Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Opini » Halaman 22

Opini

IMG-20260214-WA0016

Global Spiritual Diplomacy to Build Awareness and Understanding of Human Dignity on Earth

Jejak-ndonesia.id || The reciprocal visit of friends and relatives of GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia/Indonesian Moral Reconsiliasion movement) to the residence of His Excellency Asep Saefulloh, General Affairs Official of the World Peace Committee Indonesia in Bogor, on February 12, 2026, became a moment of interesting discussion, starting from the "jangka jongko ning jagat" and the echo of the "Gong of World Peace" to the Lemurian civilization, which is full of myths and mysteries, to the grand theme of GMRI's visit to various foreign countries to promote spiritual awareness through diplomacy that carries spiritual values on a global scale, with a minimum goal of "one order new", said Asep Saefulloh, who has received a positive response from friends and spiritual relatives in India.

Asep Saefulloh acknowledged that the concept of "One Order New" emerged after reading one of the prayers in the "Kitab MA HA IS MA YA", a spiritual text produced by Sri Eko Sriyanto Galgendu, the Spiritual Leader of Nusantara, from a spiritual process that took place on August 2-3, 2025, at the Antara News Agency auditorium in Jakarta. "One Order New" can be understood as a headline or a special message that refers to the most important mission of spiritual awareness for world peace.

Global spiritual diplomacy is relevant to build awareness and understanding of the spiritual relationship between humans, nature, and God. It also marks the recognition of a higher and greater spiritual power to understand and respect the order of the universe as a perfect creation of God.

In this context, the essence of sunnatullah can be comprehensively understood as an effort to understand and live by the laws of nature and spiritual principles that govern human life and the universe. In other words, it is the wise and compassionate attitude of God, as contained in the concept of rahmatan lil alamin, for all humans who are pious, without exception.

The spiritual essence of the chakras in every human being is the spiritual energy that needs to be managed and developed from the 7 chakras located along the spine. These are muladhara cakra (base of the spine), related to security and stability; svadhisthana cakra, related to creativity and emotions; manipura cakra (solar plexus), related to strength and confidence; anahata cakra (heart), related to love and compassion; vishuddha cakra (throat), related to communication and self-expression; ajna cakra (third eye), related to intuition and awareness; and sahasrara cakra (crown), related to spiritual awareness and unity with God.

By activating these chakras, humans can achieve spiritual balance and self-awareness. This is why Eastern and Western spiritualities, although they have different orientations, can be understood as having a common goal. Eastern spirituality is oriented inward, while Western spirituality is oriented outward. Therefore, Western nations believe that they need to understand the spiritual aspects of Eastern nations, which are more profound and deeper.

In short, global spiritual diplomacy aims to build and increase awareness of the importance of spirituality as a pillar of ethics, morals, and human character in organizing life and living in a way that is beneficial not only to oneself but also to others. Therefore, universal and global spirituality can be accepted and understood by everyone, without being hindered by any boundaries, including religion and faith.

Thus, efforts to build friendships and brotherhood for world peace and harmony can be realized together on earth in a spirit of warmth and happiness without conflict.

Bogor, February 12, 2026

1770688363731

Aktivis Filsafat Logika Berpikir Raden Teguh Firmansyah. “Pemberitaan Penemuan Mayat di Bekas Galian C Sesat Nalar dan Sarat Framing

BANYUWANGI || Jejak-indinesia.id -  Pemberitaan sejumlah media online terkait penemuan mayat di area bekas tambang galian C, Kalibendo, Kecamatan Rogojampi. milik Ketua Partai Demokrat menuai kritik keras dari Aktivis Filsafat Logika Berpikir, Raden Teguh Firmansyah. Ia menilai narasi yang dibangun tidak hanya cacat logika, tetapi juga berpotensi menyesatkan publik secara sistematis.

Raden menegaskan, sejak awal publik telah diarahkan pada opini yang keliru dengan menyematkan istilah “tambang” seolah-olah masih ada aktivitas pertambangan.

“Ini penyakit logika. Lokasinya itu bekas galian C, sudah tidak beroperasi bertahun-tahun. Tapi framing media dibuat seakan-akan masih ada aktivitas tambang ilegal. Ini bukan salah kaprah biasa, ini penggiringan opini,” tegas Raden.

Menurutnya, kegagalan paling fatal dalam pemberitaan tersebut adalah menghilangkan konteks kepemilikan dan tanggung jawab hukum.

“Itu lahan milik pribadi, bukan milik negara, bukan fasilitas umum. Lalu dengan dasar apa pemilik lahan diseret dalam opini publik? Ini logika jenis apa?” ujarnya tajam.

Raden juga menyoroti absennya nalar sebab-akibat dalam konstruksi berita. Hingga kini, motif peristiwa tenggelamnya korban belum diketahui, namun sebagian pihak sudah sibuk menunjuk kambing hitam.

“Kita tidak tahu bagaimana korban bisa tenggelam. Tapi faktanya, di lokasi sudah ada peringatan tertulis larangan masuk kawasan. Ini fakta yang sengaja dikecilkan, bahkan dihilangkan,” lanjutnya.

Untuk membongkar kesesatan berpikir tersebut, Raden memberikan analogi yang lugas dan sulit dibantah.

“Saya punya empang, saya pasang peringatan tertulis. dilarang masuk. Lalu ada dua orang malam-malam diam-diam masuk tanpa izin. Salah satunya terpeleset dan tenggelam. Besoknya meninggal. Pertanyaannya sederhana. Apakah pemilik empang otomatis jadi penjahat?” Menurut Raden, jika logika sehat masih dipakai, maka jawabannya jelas, tidak.

Ia menilai sebagian oknum aktivis dan sumber opini telah kehilangan fungsi intelektualnya dan berubah menjadi makelar isu.

“Ini bukan advokasi kemanusiaan, ini eksploitasi tragedi. Tragedi dijadikan alat untuk menyerang individu yang tidak disukai. Logika ditinggalkan, akal sehat dikubur,” kata Raden.

Raden Teguh Firmansyah mengingatkan, publik tidak boleh terus-menerus dijejali narasi emosional tanpa dasar rasional. “Kalau semua peristiwa tragis di lahan pribadi selalu disalahkan ke pemilik tanah, maka negara hukum runtuh. Yang tersisa hanya pengadilan opini dan teror framing,” pungkasnya.

Ia menutup dengan peringatan keras kepada para penggoreng isu. “Berhentilah menipu publik dengan logika palsu. Tanah itu milik pribadi, tidak ada aktivitas tambang lagi sejak lama. Kalau masih memaksa menggiring opini, berarti masalahnya bukan di lokasi kejadian, tapi di akal sehat kalian.”

PhotoGrid_Site_1769953652694

Pelatihan dan Pendidikan Profesional Besutan Dr. Dr. Ponidjan Liaw Mengusung Nilai-Nilai Spiritual Yang Kental

Jejak-indonesia.id || Ceramah penutup sekaligus pembacaan do'a dalam bahasa bumi disampaikan Sri Eko Sriyanto Galgendu di mula kelas ujian pendidikan Profesional Communicator yang dibesut Dr. Dr. Ponidjan Liaw, sebagai pengelola IPSA (Indonesian Professional Speakers Association) pada hari Minggu, 1 Februari 2026 Fox Lite Hotel, Grogol, Jakarta Barat.

Empat peserta pelatihan asuhan Ponidjan Liaw ternyata memiliki cahaya dan frekuensi spiritual yang mumpuni, sehingga sangat potensial untuk mengusung muatan nilsi-nilai spiritual dalam menjalankan profesinya yang mampu mencangkau kalangan yang sangat luas, lintas profesi, lintas agama maupun disipling ilmu untuk menebarkan gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang sangat diperlukan oleh setiap orang dalam menekuni bidang pekerjaannya untuk senanatiasa berpegangan pada nilai-nilai spiritual yang hanya mungkin ditegakkan dengan pilar spiritual yang kokoh, yaitu etika, moral dan akhlak yang menjadi acuan semua agama.

Keahlian utama yang ditanamkan Ponidjan Liaw hingga terbilang sebagai pakar komunikator nomor wahid di Indonesia -- mempunyai getaran frekuensi spiritual yang kuat, sehingga dalam menjalankan profesinya sebagai motivator justru tidak diorientasikan pada hal-hal yang bersifat material tetapi justru lebih menekankan pada keluatan spiritual, sehingga kemampuan khusus dalam bidang komunikasi, motivasi dan pengembangan karakter diri kepada seluruh anak didiknya -- tak sedikit diikuti juga oleh sejumlah tokoh nasional yang telah mempunyai kekudukan penting sebagai pejabat publik di negeri ini, termasuk dari sejumlah negara lain, utamanya Australia yang menjadi semacam basis pendidikan yang dilakukannya.

Materi yang sudah umum diberikan oleh Ponidjan dalam pendidikan yang dia selenggarakan diantaranya motovasi yang fokus bagaimana caranya untuk mencintai pekerjaan, meningkatkan produktivitas serta teknik membangun komunikasi yang baik dan profesional, terstruktur dan terukur untuk diuji langsung di lapangan pekerjaan.

Sejak berkiprah di bidang pelatihan yang lebih bersifat profesional ini, meliputi publik speaking, kepemimpinan dan motivasi diri untuk neningkatkan kualitas dan kuantitas dalam berbagai bidang pilihan pekerjaan yang hendak ditekuni hingga memperoleh sukses.

Hingga kini, Ponidjan telah menfiduki sejumlah jabatan bergengsi Internasional, seperti IPSA (Indonesian Professional Speakers Association), Direktur LSP KOMARA, Durektur Lbaga Sertifikasi Profesi Komunikasi Prima Nusantara. Adapun kantor Pusat kegistan profedional Dr. Ponidjan Liaw yang meraih seabrek gelar akademik ini berada di Kedoya Elok Plaza Blok DC 45, Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu dalam acara penutupan pelatihan ini berkenan memberi tausiah sekaligus membacakan do'a khusus kepada seluruh peserta pelatihan, wsbil khusus kepada Ponidjan yang diakui oleh Sri Eko Sriyanto Gangendu telah banyak mendedikasikan dirinya untuk pelatihan yang lebih bersifat profesional ini dengan kegigihannya ikut menebarkan nilai-nilai spiritual yang sangat penting dan perlu untuk untuk menjaga etos kerja yang diharap dapat selalu bertumpu pada etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai wakil Tuhan di bumi.

Kecuali menerima persembahan 'Kitab M A HA IS MA YA", Ponidjan Liau pun berkenan membaca satu do'a yang termuat dalam kitab kumpulan do'a itu dengan penuh hikmat dan ketakjuban. Sehingga seusai acara pokok, diskusi informal digelar hingga menjelang sore. Antusias Ponidjan untuk ikut membumikan percepatan gerakan kebangkitan dan kesadaran spiritual pun, dia sepakati untuk ikut terlibat baik di Indonesia maupun seperti yang sedang dipersiapkan GMRI (Gerakan Moral Relonsiliasi Indonesia mengunhung sejumlah negara dengan tema utama diplomasi spiritual untuk perdamaian bangsa-bangsa di dunia.

 

Jelambar, 1 Februari 2026

IMG-20260131-WA0072

Merubah nasib dari anak jalanan menjadi Anak buah kapal ( ABK) ikan di pelabuhan Benoa bali

Jejak-indonesia.id || Dari jalanan menuju nelayan, kisah seorang ABK yang mencoba merubah hidupnya di bali dengan nelayan kapal ikan / longline.D engan proses yg panjang mengurus surat" Dan atmitrasi perlengkapan kapal, dengan tekat yang tajam sampailah dia ke Bali untuk merubah nasip".

Kepada awak media menjelaskan sebut saja firman yang dulu nya seorang anak jalanan/pengamen di sekitaran kota metropolitan, itu memang kisah saya mas, sambil meneteskan air matanya, " Terangnya.

Dengan tekat dan proses panjang ahirnya pria asal dari jakarta ahirnya, bisa menjadi nelayan disalah satu PT. Yang cukup populer di bali di bidang nelayan dan perikanan.

Lanjut dengan modal nekat tanpa bekal pengalaman iya pun terjun untuk merubah nasip dari jalanan menjadi nelayan pelabuhan Benoa bali.

Kira" 10- sampai 12 bulan beliau mengarungi lautan, untuk mencari ikan bersama kru ABK lain, suka duka canda dan tawa mengisi hari", selama bekerja menjadi ABK dikapal ikan.

Terkadang pikiran terbagi antara keluarga, dirumah yang ditinggalkan dan pekerjaan, cuaca buruk ombak ekstrim tidak merubah niatnya untuk mundur".

Tapi alhamdulilah di bawah naungan PT yang bertanggung jawab dan kapten kapal yang baik dan amanah saya betah mas " Imbuh nya".

Dengan perjalanan melaut sampai 10 bulan menjadi ABK di ka p al ikan pria asal jakarta ini terus semangat.

Satu modal pengalaman serta keberhasilan merubah nasip kini firman bisa merangkul", sahabat- sahabatnya yang mm masih dijalanan, untuk ikut menjadi nelayan, dengan harapan bisa bersama" Merubah nasip, yang tadinya anak jalanan menjadi anak buah kapal ikan.

Dengan harapan Cuaca ekstrim saat ini, Mudah-mudahan mudahan bisa segera kembali berubah nor mal, agar bisa mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak, dan bisa membawa hasil uang yang cukup untuk bekal keluarga di rumah yang selama ini ditinggal di l aut.

 

(gusti).

IMG-20260131-WA0071

Cermin Diri Dari Kaca Benggala Tentang Kemiskinan dan Kebodohan Kita

Jejak-indonesia.id || Orang bodoh yang kaya itu ada, seperti orang miskin yang pintar. Keduanya memiliki kenaikan tersendiri. Minimal bagi orang bodoh yang kaya tidak bisa memanfaatkan kekayaannya secara maksimal untuk hal-hal yang baik untuk dirinya sendiri apalagi untuk orang lain. Termasuk untuk saudaranya yang sangat memerlukan sekali bantuan dari dirinya yang cukup berkelumpahan harta benda ini.

Orang kaya yang bodoh tampak dari kebingungan atau ketidakmampuannya memanfaatkan hanya kekayaannya itu secara maksimal hingga dapat lebih banyak mendatangkan manfaat tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain. Karena itu ada orang yang kondisi ekonominya biasa-biasa saja -- tidak berlebih -- bisa memiliki sejumlah anak asuh atau menyantuni secara rutin dan ajek anak yatim piatu dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih.

Sebaliknya, ada orang yang kaya dengan harta dan uang yang berlimpah ruah, sekedar untuk mentraktir minum kopi saja bakhilnya minta ampun. Hingga ada istilah yang muncul dari sifat dan sikap meditnya orang setengah mati ini acap disebut sisa makanannya yang ada pun enggan dia berikan untuk orang kain. Karena dia anggap perlu untuk disimpan buat makan dirinya sendiri nanti ketika lapar kembali. Kendati pada akhirnya makanan sisa itu memburuk, dia akan merasa tetap lebih baik dan puas untuk membiarkannya seperti itu.

Yang menarik tentu saja ada orang kaya yang tidak pelit, tidak bodoh tidak memiliki ambisius untuk mendongkrak nama dan reputasinya dengan mengeksploitasi kekayaan yang dimilikinya dengan kemiskinan orang lain. Sehingga apa yang dia berikan dilakukan dengan penuh ikhlas dan semata-mata untuk berbuat baik dengan cara memberi sesuatu yang dia anggap sangat diperlukan oleh orang lain itu, tampa pernah diminta oleh siapapun.

Sikap empati dan kebaikan serupa ini pasti dilakukan dengan sepenuh kesadaran tanpa pernah berharap adanya imbalan baik dalam bentuk apapun. Perlakuan seperti ini tidak sedikit terjadi di kalangan aktivis yang sangat memahami beratnya perjuangan atas dasar yang bertumpu pada idealisme, solidaritas, kepedulian sosial serta rasa senasib dan sepenanggungan untuk suatu cita-cita bersama membangun kondisi dan situasi yang kebih baik.

Meski begitu, tetap saja ada sifat dan sikap yang sebaliknya, justru hanya ingin memperkuda atau menjadikan teman seperjuangan itu sebagai kuda tunggangan belaka. Selebihnya, bisa dia lupakan seperti angin lalu yang tidak lagi perlu untuk dikenang, karena dia cuma mampu memahi bahwa masa lalu itu tak lagi perlu untuk membangun masa depan yang kebih baik dan lebih indah untuk dikenang pada masa berikutnya.

Artinya, hakikat dari ungkapan untuk tidak melupakan sejarah -- jas merah -- hanya dipahami sebagai selogan belaka. Bukan untuk membangun kesadaran historis untuk hari ini dan hari esok yang lebih indah dan kebih romantis untuk selaku dikenang, ketika suatu masa telah berlalu untuk dikenang kembali bahwa kita pernah melintas bersana pada masa itu dahulu.

Namun yang sulit untuk didedkripsikan adalah sosok seorang yang muskin, tidak cukup cerdas apalagi terus dibarengi dengan sikapnya yang kurang bijak. Maka untuk memetakan posisinya yang terbaik bagi diri kita pun, acap kali sering merepotkan. Namun toh, semua itu tetap kembali kepada kearifan dan kebijakan dari sikap san sifat kita yang sesungguhnya. Begitulah sosok wajah kita yang tak mungkin dimanipulasi oleh kaca benggala.

Banten, 31 Januari 2026

error: Content is protected !!