Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 867

Peristiwa

IMG-20250908-WA0098

Angkat Kekayaan Kuliner Lokalnya, Banyuwangi Gelar Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan khazanah kulinernya. Salah satunya adalah Sego Lemeng dan Kopi Uthek yang bisa ditemukan di Desa Banjar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Untuk mengenalkan kuliner tersebut, maka digelarlah Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek di Desa Banjar, Sabtu (6/9/2025).

Sego lemeng dan kopi uthek merupakan kuliner khas Suku Osing dari Desa Banjar.

Sego lemeng adalah nasi yang digulung dengan daun pisang dan diisi dengan cacahan daging ayam dan ikan laut/ikan asin. Lalu gulungan nasi tersebut dimasukkan ke dalam bilah bambu dan dibakar sebelum dimakan.

Paduan aroma daun pisang dan bau asap dari pembakaran bambu yang terperangkap di dalam sego lemeng itu menghasilkan citarasa sego lemeng yang khas, gurih dan sedap.

Minuman kopi uthek adalah kopi yang disuguhkan secara unik. Tidak menggunakan gula putih sebagai pemanis, namun diganti dengan gula aren (nira) dalam bentuk patahan-patahan kecil.

Cara meminumnya, gula aren tersebut digigit sembari kopi diminum.

Festival makanan dan minuman khas Desa Banjar ini berlangsung meriah. Ratusan pengunjung baik warga Banyuwangi hingga turis mancanegara hadir untuk menikmati segi lememng dan minum kopi uthek.

“Saya sudah mencoba nasi lemak. Enak. Rasanya sangat otentik,” kata Stefano, wisatawan asal Italia yang hadir di festival tersebut.

Melengkapi kemeriahan festival, beragam kesenian tradisional juga ditampilkan. Mulai ragam tarian tradisional, hadrah, hingga musik gamelan.

“Saya sangat beruntung bisa ke sini. Kulinernya nikmat, warganya ramah, budayanya juga beragam. Saya sangat suka musik, tarian dan alamnya. Ini akan menjadi memori indah,” imbuh Stefano.

Fedtival tersebut dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Dikatakan dia, festival ini digelar untuk menjaga kelestarian kuliner khas yang turun temurun.

"Tak hanya itu, event yang menjadi rangkaian agenda Banyuwangi Festival 2025 itu juga menjadi upaya untuk mempromosikan pariwisata Desa Banjar," kata Mujiono.

Desa yang terletak di kaki Gunung Ijen ini dikenal memiliki panorama alam yang sangat indah dengan banyak hamparan hijau persawahan, serta view panorama pegunungan yang memukau.

Potensi ini kemudian dipadukan dengan kisah historis nasi lemang yang konon merupakan bekal para gerilyawan saat berjuang melawan penjajah Kolonial Belanda. Saat berjuang merebut kemerdekaan, banyak warga yang berjuang dan bersembunyi di hutan. Di sanalah, mereka membuat sego lemeng untuk bertahan hidup. (*)

IMG-20250908-WA0097

Perkuat Kolaborasi Strategis, Tim PKDN Sespimti Polri Kunjungi Kantor Kejati Kalteng

Palangka Raya || jejak-indonesia.id - Tim PKDN (Praktik Kerja Dalam Negeri) dari Kelompok Belajar (Pokjar) VI, Sekolah Staff Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-34 Tahun 2025, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (8/9/2025).

Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Irjen Pol Abioso Seno Aji, S.I.K. M.H didampingi Brigjen Pol Slamet Hariyadi, Brigjen Pol Hemat Sikumbang, Kombes Pol Muhammad Anwar R dan Kombes Pol Mugi Sekar Jaya, serta tujuh Serdik Pokja VI PKDN Sespimti, tersebut disambut hangat oleh, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Agus Sahat bersama sejumlah staffnya.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menerangkan bahwa tujuan kunjungan tim Pokja VI PKDN Sespimti ke kantor Kejati Kalteng ialah dalam rangka pendalaman materi untuk memperkuat kolaborasi strategis antar aparat penegak hukum di wilayah hukum Polda Kalteng.

"Kunjungan ini juga merupakan implementasi dari tema yang diangkat dalam PKDN kali ini yaitu, 'Mewujudkan Digital Leadership dan Kolaborasi guna Menegakkan Supremasi Hukum'," ujar Kabidhumas.

Kombes Erlan juga mengatakan, dalam kunjungan tersebut Kajati Kalteng turut mengapresiasi atas kehadiran tim Serdik Sespimti di wilayahnya.

"Kajati mengungkapkan apresiasinya karena Serdik Sespimti tidak hanya membawa konsep pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi antar institusi," beber Erlan.

Kabidhumas menerangkan, pada kesempatan itu Kajati yang juga sebagai alumni Sespimti angkatan 31, menilai bahwa konsep kolaboratif yang diusung oleh Serdik PKDN Sespimti ini sangat relevan dan strategis untuk diterapkan di Kalteng.

"Kolaborasi antar institusi sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, terutama dalam menangani permasalahan yang kompleks dan berimplikasi besar," terangnya.

Kabidhumas berharap melalui kerja sama yang erat dan kolaboratif yang diterapkan ini, dapat mendukung upaya dalam mewujudkan supermasi hukum di wilayah Kalteng, guna memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Kalteng.

IMG-20250908-WA0091

Ketum PW FRN Tegaskan Tak Ada Dendam, Hanya Fokus Berkarya untuk Polri

JAKARTA || jejak-indonesia.id - Sosok Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), kembali menjadi sorotan. Di tengah dinamika munculnya organisasi-organisasi serupa, Agus menegaskan sikapnya yang tenang, dewasa, dan visioner. Alih-alih merasa terancam, ia justru menyambut baik hadirnya organisasi Fast Respon lainnya.

“Satu jadi dua, bila perlu 99 organisasi Fast Respon Cinta Polri, itu lebih mantap!” tegas Agus Flores dengan nada lugas.

Agus bahkan mendorong agar semua organisasi Fast Respon menggunakan logo Fast Respon yang sama. Ia membayangkan suatu saat seluruh organisasi tersebut duduk bersama dalam satu Rakornas untuk bersinergi demi kepentingan Polri.

Menanggapi spekulasi publik tentang adanya dendam pribadi terhadap pihak-pihak yang keluar dari FRN, Agus menampiknya dengan tegas.

“Nggak ada setitik pun dendam. Saya malah lega. Ini bagian dari proses pendewasaan. Sekarang saatnya fokus berkarya dan membesarkan organisasi,” ujarnya.

Menurut Agus, setiap karya adalah bentuk ibadah. Ia bahkan merasa bangga apabila hasil kerjanya dimanfaatkan organisasi lain.

“Kalau sampai ada 99 organisasi Fast Respon, ibadah saya justru makin banyak, karena karya saya dipakai orang lain,” katanya tersenyum.

Pasca dinamika internal, pergerakan FRN justru makin cepat. Agus mengungkapkan, konten-konten FRN di media sosial kini menembus 400 ribu penonton secara organik, tanpa biaya promosi.

Sosok Agus Flores pun menuai pujian dari publik. Salah satu komentar di akun resmi Fast Respon Nusantara menyebut:

“Susah mencari pemimpin berkarismatik seperti Agus Flores.”

Dengan kepemimpinan tegas dan visi besar, Agus memastikan FRN akan terus berkarya, mendukung tugas Polri, serta menjadi motor penggerak informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya.

IMG-20250908-WA0027

Diduga Oknum Polisi di Lingga Bayu Menjadi Toke Sekaligus Pemilik Alat Berat PETI di Pulo Padang

Mandailing Natal || jejakindonesia.id - Salah satu oknum kepolisian di wilayah Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal terciduk sedang berada di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dikabarkan masih terus beroperasi hingga hari ini dilokasi M3 Dusun Pulo Padang.

Sejauh ini belum diketahui apa tujuan poto bersama tersebut dilokasi tambang ilegal itu, namun berdasarkan informasi dari sumber, seseorang yang ada dalam foto itu merupakan aparat kepolisian aktif yang bertugas di Polsek Lingga Bayu inisial 'H' dan berdasarkan keterangan sumber oknum tersebut adalah Toke sekaligus pemilik alat berat di lokasi M3 dusun Pulo Padang yang beroperasi melakukan penambangan emas tanpa izin.

Dari keterangan sumber, lokasi tambang milik 'H' dari simpang pulo padang ke dalam, pinggir jalan sebelah kiri kurang lebih 400 meter dari jalan aspal.

"Toke sekaligus pemilik alat berat nya adalah 'H' merupakan salah satu oknum kepolisian yang bertugas di polsek Lingga Bayu", ungkap sumber.(7/09/25).

Kondisi ini menimbulkan kerusakan ekosistem serius dan muncul keresahan masyarakat warga menilai Aparat Penegak Hukum (APH) tak menunjukkan sikap tegas meskipun Mabes Polri Pada 16 Agustus 2025 telah mengeluarkan surat telegram (STR) resmi yang memerintahkan seluruh Kapolda se indonesia untuk menidak seluruh bentuk Tambang ilegal

Ironis dan menyakitka aktivetas sejalas ini tidak tersentuh Hukum apa aparat tidak melihat atau pura-pura tidak melihat ujar seorang warga

Adanya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam aktivitas tambang emas ilegal dinilai telah merusak citra institusi kepolisian, karena seharusnya penegak hukum menindak tegas setiap pelaku PETI bukan malah terlibat sebagai pemain dan pembecking di dalam aktivitas ilegal tersebut.

Sebagaimana instruksi Kapolri 'Jenderal Listyo Sigit Prabowo' menegaskan bahwa polisi yang terbukti menjadi becking tambang ilegal akan ditindak tegas tanpa ragu. Pernyataan ini disampaikan Sigit saat terjadinya insiden penembakan di Solok Selatan, Sumatera Barat, yang melibatkan dua anggota kepolisian diduga terkait dengan penegakan hukum terhadap tambang ilegal, pada tanggal 22 November 2024 lalu.

"Yang membeckingi tindak tegas, Tinggal dilaporkan saja" ujar Sigit di Kemenko PMK.

Terkait hal itu, Kapolsek Lingga Bayu ,AKP Parsaulian Ritonga' yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di Nomor: 082X-62XX-XXXX pada, Minggu (7/09/25) sekira pukul 13:15 WIB hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum menerima jawaban konfirmasi tersebut.

 

 

(Tim)

IMG-20250907-WA0073

Komunitas Sopir Gelar Peringatan Maulid Nabi di ASDP Ketapang Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1447 H, komunitas sopir yang tergabung dalam GAPIBER (Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu) dan GSJT (Gerakan Sopir Jawa Timur) menggelar kegiatan religius dan sosial di area ASDP Ketapang Banyuwangi pada Minggu, 7 September 2025.

Diketahui, bahwa kegiatan ini turut mendapat dukungan dari ASDP Ketapang Banyuwangi serta Kepolisian Polresta Banyuwangi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah di Mushola ASDP yang dipimpin ustadz setempat, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhum dan almarhumah korban tragedi KMP Tunu, serta doa keselamatan bersama di depan ASDP.

Hadir dalam kegiatan tersebut Manajer dan Supervisi ASDP, Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kapolsek KP3, Kapolsek Kalipuro, relawan ambulans, serta ratusan sopir yang tergabung dalam komunitas.

Setelah doa, panitia membagikan bingkisan kepada para sopir truk, pick up, travel, petugas keamanan, dan pengguna jasa lainnya. Kegiatan juga disertai dengan tabur bunga di area pelabuhan sebagai simbol doa agar keselamatan selalu terjaga.

Peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan makan bersama antara komunitas sopir, jajaran ASDP, aparat kepolisian, dan relawan.

Melalui kegiatan ini, GAPIBER dan GSJT menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya momentum religius, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat komitmen bersama menjaga keselamatan transportasi penyeberangan.

Redaksi.

error: Content is protected !!