Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Polres Raja Ampat Kedepankan Edukasi Humanis di Hari Ketiga Operasi Keselamatan Dofior 2026

Raja Ampat || Jejak-indonesia.id - Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Keselamatan Dofior 2026, Polres Raja Ampat, Polda Papua Barat Daya terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan. Operasi yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Raja Ampat, AKP Muhadi, S.H., didampingi Kasat Lantas Iptu Agit Dwi Baskoro, S.H.

Sebanyak 48 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, yang terdiri dari unsur Satlantas, Sabhara, Provos, Satintelkam, Humas, serta dibantu oleh personel TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Turut hadir memantau jalannya operasi, Kasiwas AKP Ramlan dan Kasi Humas Polres Raja Ampat Ipda Maryadi, S.H.

Dalam operasi tersebut, petugas masih menemukan sejumlah pelanggaran kasat mata, diantaranya pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar (SNI), kendaraan tanpa pelat nomor, tidak adanya kaca spion, hingga pengendara di bawah umur.

Meskipun ditemukan banyak pelanggaran, Polres Raja Ampat lebih mengedepankan pendekatan persuasif. Para pelanggar tidak langsung ditilang, melainkan diberikan teguran secara humanis dan edukasi mengenai risiko kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kasat Lantas Polres Raja Ampat, Iptu Agit Dwi Baskoro, S.H., menekankan bahwa penggunaan helm dan kelengkapan kendaraan bukan sekadar formalitas aturan, melainkan pelindung utama keselamatan di jalan raya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas, menggunakan helm, dan melengkapi surat-surat kendaraan. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukum Polres Raja Ampat,” ujar Iptu Agit Dwi Baskoro.

Untuk diketahui, Operasi Keselamatan Dofior 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai dari 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Melalui operasi ini, Iptu Agit Dwi Baskoro berharap disiplin masyarakat dalam berkendara meningkat secara signifikan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Raja Ampat.

Polres Pamekasan Beri Bantuan Obat dan Layanan Kesehatan Untuk Warga Terdampak Longsor di Pasean

PAMEKASAN || Jejak-indonesia.id – Polres Pamekasan Polda Jawa Timur (Jatim) menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan Madura.

Dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan, Polres Pamekasan Polda Jatim memberikan bantuan obat-obatan kepada para pengungsi.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Kasidokkes Polres Pamekasan, Iptu Sugino didampingi Kapolsek Pasean AKP Gunarto kepada Kepala Desa Sana Daya Hj. Uswatun Ekasanah.

Tidak hanya memberikan bantuan obat-obatan, Polres Pamekasan juga memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri khususnya Polres Pamekasan bagi masyarakat yang tengah mengalami musibah.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang sedang mengungsi saat ini, sekaligus menjadi penguat moril di tengah situasi sulit," ujar Ipda Yoni.

Kasi Humas Polres Pamekasan menegaskan, Polri akan selalu ada untuk Masyarakat, sesuai dengan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan Masyarakat.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Sana Daya, Hj. Uswatun Ekasanah menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepedulian Polres Pamekasan kepada warganya yang sedang ditimpa musibah bencana alam.

"Terimakasih banyak kepada Pak Kapolres dan seluruh anggota Polres Pamekasan yang mana benar - benar mewujudkan bahwa Polri untuk masyarakat," ungkapnya.

Kades Sana Daya itu menyebutkan berdasar data yang dihimpun, fenomena tanah bergerak di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, pada hari Minggu tanggal 18 Januari 2026, yang menyebabkan puluhan rumah rusak berat dan warga terpaksa mengungsi.

Bencana yang dipicu intensitas hujan tinggi ini melanda Dusun Barat Gunung dan Paseset Timur, mengakibatkan retakan tanah sepanjang 35 meter dan kedalaman 1,5 meter, merusak setidaknya 10-16 rumah serta fasilitas umum. (*)

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polresta Sidoarjo Tambal Jalan Berlubang

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur menunjukkan respons cepat dengan melakukan penanganan sementara jalanan berlubang yang ada di wilayah hukumnya.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing melalui Kasi Humas, AKP Tri Novi Handono mengatakan penambalan jalan berlubang tersebut upaya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

"Ada beberapa ruas jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan terlebih saat hujan dan tertutup air," ujar AKP Novi.

Ia mengatakan penanganan sementara jalan berlubang tersebut dilakukan oleh Polsek jajaran Polresta Sidoarjo yang kebetulan ada ruas jalan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan.

"Ada Dua wilayah yang kami tambal yaitu wilayah Krian ditangani Polsek Krian dan wilayah Balongbendo ditangani Polsek Balongbendo," kata AKP Novi.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Krian dan Polsek Balongbendo bersama warga sekitar bergotong royong menutup lubang jalan menggunakan material penimbun.

Menurut AKP Novi, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

"Demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, dan penambalan sementara jalan berlubang ini juga bagian dari upaya kami pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang akan berlangsung Dua pekan," pungkas AKP Novi. (*)

Polres Lumajang Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 Ajak Masyarakat Berbudaya Tertib

LUMAJANG || Jejak-indonesia.id  – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus menggencarkan upaya edukasi kepada masyarakat.

Kali ini, petugas turun langsung ke jalan untuk membagikan ratusan brosur imbauan kepada pengendara yang melintas di kawasan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif.

Petugas menyapa satu per satu pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, sembari memberikan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

"Hari ini kami memfokuskan kegiatan di area publik seperti Alun-Alun Lumajang, tujuannya bukan untuk menindak, melainkan mengajak masyarakat berbudaya tertib lalu lintas," ujar AKP Yulian.

Ia mengatakan imbauan tertib lalu lintas (lalin) dilakukan secara humanis.

"Kami berharap masyarakat lebih disiplin dan sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama saat berkendara," ungkapnya.

Brosur yang dibagikan memuat poin-poin krusial terkait sasaran prioritas Operasi Keselamatan Semeru 2026, di antaranya:
• Larangan menggunakan ponsel saat berkendara.
• Kewajiban penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengendara motor.
• Penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
• Larangan melawan arus dan berkendara di bawah pengaruh alkohol.
• Penertiban penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong).

Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari—mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026—ini juga bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

"Iya, operasi ini untuk menekan akan kecelakaan terlebih menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H," pungkasnya.

Salah satu pengendara motor, Ahmad (40), mengapresiasi langkah kepolisian tersebut.

"Sangat bagus, jadi kita diingatkan lagi soal aturan. Apalagi kadang orang sering lupa pakai helm dengan benar meski hanya jarak dekat," tuturnya.

Melalui masifnya pembagian brosur dan sosialisasi ini, Polres Lumajang Polda Jatim berharap angka pelanggaran serta fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah "Kota Pisang" dapat ditekan secara signifikan.

Polisi mengimbau agar masyarakat tidak hanya tertib saat ada petugas, namun menjadikannya sebagai budaya sehari-hari. (*)

Ops Keselamatan Semeru 2026 Polresta Malang Kota Gelar Ramp Check Bus dan Angkot

MALANG KOTA || Jejak-indonesia.id – Keseriusan Polresta Malang Kota Polda Jatim dalam melindungi penumpang angkutan umum sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas terus diperkuat, melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Satlantas Polresta Malang Kota, bersama Petugas Kemenhub Darat, dan Dishub Kota Malang melaksanakan ramp check armada bus di Terminal Tipe A Arjosari hingga garasi Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Kota Malang dan angkutan dalam kota (Angkot).

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, kegiatan Ramp check ini salah satu rangkaian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026.

"Sasarannya kendaraan bus, mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), hingga angkutan dalam kota/perkotaan," ujar AKP Rio, Selasa (03/02/2026)

Kasatlantas Polresta Malang Kota menegaskan ramp check bertujuan untuk melindungi keselamatan penumpang, awak armada serta menekan potensi fatalitas korban kecelakaan,terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Kami ingin memastikan setiap bus yang beroperasi benar-benar laik jalan, awaknya sehat, dan administrasinya lengkap, sehingga risiko kecelakaan dapat dicegah sejak awal,” ujar AKP Rio.

Selain memeriksa armada di Terminal Arjosari, Satlantas Polresta Malang Kota juga menyisir garasi PO, dan Travel di wilayah Kota Malang.

Saat di lokasi, AKP Rio bersama Kanit Kamsel, Iptu Juana Gita selain melakukan pemeriksaan fisik kendaraan, juga memeriksa kelengkapan surat-surat seperti SIM, STNK hingga KIR dan Izin Trayek.

Armada yang dinyatakan memenuhi standar kemudian ditempeli stiker khusus ramp check sebagai tanda laik jalan.

Sementara Iptu Juana Gita menambahkan ramp check dilakukan secara detail, memastikan faktor manusia dan kendaraan sama-sama aman.

“Kami tidak hanya fokus pada armadanya, tapi juga Sopir harus sehat dan kendaraan layak menjadi kunci utama mencegah kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya,” jelas Iptu Juana.

Dalam pelaksanaannya, tahapan penting Ram Check diantaranya pemeriksaan lampu, Rem, ban, wiper, APAR, safety hammer, dan P3K.

Selain ramp check, Polresta Malang Kota gencar sosialisasi Ops Keselamatan Semeru 2026 ke para sopir angkot, driver ojol, hingga sekolah-sekolah.

Melalui ramp check yang berkelanjutan ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim berharap potensi kecelakaan jalan raya bisa ditekan sejak hulu, sehingga masyarakat bisa terlindungi, tidak hanya saat Operasi Keselamatan Semeru 2026 namun terus berkelanjutan. (*)

error: Content is protected !!