Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Video

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Peringatan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepedulian sosial, sekaligus membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi dalam memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNN Kabupaten Banyuwangi KOMBES POL RACHMAT KURNIAWAN, S.H., S.I.K., M.M., menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin dan memiliki ketahanan diri.

“Semangat Satya dan Dharma dalam Gerakan Pramuka memiliki nilai yang sangat relevan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Generasi muda harus dibekali karakter, disiplin dan ketahanan diri agar mampu mengatakan tidak terhadap narkoba.”

Menurutnya, anggota Pramuka memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari kekuatan pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap anggota Pramuka tidak hanya menjadi penerima edukasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.”

Pramuka Bersinar, Bukan Sekadar Slogan

Konsep Pramuka Bersinar atau Bersih Narkoba dinilai dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan kepemudaan yang sehat.

“Pramuka Bersinar bukan sekadar slogan. Ini merupakan semangat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan dan kepemudaan yang sehat, produktif serta bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.”

KOMBES POL Rachmat menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan narkoba bukan hanya tugas BNN. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, Gerakan Pramuka, pemerintah daerah hingga masyarakat. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin kuat pula benteng generasi muda kita.”

Ancaman narkotika, menurutnya, tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan hukum, tetapi juga sebagai ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

“Kita tidak boleh membiarkan narkotika merusak masa depan generasi muda Banyuwangi. Mereka adalah aset bangsa yang harus kita jaga agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, berkarakter dan memiliki daya saing.”

Karena itu, momentum Hari Pramuka diharapkan dapat menjadi ruang untuk menanamkan keberanian mengambil keputusan yang benar serta membangun budaya hidup sehat tanpa narkoba.

“Kami mengajak seluruh anggota Pramuka di Banyuwangi untuk berani berkata tidak terhadap narkoba. Jadilah pribadi yang mampu mengambil keputusan dengan bijak dan berani mengajak lingkungan sekitar untuk menjauhi narkotika.”

KOMBES POL Rachmat juga mengingatkan bahwa Hari Pramuka hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan dalam tindakan nyata.

“Hari Pramuka harus kita maknai bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat pendidikan karakter dan membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan narkotika.”

Ia berharap semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” dapat menjadi energi bersama dalam membangun Banyuwangi yang semakin tangguh menghadapi ancaman narkotika.

“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Mari kita wujudkan semangat tersebut dalam aksi nyata dengan menjaga generasi muda Banyuwangi dari bahaya narkoba. Pramuka Bersinar, Banyuwangi Bersinar, Indonesia Bersinar.”

Dari Bumi Blambangan, semangat kepanduan diharapkan terus menjadi kekuatan positif untuk melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, berkarakter, berprestasi dan berani menolak narkoba.

Selamat Hari Pramuka 2026.
Pramuka Bersinar, Generasi Emas Tanpa Narkoba! 🛡️✨

#PramukaBersinar #HariPramuka2026 #BNNKBanyuwangi #GenerasiEmasTanpaNarkoba #IndonesiaBersinar

Catatan redaksi: Kutipan pernyataan Kepala BNN Kabupaten Banyuwangi di atas merupakan draft redaksional yang disusun berdasarkan tema dan materi yang diberikan, bukan transkrip pernyataan langsung yang telah diverifikasi.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan pembinaan serta penyuluhan (Binluh) di kawasan Pelabuhan Umum ASDP dan LCM, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dipimpin oleh Perwira Pengendali dari Satpolairud Polresta Banyuwangi. Patroli melibatkan AIPTU I Gede Eka D selaku Ka Jaga dan AIPTU Nurachmad H selaku anggota.

Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar dermaga dan area parkir kendaraan, termasuk lokasi penumpang kapal serta para sopir truk yang tengah menunggu giliran untuk melakukan penyeberangan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satpolairud juga melakukan komunikasi langsung dengan kapten kapal, anak buah kapal (ABK), petugas keamanan, pengemudi truk, pengurus, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), serta pengguna jasa perairan.

Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), petugas memberikan sejumlah imbauan terkait keselamatan berlayar dan bekerja di lingkungan perairan.

Para pengguna jasa maupun pekerja di kawasan pelabuhan diingatkan agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, seperti life jacket, rompi keselamatan, dan helm safety ketika melaksanakan aktivitas yang memiliki risiko di sekitar perairan.

Personel juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari BMKG, mengingat kondisi cuaca dan perairan dapat berubah sewaktu-waktu.

Tidak hanya keselamatan, kewaspadaan terhadap barang bawaan pribadi dan keberadaan orang yang tidak dikenal juga menjadi perhatian. Masyarakat diminta tetap waspada untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun tindak kriminal di kawasan pelabuhan.

Dari hasil kegiatan, situasi Harkamtibmas di sekitar area parkiran truk dan dermaga bongkar muat Pelabuhan ASDP dan LCM terpantau kondusif. Aktivitas masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan berjalan dengan aman dan lancar.

Selama pelaksanaan patroli, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan ombak relatif rendah dan air laut dalam kondisi surut.

Kegiatan patroli dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam memperkuat kehadiran kepolisian di kawasan perairan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang aman, tertib dan kondusif.

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum hari jadi Provinsi Bali tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pembangunan Pulau Dewata sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

Kehadiran Kapolda Bali bersama jajaran Forkopimda menunjukkan kuatnya kebersamaan antarlembaga dalam mendukung pembangunan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan Bali yang aman, nyaman, harmonis, dan tetap memiliki daya saing.

Bagi Polda Bali, stabilitas keamanan memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan pembangunan daerah. Terlebih Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama Indonesia yang aktivitas sosial, budaya, ekonomi, dan pariwisatanya memiliki dinamika tinggi serta mendapat perhatian masyarakat nasional maupun internasional.

Karena itu, keamanan dan ketertiban tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu institusi. Diperlukan kolaborasi yang kuat, komunikasi yang berkesinambungan serta partisipasi masyarakat untuk menjaga kondusivitas Pulau Dewata.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali sekaligus menjadi momentum memperkokoh komitmen tersebut. Kehadiran Polda Bali di tengah jajaran pemerintah daerah, TNI dan berbagai elemen masyarakat merupakan bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dalam menjaga Bali.

Kapolda Bali menegaskan pentingnya memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan agar keamanan, ketertiban dan stabilitas daerah dapat terus terpelihara. Kondisi yang aman dan kondusif menjadi modal penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Kehadiran kami di tengah-tengah jajaran pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat ini merupakan wujud komitmen nyata untuk terus memperkuat sinergi,” demikian semangat yang disampaikan dalam momentum peringatan tersebut.

Melalui kebersamaan itu, seluruh unsur diharapkan dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat maupun aktivitas perekonomian dan pariwisata Bali.

Polda Bali juga terus mendorong pendekatan keamanan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, pencegahan gangguan kamtibmas, serta kerja sama dengan berbagai komponen masyarakat. Keamanan yang berkelanjutan diharapkan tumbuh dari kesadaran bersama bahwa menjaga Bali berarti menjaga ruang kehidupan, kebudayaan, perekonomian, serta masa depan generasi berikutnya.

Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tahun ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan daerah sejak terbentuk hingga memasuki usia ke-68 tahun. Berbagai dinamika dan perubahan telah dilewati Bali, termasuk perkembangan sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur, perubahan sosial hingga tantangan mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Di tengah kemajuan tersebut, harmoni sosial dan nilai-nilai kearifan lokal tetap menjadi kekuatan Bali. Oleh sebab itu, pembangunan diharapkan tidak hanya mengejar kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat, kelestarian lingkungan serta kekayaan adat dan budaya Pulau Dewata.

Sinergi pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan masyarakat menjadi semakin penting dalam memastikan pembangunan berlangsung dalam suasana aman dan tertib. Stabilitas keamanan akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, pelaku usaha mengembangkan perekonomian, serta sektor pariwisata tumbuh secara berkelanjutan.

Kapolda Bali bersama jajaran Polda Bali pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjaga keamanan Pulau Dewata melalui pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat serta penegakan hukum secara profesional.

Semangat Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali diharapkan semakin mempererat persatuan seluruh komponen masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi identitas Bali.

“Bersama-sama, kita pastikan keamanan, ketertiban, dan stabilitas daerah senantiasa terjaga demi mendukung kesejahteraan masyarakat Pulau Dewata.”

Momentum tersebut sekaligus membawa pesan bahwa masa depan Bali membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, generasi muda hingga seluruh lapisan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga Bali agar tetap aman, damai dan harmonis.

Dirgahayu Provinsi Bali ke-68. Mari terus melangkah bersama untuk Bali yang semakin aman, harmonis, dan maju.

LAMPUNG UTARA || Jejak-indonesia.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026 Kodim 0412/Lampung Utara resmi ditutup pada Kamis (13/08/2026). Upacara penutupan yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), di lapangan SMPN 2 Sungkai Utara, Desa Baru Raharja, Kabupaten Lampung Utara.

Gotong Royong Wujudkan Desa Mandiri; Dalam amanatnya, Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap kemanunggalan prajurit TNI/Polri, Pemda dan Jajarannya serta masyarakat setempat yang telah bekerja keras selama satu bulan penuh.

“Hari ini saya melihat wajah-wajah tersenyum warga dan prajurit yang kulitnya legam tersengat matahari sebulan penuh. Saya tahu satu hal: kita telah berhasil. Selama satu bulan, tidak ada sekat antara seragam loreng dan baju petani. Ini bukti Pancasila yang bekerja secara nyata melalui gotong royong,” ujar Pangdam.

Pangdam juga berpesan agar seluruh fasilitas infrastruktur dan program unggulan KSAD yang telah diselesaikan dapat dijaga dan dirawat bersama oleh warga. “Jalan dan fasilitas yang sudah dibangun ini kini milik Bapak dan Ibu sekalian. Jaga baik-baik agar akses baru ini jadi pintu rezeki, hasil panen cepat sampai ke pasar, dan anak-anak bisa sekolah dengan aman,” lanjutnya.

Capaian 100% Sasaran Fisik dan Non-Fisik; Selama 30 hari pelaksanaan, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0412/LU berhasil menuntaskan seluruh target program dengan progres sempurna (100%), meliputi: Pembangunan Infrastruktur Fisik, Pembukaan badan jalan sepanjang 1.450 meter x 7 meter yang menghubungkan Dusun 3 dan Dusun 4 Desa Baru Raharja, sekaligus menghubungkan Kec. Sungkai Utara dan Kec. Sungkai Tengah.

Kemudian Pembangunan Talud sepanjang 20 meter, Pembangunan 3 unit gorong-gorong plat cor, Program Unggulan KSAD, Rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pembuatan 5 unit Sumur Bor, Pembuatan 5 unit fasilitas MCK, Sasaran Non-Fisik & Pelayanan Masyarakat, Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Bahaya Narkoba, UMKM, Hukum, hingga Percepatan Penanganan Stunting, Pembagian 50 paket sembako, pelayanan KB, serta pengobatan gratis.

Usai upacara penutupan, Pangdam XXI/RI bersama rombongan meninjau langsung pelaksanaan bakti sosial sunatan massal serta menyerahkan bantuan sembako kepada warga setempat. Rombongan juga menyempatkan diri meninjau hasil pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dan MCK ke 3 milik salah satu warga, Ibu Wagiyem, di Desa Baru Raharja.

Warga Desa Baru Raharja menyampaikan apresiasinya dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Satgas TMMD. Kehadiran prajurit TNI dinilai tidak hanya membawa perubahan fisik pada fasilitas desa, tetapi juga memberikan semangat baru bagi pergerakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan TMMD ke-129 Kodim 0412/LU berakhir pada pukul 16.10 WIB dengan aman, tertib, dan lancar.#(Pendim 0412/LU).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Utara, di antaranya Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., Bupati Lampung Utara Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., para PJU Kodam XXI/RI serta pejabat dinas dan instansi terkait.

Sumber: Pendam XXI Radin Inten

KARO || Jejak-indonesia.id – Upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Karo kembali membuahkan hasil. Seorang buruh bangunan berinisial D.G. (30) diamankan personel Unit I Satresnarkoba Polres Karo setelah polisi menemukan sejumlah paket diduga ganja siap edar dengan total berat hampir 108 gram netto dalam penggerebekan sebuah rumah di Gang Aditia, Kelurahan Gung Negeri, Kecamatan Kabanjahe.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Rabu(12/8/2026) sekitar pukul 00.20 WIB. Personel Satresnarkoba yang melakukan penyelidikan langsung bergerak menuju sebuah rumah di Jalan Perumahan Rakyat Gang Aditia setelah memperoleh informasi terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasatresnarkoba AKP Joni H. Pardede, S.H, menjelaskan, saat penggerebekan petugas mengamankan seorang pria dewasa yang kemudian mengaku bernama D.G. Setelah dilakukan penggeledahan terhadap badan dan seluruh bagian rumah, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana narkotika jenis ganja.

Dari ruang tamu, petugas menemukan satu bungkus kertas coklat berisi ganja kering seberat netto 12,26 gram yang disimpan dalam plastik assoy warna biru. Penggeledahan kemudian berlanjut ke kamar rumah tersebut.

Di dalam lemari pakaian, polisi menemukan satu bungkus kertas coklat berisi ganja seberat 41,44 gram, satu plastik assoy merah berisi ganja seberat 40,70 gram, serta lima bungkus kecil kertas coklat berisi ganja dengan total berat 5,49 gram. Selain itu, di atas lemari piring ruang dapur ditemukan lagi satu bungkus ganja seberat 8,11 gram.

Petugas juga menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk pengemasan dan distribusi narkotika, yakni lima lembar kertas coklat, satu tas ransel hitam, satu timbangan warna oranye, satu gunting, satu hekter, dan satu unit telepon genggam Android merek Infinix warna abu-abu.

AKP Joni menyebutkan, keseluruhan barang bukti diduga ganja yang berhasil diamankan mencapai sekitar 108 gram netto. Temuan timbangan dan alat pengemasan menjadi salah satu petunjuk yang sedang didalami penyidik terkait dugaan peredaran narkotika.

“Pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan ke Satresnarkoba Polres Karo untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Joni.

Saat ini penyidik menerapkan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 ayat (1) juncto Pasal VII poin 50 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polres Karo menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Karo. Polisi juga mengajak masyarakat agar aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

#polreskaro
#kapolreskaro
#humaspolreskaro

error: Content is protected !!