Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Kapolresta Banyuwangi Silaturahmi dengan PC NU; Perkuat Sinergi jaga Kondusifitas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kapolresta Banyuwangi kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan,S I K., S.H., M.H. melaksanakan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Banyuwangi, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Banyuwangi. Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kapolresta Banyuwangi disambut langsung oleh Rais Syuriyah KH. Fachrudin Manan dan pengurus PC NU Banyuwangi. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk saling bertukar pandangan terkait peran strategis ulama dan Polri dalam membangun ketenteraman masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan,S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa NU memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, moderasi beragama, serta menciptakan kesejukan di tengah masyarakat.

Sinergi antara Polri dan organisasi keagamaan dinilai sangat strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk menjaga stabilitas keamanan menjelang agenda-agenda kemasyarakatan.

“Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan harmonis,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Sementara itu, pengurus PC NU Banyuwangi menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan NU untuk terus bersinergi dengan Polresta Banyuwangi.

NU berkomitmen mendukung upaya Polri dalam menjaga kamtibmas melalui pendekatan dakwah yang sejuk, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin solid antara Polri dan tokoh agama, sehingga tercipta rasa ama serta terjaganya persatuan di Kabupaten Banyuwangi.(***)

Lapas Banyuwangi Gelar Rapat Koordinasi Strategis Persiapan WBBM

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus mematangkan langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Sebagai bentuk keseriusan, Tim Zona Integritas (ZI) Lapas Banyuwangi menggelar rapat koordinasi strategis guna menyongsong kontestasi predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (04/02).

Rapat yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa. Agenda utama pertemuan kali ini berfokus pada evaluasi menyeluruh terhadap progres pembangunan Zona Integritas yang telah berjalan, sekaligus memetakan langkah-langkah strategis ke depan.

Dalam arahannya, Wayan menekankan bahwa meraih predikat WBBM bukan sekadar mengejar predikat, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan perubahan fundamental pada kualitas pelayanan publik.

"Evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana efektivitas program yang telah kita jalankan. Kita harus memastikan bahwa setiap indikator keberhasilan dalam enam area perubahan bukan hanya terpenuhi secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan warga binaan," tegas Wayan.

Lebih lanjut, Wayan menyebut rapat koordinasi ini membahas rencana strategis yang mencakup pemetaan mendalam pada masing-masing Kelompok Kerja (Pokja). Setiap Pokja diminta untuk melakukan akselerasi pada rencana program kerja serta mulai menyusun roadmap inovasi layanan yang akan dikembangkan.

“Kembangkan inovasi yang efektif serta efisien dalam perbaikan layanan,” ucapnya.

Beberapa poin strategis yang menjadi sorotan antara lain budaya kerja, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi, serta menciptakan inovasi unggulan yang mampu memangkas birokrasi dan mencegah praktik korupsi maupun gratifikasi.

“Dengan koordinasi dan kerjasama yang baik, maka kita bisa optimis untuk meraih predikat WBBM sebagai wujud dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Lapas Banyuwangi Deklarasikan Pembangunan Zona Integritas, Siap Raih Predikat WBBM

BANYUWANGI jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi resmi memulai langkah besar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Bertempat di Aula Sahardjo, jajaran Lapas Banyuwangi menggelar Deklarasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (04/02).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk konsistensi setelah sebelumnya pada tahun 2023 lalu, Lapas Banyuwangi sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kini, dengan semangat yang lebih kuat, Lapas di ujung timur Pulau Jawa ini bersiap meningkatkan standar pelayanan dan integritas demi meraih predikat tertinggi, yakni WBBM.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, yang memimpin langsung pelaksanaan penandatanganan tersebut menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Ia meminta seluruh jajarannya untuk mengimplementasikan poin-poin komitmen tersebut dengan sebaik-baiknya dalam tugas sehari-hari.

“Predikat WBK telah kita raih, namun tantangan selanjutnya jauh lebih besar, yaitu WBBM. Tekad untuk meraih WBBM ini bukan milik pimpinan saja, melainkan milik kita bersama,” ujar Wayan dalam arahannya.

Wayan menekankan agar seluruh pegawai tidak memandang WBBM hanya sebagai pencapaian administratif atau formalitas belaka. Menurutnya, esensi dari ZI adalah adanya perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun warga binaan. Ia menginstruksikan agar komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif.

“Hasil memang penting, tetapi bukan merupakan tujuan akhir. Proses dalam mencapai tujuan itulah yang perlu kita perhatikan secara mendalam” tegasnya.

Lebih lanjut, Wayan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas bukan hanya beban bagi Tim Kelompok Kerja (Pokja), melainkan tanggung jawab kolektif. Setiap individu di dalam organisasi memiliki peran krusial dalam menjaga marwah instansi.

“Tentu sangat penting seorang pimpinan harus menjadi role model atau teladan bagi bawahannya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas,” pungkasnya.

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Banyuwangi Lakukan Pemeriksaan Intensif Kendaraan Dinas Operasional

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Banyuwangi terus mematangkan kesiapan guna memastikan pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri berjalan aman, lancar, dan kondusif. Sebagai bagian dari langkah preventif, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi melaksanakan pemeriksaan intensif terhadap kendaraan dinas (Randis) operasional. Rabu (04/02/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, S.I.K., M.A.P., melalui Wakil Kasatlantas AKP Ridho Rinaldo Harahap, S.Tr.K., S.I.K., M.H. Pemeriksaan menyeluruh ini menyasar seluruh unit kendaraan operasional, baik kendaraan roda empat berupa mobil patroli maupun kendaraan roda dua yang digunakan untuk pengawalan dan patroli lalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengecekan secara detail terhadap kondisi fisik kendaraan, meliputi mesin, sistem pengereman, lampu rotator, sirene, kelistrikan, ban, hingga kelengkapan pendukung lainnya. Tidak hanya aspek teknis, pengecekan juga mencakup kebersihan kendaraan, baik bagian luar maupun interior mobil, guna memastikan kenyamanan dan kesiapan personel saat bertugas di lapangan.

AKP Ridho Rinaldo Harahap menjelaskan bahwa pemeriksaan randis ini merupakan langkah penting untuk menjamin seluruh sarana dan prasarana operasional berada dalam kondisi prima. Dengan kendaraan yang layak dan siap pakai, diharapkan personel dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama puncak arus mudik dan balik Lebaran.

"Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang menuntut kesiapan maksimal, baik personel maupun sarana pendukung. Kendaraan dinas yang siap operasional akan sangat menunjang kelancaran tugas pengaturan, pengawalan, serta penanganan cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan disiplin dan rasa tanggung jawab kepada personel dalam merawat kendaraan dinas yang digunakan sehari-hari. Dengan perawatan yang baik, usia pakai kendaraan dapat lebih panjang dan risiko gangguan teknis saat bertugas dapat diminimalisir.

Melalui pemeriksaan intensif ini, Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Idulfitri 2026. Diharapkan, dengan kesiapan kendaraan dinas yang optimal, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Banyuwangi dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Satu Lagi Terungkap dari Dasar Selat Bali: Misteri Jenazah Ketiga Muncul Saat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Diangkat

BALI || Jejak-indonesia.id - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali kembali mengungkap fakta memilukan. Sesosok jenazah yang diduga kuat merupakan korban kecelakaan kapal tersebut ditemukan di pesisir pantai Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), wilayah Gilimanuk, Bali, pada Rabu pagi (4/2/2026). Temuan ini menjadi jenazah ketiga yang muncul ke permukaan sejak operasi evakuasi bangkai kapal dimulai.

Jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh, diduga kuat akibat proses alam serta ganasnya arus laut Selat Bali yang dikenal memiliki pergerakan bawah laut sangat kuat. Kondisi tersebut membuat identifikasi awal belum dapat dilakukan di lokasi penemuan.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang melintas di kawasan pantai.

“Jenazah ditemukan tergeletak di bibir pantai oleh seorang warga bernama Rahmawati sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah itu, yang bersangkutan langsung melaporkan temuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk,” ungkap Kompol Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Mendapatkan laporan dari warga, aparat kepolisian bersama tim gabungan dari unsur TNI, Basarnas, dan instansi terkait di wilayah Bali segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dipastikan bahwa temuan tersebut merupakan jenazah manusia, proses evakuasi langsung dilakukan dengan prosedur yang ketat.

“Jenazah sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Negara untuk dilakukan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini kami masih menunggu informasi resmi dari pihak rumah sakit terkait kondisi dan kemungkinan identifikasi,” imbuh Wahyudi.

Temuan jenazah ini menambah daftar korban yang muncul seiring berlangsungnya proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dari dasar Selat Bali. Sebelumnya, dua jenazah telah ditemukan lebih dulu pada Senin (1/2/2026). Jenazah pertama berhasil diidentifikasi sebagai I Wayan Teja Setiawan alias Wawan. Proses identifikasi berjalan relatif cepat karena jenazah masih mengenakan celana dan ditemukan dompet serta ponsel yang memuat identitas korban.

Sementara itu, jenazah kedua hingga kini belum diketahui identitasnya dan masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang. Kondisi jenazah yang tidak lengkap menjadi salah satu kendala utama dalam proses identifikasi.

Kompol Wahyudi tidak menampik bahwa proses pengangkatan bangkai kapal berpotensi besar memunculkan jenazah lain yang sebelumnya terperangkap di sekitar bangkai kapal atau dasar laut. Faktor arus bawah laut Selat Bali yang kuat dan dinamis turut memengaruhi pergerakan benda maupun korban di dasar perairan.

“Proses pengangkatan bangkai kapal memungkinkan jenazah ikut terangkat ke permukaan. Ditambah lagi arus bawah laut Selat Bali cukup kuat, sehingga posisi jenazah bisa berpindah-pindah,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperluas patroli laut dan memperketat pemantauan di sepanjang perairan Selat Bali hingga pesisir yang berpotensi menjadi lokasi terdamparnya korban.

“Kami tingkatkan mobilitas dan kesiapan evakuasi. Patroli diperluas agar setiap kemunculan jenazah dapat segera terdeteksi dan dievakuasi dengan cepat serta ditangani secara humanis,” tegas Wahyudi.

Hingga saat ini, proses evakuasi bangkai kapal dan pencarian korban masih terus berlangsung. Aparat gabungan berharap tidak ada lagi korban yang muncul, namun tetap menyiapkan langkah cepat sebagai bentuk antisipasi. Tragedi ini menjadi pengingat betapa beratnya dampak kecelakaan laut, sekaligus menjadi duka mendalam bagi keluarga korban yang masih menanti kepastian nasib orang-orang tercinta.

error: Content is protected !!