Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 13

Peristiwa

IMG-20260809-WA0022

Kapolres Jember Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Istri Tercinta, Doa Penuh Cinta dan Harapan

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Momen penuh kehangatan dan kasih sayang mewarnai peringatan ulang tahun Ny. Rani Alaiddin, Ketua Bhayangkari Cabang Jember, yang genap berusia 39 tahun pada 9 Agustus 2026.

Ucapan istimewa datang dari sang suami, Kapolres Jember, yang menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk perempuan yang selama ini menjadi pendamping hidup sekaligus sosok penting di balik perjalanan tugasnya sebagai anggota Polri.

Di tengah kesibukan menjalankan amanah sebagai pimpinan kepolisian di Kabupaten Jember, Kapolres Jember memberikan perhatian khusus kepada sang istri. Baginya, keluarga merupakan sumber kekuatan yang senantiasa memberikan dukungan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolres Jember menyampaikan beberapa doa dan harapan untuk Ny. Rani Alaiddin.

“Selamat ulang tahun untuk istriku tercinta. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan dan umur yang panjang.”

Kapolres juga berharap perjalanan usia sang istri ke depan dipenuhi dengan ketenangan, kebahagiaan serta semakin banyak kesempatan untuk memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

“Tetaplah menjadi perempuan hebat, ibu yang penuh kasih sayang, sekaligus pendamping yang selalu memberikan kekuatan dalam setiap langkah dan tugas yang saya jalani.”

Menurutnya, menjadi pendamping seorang anggota Polri bukanlah perkara sederhana. Di balik tugas yang menuntut waktu, tenaga dan perhatian, terdapat keluarga yang senantiasa memberikan pengertian dan dukungan.

“Terima kasih atas kesabaran, pengertian dan dukungan yang selama ini diberikan. Kehadiranmu menjadi bagian penting dari kekuatan saya dalam menjalankan amanah sebagai Kapolres Jember.”

Sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Jember, Ny. Rani Alaiddin tidak hanya mendampingi suami dalam kehidupan keluarga, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan Bhayangkari yang berkaitan dengan pembinaan keluarga besar Polri dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kapolres Jember berharap istrinya selalu diberikan kekuatan untuk menjalankan peran tersebut dengan penuh keikhlasan.

“Semoga di usia ke-39 tahun ini, semakin banyak kebahagiaan yang hadir dalam kehidupan kita. Semoga setiap langkahmu selalu diberikan kemudahan dan setiap doa yang dipanjatkan mendapatkan ridho dari Allah SWT.”

Ia juga menegaskan bahwa ulang tahun bukan sekadar bertambahnya usia, tetapi menjadi momentum untuk bersyukur atas perjalanan kehidupan yang telah dilalui bersama.

“Mari kita jadikan bertambahnya usia sebagai momentum untuk semakin bersyukur, memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan. Semoga keluarga kita senantiasa diberikan perlindungan, keharmonisan dan keberkahan.”

Kapolres Jember juga berharap kebersamaan dan keharmonisan keluarga dapat terus terjaga, sehingga menjadi energi positif dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat ulang tahun, sayang. Semoga selalu sehat, bahagia dan tetap menjadi pribadi yang menginspirasi. Terima kasih telah menjadi pendamping terbaik dalam perjalanan hidup dan pengabdian ini.”

Ucapan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya dukungan keluarga dalam kehidupan seorang anggota Polri. Di balik seragam dan tanggung jawab besar yang diemban, terdapat keluarga yang menjadi tempat kembali, sumber semangat dan kekuatan.

Selamat ulang tahun ke-39 untuk Ny. Rani Alaiddin. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, kesuksesan, serta menjadi inspirasi dan teladan bagi keluarga besar Bhayangkari Cabang Jember.

IMG-20260809-WA0021

Sambut HUT RI ke-81, Satpolairud Polresta Banyuwangi Amankan Lomba Perahu Layar di Pantai Tanjung

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan pengamanan kegiatan lomba perahu layar di Pantai Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan pengamanan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai. Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan seluruh rangkaian perlombaan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi bertindak sebagai Perwira Pengendali. Sejumlah personel Satpolairud turut diterjunkan, di antaranya IPDA Darmawan selaku Wakasat Polairud, Aiptu I Gede Eka, Aiptu Erman Wahyudi, Aiptu Nurachmad H, Aipda Haerul Umam, Bripda Luthfan, serta personel BKO Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Lomba perahu layar yang digelar di kawasan Pantai Tanjung tersebut diikuti oleh 22 peserta. Kehadiran personel kepolisian di lokasi difokuskan pada pengamanan jalannya perlombaan serta pemantauan situasi di sekitar kawasan perairan dan pesisir.

Sejumlah unsur terkait juga hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain AKP Kirman selaku Kapolsek Kalipuro, Supriyanto dari Dinas Perikanan, serta Ali Murtado selaku Lurah Klatak.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cukup mendukung pelaksanaan kegiatan. Sekitar pukul 08.00–15.00 WIB, cuaca cerah dengan kondisi ombak mengalun, angin relatif landai dan air dalam kondisi surut.

Dari hasil pelaksanaan pengamanan, seluruh rangkaian kegiatan lomba perahu layar berlangsung aman, lancar dan terkendali. Tidak dilaporkan adanya gangguan keamanan maupun kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada peserta maupun masyarakat yang hadir sekaligus mendukung kegiatan masyarakat dalam menyemarakkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di Pantai Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, terpantau aman dan kondusif.

IMG-20260809-WA0016

Ledy Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Mini Pembibitan Agrobisnis di Villa Situbondo

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id — Lahan kosong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini disulap menjadi kebun mini pembibitan berbagai tanaman oleh Ledy, warga Villa Situbondo, Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Lahan pribadi tersebut dimanfaatkan secara produktif untuk menanam beragam tanaman sekaligus menjadi bagian dari pengembangan agrobisnis skala rumahan.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (9/8/2026), kebun mini tersebut tampak ditanami berbagai jenis tanaman. Mulai dari bibit terong, cabai, rambi, bawang, pisang, sawi, hingga sejumlah tanaman lainnya.

Pemanfaatan lahan dilakukan dengan penataan sederhana. Area yang sebelumnya kosong kini terlihat hijau dan produktif.

Ledy mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut berawal dari keinginannya agar tanah milik pribadi yang sebelumnya tidak memberikan manfaat dapat digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif. Selain menjadi tempat bercocok tanam, lahan tersebut juga dimanfaatkan sebagai lokasi pembibitan yang memiliki potensi dikembangkan menjadi usaha agrobisnis.

“Saya memanfaatkan lahan kosong ini, lahan saya pribadi, yang dulunya tidak bermanfaat, sekarang jadi bermanfaat,” ujar Ledy.

Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong tidak harus selalu dalam skala besar. Dengan kreativitas dan kemauan, lahan yang terbatas pun dapat dijadikan ruang hijau, kebun pembibitan maupun kegiatan produktif lainnya yang memberikan manfaat bagi pemilik dan lingkungan sekitar.

Ledy berharap langkah sederhana tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di Kabupaten Situbondo agar tidak membiarkan lahan kosong terbengkalai.

“Harapan kita kepada masyarakat di Situbondo, agar lahan kosong dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk bisa dibuat lahan hijau sebagai tempat pembibitan atau yang lain. Yang penting lahan kosong bisa bermanfaat,” pungkas Ledy. (Wan)

IMG-20260808-WA0064

53 Orang Diamankan di Five Stars Bali, Keberadaan “Ko Tony” Jadi Sorotan: Ikut Diperiksa Bareskrim

DENPASAR || Jejak-indonesia.id — Pengungkapan dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Five Stars Bali oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memasuki babak yang menyita perhatian. Sebanyak 53 orang diamankan dalam operasi yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri pada Jumat (7/8/2026) dini hari.

Di tengah proses pemeriksaan dan pengembangan perkara tersebut, muncul pertanyaan mengenai siapa saja yang termasuk dalam 53 orang yang diamankan, terutama dari unsur manajemen maupun pihak yang diduga memiliki atau mengendalikan operasional Five Stars Bali.

Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah seorang pria yang dikenal dengan panggilan “Ko Tony”.

Sumber di lapangan yang meminta identitasnya tidak disebutkan menyampaikan kepada awak media bahwa Ko Tony diduga merupakan pemilik atau pihak yang memiliki keterkaitan dengan Five Stars Bali. Sumber tersebut juga menyebut Ko Tony pernah menjalani masa pidana atau menjadi warga binaan lembaga pemasyarakatan.

Namun, informasi mengenai latar belakang maupun dugaan posisi Ko Tony sebagai pemilik Five Stars tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dari Bareskrim Polri maupun pihak Ko Tony sendiri. Karena itu, keterangan sumber tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta hukum.

Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: apakah Ko Tony termasuk di antara 53 orang yang diamankan dan diperiksa Dittipidnarkoba Bareskrim Polri?

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi yang diterima awak media yang secara khusus menyebutkan nama Ko Tony dalam daftar pihak yang diamankan, baik sebagai tersangka maupun saksi.

Bareskrim: Dugaan Peredaran Dilakukan Pihak Manajemen THM

Operasi di Five Stars Bali dilakukan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melalui tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC yang dipimpin Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury, dan AKBP Titus Yudho Ully.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan dilakukan pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 00.40 WITA.

“Bahwa pada hari Jumat dini hari, tanggal 7 Agustus 2026, sekitar pukul 00.40 WITA, telah melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) Five Stars, yang berlokasi di Kota Denpasar, Bali yang dilakukan oleh pihak manajemen THM tersebut,” kata Eko dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Pernyataan mengenai dugaan keterlibatan “pihak manajemen THM” menjadi bagian penting yang perlu didalami. Publik kini menunggu penjelasan Bareskrim mengenai struktur manajemen yang dimaksud, siapa saja yang diduga terlibat, serta bagaimana pembagian peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Dalam operasi itu, petugas mengamankan total 53 orang. Menurut Eko, mereka terdiri atas pihak yang berstatus tersangka dan saksi.

“Petugas tim gabungan mengamankan 53 orang dalam operasi tersebut, yang berstatus sebagai tersangka dan saksi beserta sejumlah barang bukti narkoba berbagai jenis,” jelasnya.

Namun, Bareskrim sejauh ini belum membeberkan secara lengkap identitas seluruh pihak yang diamankan maupun jumlah pasti orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Siapa Pengelola dan Pemilik Five Stars?

Pengungkapan ini bukan hanya memunculkan pertanyaan mengenai barang bukti narkotika yang ditemukan. Identitas dan pertanggungjawaban pihak yang mengelola tempat hiburan tersebut juga menjadi perhatian.

Jika penyidik menyatakan dugaan peredaran narkoba dilakukan oleh pihak manajemen, maka menjadi penting untuk mengungkap secara terang siapa yang berada dalam struktur pengelolaan Five Stars Bali dan siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan operasionalnya.

Dalam konteks itulah nama Ko Tony muncul berdasarkan informasi sumber lapangan.

Sumber tersebut menduga Ko Tony merupakan pemilik Five Stars. Akan tetapi, awak media masih melakukan verifikasi atas informasi tersebut. Belum ada dokumen maupun pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang diterima media yang memastikan status kepemilikan tersebut.

Demikian pula informasi sumber mengenai riwayat Ko Tony yang disebut pernah menjalani masa pidana. Informasi tersebut masih membutuhkan konfirmasi dan bukti pendukung sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan keterlibatannya dalam perkara yang saat ini ditangani Bareskrim.

Riwayat seseorang, apabila benar sekalipun, tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana baru. Penentuan seseorang sebagai tersangka harus berdasarkan proses penyidikan dan alat bukti sebagaimana ketentuan hukum.

WhatsApp Tak Direspons, Apakah Ponsel Ikut Diamankan?

Awak media pada Sabtu (8/8/2026) telah berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Ko Tony melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons.

Tidak adanya respons kemudian memunculkan pertanyaan apakah Ko Tony sedang menjalani pemeriksaan, apakah telepon selulernya sedang tidak berada dalam penguasaannya, atau terdapat alasan lain sehingga pesan wartawan belum dijawab.

Namun, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa ponsel Ko Tony telah disita Bareskrim Polri. Penyitaan telepon seluler maupun barang elektronik lainnya hanya dapat dipastikan melalui keterangan penyidik atau pihak bersangkutan.

Karena itu, diamnya Ko Tony terhadap pesan WhatsApp tidak dapat serta-merta diartikan sebagai bukti bahwa dirinya termasuk pihak yang diamankan.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Ko Tony maupun pihak Five Stars Bali terkait informasi yang berkembang.

Publik Menunggu Identitas 53 Orang yang Diamankan

Bareskrim menyatakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan masih berlangsung. Penyidik juga masih melakukan pengembangan untuk menelusuri perkara tersebut lebih jauh.

“Informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri setelah pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi selesai dilaksanakan,” pungkas Brigjen Eko.

Pengembangan perkara menjadi penting karena operasi ini melibatkan puluhan orang serta barang bukti narkotika berbagai jenis. Penyidik diharapkan dapat mengungkap bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga pola peredaran, sumber narkotika, aliran barang, hingga kemungkinan pihak yang mengendalikan jaringan apabila ditemukan bukti ke arah tersebut.

Sejumlah pertanyaan pun masih menunggu jawaban resmi: berapa orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dari total 53 orang tersebut? Siapa saja unsur manajemen Five Stars yang diamankan? Siapa pemilik resmi tempat hiburan malam tersebut? Apakah Ko Tony termasuk pihak yang diperiksa? Dan apakah terdapat barang komunikasi atau perangkat elektronik miliknya yang turut disita untuk kepentingan penyidikan?

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut penting agar tidak berkembang spekulasi di tengah masyarakat.

Untuk saat ini, satu hal yang telah disampaikan secara resmi adalah Bareskrim Polri mengamankan 53 orang yang terdiri atas tersangka dan saksi dalam pengungkapan dugaan peredaran narkoba di Five Stars Bali. Sementara mengenai Ko Tony, status, keberadaan, kepemilikan Five Stars, maupun kemungkinan keterlibatannya masih harus menunggu konfirmasi dan keterangan resmi penyidik.

Awak media akan terus berupaya meminta klarifikasi kepada Dittipidnarkoba Bareskrim Polri serta pihak Five Stars Bali untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang mengenai perkembangan perkara tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Ko Tony belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang disampaikan melalui WhatsApp pada Sabtu (8/8/2026). Hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka.

IMG-20260808-WA0053

Eratkan Silaturahmi, Lapas Banyuwangi Gelar Fun Walk Keluarga Sambut HUT RI ke-81

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa meriah di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Ratusan pegawai bersama keluarga mengikuti kegiatan fun walk atau jalan sehat yang digelar pada Sabtu pagi (8/8).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara keluarga besar Lapas Banyuwangi.

Sejak pagi, halaman kantor Lapas Banyuwangi telah dipenuhi peserta. Jajaran pejabat struktural, staf, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga anak-anak pegawai terlihat antusias mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian olahraga bernuansa merah putih.

Fun walk dilepas dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin. Dengan suasana penuh keakraban, para peserta kemudian menempuh rute kurang lebih 4 kilometer, menyusuri kawasan perkotaan hingga melewati areal persawahan di sekitar Banyuwangi.

Rute yang memadukan kawasan perkotaan dan persawahan tersebut memberikan suasana berbeda bagi para peserta. Selain berolahraga, kegiatan menjadi kesempatan bagi pegawai dan keluarga untuk menikmati suasana pagi sekaligus melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan.

Kalapas Banyuwangi Solichin mengatakan, fun walk sengaja dikemas sebagai kegiatan yang melibatkan keluarga karena kebersamaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kekompakan organisasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antarpegawai.

“Makna fun walk ini sejatinya adalah untuk refreshing sejenak dari dinamika tugas sehari-hari, sekaligus memupuk tali silaturahmi. Kami ingin membangun rasa kekeluargaan yang lebih erat, karena di balik kinerja pegawai yang solid, ada dukungan keluarga yang luar biasa di rumah,” ujar Solichin.

Ia menambahkan, momentum HUT RI ke-81 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kekompakan, kesehatan, kebersamaan, dan semangat pengabdian.

“Dengan tubuh yang sehat dan hubungan yang semakin solid, kami berharap seluruh jajaran dapat menjalankan tugas dengan semakin baik, profesional, dan penuh semangat dalam memberikan pelayanan serta melaksanakan pembinaan pemasyarakatan,” tambahnya.

Sepanjang perjalanan, suasana santai dan penuh keakraban terlihat di antara peserta. Para pegawai yang sehari-hari disibukkan dengan tugas kedinasan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih informal.

Anak-anak pegawai juga tampak menikmati kegiatan tersebut. Mereka mengikuti perjalanan bersama orang tua sambil menikmati suasana lingkungan persawahan yang menjadi bagian dari rute fun walk.

Bagi keluarga besar Lapas Banyuwangi, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan. Dukungan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan tugas para pegawai pemasyarakatan yang memiliki tanggung jawab dan dinamika pekerjaan cukup tinggi.

Setelah menyelesaikan rute, seluruh peserta kembali berkumpul di lingkungan Lapas Banyuwangi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan suasana santai dan pembagian doorprize sederhana bagi peserta.

Pembagian hadiah tersebut semakin menambah kemeriahan acara. Gelak tawa dan kebersamaan keluarga besar Lapas Banyuwangi menjadi penutup rangkaian fun walk dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Banyuwangi menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan formal, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian, kesehatan, serta penguatan silaturahmi di lingkungan kerja.

Semangat tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Lapas Banyuwangi untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

error: Content is protected !!