Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Video

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. atas kontribusi, kepedulian sosial, serta dakwah yang selama ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat Aceh. Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., atas nama keluarga besar Polda Aceh dan masyarakat Aceh.

Ucapan terima kasih tersebut merupakan bentuk penghormatan atas kehadiran Ustadz Adi Hidayat di Aceh yang tidak hanya menyampaikan tausiyah keagamaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kebaikan dan bantuan sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran ulama nasional yang dikenal dengan metode dakwah berbasis Al-Qur’an, hadis, dan pendekatan ilmiah itu dinilai mampu memberikan energi positif dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa peran ulama memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kesejukan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, dakwah yang mengedepankan ilmu, akhlak, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang kuat secara spiritual sekaligus kokoh dalam menjaga persatuan bangsa.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan masyarakat Aceh, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ustadz Dr. Adi Hidayat atas kehadiran, tausiyah, serta bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Aceh. Apa yang beliau lakukan merupakan bentuk pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” ungkap Kapolda Aceh. Minggu (21/6)

Menurutnya, Aceh sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah memiliki karakter masyarakat yang sangat dekat dengan nilai-nilai agama. Karena itu, kehadiran para ulama yang mampu menyampaikan dakwah secara menyejukkan, mencerahkan, dan membangun optimisme sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan zaman.

Polda Aceh menilai, dakwah yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat tidak hanya berfokus pada aspek ibadah semata, tetapi juga mengajarkan pentingnya persaudaraan, pendidikan, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkarakter.

Lebih jauh, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kontribusi yang diberikan Ustadz Adi Hidayat merupakan investasi moral dan spiritual yang sangat berharga bagi generasi masa depan Aceh. Ilmu yang diajarkan, nasihat yang disampaikan, serta program-program kebaikan yang dijalankan diyakini akan terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Semoga setiap ilmu yang diajarkan, setiap nasihat yang disampaikan, dan setiap program kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, dan mendorong kemajuan Aceh yang lebih sejahtera serta penuh keberkahan,” lanjutnya.

Polda Aceh juga memandang bahwa sinergi antara ulama, umara, dan aparat keamanan merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus memperkuat pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Sebagai bentuk penghormatan dan doa, Kapolda Aceh turut memohon kepada Allah SWT agar Ustadz Adi Hidayat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, umur yang penuh keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan dakwah dan pengabdiannya untuk umat, bangsa, dan negara.

Apresiasi yang disampaikan Polda Aceh ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memerlukan pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Dalam konteks tersebut, peran ulama menjadi elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Aceh menuju daerah yang lebih maju, aman, religius, dan bermartabat.

Dengan semangat kebersamaan antara ulama, masyarakat, dan pemerintah, Aceh diharapkan terus melangkah menuju cita-cita besar sebagai daerah yang barokah, maju, sejahtera, dan bermartabat, sebagaimana semangat yang terus digaungkan oleh berbagai elemen bangsa di Bumi Serambi Mekkah.

CILACAP || Jejak-indonesia.id – Citra Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal menyeramkan dan tertutup layaknya Penjara Alcatraz di Amerika Serikat kini mulai bergeser. Lembaga pemasyarakatan Nusakambangan, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tersebut tengah bertransformasi menjadi pulau mandiri berbasis ketahanan pangan.

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Secara khusus, ia memuji kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto, dalam memimpin perubahan besar di pulau Nusakambangan tersebut.

“Pak Menteri ini kreatif sekali. Nusakambangan yang kita bayangkan selalu seram seperti Alcatraz, ternyata setelah ke sini sangat friendly (ramah) dan bisa menghasilkan begitu banyak produk yang bermanfaat,” ujar Titiek usai meninjau tambak ikan sidat di Pulau Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).

Kekaguman Titiek terhadap manajemen kementerian baru ini bahkan membuatnya melontarkan pujian tinggi bagi Menteri Agus Andrianto di jajaran kabinet. “Kalau saja di kabinet isinya orang-orang seperti Pak Agus ini, mungkin Pak Presiden (Prabowo Subianto) bisa tidur tenang,” imbuhnya.

Menyulap Lahan Tidur Jadi Produktif

Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Nusakambangan sempat memicu pertanyaan karena wilayah tersebut merupakan area penjara. Namun, Titiek menjelaskan bahwa kehadirannya bersama anggota DPR lain, seperti Rajiv dan Darori Wonodipuro, berkaitan erat dengan sektor pertanian, kelautan, dan lingkungan hidup yang mereka bidangi.

Titiek hadir atas undangan langsung dari Menteri Agus Andrianto untuk memantau sekaligus memberikan masukan terkait program ketahanan pangan yang digarap oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenimipas.

Di lokasi, rombongan DPR melihat langsung optimalisasi lahan-lahan tidak produktif yang kini berubah menjadi pusat agrobisnis.

“Saya melihat sendiri bagaimana lahan tidur di sini disulap oleh Pak Agus dan jajarannya menjadi lahan produktif. Mulai dari padi, kebun anggur, tambak udang, peternakan ayam petelur, hingga budidaya ikan sidat. Sidat ini luar biasa, saya rasa ini salah satu yang terbesar di Indonesia,” ungkap Titiek.

Melalui keberhasilan proyek percontohan di Nusakambangan ini, Komisi IV DPR berharap konsep serupa dapat direplikasi di lapas-lapas lain di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung swasembada pangan nasional sekaligus memberikan keterampilan produktif bagi para warga binaan.

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id – Personel Satuan Samapta Polres Lhokseumawe kembali menggelar Patroli Perintis Presisi di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, Kamis (18/6/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, tertib, dan kondusif.

Patroli menyasar kawasan pertokoan, pasar, permukiman warga, fasilitas umum, serta ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat pada pagi hari. Kehadiran polisi di tengah aktivitas warga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya berbagai bentuk gangguan kamtibmas.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli aktif menyambangi warga, pedagang, dan pengguna jalan untuk berdialog secara humanis. Selain memantau situasi keamanan, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kasat Samapta IPTU Nasruddin, S.Sos., M.H., CPM menyampaikan bahwa Patroli Perintis Presisi merupakan kegiatan preventif yang rutin dilaksanakan guna memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui patroli ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujarnya.

Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, personel juga melakukan pemantauan terhadap situasi lalu lintas di sejumlah titik yang ramai guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada jam-jam sibuk.

Dengan kehadiran Patroli Perintis Presisi secara rutin, Polres Lhokseumawe berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin kuat serta terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan bakti sosial di Masjid Al-Mabrur, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Irfan Firdaus, S.Tr.K., S.I.K yang diwakili oleh KBO Satlantas, didampingi para Kanit serta personel Satlantas Polres Lhokseumawe.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas melakukan kerja bakti dengan membersihkan area masjid, mulai dari ruang ibadah hingga lingkungan sekitar. Selain itu, Satlantas Polres Lhokseumawe juga menyalurkan bantuan sosial kepada pengurus Masjid Al-Mabrur sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sarana ibadah dan masyarakat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. melalui Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Irfan Firdaus, S.Tr.K., S.I.K. mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat serta mendukung kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.

Masyarakat dan pengurus masjid menyambut baik kegiatan tersebut serta mengapresiasi kepedulian Satlantas Polres Lhokseumawe yang telah berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.

Kegiatan bakti sosial berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, sekaligus menjadi wujud nyata semangat pengabdian Polri kepada masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Judul Alternatif:

Satlantas Polres Lhokseumawe Bersihkan Masjid dan Salurkan Bantuan Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Lhokseumawe Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Mabrur

Wujud Kepedulian Polri, Satlantas Lhokseumawe Laksanakan Bakti Sosial di Kecamatan Muara Dua

Satlantas Polres Lhokseumawe Hadir untuk Masyarakat Lewat Bakti Sosial di Rumah Ibadah

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Lhokseumawe Gotong Royong Bersihkan Masjid Al-Mabrur

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ketua Ormas Laskar Sakera DPC Banyuwangi, Nurul Amin, menyampaikan pesan strategis tentang pentingnya kecerdasan dalam mengambil langkah dan membaca situasi di tengah dinamika organisasi maupun kehidupan sosial. Menurutnya, keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling kuat atau paling lantang berbicara, melainkan oleh kemampuan menyusun strategi yang matang dan bertindak pada momentum yang tepat.

“Bergerak tanpa terbaca, menumbangkan lawan di setiap langkah. Jejaknya sulit dibaca, strateginya sulit ditebak, namun hasilnya nyata dan terukur,” ungkap Nurul Amin.

Ia menegaskan bahwa dalam setiap perjuangan, seseorang tidak perlu selalu menunjukkan seluruh kekuatan dan rencana yang dimiliki. Justru, langkah yang tenang, terukur, dan penuh perhitungan sering kali menjadi kunci untuk meraih kemenangan. Menurutnya, banyak pihak yang terjebak pada pencitraan dan kegaduhan, sementara para pemenang sejati bekerja dalam senyap dan fokus pada tujuan.

“Bukan yang paling ramai bergerak, tetapi yang paling tepat menentukan langkah. Dalam dunia strategi, kemenangan lahir dari langkah yang tak terbaca dan serangan yang tak terduga,” tegasnya.

Nurul Amin menambahkan bahwa strategi bukan sekadar tentang mengalahkan lawan, melainkan tentang bagaimana memanfaatkan peluang, mengelola kekuatan, menjaga soliditas, dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan muncul. Karena itu, setiap pemimpin harus memiliki kemampuan membaca arah perubahan, memahami karakter situasi, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Menurutnya, filosofi tersebut juga menjadi pegangan dalam membangun organisasi yang kuat dan berwibawa. Kekompakan anggota, loyalitas terhadap tujuan organisasi, serta disiplin dalam menjalankan tugas merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah strategi besar.

“Tak terlihat dalam pergerakan, namun selalu berhasil mencapai tujuan. Bergerak dalam senyap, menguasai permainan, dan membuktikan hasil melalui kerja nyata. Sebab kemenangan sejati bukan tentang banyak bicara, melainkan tentang kemampuan menghadirkan perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Pernyataan Nurul Amin tersebut menjadi pesan bahwa kecerdasan, kesabaran, ketepatan membaca situasi, dan keberanian mengambil langkah strategis merupakan modal utama untuk menghadapi setiap tantangan dan memenangkan setiap medan perjuangan.

error: Content is protected !!