Closing soon Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Dede Elangbali Dukung Polri di Bawah Presiden: Lebih Akuntabel, Tegaskan Supremasi Sipil dalam Demokrasi

BADUNG || Jejak-indonesia.id – Direktur PT ELANGBALI BALI GROUP, I Nyoman Sariana yang akrab disapa Dede, menyatakan dukungannya terhadap kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, struktur tersebut merupakan pilihan yang paling tepat dalam kerangka supremasi sipil, akuntabilitas demokratis, serta efektivitas penyelenggaraan keamanan nasional.

Dede menilai bahwa dalam sistem demokrasi, seluruh instrumen kekuasaan negara—termasuk aparat penegak hukum—harus berada di bawah kendali sipil yang memperoleh mandat langsung dari rakyat. Dalam hal ini, Presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala eksekutif merupakan pemegang mandat konstitusional tersebut.

“Polri adalah institusi strategis negara. Keberadaannya mencerminkan amanat UUD 1945 dan diatur secara tegas dalam Undang-Undang Kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” kata Dede, Kamis (29/1/2025).

Penguatan Institusi Lebih Mendesak daripada Perubahan Struktur

Menurut Dede, wacana memindahkan Polri ke bawah kementerian tertentu bukanlah solusi utama. Ia menilai, yang lebih mendesak saat ini adalah penguatan institusi Polri itu sendiri, baik dari sisi profesionalisme, integritas, maupun sistem pengawasan.

Dalam perspektif politik hukum, penempatan Polri langsung di bawah Presiden justru bertujuan memastikan adanya garis komando dan tanggung jawab yang jelas dalam penyelenggaraan fungsi keamanan dalam negeri.

“Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan bertanggung jawab penuh terhadap stabilitas nasional. Dengan struktur ini, Polri dapat bertindak cepat, terkoordinasi, dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, tanpa terhambat oleh jalur birokrasi yang berlapis,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila Polri ditempatkan di bawah suatu kementerian, terdapat potensi munculnya rantai birokrasi yang panjang dan kompleks. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperlambat proses pengambilan keputusan, terutama dalam situasi yang menuntut respons cepat dan presisi.

Cerminan Supremasi Sipil dan Efisiensi Tata Kelola

Dede menegaskan bahwa Presiden merupakan kepala pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat. Oleh karena itu, penempatan kepolisian di bawah Presiden harus dipahami sebagai bentuk supremasi sipil dalam negara demokrasi, bukan sebagai intervensi politik terhadap penegakan hukum.

“Penempatan Polri di bawah Presiden adalah mekanisme konstitusional. Ini bukan subordinasi politik, melainkan sistem akuntabilitas yang jelas dalam ketatanegaraan,” ujarnya.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, struktur ini juga dinilai lebih efisien karena memiliki rantai komando yang tegas dan sederhana. Hal tersebut memungkinkan Polri merespons berbagai tantangan keamanan dan ketertiban secara lebih terukur dan profesional.

Netralitas Dijaga Lewat Profesionalisme dan Pengawasan

Menanggapi isu netralitas kepolisian, Dede menekankan bahwa menjaga netralitas Polri tidak dilakukan dengan mengubah struktur kelembagaan, melainkan melalui penguatan profesionalisme, perbaikan institusional, serta pengawasan yang kuat dan berlapis.

“Jika ingin Polri tetap netral, maka yang harus diperkuat adalah etika profesi, sistem pengawasan internal dan eksternal, serta penegakan disiplin yang tegas. Bukan memindahkan Polri ke bawah kementerian,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden justru mempermudah pertanggungjawaban politik kepada DPR dan rakyat, karena jalur akuntabilitasnya lebih jelas dan tidak berbelit.

Atas dasar itu, Dede memandang penempatan Polri di bawah langsung Presiden sebagai pilihan yang paling rasional dan demokratis untuk memperkuat negara hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Independen dalam Penegakan Hukum dan Hormati HAM

Dede, yang juga dikenal dengan sapaan Mbah Semar, kembali menegaskan bahwa meskipun berada di bawah Presiden, Polri tetap menjalankan fungsi penegakan hukum secara independen dan profesional.

Setiap tindakan kepolisian, lanjutnya, harus dilandaskan pada hukum, prinsip due process of law, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Prinsip-prinsip tersebut merupakan fondasi utama dalam negara hukum yang demokratis.

“Kedudukan struktural di bawah Presiden jangan dimaknai sebagai alat kekuasaan, melainkan sebagai mekanisme akuntabilitas dalam sistem ketatanegaraan demokratis,” tuturnya.

Tegaskan Perlindungan terhadap Kerja Jurnalis

Di akhir pernyataannya, Dede juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik. Menurutnya, jurnalis memiliki peran vital dalam menjaga transparansi dan demokrasi.

“Pekerjaan jurnalis jangan diganggu. Siapa pun yang mengganggu jurnalis patut dipertanyakan niatnya—bisa jadi ada kesalahan yang ingin ditutupi atau upaya menutupi kesalahan pihak lain,” tegas Dede.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa jurnalis bukanlah musuh, melainkan mitra strategis dalam menjaga akuntabilitas publik dan supremasi hukum di Indonesia.

Kapolda Jambi Jalin Silaturahmi dengan MUI, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Cegah Radikalisme

JAMBI || Jejak-indonesia.id – Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menerima kunjungan silaturahmi jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi di Ruang Kerja Kapolda Jambi, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, Dir Binmas Polda Jambi Kombes Pol. Hengky Poerwanto, Dir Intelkam Polda Jambi Kombes Pol. Yuli Haryudo, serta Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji.

Sedangkan dari pihak MUI hadir Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Dr. H. M. Umar Yusuf bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, serta para ketua bidang.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pihak membahas pentingnya kolaborasi dalam menyampaikan pesan-pesan moral keagamaan yang damai serta peran bersama dalam menangkal paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.

Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Dr. H. M. Umar Yusuf menegaskan komitmen MUI untuk terus bersinergi dengan kepolisian.

“MUI siap berkolaborasi dengan Polda Jambi dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan dakwah yang menyejukkan. Kami berkomitmen untuk bersama-sama menangkal paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang dapat memecah belah persatuan umat dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang erat antara ulama dan aparat kepolisian sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial.

“Kami berharap sinergi antara MUI dan Polda Jambi dapat terus terjalin erat. Komunikasi yang intensif antara ulama dan kepolisian sangat penting untuk mendeteksi dini potensi konflik sosial dan menjaga keharmonisan umat beragama,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, MUI Provinsi Jambi juga menegaskan dukungannya terhadap Polri di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menyambut baik dukungan MUI dan menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan tanpa dukungan tokoh agama dan masyarakat.

“Peran ulama sangat strategis dalam menjaga kesejukan dan persatuan di tengah masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan keagamaan,” ungkap Kapolda.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji juga menyebutkan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara kepolisian dan ulama dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat.

Polda Banten Edukasi Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Talkshow Radio

SERANG || Jejak-indonesia.id - Subdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pencegahan Perdagangan Orang (PPO) Ditreskrimum Polda Banten menjadi narasumber dalam kegiatan talkshow di Radio Megaswara 91.4 FM yang dilaksanakan pada Kamis (29/01).

Kegiatan ini menghadirkan Ps Kanit III PPA Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Banten Iptu Wiwi Widaningsih, dan Panit II Unit 3 Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Banten Ipda Fiza Anita, dengan dipandu oleh penyiar Megaswara 91.4 FM Stanisa Wangsa.

Talkshow yang mengusung tema “Peran Subdit Renakta Dalam Menyiapkan Generasi Bangsa”. Membahas berbagai isu strategis terkait perlindungan perempuan dan anak, serta upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Wiwi Widaningsih menyampaikan bahwa penanganan kasus PPA dan PPO tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku. "Penanganan kasus PPA dan PPO tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku tetapi juga pada perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban melalui pendekatan yang humanis dan berkeadilan. Perempuan dan anak harus mendapatkan rasa aman sejak tahap awal pelaporan hingga proses penyidikan," ujarnya.

Iptu Wiwi juga memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan pendidik, agar lebih peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak dari hal-hal sensitif, termasuk pentingnya edukasi seksual yang tepat, sesuai usia, dan berlandaskan nilai moral serta budaya. “Edukasi seksual yang benar sejak dini sangat penting sebagai benteng perlindungan. Dengan pemahaman yang baik, anak dan perempuan dapat lebih waspada, berani berkata tidak, dan segera mencari bantuan ketika berada dalam situasi yang mengancam,” ucapnya

Lebih lanjut, Wiwi menyoroti tantangan perlindungan perempuan dan anak di era digital, di mana ancaman kekerasan dan eksploitasi juga marak terjadi melalui media sosial dan platform daring. "Selain penegakan hukum, Subdit PPA dan PPO Polda Banten terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga," katanya.

Melalui talkshow ini, Polda Banten berharap masyarakat semakin memahami peran kepolisian dalam perlindungan perempuan dan anak, serta tidak ragu untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan atau indikasi tindak pidana perdagangan orang yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

(Bidhumas).

Ditpamobvit Polda Banten Laksanakan Pengamanan di PT Chandra Asri

CILEGON || Jejak-indonesia.id – Guna berikan situasi aman dan nyaman, Ditpamobvit Polda Banten lakukan pengamanan dan patroli di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk yang berada di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon pada Rabu (28/01).

Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Iptu TB Yogi selaku Perwira Pengawas (Pawas) di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan didampingi oleh dua Personel Ditpamobvit Polda Banten, serta diikuti oleh seluruh security PT Chandra Asri Petrochemical.

Saat dikonfirmasi, Dirpamobvit Polda Banten Kombes Pol Resza Ramadianshah membenarkan terkait pengamanan tersebut. Ia menyebutkan pengamanan ini sebagai bentuk upaya memberikan jaminan keamanan bagi mitra obvit PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

“Ya benar, bahwa hari ini personel Ditpamobvit Polda Banten telah melakukan patroli serta pengamanan di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Dimana pengamanan ini sebagai bentuk upaya kita dalam memberikan jaminan keamanan kepada salah satu objek vital yang ada di wilayah hukum Polda Banten,” ucap Resza Ramadianshah.

Resza Ramadianshah menjelaskan selain melaksanakan pengamanan anggota Ditpamobvit juga melaksanakan patroli. “Selain melakukan pengamanan, kita juga melakukan patroli  di seluruh kawasan perusahaan untuk mengecek seluruh area yang dianggap rawan serta melaksanakan kordinasi dengan pihak keamanan perusahaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Iptu TB Yogi selaku Pawas di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk mengatakan bahwa kegiatan pengamanan tersebut berjalan dengan aman dan lancar. “Alhamdulillah kegiatan pengamanan ini berjalan dengan aman dan lancar, dan selama patroli ini tidak ada gangguan yang menonjol yang mengakibatkan terganggunya kegiatan operasional perusahaan maupun kegiatan masyarakat sekitar,” tutupnya.

(Bidhumas).

Dukung Swasembada Pangan, Polda Jabar Sulap 750 Hektare Lahan Jadi Lumbung Jagung

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Polda Jawa Barat (Jabar) terus berkomitmen mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini diwujudkan melalui optimalisasi 750 hektare lahan produktif untuk penanaman jagung guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menyatakan bahwa Polri berperan aktif sebagai fasilitator di setiap tahapan program, mulai dari penyediaan lahan hingga proses pasca-panen. Langkah strategis ini diawali dengan kegiatan koordinasi intensif yang digelar di Mapolda Jabar, Kamis (29/1/2026).

"Polda Jabar senantiasa bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Perhutani, Dinas Pertanian, Bulog, hingga kelompok tani. Semua kami libatkan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional," ujar Irjen Pol Rudi Setiawan.

Selain penyediaan lahan, Polda Jabar juga menyalurkan berbagai bantuan untuk kelompok tani, mencakup bibit unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan teknis. Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok Tani Subur di Cikalong Wetan.

"Kami mengawal proses ini dari awal hingga akhir, termasuk menyediakan dua gudang penyimpanan hasil panen di Indramayu dan Subang agar kualitas komoditas tetap terjaga," jelas Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengapresiasi inovasi jajaran staf Polda Jabar yang berhasil memproduksi pupuk organik dari kotoran ternak. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan.

Dukungan nyata ini disambut positif oleh para petani. Perwakilan Kelompok Tani, Endi Suhendi, mengaku kehadiran Polri memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat dalam mengelola lahan.

"Awalnya kami ragu, tapi dengan dukungan Polda Jabar, kami merasa kuat karena ada payung hukum yang jelas. Program ini bahkan telah menyerap sekitar 250 tenaga kerja lokal, yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi kampung kami," ungkap Endi.

Melalui kegiatan ini, Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat dalam mendukung program pertanian. Penanaman jagung serentak ini diharapkan membawa dampak positif bagi ketersediaan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah.

error: Content is protected !!