Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Polres Trenggalek Kampanyekan Operasi Keselamatan Semeru 2026 Dengan ‘Muncak Bareng’

TRENGGALEK || Jejak-indonesia.id - Kampanye Operasi Keselamatan Semeru 2026 tidak hanya dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek di jalan raya.

Melalui kegiatan 'Muncak Bareng', Polres Trenggalek melakukan pendekatan pada generasi muda dan penggemar mendaki gunung untuk mengkampanyekan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Selasa (3/2/26).

Kegiatan 'Muncak Bareng' ini dikemas menarik sebagai media sosialisasi maupun edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas.

Tagline yang diangkatpun dibuat semenarik mungkin `Muncak Bareng Wilis via Bendungan, Edisi Razia Wong Cidro` lengkap dengan caption `Gratis Tilang di Puncak`.

Tak ayal, acara inipun disamput positif oleh masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto mengatakan pihaknya sengaja menggelar kegiatan yang bisa dibilang tak biasa untuk memberi ruang pada generasi muda turut berkontribusi dalam Kamseltibcarlantas melalui kegiatan positif.

“Kita coba menggunakan pendekatan yang berbeda, anti mainstream dalam mendukung Ops Keselamtan Semeru 2026 dengan melihat potensi remaja dan berbagai umur dengan kegiatan naik gunung yang banyak digemari,”ujar AKP Sony.

Pihaknya menuturkan, respon masyarakat khususnya para remaja di Trenggalek terhadap kegiatan naik gunung ini benar-benar di luar ekspetasi.

Bagaimana tidak, acara yang dikemas sederhana ini mampu menyedot animo sedikitnya 350 orang.

“Selama ini Polisi dikenal kaku. Nah, dari kegiatan ini kita buktikan bahwa Polri khususnya Polantas bisa lebih cair dan sama juga seperti masyarakat yang lain. Jadi komunikasi menjadi lebih gayeng," kata AKP Sony.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum pendakian koordinator kegiatan yang merupakan anggota dari unit Kamsel menyampaikan edukasi terkait dengan seluk beluk Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan beberapa materi edukasi berkendara yang aman.

Petugas juga membuka ruang diskusi dengan suasana yang penuh keakraban.

Obrolan ringan tersebut berlanjut hingga di titik puncak yang disebut dengan puncak kahyangan gunung Wilis dengan ketinggian mencapai 1.529 Mdpl.

Rute yang dilintasi sepanjang 7 km dengan estimasi total rute pulang dan pergi 14 km, dan waktu tempuh perjalanan normal total 7 jam.

Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat memahami bahwa dalam pendakian juga membutuhkan hal yang sama seperti saat berlalu lintas di jalan umum.

"Ini mendidik kesabaran, kelengkapan mendaki dan kondisi kesehatan yang prima juga untuk mendukung keselamatan,”pungkasnya. (*)

Polres Jember Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pakis

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Kepedulian Polres Jember Polda Jatim terhadap warga terdampak bencana kembali diwujudkan melalui kegiatan bhakti sosial.

Bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Dusun Pertelon RT 7 RW 2, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember pada Selasa (3/2/2026).

Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Desa Pakis dan diberikan langsung oleh Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan kepada warga yang terdampak banjir.

Bantuan yang disalurkan meliputi telur ayam minyak goreng, teh, mie instan, gula pasir, beras, serta kopi bubuk.

Lebih kurang 40 warga menerima bantuan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok pascabanjir.

Sebelumnya, Wakapolres Jember juga turun langsung ke lapangan saat banjir melanda Desa Pakis untuk mengecek kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah," ungkapnya.

Kompol Fery berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak banjir

Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera berkoordinasi dengan aparat setempat apabila membutuhkan bantuan.

Warga penerima bantuan tampak antusias dan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan.

Suasana penuh keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Polres Jember Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan saat bencana melanda. (*)

Satgaswi Papua Barat Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMPN 1 Kabupaten Sorong guna Tangkal Paham IRET

Kabupaten Sorong || Jejak-indonesia.id – Tim Satgaswil Papua Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) yang berfokus pada antisipasi penyalahgunaan media sosial sebagai upaya pencegahan paham Intoleran, Radikal, dan Teroris (IRET). Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Rabu (4/2/2026).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIT ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan dewan guru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMPN 1 Kabupaten Sorong, Ibu Neni Jafar, M.Ed., Wakasek Kesiswaan Siti Nur, guru Bimbingan Konseling Jeklin Tehnu, Bhabinkamtibmas Polres Sorong Bripka Roly Simanjorang, perwakilan SatIntelkam Polres Sorong Briptu Heryanto Ranta, serta seluruh guru PKN.

Dalam pemaparannya, Tim Satgaswil Papua Barat menekankan peran strategis sekaligus risiko media sosial bagi generasi muda. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai ciri-ciri konten bermuatan intoleransi dan radikalisme yang sering menyasar pelajar melalui platform digital.

“Siswa-siswi harus meningkatkan literasi digital dan bersikap kritis terhadap informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya,” tegas narasumber dari Tim Satgaswil.

Selain kepada siswa, sosialisasi ini juga mengajak Dewan Guru untuk berperan aktif dalam pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan perilaku digital di lingkungan sekolah. Langkah preventif ini bertujuan membangun kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat respon positif dari seluruh warga sekolah. Melalui sinergi antara Satgaswil dan pihak sekolah, diharapkan ketahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme berbasis digital dapat semakin kuat sejak dini.

Lapas Banyuwangi Deklarasikan Pembangunan Zona Integritas, Siap Raih Predikat WBBM

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi resmi memulai langkah besar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Bertempat di Aula Sahardjo, jajaran Lapas Banyuwangi menggelar Deklarasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (04/02).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk konsistensi setelah sebelumnya pada tahun 2023 lalu, Lapas Banyuwangi sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kini, dengan semangat yang lebih kuat, Lapas di ujung timur Pulau Jawa ini bersiap meningkatkan standar pelayanan dan integritas demi meraih predikat tertinggi, yakni WBBM.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, yang memimpin langsung pelaksanaan penandatanganan tersebut menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Ia meminta seluruh jajarannya untuk mengimplementasikan poin-poin komitmen tersebut dengan sebaik-baiknya dalam tugas sehari-hari.

“Predikat WBK telah kita raih, namun tantangan selanjutnya jauh lebih besar, yaitu WBBM. Tekad untuk meraih WBBM ini bukan milik pimpinan saja, melainkan milik kita bersama,” ujar Wayan dalam arahannya.

Wayan menekankan agar seluruh pegawai tidak memandang WBBM hanya sebagai pencapaian administratif atau formalitas belaka. Menurutnya, esensi dari ZI adalah adanya perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun warga binaan. Ia menginstruksikan agar komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif.

“Hasil memang penting, tetapi bukan merupakan tujuan akhir. Proses dalam mencapai tujuan itulah yang perlu kita perhatikan secara mendalam” tegasnya.

Lebih lanjut, Wayan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas bukan hanya beban bagi Tim Kelompok Kerja (Pokja), melainkan tanggung jawab kolektif. Setiap individu di dalam organisasi memiliki peran krusial dalam menjaga marwah instansi.

“Tentu sangat penting seorang pimpinan harus menjadi role model atau teladan bagi bawahannya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas,” pungkasnya.

Lewat Jalur Aspirasi DPR RI, Sonny T. Danaparamita Dorong Keselamatan Wisata Bahari Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Komitmen memperkuat keselamatan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir kembali ditunjukkan Anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita melalui penyaluran Program Ekonomi Produktif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2025 di Kabupaten Banyuwangi.

Penyerahan bantuan aspirasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, dan diserahkan secara langsung oleh Prayogi Adi Pratama, Koordinator Rumah Aspirasi Sonny Garasi (Gagasan Rajut Aspirasi), sebagai perwakilan resmi Sonny T. Danaparamita.

Dalam keterangannya, Prayogi menegaskan bahwa bantuan ini dirancang untuk meningkatkan aspek keselamatan aktivitas wisata bahari, sekaligus memperkuat peran kelompok masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir Banyuwangi yang menjadi destinasi unggulan wisata.

“Aspirasi masyarakat pesisir kami tindak lanjuti melalui program ini. Tujuannya jelas, mendukung keselamatan wisata bahari dan mendorong ekonomi produktif agar masyarakat ikut merasakan dampak positif sektor pariwisata,” jelas Prayogi.

Program tersebut menyasar dua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), yakni Pokmaswas Pulau Merah Bahari yang diketuai Poniran, serta Pokmaswas Gua Pitu Bedil di bawah kepemimpinan Budi Wahyono.

Untuk Pokmaswas Pulau Merah Bahari, bantuan yang disalurkan berupa life jacket dan perlengkapan scuba diving guna menunjang keselamatan dan pengawasan aktivitas wisata laut. Sementara Pokmaswas Gua Pitu Bedil menerima life jacket, peralatan snorkel, serta baju adat Gandrung, sebagai bagian dari penguatan wisata bahari yang terintegrasi dengan kearifan budaya lokal.

Penyerahan bantuan dilakukan di dua lokasi strategis, yakni Pantai Pulau Merah dan Pantai Mustika, yang selama ini menjadi pusat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, bersama jajaran penyuluh perikanan. Dalam sambutannya, Suryono menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Sonny T. Danaparamita terhadap penguatan sektor kelautan dan wisata pesisir di Banyuwangi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Sonny T. Danaparamita. Bantuan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir dan sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan serta pengembangan wisata bahari Banyuwangi,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara DPR RI, KKP, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan kawasan wisata bahari yang aman, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi warga pesisir Banyuwangi.

error: Content is protected !!