Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 865

Peristiwa

IMG-20250910-WA0083

Rektor ISI Surakarta: Bupati Banyuwangi Punya Perhatian Besar pada Seni Budaya

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Setelah resmi membuka perkulihan di Banyuwangi, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, menggelar inagurasi mahasiswa baru, Selasa (10/10/2025). Hadir dalam inagurasi, Rektor ISI Surakarta Prof. I Nyoman Sukerna. Nyoman menyebut Kampus ISI Kelas Banyuwangi menjadi laboratorium resmi untuk belajar seni dan budaya.

Rektor ISI Surakarta menyebut Banyuwangi memiliki potensi kekayaan seni dan budaya yang luar biasa serta memiliki ciri khas tersendiri.

"Dengan adanya pendidikan tinggi seni formal, akan menjamin keberlanjutan warisan leluhur ini. Hal ini sesuai dengan mandat Undang-undang, dimana institusi resmi untuk pembinaan seni budaya," kata Prof. Nyoman.

Kehadiran ISI Surakarta di Banyuwangi melalui proses yang panjang. Bahkan sejak dekade 90-an telah tercetus wacana untuk mendirikan kampus seni di Banyuwangi telah dilontarkan oleh budayawan dan pegiat seni. Namun baru di masa Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, harapan itu bisa terwujud.

"Kami melihat Bupati Banyuwangi punya perhatian besar pada seni budaya di daerahnya. Karena itu kami juga menegaskan komitmen terus mengembangkan kampus di Banyuwangi ini," kata Nyoman.

Nyoman mengatakan ke depan akan membuka program studi (prodi) baru yang bervariatif di Banyuwangi.

“Saat ini ada dua prodi yakni prodi ethnomusikologi dan tari. Ke depan akan terus kami dorong pembukaan jurusan baru, misalnya DKV (Desain Komunikasi Visual), Film, Batik dan lainnya. Di ISI sendiri ada 22 Prodi yang dijalankan,” ujarnya.

Mahasiswa Kampus ISI Surakarta Banyuwangi telah menjalani pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) dan kuliah perdana. Kali ini para mahasiswa melaksanakan inagurasi yang menandai secara resmi dimulainya masa studi mahasiswa baru di perguruan tinggi tersebut untuk tahun ajaran 2025/2026.

Bupati Ipuk yang turut menghadiri Inaugurasi, kehadiran ISI Banyuwangi akan memperkuat ekosistem seni budaya daerah.

"Setelah sebelumnya upaya pelestarian dilakukan dengan menggelar ratusan event budaya dalam yang dibalut Festival setiap tahun. Kini upaya tersebut dilanjutkan lewat jalur akademis dengan hadirnya kampus seni ISI Banyuwangi,” kata Ipuk.

“Dengan adanya perguruan tinggi diharapkan semakin menguatkan DNA seni budaya daerah lewat penelitian dan inovasi. Kami harap juga nantinya para mahasiswa akan menjadi pengajar yang akan ikut menyebarkan seni budaya daerah secara lebih luas,” harap Ipuk.

Inagurasi tersebut dihadiri segenap jajaran dekan dan dosen pengajar. Juga hadir Kapolresta Banyuwamngi Kombes Pol Rama Samtama, Plh. Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri, Majelis Kehormatan DKB Samsudin Adlawi, dan sejumlah perwakilan Forkopimda.

Kehadiran ISI Banyuwangi ini kian melengkapi infrastruktur pendidikan yang telah ada sebelumnya di Banyuwangi, seperti FIKKIA Unair Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, Sekolah Pilot Negeri (Akademi Pilot Indonesia), dan berbagai kampus/sekolah tinggi yang lainnya.

IMG-20250910-WA0082

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah Koramil 0825/08 Srono Berjalan Lancar, 1.534 Siswa Jadi Penerima Manfaat

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Dalam rangka mendukung peningkatan gizi dan kesehatan peserta didik di wilayah Kabupaten Banyuwangi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar secara serentak di bawah koordinasi Koramil 0825/08 Srono, pada Selasa, 9 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan aman, tertib, dan mendapat antusias tinggi dari para siswa serta tenaga pendidik.

Pelaksanaan MBG kali ini dipusatkan di Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Banyuwangi, yang berlokasi di Dusun Pekiringan RT 2 RW 1, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini dikelola langsung oleh Kepala SPPG, Irfan Aryo Prastowo, di bawah naungan Yayasan Banyu Urip Sejahtera Satu.

*Menjangkau 1.534 Siswa dari Delapan Lembaga Pendidikan*

Sebanyak 1.534 siswa dari delapan sekolah di wilayah Kecamatan Srono menjadi penerima manfaat dari program MBG ini. Adapun rincian lembaga pendidikan yang terlibat dalam program ini adalah sebagai berikut:

SMP Negeri 2 Srono (773 siswa)
SMP Al Kautsar (123 siswa)
SD Negeri 1 Sumbersari (113 siswa)
SD Negeri 3 Sumbersari (119 siswa)
SD Negeri 4 Sumbersari (62 siswa)
SD Negeri 3 Kepundungan (166 siswa)
SD Negeri 6 Kembiritan (57 siswa)
TK Al UMM (50 siswa)

Proses distribusi makanan bergizi dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 10.45 WIB, dengan sistem yang telah dirancang untuk memastikan ketepatan dan keamanan dalam penyaluran kepada setiap peserta didik di masing-masing satuan pendidikan.

*Menu Seimbang dan Variatif*

Untuk menjamin asupan gizi seimbang bagi para siswa, menu yang disajikan dalam program MBG kali ini mencakup berbagai jenis makanan yang bernutrisi, antara lain:

Nasi
Telur roll
Tahu krispi
Tumis pakcoy

Buah semangka sebagai pencuci mulut

Seluruh makanan yang didistribusikan telah melalui proses penyiapan dan pengemasan sesuai dengan standar higienitas dan keamanan pangan yang berlaku.

*Kolaborasi dan Sinergi Lintas Sektor*

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara aparat kewilayahan, dunia pendidikan, dan lembaga sosial masyarakat dalam mendukung agenda nasional peningkatan gizi anak sekolah. Dengan adanya program MBG, diharapkan dapat membantu menciptakan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

Koramil 0825/08 Srono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari pihak sekolah, yayasan penyelenggara, tenaga dapur, hingga para relawan yang terlibat langsung di lapangan.

Pelaksanaan program MBG di wilayah SPPG Sumbersari ini ditutup dengan laporan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (*)

IMG-20250910-WA0076

Dukung Program Ketahanan Pangan, Kalapas Banyuwangi Ikuti Penanaman Bibit Pohon Kelapa Serentak di SAE Ngajum

MALANG || jejakindonesia.id – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar penanaman bibit pohon kelapa secara serentak di seluruh Indonesia, Selasa (9/9). Kegaiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Nusakambangan.

Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur memusatkan kegiatan penanamannya di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang di Ngajum, Kabupaten Malang.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa turut hadir dalam kegiatan di SAE Ngajum tersebut sebagai bentuk nyata dukungan dan komitmen untuk menyukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden dalam Asta Cita Presiden, serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan penanaman dipimpin secara langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Pas Jawa Timur, Kadiyono, didampingi oleh seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Jawa Timur. Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat juga turut memeriahkan dan menguatkan dukungan terhadap agenda strategis nasional ini.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Ditjen Pas Jatim mengungkapkan bahwa total terdapat 10.000 bibit kelapa yang ditanam serentak di seluruh UPT wilayah Jawa Timur.

“Rinciannya, yang ditanam di SAE Ngajum ini berjumlah 3.331 pohon. Sedangkan 6.669 bibit lainnya tersebar pada seluruh UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi di Jawa Timur,” jelas Kadiyono.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bernilai simbolis semata, melainkan menjadi bukti nyata komitmen Kanwil Jatim dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program nasional ketahanan pangan.

“Penanaman pohon kelapa ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Selain memberi manfaat ekologis, pohon kelapa juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, usai mengikuti kegiatan pusat di Ngajum, Kalapas Banyuwangi menyatakan kesiapannya untuk segera mengimplementasikan hal serupa di wilayah kerjanya. Dijelaskannya, bibit kelapa yang telah dialokasikan akan ditanam secara bertahap di lahan SAE yang berada di Kelurahan Pakis, Banyuwangi.

“Keikutsertaan kami dalam kegiatan serentak ini merupakan bentuk kesungguhan Lapas Banyuwangi untuk berkontribusi aktif. Kami berharap, dengan penanaman yang akan kita lakukan di SAE Pakis, Lapas Banyuwangi mampu memberikan kontribusi nyata dan mewujudkan keberhasilan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah,” pungkas Wayan.

IMG-20250910-WA0075

Perlindungan Anak Dipertaruhkan: Kasus Pelecehan Seksual Anak Yatim di Banyuwangi Tak Kunjung Jalan

BANYUWANGI  || jejakindonesia.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Banyuwangi kini menjadi sorotan. Korban adalah VAL (15), seorang anak yatim asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Meski laporan resmi telah dibuat setahun lalu, proses hukum hingga kini disebut mandek tanpa kejelasan.

Laporan tersebut dibuat oleh Kakek korban, Susiono (63), pada 13 Oktober 2024 ke Polresta Banyuwangi dengan nomor STTLP/303/X/2024/SPKT/POLRESTA BANYUWANGI/POLDA JATIM. Dalam laporan itu, seorang pria berinisial H (40), warga setempat, diduga melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 76E jo. Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Namun, hingga satu tahun berlalu, keluarga korban mengaku tidak pernah menerima SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) dari penyidik. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar atas keseriusan aparat dalam menangani perkara yang menyangkut anak sebagai korban.

“Kami menilai ada kelalaian serius. Anak yatim yang menjadi korban jelas sangat rentan dan berhak mendapat perlindungan hukum maksimal. Kami mendesak Polresta Banyuwangi segera memberikan kejelasan hukum. Jika tidak, kami siap menempuh jalur praperadilan, melapor ke Propam Polda Jatim, bahkan ke Kompolnas,” tegas Supriyadi, S.H., M.H., C.Md., kuasa hukum keluarga korban dari Kantor Hukum Mahardhika & Partners.

Kasus ini dinilai sebagai ujian nyata bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan amanat undang-undang perlindungan anak. Penundaan penanganan bukan hanya melukai rasa keadilan, tetapi juga memperparah trauma yang dialami korban.

Pihak keluarga berharap, dengan sorotan publik, Polresta Banyuwangi maupun Polda Jatim segera mengambil langkah nyata untuk menegakkan hukum dan menjamin keadilan bagi korban.

IMG-20250910-WA0065

Hari Lahir ke-51 Bupati Ipuk, Komunitas Pendukung Ipuk Rayakan dengan Kegiatan Sosial

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Peringati hari ulang tahun Bupati Ipuk Fiestiandani, tim yang komitmen dan konsisten kepada Ipuk Fiestiandani sejak sebelum pemilihan kepala daerah 2024 berlangsung yaitu Komunitas Pendukung Ipuk ( KPI ) turut merayakan hari istimewah itu dengan cara sederhana yakni melakukan kegiatan sosial di beberapa wilayah.

Veri Kurniawan S.ST., S.H selaku pendiri Komunitas Pendukung Ipuk ( KPI ) menjelaskan bahwa kita turut peringati hari ulang tahun Bupati Ipuk dengan cara berbagi, meskipun tidak skala besar

"Ini bukan bagian dari strategi untuk menjadi penjilat agar diperhatikan Bupati, tapi merupakan sebuah wujud komitmen dan konsistensi Komunitas Pendukung Ipuk ( KPI ) dalam turut serta mengawal program pro rakyat milik Pemkab Banyuwangi yang dinahkodai oleh Bupati Ipuk," jelas Veri.( 10/9)

Tentu sebagai masyarakat kami punya harapan terhadap pemimpin yang kami dukung, yaitu program yang memang bisa membawa Banyuwangi lebih baik kedepan

" Semoga Bupati Ipuk selalu bisa hadir ditengah - tengah masyarakat Banyuwangi untuk bisa mendengarkan harapan, keluh kesah rakyatnya yang memang perlu diperhatikan. Tentu salah satu indikatornya adalah tidak salah memberikan posisi atau jabatan jajarannya di setiap OPD untuk mendukung visi - misi atau program Bupati untuk rakyat Banyuwangi," tambah Veri.

Tentu sebagai salah satu komunitas pendukung Ipuk, kami akan selalu konsisten dalam menyuarakan suara masyarakat yang perlu diperhatikan dan dibantu oleh pemerintah daerah yang dinahkodai oleh Bupati Ipuk, tambah Veri.

error: Content is protected !!