Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Polresta Sidoarjo Bongkar Dua Arena Sabung Ayam di Lokasi Berbeda

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur (Jatim) kembali membongkar arena yang diduga digunakan judi sabung ayam di Dua lokasi yang berbeda.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing melalui Kasi Humas, AKP Tri Novi Handono mengatakan lokasi pertama di Desa Jatikalang Kecamatan Prambon dan lokasi kedua di Desa Kemangsen Kecamatan Balongbendo.

AKP Tri Novi mengungkapkan, pembongkaran lokasi sabung ayam tersebut berawal dari laporan warga setempat yang merasa terganggu dengan aktivitas sabung ayam yang kerap disertai judi.

"Menindaklanjuti laporan warga setempat, anggota dari Polsek Balongbendo dan Polsek Prambon langsung menuju lokasi dan melakukan pembongkaran," ujar AKP Novi, Senin (2/2/26).

Namun saat Polisi mendatangi Dua lokasi tersebut, arena sabung ayam tampak sepi dan hanya ada sangkar dan sarana yang biasa digunakan untuk sabung ayam.

Untuk mencegah arena tersebut digunakan lagi, Polisi bersama tokoh masyarakat membongkar dan membakar sarana yang ada di arena sabung ayam.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen akan memberantas segala bentuk perjudian.

Ia juga meminta warga agar segera melaporkan ke Polsek terdekat jika mengetahui ada praktek perjudian apapun, termasuk sabung ayam.

Selain itu, masyarakat juga bisa melaporkan lewat layanan gratis bebas pulsa di call center 110.

"Peran serta masyarakat sangat kami harapkan. Laporkan segera bila mengalami ataupun mengetahui tindak kejahatan," pungkas AKP Novi. (*)

Jelang Ops Keselamatan Polda Jatim Petakan Black Spot dan Trouble Spot di Ngawi

NGAWI || Jejak-indonesa.id – Polda Jawa Timur melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) bersama Satlantas Polres Ngawi melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan (blackspot), troublespot, serta wilayah rawan bencana di Kabupaten Ngawi, Jumat (30/1/2026).

Kasubdit Kamsel pada Ditlantas Polda Jatim, AKBP Edith Yuswo Widodo mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

"Kami lakukan pemetaan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas terlebih ini menjelang Ramadhan yang mana mobilitas masyarakat juga meningkat," ujar AKBP Edith, Sabtu (31/1/26).

AKBP Edith menyebut kegiatan ini juga merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Kami ingin jalur - jalur yang rawan baik kecelakaan maupun bencana alam dapat diantisipasi dengan tindakan dari kepolisian demi keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, terlebih menjelang Ramadhan dan Idul Fitri" pungkas AKBP Edith.

Adapun jalur yang menjadi atensi jajaran Ditlantas Polda Jatim di wilayah hukum Polres Ngawi antara lain sepanjang ruas Jalan Ngawi–Caruban.

Sementara itu Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika, S.T.K., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pemetaan ini sekaligus sebagai persiapan pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026 dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Ia menyebutkan di lokasi tersebut, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi akibat beberapa faktor, antara lain kawasan industri, kondisi jalan lurus dengan kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu, serta tingginya volume kendaraan akibat aktivitas keluar masuk karyawan pabrik.

"Sebagai langkah tindak lanjut, Satlantas Polres Ngawi akan melakukan berbagai upaya pencegahan," kata AKP Yuliana.

Satlantas Polres Ngawi akan melakukan di antaranya penambahan dan optimalisasi rambu-rambu lalu lintas, peningkatan patroli pada jam rawan, serta pelaksanaan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

Di lokasi terpisah, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan pemetaan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Dengan pemetaan yang akurat dan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Ngawi dapat ditekan dan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolres Ngawi.

Polda Kalteng Resmi Gelar Operasi Keselamatan Telabang 2026, Fokus Cipta Kondisi Jelang Idul Fitri 1447 H

PALANGKARAYA || Jejak-indonesa.id - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Telabang 2026, yang dimulai dari tanggal 2 sampai 15 Februari 2026, bertempat di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Senin (2/2/2026) pagi.

Apel tersebut, dipimpin oleh Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda, unsur Forkopimda terkait, serta 488 personel yang terlibat operasi Keselamatan.

Dalam sambutan tersebut, Wakapolda Kalteng menyampaikan tujuan dari operasi ini yaitu menciptakan cipta kondisi dan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Idul Fitri 1447 H.

"Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar patuh pada aturan lalu lintas dalam berkendara, serta menekan kecelakaan yang sering terjadi," ujarnya.

Brigjen Yosi berharap agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan tentunya perlu adanya kerjasama dari seluruh Stakeholder terkait untuk mendukung dan menunjang pelaksanaan tugas operasi ini.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Yusep Dwi didampingi Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat menambahkan bahwa dalam Operasi Keselamatan Telabang ini berfokus pada mewujudkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, sekaligus menurunkan angka kecelakaan dengan meningkatkan disiplin berkendara.

"Polda Kalteng berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas selama operasi berlangsung dengan meningkatkan patroli dan penindakan titik rawan kecelakaan," demikian Budi.

Sebagai informasi, kegiatan operasi resmi dilaksanakan dengan ditandai penyematan pita biru-putih oleh Wakapolda kepada perwakilan personel Ditlantas, POM TNI, dan Dinas Perhubungan serta Jasa Raharja.

 

(adji)

Desa Wisata Kemiren Banyuwangi Geliatkan Ekonomi Warga, Mulai Anak Muda hingga Lansia Berdaya

BANYUWANGI || Jejak-indonesa.id – Pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi membawa multiplier effect bagi perekonomian warga. Hal itu tercermin dari geliat ekonomi warga di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah.

Warga mendapat berkah rupiah dari pengembangan pariwisata di desa tersebut. Bukan hanya kalangan anak muda, tapi juga warga lanjut usia.

Salah satu contohnya adalah Mbah Ning (81). Sejak Kemiren berkembang sebagai desa wisata, Mbah Ning mendapatkan pendapatan dari pariwisata meski di usia yang tidak lagi muda. Ia kini aktif terlibat dalam kegiatan masak-memasak menu khas untuk melayani wisatawan.

"Kalau ada tamu, saya ikut masak. Mereka kan minta yang khas Kemiren, seperti Pecel Pitik, Ayam Kesrut. Dari sini sudah bisa dapat penghasilan," ujarnya.

Hidupnya pariwisata di salah satu desa wisata adat terbaik dunia versi PBB itu membuat warga lanjut usia seperti Mbah Ning tetap produktif. Mereka bisa berdaya dan tetap berpenghasilan dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki.

"Bagi yang sudah tua seperti saya, ini sangat membantu. Kerja di sawah juga sudah terlalu berat," terang Mbah Ning.

Sementara bagi kalangan muda, majunya pariwisata memberi banyak ruang untuk menjaga dan melestarikan tradisi.

"Desa kami sering didatangi tamu sejak menjadi desa wisata. Itu jadi dorongan bagi kami yang muda-muda untuk ikut melestarikan budaya," kata Rika, salah satu anak muda di Desa Kemiren.

Rika biasa membantu menawarkan jasa wisata kepada para pengunjung desa tersebut. Selain itu, ia juga terbiasa menerima pesanan kuliner khas Osing dari para wisatawan.

Banyak anak muda seusia Rika yang tak harus meninggalkan desa tempat tinggal mereka untuk sekadar bekerja di kota. Dengan menjaga dan merawat budaya, mereka bisa memberi layanan kepariwisataan kepada tamu yang datang.

"Dari sana, keluarga saya dapat tambahan penghasilan. Wisata benar-benar memberi dampak ekonomi bagi keluarga kami," sambung Rika.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren mencatatkan, sebanyak 22 usaha kecil-menengah berdiri di desa tersebut. Mereka bergerak di usaha makan-minuman hingga sandang.

Di desa tersebut, juga berdiri sebanyak 40 homestay. Mayoritas adalah rumah tinggal milik pribadi yang disewakan saat ada tamu berkunjung. Beberapa di antaranya adalah hunian berupa kamar-kamar yang sengaja dibangun untuk tempat menginap tamu.

“Adanya wisata juga membuat sanggar kesenian tetap hidup. Di Kemiren, sanggar kesenian berjumlah 18. Semuanya adalah sanggar yang melestarikan kebudayaan adat suku Osing,” kata Ketua Pokdarwis Desa Kemiren Moh Edy Saputro.

Setiap tahunnya, ribuan orang datang ke Desa Kemiren untuk mengenal kebudayaan setempat. Data yang dihimpun Pokdarwis , rata-rata 2 ribu hingga 4 ribu kunjungan wisatawan dalam buku tamu dalam setiap tahunnya.

“Sebelum pandemi Covid-19, kunjungan di Desa Wisata Kemiren sempat menyentuh angka 18 ribu kunjungan. Itu terjadi pada 2019. Namun setelah pandemi, kami berupaya menyuguhkan kebudayaan dalam pariwisata sebaik mungkin untuk mengulang kembali capaian waktu itu,” imbuhnya.

Tak sekadar berdampak secara ekonomi, perkembangan wisata juga membawa Kemiren meraih berbagai penghargaan presitius. Sebut saja di antaranya Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, Internasional The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang Asean Tourism Award (ATA) 2025, dan Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia (The Best Tourism Villages Upgrade Programme) dari United Nations Tourism, Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Polresta Banyuwangi Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Polresta Banyuwangi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Senin (2/2/2026), sebagai wujud kesiapan dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman, nyaman, dan selamat di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., yang membacakan amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs Nanang Avianto, M.Si. Kegiatan tersebut diikuti oleh personel gabungan TNI–Polri serta stakeholder terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi pendukung lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Timur menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung, sekaligus memperkuat sinergitas lintas sektoral dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, khususnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 diprioritaskan pada upaya peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Adapun sasaran operasi meliputi pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas, seperti tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, pengendara di bawah umur, penggunaan ponsel saat berkendara, kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL), serta kelayakan kendaraan dan kondisi kesehatan pengemudi.

Selain itu, operasi ini juga menitikberatkan pada pemeriksaan kelayakan kendaraan dan kesehatan pengemudi, peningkatan patroli di lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan, serta pengawasan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Banyuwangi bersama seluruh unsur terkait berkomitmen mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan berkeselamatan sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

error: Content is protected !!