We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Cermin Diri Dari Kaca Benggala Tentang Kemiskinan dan Kebodohan Kita

Jejak-indonesia.id || Orang bodoh yang kaya itu ada, seperti orang miskin yang pintar. Keduanya memiliki kenaikan tersendiri. Minimal bagi orang bodoh yang kaya tidak bisa memanfaatkan kekayaannya secara maksimal untuk hal-hal yang baik untuk dirinya sendiri apalagi untuk orang lain. Termasuk untuk saudaranya yang sangat memerlukan sekali bantuan dari dirinya yang cukup berkelumpahan harta benda ini.

Orang kaya yang bodoh tampak dari kebingungan atau ketidakmampuannya memanfaatkan hanya kekayaannya itu secara maksimal hingga dapat lebih banyak mendatangkan manfaat tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain. Karena itu ada orang yang kondisi ekonominya biasa-biasa saja -- tidak berlebih -- bisa memiliki sejumlah anak asuh atau menyantuni secara rutin dan ajek anak yatim piatu dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih.

Sebaliknya, ada orang yang kaya dengan harta dan uang yang berlimpah ruah, sekedar untuk mentraktir minum kopi saja bakhilnya minta ampun. Hingga ada istilah yang muncul dari sifat dan sikap meditnya orang setengah mati ini acap disebut sisa makanannya yang ada pun enggan dia berikan untuk orang kain. Karena dia anggap perlu untuk disimpan buat makan dirinya sendiri nanti ketika lapar kembali. Kendati pada akhirnya makanan sisa itu memburuk, dia akan merasa tetap lebih baik dan puas untuk membiarkannya seperti itu.

Yang menarik tentu saja ada orang kaya yang tidak pelit, tidak bodoh tidak memiliki ambisius untuk mendongkrak nama dan reputasinya dengan mengeksploitasi kekayaan yang dimilikinya dengan kemiskinan orang lain. Sehingga apa yang dia berikan dilakukan dengan penuh ikhlas dan semata-mata untuk berbuat baik dengan cara memberi sesuatu yang dia anggap sangat diperlukan oleh orang lain itu, tampa pernah diminta oleh siapapun.

Sikap empati dan kebaikan serupa ini pasti dilakukan dengan sepenuh kesadaran tanpa pernah berharap adanya imbalan baik dalam bentuk apapun. Perlakuan seperti ini tidak sedikit terjadi di kalangan aktivis yang sangat memahami beratnya perjuangan atas dasar yang bertumpu pada idealisme, solidaritas, kepedulian sosial serta rasa senasib dan sepenanggungan untuk suatu cita-cita bersama membangun kondisi dan situasi yang kebih baik.

Meski begitu, tetap saja ada sifat dan sikap yang sebaliknya, justru hanya ingin memperkuda atau menjadikan teman seperjuangan itu sebagai kuda tunggangan belaka. Selebihnya, bisa dia lupakan seperti angin lalu yang tidak lagi perlu untuk dikenang, karena dia cuma mampu memahi bahwa masa lalu itu tak lagi perlu untuk membangun masa depan yang kebih baik dan lebih indah untuk dikenang pada masa berikutnya.

Artinya, hakikat dari ungkapan untuk tidak melupakan sejarah -- jas merah -- hanya dipahami sebagai selogan belaka. Bukan untuk membangun kesadaran historis untuk hari ini dan hari esok yang lebih indah dan kebih romantis untuk selaku dikenang, ketika suatu masa telah berlalu untuk dikenang kembali bahwa kita pernah melintas bersana pada masa itu dahulu.

Namun yang sulit untuk didedkripsikan adalah sosok seorang yang muskin, tidak cukup cerdas apalagi terus dibarengi dengan sikapnya yang kurang bijak. Maka untuk memetakan posisinya yang terbaik bagi diri kita pun, acap kali sering merepotkan. Namun toh, semua itu tetap kembali kepada kearifan dan kebijakan dari sikap san sifat kita yang sesungguhnya. Begitulah sosok wajah kita yang tak mungkin dimanipulasi oleh kaca benggala.

Banten, 31 Januari 2026

Kapolres Pasuruan Jalin Komunikasi dengan Tokoh Masyarakat Bangil

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan tokoh masyarakat Bangil, H. Sobri Sutroyono, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pasuruan memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Silaturahmi tersebut berlangsung di kediaman H. Sobri Sutroyono, Bangil, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 10.00 hingga 10.30 WIB, dan berjalan dalam suasana hangat, akrab, serta penuh kekeluargaan.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, komunikasi yang baik antara Polri dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami terus membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat sebagai mitra strategis Polri. Melalui silaturahmi seperti ini, kami ingin memastikan terjalinnya sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bangil dan sekitarnya,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres juga menyampaikan komitmen Polres Pasuruan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta membuka ruang koordinasi dan komunikasi yang konstruktif.

“Polri hadir untuk melayani masyarakat. Kami siap menerima masukan dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat guna mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” tambahnya.

Selain itu, Kapolres bersama tokoh masyarakat membahas kondisi kamtibmas di wilayah Bangil. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri Wakapolres Pasuruan Kompol Andy Purnomo, Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi, Danramil Bangil Kapten Ahmad Fauzan, serta sejumlah pejabat utama Polres Pasuruan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan kemitraan antara Polres Pasuruan dan tokoh masyarakat Bangil semakin solid, sehingga sinergi dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Pasuruan dapat terus ditingkatkan.

Ketua Umum FRN “Agus Flores” Mendorong Penegakan Hukum Tegas Terhadap Kejahatan Ilegal Logging di Provinsi Riau

Jakarta, Jejak - Indonesia.id || Praktik mafia bisnis ilegal logging di Provinsi Riau semakin mengkhawatirkan. Meskipun daerah ini kaya akan potensi hasil hutan kayu, pengelolaannya justru tak sesuai dengan aturan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Fast Respon Nusantara Counter Polri, Agus Flores secara tegas menegakkan penegakan hukum yang lebih kuat dalam menghadapi kejahatan hutan ilegal yang merajalela di Provinsi Riau

Pembalakan liar marak terjadi, dan bisnis jual beli kayu tanpa dokumen resmi merajalela. Hal ini menimbulkan kerugian besar bagi negara dan menghambat industri kayu yang sah di Provinsi Riau.

Agus Flores menyoroti eskalasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas para oknum ilegal di Provinsi Riau

Agus Flores menyatakannya terhadap deforestasi yang terus berlangsung di wilayah tersebut, “tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga mempengaruhi mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada hutan.”Ujarnya. Sabtu, (31/1/26)

Dalam rangka kejahatan ini, Ketua Umum FRN mendesak Presiden RI, Mabes Polri dan Kapolda Riau "Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum" sebagai aparat penegak hukum untuk mengambil langkah-langkah tegas, mendeteksi dan menghukum para pelaku ilegal, serta memperkuat pengawasan terhadap kegiatan eksploitasi hutan ilegal.

Agus Flores juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, LSM, Wartawan dan masyarakat sipil dalam upaya melindungi hutan dan lingkungan. Dia menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak yang berwenang dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelestarian hutan Provinsi Riau

Dalam konteks upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan konservasi ekosistem hutan, seruan Agus Flores ini mencerminkan tekad untuk memerangi kejahatan hutan ilegal secara serius, demi mewujudkan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Provinsi Riau”Pungkasnya. (red)

Kapolsek Bangun Pimpin Apel Pagi dan Olahraga Bareng Bhayangkari, Sarapan Bersama Jadi Penutup yang Hangat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Sektor Bangun menggelar kegiatan apel pagi yang dilanjutkan dengan olahraga bersama dan sarapan bersama di Mako Polsek Bangun, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bangun AKP Hengky B Siahaan SH MH ini melibatkan seluruh personel Polsek Bangun dan keluarga besar Bhayangkari Polsek Bangun dalam suasana kekeluargaan yang penuh kehangatan.

Kapolsek Bangun AKP Hengky B Siahaan SH MH menjelaskan, kegiatan apel pagi yang dilanjutkan dengan olahraga bersama merupakan rutinitas yang penting untuk menjaga kebugaran dan mempererat kebersamaan antara personel dengan keluarga.

"Kami melaksanakan apel pagi yang saya pimpin langsung, dilanjutkan dengan olahraga bersama seluruh personel Polsek Bangun dan keluarga besar Bhayangkari. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan berlangsung dengan sangat baik," ujar AKP Hengky saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kegiatan yang digelar di Mako Polsek Bangun dalam cuaca cerah ini diawali dengan apel pagi untuk memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh personel sebelum memulai aktivitas akhir pekan.

"Dalam apel pagi, saya menyampaikan arahan kepada seluruh personel tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran sebagai modal utama dalam menjalankan tugas. Personel yang sehat akan lebih produktif dalam melayani masyarakat," ungkap AKP Hengky.

Setelah apel pagi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama yang melibatkan seluruh personel Polsek Bangun dan keluarga besar Bhayangkari.

"Olahraga bersama ini bukan hanya untuk kebugaran fisik, tapi juga untuk mempererat kebersamaan antara personel dengan keluarga. Bhayangkari adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Polri, jadi kami melibatkan mereka dalam kegiatan ini," jelas AKP Hengky.

Kegiatan olahraga yang dipilih cukup variatif, mulai dari senam pagi, jogging ringan, hingga permainan olahraga yang melibatkan kekompakan tim.

"Kami melakukan senam pagi bersama, jogging ringan mengelilingi halaman Mako, dan beberapa permainan olahraga yang seru. Semua personel dan Bhayangkari terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini," ungkap AKP Hengky.

Salah seorang personel Polsek Bangun menyampaikan, kegiatan olahraga bersama seperti ini sangat menyenangkan dan membantu menghilangkan kepenatan dari rutinitas tugas sehari-hari.

"Kegiatan olahraga bersama seperti ini sangat bagus. Selain sehat untuk tubuh, juga membuat kita lebih akrab dengan keluarga Bhayangkari. Suasananya santai tapi tetap bermanfaat," ucap salah seorang personel dengan semangat.

Seorang anggota Bhayangkari Polsek Bangun juga menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang melibatkan keluarga besar Polsek Bangun ini.

"Kami sangat senang dilibatkan dalam kegiatan olahraga bersama. Ini menunjukkan bahwa Polsek Bangun sangat menghargai peran kami sebagai pendamping suami yang bertugas. Terima kasih kepada Bapak Kapolsek," ucap salah seorang anggota Bhayangkari dengan senyum sumringah.

Setelah sesi olahraga bersama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama yang menjadi momen paling ditunggu oleh semua peserta.

"Setelah olahraga, kami melanjutkan dengan sarapan bersama. Ini adalah momen kebersamaan yang sangat berharga. Kami ngobrol santai sambil menikmati sarapan bersama-sama," ungkap AKP Hengky.

Sarapan bersama yang disediakan berupa menu-menu sederhana namun penuh kehangatan kekeluargaan, mulai dari nasi goreng, mie goreng, hingga bubur ayam.

"Menu sarapannya sederhana tapi penuh kehangatan. Yang terpenting adalah kebersamaan kita semua sebagai satu keluarga besar Polsek Bangun," jelas AKP Hengky.

Seorang personel muda Polsek Bangun menyampaikan, sarapan bersama seperti ini memberikan semangat baru untuk menjalani tugas-tugas ke depan.

"Sarapan bersama seperti ini bikin semangat. Rasanya seperti keluarga besar yang solid. Ini yang membuat kami merasa nyaman bekerja di Polsek Bangun," ucap personel muda tersebut.

Istri salah seorang personel yang juga anggota Bhayangkari menambahkan, kegiatan seperti ini sangat membantu mempererat hubungan antara keluarga personel.

"Dengan kegiatan seperti ini, kami para istri juga bisa saling mengenal dan membangun pertemanan yang baik. Ini sangat membantu, apalagi kalau suami sedang bertugas, kami bisa saling support," ungkap salah seorang istri personel.

AKP Hengky menegaskan, kegiatan apel pagi, olahraga bersama, dan sarapan bersama ini akan rutin dilaksanakan setiap akhir pekan untuk menjaga kebugaran dan kebersamaan.

"Kegiatan seperti ini akan kami rutinkan setiap akhir pekan. Personel yang sehat dan keluarga yang harmonis adalah kunci kesuksesan dalam menjalankan tugas kepolisian," tegas AKP Hengky.

Beberapa anak-anak personel yang ikut hadir dalam kegiatan juga terlihat sangat gembira bermain bersama di halaman Mako Polsek Bangun.

"Anak-anak juga senang. Mereka bisa bermain bersama dengan teman-teman sebayanya. Ini juga bagus untuk perkembangan sosial mereka," ucap salah seorang orang tua.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 WIB hingga selesai sekitar pukul 10.00 WIB ini berjalan dengan lancar dalam situasi yang aman dan baik.

"Kegiatan berjalan dengan lancar. Cuaca cerah, semua personel dan Bhayangkari hadir, dan suasananya sangat hangat dan kekeluargaan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam situasi aman dan baik," ucap AKP Hengky.

AKP Hengky menutup dengan pesan kepada seluruh personel untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersamaan.

"Saya berpesan kepada seluruh personel untuk tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga secara rutin dan tetap menjaga kebersamaan dengan keluarga. Keluarga yang harmonis adalah kekuatan kita dalam bertugas," tutup AKP Hengky.

Kegiatan apel pagi, olahraga bersama, dan sarapan bersama ini menjadi bukti nyata bahwa Polsek Bangun tidak hanya fokus pada tugas kepolisian, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan keharmonisan keluarga besar personel.

Kekompakan DPP dan DPC PW-FRN Banyuwangi Tegaskan Kesatuan Langkah, Humanis Bergerak sebagai Mitra Polri Sejati

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Kekompakan dan soliditas jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PW-FRN Banyuwangi kembali ditegaskan sebagai wujud kesatuan langkah organisasi yang berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta cinta kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Komitmen ini menjadi fondasi gerak PW-FRN dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat.Jum'at 30-01-2026.

Ketua Umum DPP PW-FRN, Agus Flores, menegaskan bahwa PW-FRN hadir sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, moralitas, dan kebangsaan."Menurutnya,

"Sinergi dengan Polri merupakan bagian dari tanggung jawab moral organisasi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian demi terwujudnya stabilitas nasional yang aman dan kondusif." Ujarya Agus Flores.

Senada dengan itu, Ketua DPC PW-FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, menekankan pentingnya kesatuan langkah dari pusat hingga daerah. Ia menyatakan seluruh anggota PW-FRN Banyuwangi diarahkan untuk bergerak humanis, santun, dan konstruktif sebagai mitra Polri sejati, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang positif di tengah masyarakat.

PW-FRN Banyuwangi secara konsisten mendorong anggotanya untuk mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan gotong royong dalam setiap aktivitas sosial kemasyarakatan.

"Dalam Nilai Akhlakul karimah dan Juga kecintaan Pada NKRI dijadikan pedoman utama agar setiap langkah organisasi memberi manfaat nyata dan memperkuat kepercayaan publik." Ujar Agus Samiaji.

Dengan soliditas DPP dan DPC yang terjaga, PW-FRN optimistis dapat terus berkontribusi aktif mendukung Polri dalam menciptakan rasa aman, damai, dan harmonis. Komitmen kebersamaan ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang sehat antara organisasi masyarakat dan institusi negara demi Indonesia yang lebih baik.

Tim Redaksi (Buang)

error: Content is protected !!