Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 869

Peristiwa

IMG-20250907-WA0008

Aliansi Madura Indonesia dan Forkopimda Gelar Pengajian Akbar Peringati Maulid Nabi dan Doa Bersama

SURABAYA || jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mendoakan kondusifitas Jawa Timur, Aliansi Madura Indonesia (AMI) bersama Forkopimda Surabaya dan Jawa Timur akan menggelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 September mendatang di Serambi Masjid Ampel, Surabaya.

Pengajian akbar ini akan menghadirkan Majelis At-Taufik Sampang yang dipimpin oleh KH Khoiron Zaini atau Gus Khoiron. Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur diperkirakan hadir untuk mengikuti kegiatan yang terbuka untuk umum ini.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat, sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan dalam menjaga ketentraman dan persatuan di Jawa Timur.

"Kami bersama Forkopimda Surabaya dan Jawa Timur berkomitmen untuk terus merawat kerukunan dan persaudaraan. Melalui pengajian akbar ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif," ujar Baihaki.

Dukungan penuh juga datang dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang mengapresiasi langkah Aliansi Madura Indonesia (AMI) bersama Forkopimda Surabaya dan Jawa Timur dalam menggelar acara keagamaan sekaligus kebangsaan ini.

"Kegiatan seperti ini sangat baik, karena bukan hanya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi doa bersama demi kebaikan Jawa Timur dan khususnya Kota Surabaya. Pemerintah Kota siap mendukung penuh agar acara ini berjalan lancar," kata Eri Cahyadi.

Forkopimda Jawa Timur turut menyambut positif terselenggaranya acara ini. Kehadiran tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat umum diharapkan menjadi bukti nyata persatuan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Pengajian akbar ini terbuka untuk umum dan masyarakat yang ingin hadir dipersilakan langsung menuju Serambi Ampel pada hari pelaksanaan acara.

Ilustrasi-Korupsi-768x480

Pengadaan Chromebook di Disdikbud Aceh Utara Diduga Sarat korupsi, Sekolah Penerima Akui Tak Optimal Dimanfaatkan

ACEH UTARA || jejakindonesia.id – Dugaan praktik korupsi dalam pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa Chromebook di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara semakin menguat. Program yang berlangsung sejak tahun anggaran 2021 hingga 2023 dengan nilai puluhan miliar rupiah itu ditemukan sarat kejanggalan, mulai dari dugaan mark up harga, pelanggaran juknis, hingga distribusi yang tak sesuai kebutuhan sekolah penerima

Berdasarkan dokumen yang berhasil dihimpun, pada tahun 2021 Disdikbud Aceh Utara mengalokasikan dana sebesar Rp 9,46 miliar untuk pengadaan Chromebook bagi 43 sekolah dasar (SD). Masih di tahun yang sama, tambahan Rp 1,91 miliar kembali digelontorkan untuk sembilan SD penerima lainnya.

Pada 2022, jumlahnya semakin membengkak. Sebanyak Rp 16 miliar dialokasikan untuk 130 SD penerima. Selain itu, terdapat paket pengadaan Chromebook dengan 143 unit yang dibanderol Rp 7,2 juta per unit. Padahal, harga tersebut jauh lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Mengacu pada Surat Edaran LKPP Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pengadaan Laptop untuk Pendidikan, disebutkan bahwa harga acuan Chromebook berada di kisaran Rp 5,5 juta per unit. Bahkan, pada 2023, dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 12 Tahun 2023 tentang E-Katalog Sektoral Pendidikan, harga kontrak payung untuk laptop jenis serupa turun menjadi Rp 5 juta per unit.

Harga tersebut sudah mencakup biaya produksi, keuntungan distributor, pajak, ongkos distribusi, hingga pengemasan. Dengan demikian, pengadaan Chromebook di Aceh Utara yang mencapai Rp 7,2 juta per unit sangat jelas melampaui batas, mengindikasikan adanya praktik mark up.

Seorang pengamat kebijakan publik di Lhokseumawe menyebut, “Kalau ada selisih Rp 1,5–2 juta per unit, bayangkan jika dikalikan ribuan unit. Potensi kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah hanya dari selisih harga ini.”

Selain dugaan mark up, pengadaan ini juga dinilai menyalahi Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah untuk Pengadaan Sarana TIK Pendidikan Dasar. Dalam juknis, prioritas penerima haruslah sekolah yang memiliki infrastruktur memadai, seperti jaringan listrik stabil, ruang penyimpanan aman, dan akses internet. Namun, temuan lapangan berbeda.

Sejumlah kepala sekolah mengakui bahwa fasilitas tersebut belum tersedia di sekolah mereka. “Kami menerima 20 unit Chromebook pada 2022, tapi jaringan internet di sekolah sering mati. Banyak perangkat akhirnya jarang dipakai. Malah sebagian masih disimpan di lemari karena guru juga belum dilatih maksimal,” ungkap salah seorang tenaga pendidik di Kecamatan Tanah Luas yang meminta identitasnya disembunyikan.

Pernyataan serupa datang dari seorang guru SD di Geureudong Pase. “Kalau melihat murid kami, yang lebih dibutuhkan sebenarnya buku dan rehab kelas. Chromebook ada, tapi tanpa Wi-Fi stabil, percuma. Kami merasa sekolah hanya jadi tempat titipan barang proyek,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kasus di Aceh Utara ini makin relevan setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Mendikbudristek 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook nasional. Proyek senilai Rp 9,7 triliun itu menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,9 triliun.

Dalam konstruksi perkara, jaksa menilai Nadiem berperan aktif dalam mengarahkan penggunaan perangkat berbasis ChromeOS, meski kajian teknis internal kementerian menyebut perangkat tersebut tidak sesuai kebutuhan pembelajaran saat pandemi Covid-19.

Melihat pola yang sama, publik menilai bahwa kasus di Aceh Utara hanyalah bagian kecil dari skema besar yang sudah terbongkar di tingkat Nasional.

Aktivis antikorupsi di Aceh Utara mendorong agar Kejaksaan Agung maupun penegak hukum daerah segera turun tangan.

“Kalau di pusat bisa terbukti ada mark up dan permainan vendor, sangat mungkin di daerah juga terjadi pola serupa. Apalagi data harga sudah terang-benderang melampaui acuan LKPP. Ini harus diusut,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, publik jangan hanya fokus pada pejabat pusat. “Kejagung harus melihat rantai distribusi anggaran di daerah. Siapa yang meneken kontrak, siapa vendor pelaksana, dan bagaimana mekanisme e-katalog digunakan. Jangan sampai uang rakyat Aceh Utara ikut raib,” tegasnya.

Masyarakat berharap kasus ini tidak berhenti pada sorotan media semata, melainkan ditindaklanjuti secara hukum. Jika terbukti, para pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pengadaan TIK seharusnya untuk memajukan pendidikan anak-anak kita, bukan jadi ladang korupsi. Kalau terus begini, masa depan generasi Aceh akan dirugikan,” pungkas seorang wali murid di Kecamatan Matangkuli.

Dengan semakin kuatnya bukti perbandingan harga, pelanggaran juknis, dan kesaksian dari pihak sekolah, publik Aceh Utara kini menunggu langkah tegas aparat hukum. Kasus nasional sudah membuka pintu, tinggal menunggu apakah skandal di daerah juga akan terseret ke meja hijau. (Com)

Sementara Jamaluddin saat dikonfirmasi media ini melaluai Pesan whatshap yang dikirim juga tidak dibalas hingga berita ini diturunkan.

IMG-20250906-WA0018

Beragam Ide Unik dan Kreatif di Jagoan Banyuwangi, Bupati Ipuk: Scale Up Usaha Anak Muda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Mendorong jiwa entrepreneur anak-anak mudanya, Pemkab Banyuwangi rutin menggelar program inkubasi, Jagoan Banyuwangi. Sekitar 100 anak muda Banyuwangi yang telah memiliki rintisan usaha berupaya mengembangkan bisnisnya di bawah bimbingan para mentor dan praktisi yang terlibat dalam Jagoan Banyuwangi.

Salah satu peserta Jagoan Banyuwangi adalah Wahyu Riyanto. Wahyu gigih ingin mengembangkan usahanya meski dengan keterbatasan fisik yang ia miliki. Dia memiliki usaha “Moriza Outdoor” yakni persewaan alat camping dan hiking yang sudah dijalaninya sejak 2018.

“Usaha ini saya jalani bersama kakak. Awalnya sejak 2013 sudah mulai menjual dan menyewakan secara online. Seiring dengan perkembangan Banyuwangi akhirnya banyak permintaan untuk buka toko, pada 2018 dijalankan juga offline di rumah,” kata Wahyu.

Dia mengungkapkan alasan ikut Jagoan Banyuwangi karena ingin memperkuat branding tokonya.

“Saya ikut Jagoan Banyuwangi karena ingin memperkuat branding usaha saya sekaligus pemasarannya. Bahkan, saya jadi terinspirasi membuat produk dengan merek sendiri. Tadi saya sampaikan saat pitching,” ujar Wahyu.

Jagoan Banyuwangi digelar mulai pertengahan bulan Agustus 2025 lalu. Diawali dengan sesi offline dimana para peserta mengikuti kelas dari para mentor dan praktisi usaha.

Lalu berlanjut mereka mengikuti sesi post programme dan pitching day yang berlangsung mulai 25 – 30 Agustus 2025 di Banyuwangi Creative Hub, Terminal Pariwisata Terpadu.

Pada sesi ini, peserta memaparkan ide pengembangan usahanya ke para mentor.

Seperti yang dilakoni oleh Eka Fahmi, peserta dari Jagoan Tani pemilik usaha penjualan bibit buah eksotis “Saben Wetan”. Salah satunya bibit buah naga Palora Equador. Eka mengaku usaha penjualan bibit buah eksotis ini dilakukan karena masih belum banyak yang mengembangkan di Banyuwangi.

“Buah naga Palora Equador rasanya lebih manis dibandingkan buah naga lainnya. Harga buahnya juga tinggi kisaran Rp. 200 -300 ribu/kilogram. Makanya kami ingin mengenalkan lebih luas lagi tanaman ini di Banyuwangi,” kata Eka.

Lewat program ini, dia mengaku mendapatkan mitra untuk memasarkannya.

“Selain dapat ilmu disini saya juga langsung pecah telur dan dapat mitra berkolaborasi,” ungkapnya bangga.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Pemkab menghadirkan Jagoan Banyuwangi sebagai ruang tumbuh bagi para pemuda daerah untuk mengembangkan ide dan usahanya.

“Semua bidang kami fasilitasi dengan mentor yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.,” kata Bupati Ipuk.

Jagoan Banyuwangi terbagi atas tiga bidang. Yakni Jagoan Tani yang fokus pada usaha pertanian, Jagoan Digital pada pengembangan skill terkait TIK, serta Jagoan Bisnis yang menjangkau bisnis lainnya seperti kuliner, fashion, kriya dan jasa.

Ipuk berharap dengan mengikuti program Jagoan Banyuwangi, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, namun juga membangun relasi dan berkolaborasi.

“Harapan kami lewat program ini para pemuda Banyuwangi akan mampu melakukan scale up usahanya. Dan setelah berkembang bisa mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang akan menopang perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)

IMG-20250906-WA0005

Java Paragon Surabaya Perkenalkan Apartemen Baru dan Dukung Penuh HUT Ke-6 KJJT

SURABAYA || jejakindonesia.id – Java Paragon Hotel & Residences Surabaya secara resmi meluncurkan unit apartemen terbaru yang mengusung desain modern dan estetika kontemporer. Konsep hunian ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal layaknya rumah pribadi, dengan tetap mengedepankan layanan dan fasilitas hotel berbintang.

“Kami menghadirkan opsi akomodasi yang lebih privat bagi tamu yang datang bersama keluarga maupun untuk keperluan bisnis jangka panjang. Unit apartemen kami menawarkan keseimbangan ideal antara kenyamanan domestik dan layanan hotel premium,” ujar Erly Rizka, General Manager Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, (05/09/2025).

Tersedia dua tipe unit, yaitu 2 Bedroom dan 3 Bedroom, dengan total 62 unit apartemen. Setiap unit dilengkapi dengan kamar tidur yang nyaman, bathtub, ruang tamu luas dengan televisi 42 inci, dapur lengkap dengan peralatan memasak, lemari es, air mineral, dan fasilitas gas. Seluruh unit menyuguhkan pemandangan kota Surabaya yang memukau, menjadikan pengalaman menginap semakin istimewa. Tarif sewa dimulai dari Rp1.488.000 per malam.

Selain fasilitas apartemen, Java Paragon juga menyediakan berbagai sarana penunjang seperti kolam renang, sauna, pusat kebugaran, lapangan tenis dan basket, serta pilihan restoran yang beragam:

- The Café: Restoran all-day dining dengan nuansa vintage dan modern klasik, menyajikan hidangan lokal dan internasional.
- The Cakery: Menawarkan aneka roti, cake, salad, teh, dan kopi dalam suasana yang nyaman dan estetis. Buka pukul 09.00–21.00 WIB.
- The Avenue Lounge Bar: Mengusung konsep resto, bar, dan lounge bergaya European Industrial, dengan menu andalan seperti pizza tradisional dari tungku kayu bakar, steak, pasta, dan hidangan khas Indonesia. Buka pukul 11.00–23.00 WIB.
- Citilites Sky Club & Bistro: Terletak di lantai 21, menyajikan panorama malam kota Surabaya serta hidangan istimewa dari chef berpengalaman.

Sebagai bentuk komitmen terhadap dunia jurnalistik dan solidaritas komunitas, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Hari Ulang Tahun Ke-6 Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 6 September 2025.

Pihak manajemen telah menyiapkan fasilitas khusus bagi para jurnalis yang hadir, termasuk akomodasi terbaik serta sajian kuliner unggulan dari restoran pilihan hotel. “Dukungan ini merupakan wujud apresiasi atas kontribusi para jurnalis dalam membangun kesadaran publik dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Jawa Timur,” ujar Erly.

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur, Ade S. Maulana, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pihak manajemen Java Paragon. “Kami mengapresiasi sepenuhnya dukungan dari Java Paragon Hotel kepada rekan-rekan jurnalis yang akan hadir dalam perayaan HUT KJJT. Sinergi ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya (05/09/2025).

Acara HUT KJJT Ke-6 akan dihadiri oleh kurang lebih 100 undangan, termasuk sejumlah wartawan senior. Panitia juga telah menyiapkan berbagai door prize menarik, mulai dari voucher hotel, uang tunai, hingga hadiah kejutan lainnya yang akan dibagikan pada puncak acara.

“Kami menantikan kehadiran seluruh rekan jurnalis di Java Paragon Surabaya. Inilah momentum tahunan untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, dan memperkuat solidaritas dalam keluarga besar Komunitas Jurnalis Jawa Timur,” tutup Ade.

Sumber Resmi : Divisi Humas KJJT

IMG-20250906-WA0003

Endhog-Endhogan, Tradisi Turun-temurun Warga Banyuwangi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Setiap memasuki bulan Rabiul Awwal kalender Hijriyah, warga Banyuwangi menggelar tradisi endhog-endhogan. Tradisi mengarak ribuan telur ini dilakukan hampir di seluruh pelosok Banyuwangi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam tradisi ini, telur rebus dihias dengan bunga kertas lalu ditancapkan di batang pohon pisang berhias (jodhang). Jodhang tersebut kemudian diarak keliling kampung atau ditaruh di masjid, sambil diiringi pembacaan selawat, barzanji, zikir, serta doa bersama.

Tradisi turun-temurun ini sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan lintas generasi sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad.

Salah satu perayaan meriah terlihat di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (5/9/2025). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti pawai endhog-endhogan sejauh 2,2 km dari Masjid Baiturrahman menuju Kantor Desa Kembiritan, membawa aneka jodhang telur hias dengan iringan rebana dan lantunan selawat.

Dilepas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pawai ini menyuguhkan beragam kreasi atraktif bernuansa islami. Ornamen-ornamen megah seperti replika Ka’bah, perahu tumpeng telur, pohon kurma, hingga unta beserta penunggangnya. Warga juga membawa plakat berisi nama Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan keluarga beliau, disertai berbagai replika lain yang kian menyemarakkan suasana.

“Endhog-endhog an ini bukan hanya sekadar festival yang penuh kemeriahan, tetapi juga menjadi wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi atas semangat kebersamaan, gotong royong, dan keguyuban warga yang menjaga tradisi endhog-endhogan ini. “Mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini, yang menyemarakkan festival endhogan, kelak mendapat syafaat Rasulullah SAW kelak,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan kepada masyarakat Banyuwangi untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusifitas daerah.

Salah satu atraksi yang menyita perhatian adalah replika perahu tumpeng raksasa berisi sekitar 1.500-2.000 telur hias karya warga Dusun Krajan Dua. Perahu itu berukuran 6-7 meter, dibuat dengan gotong royong 30-40 warga selama seminggu penuh.

“Kami buat secara swadaya dengan menghabiskan biaya sekitar Rp7 juta, melibatkan 30-40 orang. Kita kerjakan mulai pagi, sore, dan malam selama seminggu. Apa yang kita lakukan ini untuk menyemarakkan Festival Endhog-endhogan,” kata koordinator warga, Taufiq Hidayat.

Panitia Festival Endhog-endhogan Kembiritan, Guntur, mengatakan tradisi tahun ini berlangsung lebih meriah dibanding sebelumnya. Tercatat ada 221 kreasi dari tujuh dusun di Kembiritan yang ditampilkan.

“Alhamdulillah setiap tahun tradisi turun temurun ini selalu bertambah meriah, apalagi Endhog-endhogan Kembiritan ini sudah dua tahun ini masuk dalam kalender Banyuwangi Festival (B-Fest),” kata Guntur yang juga Ketua Takmir Masjid Baiturrahman.

Festival ini diikuti lebih dari 1.000 peserta. Usai pawai, festival dilanjutkan dengan pembacaan dzikir maulid dan pengajian umum di Masjid Baiturrahman.

“Sebelumnya, juga diawali dengan gerakan membaca 1000 selawat yang sudah kami lakukan sejak awal Rabiul Awal atau yang jatuh pada 25 Agustus lalu,” kata Guntur. (*)

error: Content is protected !!