Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Waspada Penipuan APK! Wakapolres Aceh Tengah Ingatkan Keamanan Digital di Safari Subuh Masjid At-Taqwa

ACEH || Jejak-indonesia.id – Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Kompol Samsir, S.H., menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada jamaah dalam kegiatan Safari Subuh Rabu Berkah yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Kampung Hakim Bale Bujang Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Rabu 4 Februari 2026

Dalam sambutannya, Wakapolres Aceh Tengah mengawali dengan mengulas Surat Al-Ma’idah ayat 35, yang berisi perintah Allah SWT kepada orang-orang beriman untuk senantiasa bertakwa, mencari wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, serta berjihad di jalan-Nya agar memperoleh keberuntungan.

Ayat tersebut menekankan pentingnya ketaatan total dengan menjauhi larangan dan mendekatkan diri kepada Allah demi meraih kebahagiaan sejati.

Kompol Samsir juga menyampaikan bahwa pascabencana alam, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Aceh Tengah hingga saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana tersebut.

“Alhamdulillah, di pagi yang berbahagia ini kita dapat melaksanakan ibadah subuh berjamaah di Masjid At-Taqwa yang kita cintai. Mari bersama-sama kita jaga kondusivitas kamtibmas di Aceh Tengah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres turut mengingatkan para orang tua agar meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan media sosial, guna mencegah pengaruh negatif yang dapat merugikan masa depan generasi muda.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap maraknya modus penipuan melalui aplikasi berbentuk APK yang beredar di tengah masyarakat.

Ia menegaskan agar tidak membuka atau mengunduh aplikasi mencurigakan, karena telah terjadi kasus penipuan, termasuk di Aceh Tengah, yang menyebabkan korban kehilangan uang di rekening bank.

Terkait keselamatan di jalan raya, Wakapolres menyampaikan bahwa saat ini Kepolisian sedang melaksanakan Operasi Keselamatan, sehingga masyarakat diharapkan selalu tertib dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tengah yang turut hadir menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan menetapkan status darurat bencana daerah menjadi masa transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Ia juga mengapresiasi peran pengurus Masjid At-Taqwa yang telah aktif memberikan bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Selanjutnya Tgk. Irwansyah Al Waqi, M.Pd., dalam tausyiahnya mengajak jamaah untuk menjadi pribadi yang penuh berkah dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan cara meningkatkan iman dan taqwa, saling memaafkan dengan orang tua serta sesama, dan ikhlas dalam menjalankan ibadah.

Turut hadir dalam Safari subuh Pj. Sekda Aceh Tengah, Kakankemenag, Ketua MPU, Rektor IAIN Takengon, Kepala SKPK Aceh Tengah, Ketua dewan masjid Aceh Tengah, Para Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polres Aceh Tengah, Camat Lut Tawar, serta Jama'ah Shalat Subuh.

Duka Mendalam Polri, Kapolri bersama Jajaran Iringi Kepergian Ibu Meriyati Hoegeng ke Peristirahatan Terakhir

BOGOR || Jejak-indonesia.id - Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Ibu Meriyati Hoegeng Imam Santoso, istri dari tokoh legendaris Polri, almarhum Jenderal Hoegeng Imam Santoso, pada Rabu (4/2/2026).

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo hadir langsung memberikan penghormatan terakhir, didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono.

Kehadiran pucuk pimpinan Polri ini merupakan bentuk empati mendalam bagi sosok yang dikenal setia mendampingi pengabdian Jenderal Hoegeng. Ibu Meriyati, atau yang akrab disapa Eyang Meri, wafat pada Selasa (3/2) pukul 13.25 WIB di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati setelah menjalani perawatan intensif.

Di tengah kesedihan keluarga, doa dan penghormatan mengiringi kepergian almarhumah sebagai bagian dari keluarga besar Polri yang telah meninggalkan teladan kesederhanaan dan keteguhan.

Upacara pemakaman berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, serta sejumlah Sekretaris Jenderal dari berbagai kementerian seperti Komjen Pol. Mohammad Iqbal (DPD RI), Komjen Pol. Tomsi Tohir (Kemendagri), dan Komjen Pol. Nico Afinta (Kemenkumham).

Hadir pula Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, para Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, serta Keluarga Besar Purnawirawan Polri.

Keluarga besar Polda Metro Jaya, di bawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, turut menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. "Semoga almarhumah Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng husnul khotimah dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.

Brimob Kepri Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Hutan Di Bukit Daeng Tembisi Kota Batam

BATAM || Jejak-indonesia.id – Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau melalui Tim Siaga SAR Satbrimob Polda Kepri bergerak cepat merespons informasi kebakaran hutan di kawasan Bukit Daeng Tembesi, Kota Batam, Rabu (4/2/2026).

Informasi awal kebakaran tersebut diketahui dari unggahan media sosial salah seorang warga Kota Batam. Menindaklanjuti hal tersebut, Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kepri, Kompol Maslan Sirait, S.H., segera memerintahkan personel Tim Siaga SAR untuk turun langsung ke lokasi kejadian.

Personel Satbrimob Polda Kepri diberangkatkan menuju Lokasi Kebakaran dengan membawa 1 unit kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) guna melakukan pemadaman api.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB, api diketahui telah menjalar ke area hutan. Tim Siaga SAR Satbrimob Polda Kepri langsung melakukan upaya pemadaman dari satu arah untuk mencegah api meluas. Selain itu, personel juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran setempat, sementara personel lainnya melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan di sekitar lokasi kejadian.

Dansat Brimob Polda Kepri, Kombes Pol. Arief Doddy Suryawan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Brimob Polda Kepri dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

“Ini merupakan wujud kesiapan Satuan Brimob Polda Kepri manakala dibutuhkan secara cepat dan mendadak, baik dalam tugas pengamanan maupun penanganan situasi darurat demi keselamatan masyarakat. Brimob tidak hanya berperan dalam tugas pengamanan, tetapi juga siap mendukung penuh upaya kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” tegasnya.

“Upaya pemadaman kebakaran dilaksanakan secara maksimal melalui koordinasi yang solid dan sinergi Tim Siaga SAR Satbrimob Polda Kepri bersama Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD setempat, unsur TNI–Polri, serta dukungan masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut berhasil mencegah meluasnya titik api, meminimalisir dampak lingkungan, serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran.” tutup Dansat Brimob Polda Kepri.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

Komitmen Berantas TPPO, Kapolda NTT Resmikan Direktorat PPA-PPO di Kupang

JAKARTA |` Jejakidndonesia.id - Polda Nusa Tenggara Timur resmi memiliki Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) dalam rangka pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (PPO) di wilayah NTT.

“Pembentukan Ditres PPA-PPO) merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap perempuan dan anak serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (PPO) di wilayah NTT,” terang Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, Rabu (4/2/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara syukuran Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTT, yang digelar di Mapolda NTT.

Kapolda NTT menyampaikan pembentukan Direktorat PPA dan PPO merupakan tindak lanjut kebijakan nasional Polri. Ia mengungkapkan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi telah melaunching Direktorat PPA-PPO pada 21 Januari 2026, yang dibentuk di 11 Polda dan 22 Polres di seluruh Indonesia.

“Walaupun kita serba terbatas baik dari segi personel maupun anggaran, saya yakin dan percaya di bawah kepemimpinan Ibu Nova selaku Direktur PPA dan PPO, direktorat yang baru ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” terang Kapolda.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan personel akan dilakukan secara bertahap melalui mutasi internal (TR) Polri. Personel yang jajaran akan secara berkelanjutan memperkuat dan mendukung kinerja Direktorat PPA dan PPO.

Ke depan, penanganan korban maupun pelaku PPA dan PPO juga akan terintegrasi dengan fasilitas “Rumah Bahagia”, yang dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Kapolda NTT.

“Rumah Bahagia ini akan diawaki para konselor dari Bag Psikologi Biro SDM, Bhayangkari, serta Polwan yang telah tersertifikasi. Nantinya akan menjadi tempat kolaborasi antara Ditres PPA-PPO dan Rumah Bahagia, khususnya untuk trauma healing dan kesiapan mental korban,” jelas Kapolda.

Kapolda menekankan bahwa penanganan kasus PPA dan PPO tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polri. Ia meminta jajaran Ditres PPA-PPO untuk segera menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, LSM, maupun penggiat kemanusiaan lainnya.

“PPO ini sudah menjadi sorotan nasional di NTT dan berlangsung bertahun-tahun. Tidak mungkin kita kerjakan sendiri. Silakan susun strategi, lakukan pendekatan preemtif dan preventif selain represif, serta libatkan seluruh stakeholder,” tegasnya.

Kapolda NTT berharap penanganan kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang dapat dilakukan secara lebih terpadu, humanis, dan berkelanjutan demi mewujudkan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat NTT.

Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

JAKARTA || Jejakindonesia.id - Belum lama ini, beredar informasi bahwa terdapat sejumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dinonaktifkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa penonaktifan tersebut dilandasi oleh Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku per 1 Februari 2026.

“Dalam SK tersebut, telah dilakukan penyesuaian di mana sejumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan, digantikan dengan peserta baru. Jadi, secara jumlah total peserta PBI JK sama dengan jumlah peserta PBI JK pada bulan sebelumnya.

Pembaruan data PBI JK dilakukan secara berkala oleh Kementerian Sosial supaya data peserta PBI JK tepat sasaran. Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria,” ujar Rizzky pada Rabu (04/02).

Kriteria peserta PBI JK yang bisa mengaktifkan kembali yaitu pertama, peserta tersebut termasuk dalam daftar
peserta PBI JK yang dinonaktifkan pada bulan Januari 2026. Kedua, jika berdasarkan verifikasi di lapangan,
peserta termasuk kategori masyarakat miskin dan rentan miskin. Ketiga, jika peserta termasuk peserta yang mengidap penyakit kronis, atau dalam kondisi darurat medis yang mengancam keselamatan jiwanya.

“Peserta PBI JK yang dinonaktifkan tersebut bisa melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat
Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan. Selanjutnya, Dinas Sosial akan mengusulkan peserta tersebut ke Kementerian Sosial, dan Kementerian Sosial akan melakukan verifikasi terhadap peserta yang diusulkan. Jika peserta lolos verifikasi, maka BPJS Kesehatan akan mengaktifkan kembali status JKN peserta tersebut, sehingga peserta yang bersangkutan dapat kembali mengakses layanan kesehatan,” kata Rizzky.

Rizzky juga menerangkan, untuk mengecek apakah status kepesertaan JKN masih aktif atau tidak, peserta
yang bersangkutan dapat menghubungi Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) di nomor 08118165165, BPJS Kesehatan Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, atau melalui Kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Bagi peserta JKN yang sedang berobat di rumah sakit, jika perlu informasi atau butuh bantuan, juga bisa menghubungi petugas BPJS SATU. Nama, foto dan nomor kontak petugas BPJS SATU terpampang pada ruang publik di rumah sakit tersebut. Masyarakat juga dapat menghubungi petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang secara khusus disediakan rumah sakit untuk melayani kebutuhan informasi dan menangani pengaduan pasien.

“Sekali lagi kami imbau kepada masyarakat, selagi masih sehat harap meluangkan waktu mengecek status
kepesertaan JKN-nya. Jika ternyata masuk ke dalam peserta yang dinonaktifkan, supaya bisa segera
melakukan pengaktifan kembali. Jadi harapannya tidak terkendala jika mendadak perlu JKN untuk berobat,”
ungkap Rizzky.

Reporter : Rio

error: Content is protected !!