Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 11

Peristiwa

IMG-20260810-WA0068

Satpolairud Polresta Banyuwangi Patroli Pesisir Pantai Bulusan, Ingatkan Pemancing Waspadai Pencurian Kendaraan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Anggota Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli sekaligus pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat di kawasan pesisir Pantai Waru Jajar, Bulusan, Banyuwangi, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di kawasan wisata dan aktivitas masyarakat pesisir.

Patroli dilaksanakan oleh Aipda Nyoman Suma bersama Bripda Marvelino, di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir sejumlah titik di sekitar kawasan pesisir Pantai Bulusan sekaligus berdialog dengan masyarakat dan para pemancing yang sedang beraktivitas.

Petugas mengingatkan para pemancing maupun pengunjung yang membawa kendaraan bermotor agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kendaraannya.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan kunci ganda saat meninggalkan kendaraan, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya pencurian maupun gangguan keamanan lainnya.

Selain menjaga keamanan lingkungan, petugas turut menyampaikan pesan agar masyarakat pesisir tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

Masyarakat diminta terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kegiatan patroli dan Binluh tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat pesisir sekaligus mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

Dari hasil kegiatan, situasi di sekitar kawasan Pantai Waru Jajar Bulusan terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan dengan lancar tanpa ditemukan gangguan menonjol.

Kondisi cuaca saat kegiatan berlangsung cerah, dengan kondisi ombak tenang dan air laut dalam keadaan surut.

Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan bahwa kegiatan patroli dan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan pesisir serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan dan pantai.

IMG-20260810-WA0045

Kapolres Jember Ucapkan Selamat Hari Veteran Nasional 2026, Tegaskan Semangat Perjuangan Harus Menjadi Teladan Generasi Muda

JEMBER || Jejak-indonesia.id — Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional 2026 yang jatuh pada 10 Agustus 2026, Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H. bersama seluruh jajaran Polres Jember dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghormatan kepada para veteran atas jasa, pengabdian, perjuangan, dan pengorbanan mereka bagi bangsa dan negara.

Hari Veteran Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus menghargai perjuangan para pejuang yang telah memberikan pengabdian dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin menyampaikan bahwa semangat perjuangan para veteran tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai patriotisme, pengabdian, keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Bangga kepada para pahlawan, terima kasih atas pengabdian dan perjuanganmu. Jasa dan perjuangan para veteran merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa yang harus selalu kita hormati,” demikian pesan penghormatan Kapolres Jember dalam momentum Hari Veteran Nasional 2026.

Menurut AKBP Alaiddin, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui pengabdian sesuai bidang masing-masing.

“Perjuangan pada masa sekarang tentu memiliki bentuk yang berbeda. Kita dapat melanjutkan semangat para pahlawan dengan menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, menaati aturan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh anggota Polres Jember untuk menjadikan semangat pengabdian para veteran sebagai motivasi dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Sebagai insan Bhayangkara, semangat pengabdian harus terus kita jaga. Tugas kepolisian merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Alaiddin menekankan bahwa penghormatan kepada veteran bukan hanya dilakukan dengan mengenang sejarah, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.

“Mari kita hormati para veteran dengan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat persaudaraan dan memberikan pengabdian terbaik sesuai tugas serta tanggung jawab kita masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Jember, Ny. Rani Alaiddin, turut menyampaikan ucapan selamat Hari Veteran Nasional 2026.

Bhayangkari Jember memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh veteran yang telah berjuang serta mengabdikan diri demi bangsa dan negara.

“Selamat Hari Veteran Nasional 2026. Terima kasih atas jasa, pengabdian, perjuangan dan pengorbanan para veteran. Semoga semangat perjuangan para pahlawan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” ungkap Ny. Rani Alaiddin.

Menurutnya, keluarga juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Semangat menghargai sejarah, mencintai tanah air, serta menghormati jasa para pahlawan perlu terus ditanamkan sejak dini.

Ia berharap momentum Hari Veteran Nasional dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Semoga para veteran senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan. Jasa dan perjuangan mereka akan selalu menjadi bagian dari sejarah serta inspirasi bagi kita semua,” tambahnya.

Peringatan Hari Veteran Nasional 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang serta pengorbanan para pendahulu bangsa.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin bersama jajaran Polres Jember dan Bhayangkari Cabang Jember mengucapkan:

“SELAMAT HARI VETERAN NASIONAL 2026”

Bangga kepada para pahlawan.
Terima kasih atas pengabdian dan perjuanganmu.

Jasamu akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

IMG-20260810-WA0036

Polsek Nongkojajar Dukung Budidaya Cabai di Pungging untuk Sukseskan Ketahanan Pangan

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Budidaya tanaman cabai di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, terus didukung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Bhabinkamtibmas Desa Pungging melakukan pemantauan sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan tanaman pangan, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Aipda Iskandar Muda selaku Bhabinkamtibmas Desa Pungging dengan menyambangi dan meninjau tanaman cabai di lahan P2B. Pemantauan dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain meninjau tanaman, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membudidayakan berbagai komoditas pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, dukungan terhadap kegiatan masyarakat di sektor pangan merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dengan warga.

"Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam berbagai komoditas pangan. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan mulai dari lingkungan dan desa," ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polres Pasuruan melalui jajaran kewilayahan akan terus mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Polri mendukung partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sektor pangan. Melalui komunikasi dan pendampingan yang baik, kami berharap upaya masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dapat terus berkembang," tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kegiatan pemantauan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Melalui dukungan dan partisipasi bersama, budidaya tanaman cabai di Desa Pungging diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung suksesnya program ketahanan pangan nasional.

IMG-20260809-WA0060

Sejarah Yang Nyaris Terkubur: Besuki Disebut Pernah Jadi Panggung Pergerakan, Jejak Soekarno-Bung Tomo Hingga “Kabinet Para Mantri”

BESUKI || Jejak-indonesia.id — Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak selalu hadir dalam bentuk arsip, dokumen resmi, atau buku pelajaran. Di sejumlah daerah, sejarah justru bertahan melalui ingatan kolektif masyarakat—diceritakan para sesepuh, diwariskan dalam keluarga, kemudian disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu serpihan sejarah lokal itu kini kembali mencuat dari Besuki, Jawa Timur.

Cerita tersebut dituturkan R. Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, SH, yang akrab disapa Agus Flores. Ia mengungkap sejumlah kisah yang selama puluhan tahun berkembang di tengah masyarakat Besuki dan diperoleh dari penuturan para sesepuh berusia sekitar 65 hingga 80 tahun ke atas.

Kisah-kisah tersebut menyentuh sejumlah nama besar dalam sejarah Indonesia, mulai dari Soekarno, Bung Tomo, hingga dinamika politik dan pemerintahan pada masa awal kemerdekaan.

Namun ada satu catatan penting: sebagian besar kisah tersebut masih berada dalam ranah tradisi lisan dan belum seluruhnya terkonfirmasi melalui arsip sejarah primer.

Karena itu, cerita tentang Besuki ini bukan sekadar untuk dipercaya begitu saja, melainkan menjadi pintu masuk untuk melakukan penelitian lebih serius.

Besuki dan Jejak Pergerakan yang Belum Banyak Terungkap

Dalam penuturan yang berkembang di masyarakat, Besuki disebut pernah menjadi salah satu kawasan yang memiliki arti dalam dinamika pergerakan politik dan sosial menjelang serta pada masa awal kemerdekaan.

Bahkan muncul cerita bahwa Soekarno ketika masih kecil pernah datang ke Besuki.

Kawasan Besuki juga disebut memiliki hubungan dengan dinamika kelompok politik dan keagamaan, termasuk kelompok yang kemudian dikaitkan dengan Masyumi, serta hubungan sosial antara kalangan priayi, kiai, pesantren dan masyarakat.

Cerita yang diwariskan para sesepuh bahkan menyebut adanya aktivitas pembicaraan, konsolidasi dan pergerakan yang berkaitan dengan perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Nama Bung Tomo juga muncul dalam cerita masyarakat.

Namun, sekali lagi, setiap klaim mengenai keterlibatan tokoh nasional tersebut perlu ditempatkan sebagai informasi yang masih membutuhkan pembuktian melalui arsip, dokumen, surat-menyurat, catatan organisasi, kesaksian primer maupun sumber sejarah lain yang dapat diverifikasi.

Sejarah Lokal Tidak Boleh Hilang Hanya Karena Tidak Tertulis

Agus Flores menilai, banyak cerita sejarah di tingkat lokal yang berpotensi hilang apabila tidak segera didokumentasikan.

Ia menyebut sebagian kisah tersebut diperoleh dari para sesepuh yang masih menyimpan ingatan mengenai peristiwa masa lalu.

“Kebanyakan sejarah di Jawa dikaburkan pada masa VOC Belanda. Yang bagus-bagus dihapus dari sejarah.”

Pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan berdasarkan cerita yang berkembang di lingkungan masyarakat. Secara akademis, tentu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji sejauh mana klaim tersebut dapat dibuktikan.

Persoalannya bukan semata-mata apakah seluruh cerita tersebut benar atau tidak.

Yang jauh lebih penting adalah jangan sampai ingatan masyarakat hilang sebelum sempat diteliti.

Raden Sastrodiarjo dan Cerita tentang Lingkar Keluarga

Cerita lain yang berkembang berkaitan dengan sosok Raden Sastrodiarjo, yang dalam tradisi lisan setempat disebut memiliki keterkaitan dengan keluarga Soekarno dan dinamika pergerakan.

Kisah tersebut menjadi bagian dari memori keluarga dan masyarakat yang hingga kini masih dituturkan.

Tetapi informasi mengenai hubungan, peran, maupun aktivitas tokoh-tokoh tersebut harus diuji dengan sumber sejarah yang independen agar tidak terjadi pencampuran antara sejarah, legenda keluarga, dan interpretasi generasi berikutnya.

Pondok Pesantren dan Pesan Mbah Soleh

Serpihan cerita lainnya mengarah kepada keberadaan Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

Dalam tradisi lisan yang disampaikan Agus Flores, pesantren tersebut disebut sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki sejarah panjang dan dikaitkan dengan lingkungan pemikiran pada masa tersebut.

Pesantren itu disebut pernah diasuh KH Abdul Rozak Soleh, yang oleh masyarakat dikenal sebagai Mbah Soleh dan disebut sebagai leluhur Agus Flores.

Salah satu pesan yang diwariskan Mbah Soleh adalah agar pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan dan keagamaan serta tidak terseret ke dalam politik praktis.

Pesan tersebut memiliki makna yang menarik jika dilihat dari konteks hubungan pesantren, masyarakat dan politik pada masa perjuangan kemerdekaan.

Misteri “Kabinet Para Mantri” di Tanah Besuki

Yang tak kalah menarik adalah cerita mengenai sistem pemerintahan di wilayah Besuki pada masa awal kemerdekaan.

Masyarakat mengenal sebuah istilah yang disebut “Para Mantri”.

Dalam cerita tersebut, Residen Besuki disebut pernah membentuk struktur pemerintahan yang melibatkan sejumlah tokoh lokal.

Beberapa nama yang masih disebut dalam tradisi lisan antara lain Mbah Kusman, Mbah Sumo, serta seorang tokoh yang disebut sebagai ayah dari Om Kusnandar.

Mereka dipercaya pernah menjalankan fungsi sebagai mantri dalam struktur pemerintahan Besuki.

Jika benar terdapat struktur pemerintahan lokal dengan nomenklatur tersebut, maka persoalan ini menarik untuk ditelusuri melalui arsip pemerintahan kolonial, arsip Karesidenan Besuki, dokumen pemerintah Republik Indonesia periode 1945–1949, surat keputusan, koran sezaman, maupun dokumen administrasi lainnya.

Istilah “Kabinet Para Mantri” sendiri perlu dipastikan apakah merupakan nomenklatur resmi pemerintahan atau istilah masyarakat untuk menyebut sekelompok pejabat/tokoh lokal.

Di sinilah penelitian sejarah menjadi penting.

HUT RI ke-81: Bukan Sekadar Upacara

Memasuki peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Agus Flores memandang momentum tersebut tidak seharusnya berhenti pada upacara, lomba, pengibaran bendera atau seremoni tahunan.

Di balik kemerdekaan terdapat ribuan bahkan jutaan manusia yang bekerja, bergerak dan berkorban dalam berbagai bentuk.

Sebagian tercatat dalam sejarah nasional.

Sebagian hanya dikenal oleh masyarakat di kampungnya.

Sebagian lainnya mungkin tinggal nama yang hampir hilang bersama generasi yang pernah mengenalnya.

“Sehingga wajar saya membuat acara HUT RI, mengingat perjuangan mereka,” ujar Agus Flores.

IMG-20260809-WA0059

Semarak HUT RI ke-81, Warga RW 3 Lingkungan Krajan Lateng Gelar Beragam Lomba, Pererat Kebersamaan dan Nasionalisme

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 mulai terasa di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan digelar warga sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Kemeriahan tersebut berlangsung di RW 3 Lingkungan Krajan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, dengan melibatkan masyarakat dari RT 1 hingga RT 5. Sejumlah perlombaan rakyat menjadi bagian dari kegiatan yang digagas bersama para remaja RW 3.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua RW 3 Bapak Diky Hidayat, Yon DD musisi senior Banyuwangi, serta didampingi anggota Ormas Laskar SAKERA DPC Banyuwangi, Moh. Soediyanto dan Agus.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT RI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebersamaan, persatuan dan kepedulian antarwarga.

Yon DD menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan dalam rangka HUT RI ke-81 hendaknya tidak hanya dilihat dari sisi hiburan semata. Menurutnya, kegiatan masyarakat seperti ini memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan antarwarga.

“Yang paling penting bukan sekadar siapa yang menang atau kalah dalam perlombaan. Momentum seperti ini harus menjadi kesempatan bagi seluruh warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan. Semangat kemerdekaan harus kita jaga bersama,” ujar Yon DD. Minggu (9/8)

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para remaja RW 3 yang turut mengambil peran dalam menyukseskan rangkaian kegiatan.

“Saya sangat mengapresiasi para remaja yang mau bergerak dan berkontribusi. Ini menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan semangat untuk menjaga kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Moh. Soediyanto, anggota Ormas Laskar SAKERA DPC Banyuwangi, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat warga RW 3 Lingkungan Krajan dalam memeriahkan HUT RI ke-81.

Menurutnya, kegiatan positif yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, patut didukung karena dapat menjadi sarana membangun kekompakan sekaligus menanamkan nilai nasionalisme.

“Kami dari Laskar SAKERA DPC Banyuwangi sangat mengapresiasi kegiatan masyarakat seperti ini. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong dan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” kata Moh. Soediyanto.

Ia menegaskan, keberadaan organisasi masyarakat di tengah warga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif serta ikut menjaga kondusivitas lingkungan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan. Jangan sampai semangat gotong royong dan kebersamaan hanya muncul ketika ada perayaan. Justru momentum HUT RI harus menjadi pengingat bahwa persatuan dan kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga,” tegasnya.

Ketua Remaja RW 3 Lingkungan Krajan, Niko Nardiyanto, bersama para remaja turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai perlombaan yang diikuti masyarakat.

Keterlibatan para pemuda tersebut menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT RI ke-81. Kreativitas dan semangat mereka menjadi salah satu penggerak terlaksananya kegiatan yang melibatkan warga dari RT 1 sampai RT 5.

Semangat gotong royong terlihat dalam kegiatan tersebut. Warga bersama-sama menciptakan suasana meriah, penuh keakraban dan kekeluargaan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang lomba dan mencari pemenang, tetapi bagaimana kita bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan warga,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Momentum HUT RI ke-81 diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan rasa nasionalisme, kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan yang melibatkan para remaja juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga semangat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan, gotong royong dan persaudaraan, warga RW 3 Lingkungan Krajan Kelurahan Lateng berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dapat berlangsung meriah, aman dan memberikan kesan positif bagi seluruh masyarakat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka! 🇮🇩

error: Content is protected !!