bakdo sholat tarawih bersama.

Usai sholat tarawih, Ustad Haril selaku Takmir Masjid Baitul Muttaqin sambutan penghormatan ucapkan selamat datang dan terima kasih, atas kehadiran Forpimka Singojuruh ber-Safari Ramadhan. Ustad Haril menganggap itu suatu kehormatan bagi masyarakat Dusun Pengastulan. Ustad Haril katakan bahwa Safari Ramadhan oleh Forpimka Singojuruh. Adalah memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, dan wujud sinerjitas antara ulama dan umaro demi membentuk insan yang bertaqwa.

Apandi selaku Kepala Desa Singolatren, senada dengan sebelumnya mengucapkan terima kasih atas silaturrahmi Forpimka Singojuruh melalui kegiatan Safari Ramadhan. Disampaikan juga bahwa Pemerintah Desa Singolatren di bawah kempemipinannya selama dua periode, istiqomah setiap tahun melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke Masjid-Masjid yang ada di desanya.

Dilaporkan juga bahwa selama ini di Desa Singolatren cukup kondusif masyarakatnya kompak dan guyub rukun. Meski ada beberapa permasalahan, namun semua bisa diselesakan di internal desa dengan cara kekeluargaan. Melalui kesempatan tersebut, selaku Kepala Desa menyampaikan pesan teruntuk anak-anak muda di Dusun Pengastulan. Agar jadi pelopor antisipasi dan cegah adanya kenakalan remaja, hilangkan budaya konsumsi miras dan narkoba.

Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si sampaikan bahwa Safari Ramadhan dilaksanakan, tujuannya menjalin silaturrahmi dan komunikasi. Harapannya adalah agar masyarakat di Kecamatan Singojuruh mengenal lebih jauh dan memudahkan akses komunikasi serta informasi. Terlebih kata Camat, bahwa Bupati Banyuwangi luncurkan program baru, yaitu program "Lapor Camat". Artinya dibuka ruang bagi masyarakat untuk sampaikan aduan, keluhan, dan kebutuhan secara langsung kepada Camat.

Sementara Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH melalui kesempatan yang sama, menghimbau terkait kerawanan wilayah. Dikatakannya bahwa kerawanan wilayah bisa saja disebabkan oleh masyarkat dilingkungan itu sendiri. Dicontohkan di tempat-tempat latua kegiatan anak-anak muda karena kurangnya pengawasan orang tua. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang membahayakan dirinya sendiri juga orang lain. Semisal mengikuti kegiatan balap liar di jalan raya pada jam-jam tertentu di jalan raya yang padat kendaraan.

Berdasarkan beberapa temuan kejadian di lapangan, balap liar dibarengi juga dengan taruhan/judi dan konsumsi miras. Selain mereka mengganggu kenyamanan pengguna jalan, bila terjadi salah paham sedikit memicu terjadinya tawuran. Oleh karena itu Kapolsek Singojuruh, menghimbau kepada masyarakat Desa Singolatren khusunya Dusun Pengastulan. Untuk lebih ketat dan tegas awasi prilaku dan pergaulan anak-anaknya. Karena kata Kapolsek ada dua hal yang tidak enak, satu masuk Rumah Sakit, dua masuk kantor Polisi karena kesandung hukum.

Ramah tamah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh petugas dari KUA Singojuruh. Diteruskan pemberian bingkisan kepada jajaran Takmir Masjid Baitul Muttaqin oleh Kepala Desa Singolatren. Dan pemberian santunan berupa paket sembako kepada beberapa kaun duafa oleh Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiahrto. Dan Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH memberikan bantuan dana untuk penyelesaian pavingisasi halaman Masjid Baitul Muttaqin. (Invest81).

Influencer Cang Hedi Perkuat Sinergitas dengan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Disambut Positif

Kabupaten Bekasi || Jejak-indoneaia.id – Influencer sekaligus penggiat media sosial, Cang Hedi, terus memperkuat kemitraan positif dengan jajaran pejabat dan instansi pemerintahan. Kali ini, sinergitas tersebut mendapat sambutan langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, dalam pertemuan di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa (24/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ade Sukron didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustafa. Sementara itu, Cang Hedi hadir bersama timnya dan didampingi kuasa hukum, Zaid Shibghatallah, yang juga menjabat Ketua PBH Peradi Bekasi.

Undangan yang diberikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi tersebut disambut positif oleh Cang Hedi dan tim. Dalam dialog tersebut, Cang Hedi memaparkan fenomena perkembangan media sosial yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan seluruh lapisan masyarakat.

“Semua orang punya smartphone dan media sosial, dari generasi Baby Boomers, Generasi X, Milenial, Generasi Z hingga Generasi Alpha. Hampir semua sudah memahami editing sederhana dan bisa menjadi content creator. Di era serba digital ini, aktivitas masyarakat tak lepas dari media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, hingga WhatsApp. Baik untuk hiburan maupun mendapatkan informasi terkini,” ujar Cang Hedi.

Menanggapi hal tersebut, Ade Sukron menyatakan sepakat bahwa peran influencer dan penggiat media sosial sangat membantu dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Ya, saya setuju dengan pernyataan Cang Hedi. Peran influencer di dunia digital saat ini sangat membantu kinerja pimpinan daerah, baik dalam monitoring pembangunan, menampung aduan masyarakat, hingga menyampaikan informasi langsung kepada publik. Ini sangat diperlukan,” ujar Ade Sukron yang akrab disapa Bang Ade.

Ia menambahkan, selama aktivitas influencer membawa dampak positif bagi daerah, khususnya Kabupaten Bekasi, pihaknya siap memberikan dukungan.

“Tidak bisa dipungkiri, kita memerlukan sosok influencer seperti ini. Selama untuk hal positif bagi daerah, terutama Kabupaten Bekasi, kita dukung penuh. Jika ada aduan masyarakat yang disampaikan melalui influencer seperti Cang Hedi, tentu akan kita bantu dan support bersama tim,” tegasnya.

Sementara itu, Zaid Shibghatallah menyebut pertemuan tersebut sebagai bentuk sinergitas positif antara rakyat dan wakil rakyat.

“Pertemuan ini menjadi bentuk sinergitas yang baik. Kami menyampaikan berbagai fenomena yang sedang ramai di Kabupaten Bekasi, termasuk peran penggiat media sosial. Bang Ade Sukron dan Bang Budi menyambut kami dengan hangat dan positif,” ujar Zaid usai pertemuan di kompleks DPRD Kabupaten Bekasi.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi yang konstruktif antara penggiat media sosial dan lembaga legislatif dalam mendukung transparansi informasi serta pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Haris Pranatha

error: Content is protected !!