Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Brimob Sumut Hadir Sampai Tuntas, Huntara Dicat dan Saluran Air Warga Dibenahi

TAPANULI || Jejak-indonesia.id — Kepedulian Polri terhadap pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Pada Rabu, 4 Februari 2026, personel Batalyon C melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan tersebut difokuskan pada bantuan pengecatan rumah hunian sementara (huntara) di Desa Garoga serta pemasangan pipa saluran air di samping rumah warga, Ibu Ayu Pulungan, di Desa Aek Ngadol. Aksi ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 1 Penugasan Batalyon C, AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., bersama sejumlah personel yang tergabung dalam posko penugasan.

Dengan menggunakan peralatan kerja seperti cangkul, sekop, dan beko sorong, personel Brimob bekerja secara bergotong royong bersama masyarakat. Untuk pemasangan pipa saluran air di rumah Ibu Ayu Pulungan, pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan dinyatakan hampir selesai. Sementara itu, proses pengecatan rumah hunian sementara di Desa Garoga telah mencapai progres sekitar 80 persen dan masih terus dilanjutkan.

AKP Antanius Tarigan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Brimob untuk tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga aktif membantu masyarakat dalam fase pemulihan.
“Kami ingin kehadiran Brimob benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti pengecatan huntara dan pemasangan pipa ini, kami berharap dapat membantu mempercepat pemulihan dan memberikan kenyamanan bagi warga,” ujar AKP Antanius Tarigan.

Menjaga Laut, Merawat Harapan: Brimob Sumut Bersihkan Pantai Sirao

SUMATERA || Jejak-indonesia.id - Personel Kompi 4 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pembersihan sampah di kawasan Pantai Sirao, Kota Gunungsitoli, pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepedulian Brimob terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya ruang publik yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang area pantai dengan melibatkan personel Brimob yang turun langsung mengumpulkan sampah plastik, ranting, serta material lain yang berpotensi mencemari lingkungan pesisir. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian pantai sebagai salah satu aset lingkungan dan pariwisata daerah.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan Kompi 4 Batalyon C, Iptu Ari Budi Dermawan, S.H. Ia menegaskan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya berfokus pada tugas pengamanan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam mendukung kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Pantai merupakan ruang bersama yang harus kita jaga. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, karena lingkungan yang bersih akan menciptakan rasa nyaman dan aman bagi semua,” ujar Iptu Ari Budi Dermawan.

Dengan adanya aksi bersih pantai ini, diharapkan Pantai Sirao dapat tetap terjaga kebersihannya dan menjadi ruang publik yang nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut, Pengungsi Terus Berkurang dan Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan perkembangan terkini proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga 3 Februari 2026, penanganan difokuskan pada pengurangan jumlah pengungsi, pemulihan layanan dasar, pengaktifan kembali kegiatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan hunian sementara (huntara).

Berdasarkan rekap data terbaru Satgas PRR, jumlah pengungsi saat ini tercatat 102.480 jiwa. Angka ini jauh lebih rendah dibanding kondisi awal pascabencana pada 2 Desember 2025 yang mencapai 2.178.269 jiwa. Dengan penurunan tersebut, mayoritas warga terdampak telah kembali ke rumah, menempati huntara atau tinggal di lokasi yang dinilai layak dan aman.

Pemulihan juga terlihat pada sektor ekonomi kerakyatan. Hingga saat ini, 553 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi, terdiri atas 465 pasar di Aceh, 57 pasar di Sumut, dan 31 pasar di Sumbar. Berfungsinya kembali pasar rakyat tersebut turut ditopang oleh pemulihan akses jalan dan distribusi logistik di wilayah terdampak.

Di sisi bantuan perumahan, Satgas PRR mencatat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) di tiga provinsi telah mencapai di atas 90 persen secara agregat. Rinciannya, penyaluran DTH di Sumbar mencapai 97,06 persen, Aceh 91,90 persen, dan Sumut 86,12 persen. Skema penyaluran langsung ke rekening penerima diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara mandiri sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Pemulihan konektivitas darat juga terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Satgas PRR melaporkan seluruh jalan dan jembatan nasional berada dalam kondisi fungsional, sehingga mobilitas antarwilayah utama dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, TNI Angkatan Darat melalui Kodam Iskandar Muda dan Kodam I/Bukit Barisan telah menyelesaikan pembangunan dan perbaikan sejumlah jembatan darurat di wilayah terdampak, khususnya di Provinsi Aceh. Sementara itu, Polri mencatat perbaikan akses darat di Sumbar telah rampung, dengan progres lanjutan masih berlangsung di Aceh dan Sumut.

Pada aspek layanan dasar, Satgas PRR memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi dan sosial tetap terjaga. Hingga saat ini telah dibangun 666 sumur bor dan 168 unit MCK di wilayah terdampak untuk mendukung kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera Amran menegaskan, upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

“Fokus kami bukan sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan terus menurunnya jumlah pengungsi dan mulai pulihnya aktivitas ekonomi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi kini memasuki fase yang lebih stabil,” kata Amran di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Satgas PRR mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi lanjutan. Hal ini termasuk pembangunan hunian tetap yang saat ini tengah disiapkan secara bertahap.

Rentetan Kebakaran di Simalungun, Kapolres Imbau Warga Waspada Listrik dan Tabung Gas

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Simalungun dilanda sejumlah peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah warga, bangunan gereja, sekolah, serta kendaraan. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Dolok Panribuan dan Polsek Tanah Jawa, dengan total kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran pertama terjadi di Dusun III Simpang Sosor, Nagori Saribu Jawa, Kecamatan Dolok Panribuan, pada Selasa malam, 3 Februari 2026, sekitar pukul 23.10 WIB. Peristiwa ini menghanguskan satu unit Gereja GPdI Betlehem, satu unit bangunan gereja lama, satu unit gedung TK/PAUD Betlehem, serta satu unit mobil minibus Carry milik Pdt. Hotmarisi Fernon Pakpahan.

Kapolsek Dolok Panribuan IPTU Ponijan Damanik, SH, menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara bersama Tim Inafis Polres Simalungun, kebakaran diduga dipicu oleh api dari kompor masak yang menyambar tabung gas hingga terjadi ledakan. “Api berasal dari ruang dapur sekolah TK gereja. Tabung gas meledak dan memicu kobaran api yang membakar bangunan gereja, TK, dan mobil,” ungkap IPTU Ponijan.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp400 juta. Polisi juga memastikan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun konflik sosial di balik kejadian tersebut.

Peristiwa kebakaran lainnya terjadi di Huta 2 Nagori Raja Maligas I, Kecamatan Hutabayu Raja, wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, pada Selasa sore, 3 Februari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Api melalap rumah semi permanen milik Nursaida boru Tampubolon (76), serta merambat ke dua rumah di sebelah kiri dan kanan milik Relly Sitanggang dan Mohammad Irfan.

Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, SH, mengatakan kebakaran bermula dari kamar tidur korban. “Korban sedang beristirahat, lalu terbangun karena melihat percikan api di dalam kamar. Api cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya,” jelasnya.

Kerugian akibat kebakaran di Hutabayu Raja ditaksir sekitar Rp150 juta, dengan rincian rumah utama korban mengalami kerugian sekitar Rp130 juta, sedangkan dua rumah lain masing-masing sekitar Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun tiga keluarga terdampak secara langsung.

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan keprihatinan atas rentetan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian dan masalah teknis, seperti korsleting listrik dan penggunaan tabung gas yang tidak aman.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berasal dari instalasi listrik dan tabung gas di rumah maupun tempat ibadah,” ujar AKBP Marganda Aritonang.

Kapolres menegaskan beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat. Pertama, warga diminta rutin memeriksa kondisi kabel listrik di rumah, memastikan tidak ada kabel terkelupas atau sambungan yang tidak standar. Kedua, penggunaan stop kontak bertumpuk harus dihindari karena berpotensi menimbulkan panas berlebih yang memicu korsleting.

Ketiga, masyarakat diminta memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi baik sebelum digunakan. Regulator harus terpasang dengan benar dan selang gas tidak bocor. “Jika tercium bau gas, segera matikan sumber api, buka ventilasi, dan jangan menyalakan saklar listrik,” tegas Kapolres.

Keempat, Kapolres mengimbau agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat memasak, terutama pada malam hari. Kelima, masyarakat diminta menyediakan alat pemadam api ringan atau ember berisi air di dapur sebagai langkah awal penanganan jika muncul api kecil.

Selain itu, Kapolres juga meminta masyarakat untuk segera melapor ke pihak kepolisian atau pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran sekecil apa pun. “Semakin cepat dilaporkan, semakin kecil potensi api meluas dan menimbulkan kerugian besar,” ucapnya.

AKBP Marganda Aritonang menambahkan bahwa Polres Simalungun bersama polsek jajaran akan terus melakukan patroli, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran. “Kami akan meningkatkan imbauan kamtibmas, khususnya terkait keselamatan penggunaan listrik dan gas, agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Dengan adanya rentetan peristiwa kebakaran ini, Polres Simalungun berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan tempat tinggal masing-masing. “Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kewaspadaan adalah kunci utama pencegahan,” tutup AKBP Marganda Aritonang.

Peristiwa kebakaran di Dolok Panribuan dan Tanah Jawa menjadi pengingat penting bahwa faktor kelalaian kecil dapat berdampak besar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materil yang dialami para korban sangat signifikan dan memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Polisi memastikan penyelidikan terhadap seluruh peristiwa tersebut terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan di masa mendatang.

Dankorbrimob Polri Hadiri Upacara Pemakaman Almarhumah Meryati Hoegeng

BOGOR || Jejak-indonesia.id - Kabar duka datang dari Keluarga Besar Polri, Eyang Meryati Hoegeng, istri tercinta Kapolri ke-5 Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso meninggal dunia. Dengan penuh rasa kehilangan, Korps Brimob turut berduka cita atas berpulangnya almarhumah ke Rahmatullah.

Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, hadir langsung memberikan penghormatan terakhir pada upacara pemakaman almarhumah yang berlangsung di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Bogor, Jawa Barat. Rabu (4/2/2026).

Upacara pemakaman dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gutawan, Sekjen DPD RI Komjen Pol. Mohammad Iqbal, Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, Sekjen Kemenkumham Komjen Pol. Nico Afinta, Sekertaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman, Para PJU Mabes Polri, serta Keluarga Besar Purnawirawan Polri.

Almarhumah wafat dalam usia 100 tahun, pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah menjalani perawatan akibat sakit.

Semasa hidupnya, Eyang Meryati Hoegeng dikenal sebagai figur sederhana yang setia mendampingi perjalanan pengabdian suaminya, sekaligus menjadi simbol nilai integritas, keteladanan, dan kesahajaan dalam keluarga besar Polri.

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga almarhumah menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pimpinan dan seluruh jajaran Polri serta para pelayat atas doa, perhatian, dan penghormatan terakhir yang diberikan.

Keluarga memohon doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta dengan kerendahan hati memohon maaf atas segala khilaf dan kekhilafan semasa hidupnya, seraya berharap diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka ini.

Kehadiran para pimpinan Polri, termasuk Dankorbrimob Polri, menjadi wujud nyata penghormatan, kepedulian, dan nilai kebersamaan yang senantiasa dijunjung tinggi dalam keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

error: Content is protected !!