We're open Closes at 5:00 pm

mbah semar

Empat Kali Berturut-turut, Banyuwangi Raih Peringkat Terbaik Kabupaten Berkinerja Tinggi se-Indonesia dari Kemendagri

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.news ||  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menetapkan Banyuwangi sebagai peringkat pertama alias terbaik untuk kategori kabupqten dengan status "Kinerja Tinggi" dari hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ini melengkapi prestasi Banyuwangi yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia tahun 2025 dari Kemendagri.

Tahun 2026 ini merupakan kali-4 Banyuwangi menjadi kabupaten berkinerja terbaik (peringkat pertama) se-Indonesia. Penilaian ini didapat dari Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah (LPPD) yang merupakan mekanisme tahunan dari Kemendagri untuk mengukur akuntabilitas dan efektivitas kinerja pemerintah daerah.

Terdapat 606 indikator penilaian yang mencakup beragam aspek, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan daerah, layanan pendidikan dan kesehatan, transparansi keuangan, pelestarian lingkungan hidup, hingga inovasi daerah yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Plaza Kementerian Dalam Negeri Jakarta, yang dipimpin langsung Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, di Jakarta, Senin (27/04/2026).

“Para kepala daerah yang hadir hari ini telah menunjukkan di balik retorika ada angka dan indikator yang memiliki makna terkait kinerja pemerintahan. Namun, kepala daerah jangan berhenti di angka itu. Sesuai pesan Presiden, untuk terus menghadirkan program-program yang efektif dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan,” pesan Wamendagri Bima Arya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kemendagri.

“Pasti Banyuwangi belum sempurna, kami mohon maaf, dan kami terus berbenah. Terima kasih kepada para kiai, segenap anggota DPRD Banyuwangi, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi. InsyaAllah apresiasi dari pemerintah pusat ini menjadi motivasi kami untuk terus melakukan perbaikan ke depan,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, program pembangunan di Banyuwangi dirancang selaras dengan agenda nasional dan kebijakan pemerintah provinsi. Seperti program pengentasan kemiskinan, urusan pendidikan dan kesehatan.

“Tadi sudah arahan arahan dari Kemendagri, bahwa perlu menjadi perhatian daerah agar bisa memperkuat SDM daerah, meningkatkan kapasitas fiskal daerah, serta memperkuat kemandirian ekonomi rakyat. Ini akan menjadi perhatian juga kami ke depan,” kata Ipuk.

Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi Budi Santoso menambahkan terdapat 606 indikator penilaian mulai dari aspek makro merupakan capaian kinerja yang menggambarkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Alhamdulillah Banyuwangi meraih nilai tertinggi dengan skor 3,8202 dengan status kinerja Tinggi. Kinerja pembangunan Banyuwangi dinilai menunjukkan tren positif,” kata Budi.

Persentase Penduduk Miskin juga terus menurun, angka kemiskinan Banyuwangi sempat meningkat di masa Pandemi Covid yakni 8,07 pada tahun 2021. Namun dengan kolaborasi dan kerja keras semua pihak kemiskinan Banyuwangi dapat terus ditekan menjadi 7,51 (2022), 7,34 (2023), 6,54 (2024), 6,13 (2025).

“Angka Ini merupakan angka kemiskinan terendah yang pernah dicapai Banyuwangi. Perdapatan perkapita masyarakat juga terus naik, tahun 2025 mencapai Rp 67,08 juta dari yang sebelumnya Rp 62,08 juta (2024), IPM Banyuwangi juga naik pada 2025 sebesar 75,17 meningkat dari 2024 sebesar 74,3,” beber Budi.

Evaluasi juga dilakukan pada kinerja pelayanan dasar seperti pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan di Banyuwangi berjalan dengan maksimal seperti pelayanan terhadap balita, ibu hamil, bersalin, dan menyusui mencapai 100 persen.

Banyuwangi juga telah menjadi Kabupaten terinovatif versi Kemendagri selama 8 kali berturut-turut sejak 2018 hingga 2025. Banyuwangi juga meraih Predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil meraih predikat AA. (tfq)

Pemkab Banyuwangi Siapkan Satgas Antisipasi Kemarau Panjang

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.news || Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang memicu panas ekstrem tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi kini tengah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi Kemarau Panjang yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

“Langkah ini menindaklanjuti imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis secara nasional terkait potensi kemarau panjang,” ujar Kalaksa BPBD Banyuwangi, Partana, Senin (27/4/2026).

Ia mengatakan, meskipun pihaknya berharap dampak El Nino tidak berakibat fatal, langkah antisipasi sejak dini diperlukan. Strategi yang disiapkan mencakup mitigasi komprehensif terhadap potensi kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Satgas ini nantinya akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Banyuwangi, TNI-Polri, BMKG, Basarnas, pengelola Taman Nasional Alas Purwo, hingga elemen masyarakat.

"Saat ini statusnya masih kesiapsiagaan. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, tim sudah siap," tegas Partana.

Dalam proses mitigasi, BPBD telah memetakan 11 kecamatan dengan tingkat kerawanan kekeringan tinggi. Wilayah tersebut meliputi Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, dan Pesanggaran.

Untuk wilayah dengan tingkat kerawanan sedang, tercatat ada Kecamatan Glagah, Kalipuro, Giri, dan Cluring. Sementara itu, 10 kecamatan lainnya seperti Banyuwangi Kota, Rogojampi, Tegalsari, Srono, Songgon, Glenmore, Genteng, Licin, Kalibaru, dan Sempu masuk dalam kategori kerawanan rendah.

"Selain pemetaan air bersih, kami juga memberikan atensi khusus pada pemetaan titik-titik potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah hutan produksi maupun taman nasional," imbuhnya.

Koordinasi telah dilakukan melalui rapat awal dengan sejumlah stakeholder di Banyuwangi hingga tingkat provinsi. Hal ini bertujuan agar setiap instansi dapat melakukan mitigasi sesuai dengan wewenang dan kapasitas masing-masing.

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi kemarau panjang tahun ini dimulai sejak awal April dan diprediksi mencapai puncaknya pada bulan Agustus hingga September mendatang.

"Karena itulah kami mengumpulkan seluruh stakeholders. Untuk OPD, tugas pokok dan fungsinya sudah jelas. Peran utama ada di Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, dan PUDAM untuk memastikan kecukupan debit air serta kelancaran suplai air bersih bagi warga," paparnya.

Meski tengah bersiap menghadapi kemarau, BPBD juga tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir dan angin kencang. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi masih kerap mengguyur sejumlah wilayah di Banyuwangi dan menyebabkan kenaikan debit air sungai.

"Salah satu dampaknya adalah amblesnya jembatan di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, akibat terjangan banjir beberapa hari lalu. Belum lama banjir juga terjadi di Kalibaru," terang dia. (tfq)

Perbarindo Jateng Selenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko

Semarang – Jejak-Indonesia.id ||  Bekerjasama dengan German Sparkassenstiftung for International Cooperation (DSIK), DPD Pebarindo Jawa Tengah melalui Yayasan Perbarindo Sejahtera (Yandora), melaksanakan Pelatihan Manajemen Risiko untuk anggota Perbarindo di Jawa Tengah. Pelatihan dilaksanakan dalam 2 gelombang dan diikuti oleh 40 orang peserta, dilaksanakan di Kantor DPD Perbarindo Jateng pada tanggal 20-21 dan 23-24 April 2026.

Virza Ilham Zaini, Retail Banking Advisor German Sparkassenstiftung menyampaikan bahwa saat ini DPD Perbarindo Jawa Tengah memiliki 8 orang pelatih Manajemen Risiko yang memperoleh pelatihan dan pendampingan oleh German Sparkassenstiftung. Mengingat proyek German Sparkassenstiftung memiliki batas waktu, German Sparkassenstiftung berharap modul pelatihan yang telah disusun, dapat terus di sempurnakan dan dimanfaatkan oleh DPD Perbarindo dan Tim Pelatihan Internal Manajemen Risiko.

Supriyanto, Kepala Bidang Diklat DPD Perbarindo Jateng sekaligus selaku Ketua Umum Yayasan Perbarindo Sejahtera/ Yandora dalam sambutan pembukaan mewakili Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah, menyampaikan bahwa DPD Perbarindo sangat menyadari pentingnya pelaksanaan Manajemen Risiko yang baik di BPR/S yang ada di Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya, tidak hanya untuk memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh OJK melalui POJK namun lebih kepada kebutuhan untuk menerapkan tatakelola yang baik di industri BPR/S. Hal ini perlu disadari oleh semua pelaku industri mengingat tantangan pengembangan BPR/S yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam kesempatan sambutannya, Supriyanto menyampaikan terima kasih kepada German Sparkassenstiftung atas dukungannya sehingga pelatihan ini dapat berjalan sejumlah 2 gelombang di Jawa Tengah, melatih calon pelatih modul Manajemen Risiko dan mendampingi serta memfasilitasi terlaksananya pelatihan di Jawa Tengah. Lebih Lanjut, Supriyanto menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan layanan terbaik untuk anggota Perbarindo dan mengoptimalkan kerjasama dengan German Sparkassenstiftung.(M)

Kapolsek Rambipuji AKP Eko Yulianto : Perjudian di Wilayah Hukum Rambipuji Selalu Kita Tindak Tegas

Jember, Jejak - Indonesia.id ||  Jum`at 17 April 2026, Beredarnya pemberitaan di media Sosial membuat Kabupaten Jember geger, pasalnya berita tersebut menyudutkan Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Rambipuji yang berjudul "CAPJIKI BERKEMBANG BIANG KEROKNYA ADALAH APARAT YANG TUTUP MATA"

Kapolsek Rambipuji AKP Eko Yulianto, saat di temui tim awak media investigasi mengatakan, wilayah hukum polsek Rambipuji terkait perjudian sudah kami tindak tegas dan intruksi kapolri sudah kita jalankan,"terangnya.

Polsek Rambipuji sudah meningkatkan tindakan tegas terhadap perjudian, termasuk sabung ayam, cap jikie dan judi online, dengan menggerebek arena serta membongkar fasilitas perjudian. Tindakan ini merupakan respon atas laporan masyarakat, dengan komitmen memberantas segala bentuk penyakit masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Polsek,, aktif menindaklanjuti laporan dengan menggerebek dan menangkap para pemain judi cap jikie, bahkan menghancurkan fasilitasnya dan menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk perjudian, baik darat maupun online,"tegas AKP Eko Yulianto

• Pasal 303 KUHP: Pelaku perjudian, termasuk penyelenggara dan peserta, terancam pidana penjara hingga 4 tahun dan denda.

• KUHP Baru: Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023, pelaku dapat dikenakan pidana penjara hingga 10 tahun dan denda hingga Rp10 Miliar.

AKP Eko Yulianto‎ mengajak warga untuk melaporkan tindak perjudian guna menciptakan lingkungan yang aman.

TNI dan Polri sudah sering menggrebek lokasi perjudian jenis apapun. Perjudian dianggap melanggar norma sosial, agama, dan hukum yang merusak kehidupan bermasyarakat.

Lanjut, AKP Eko Yulianto‎, pemberitaan tersebut tidak seperti fakta yang ada dilapangan, TNI dan Polri selalu memberantas jenis perjudian apapun di wilayah hukum Polres Jember, "pungkasnya.

(red)

APH Bergerak, Aktivitas Judi Sabung Ayam dan Dadu di Dusun Keccik, Kabupaten Jember, Tutup.

Jember , Jejak - Indonesia.id || Kabupaten Jember, Usai diberitakan beberapa media online. Aktivitas Judi Sabung Ayam dan Dadu di Dusun Keccik, Kabupaten Jember ditutup. Kegiatan yang sebelumnya ramai didatangi tamu dari berbagai daerah kini di Bongkar Oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Sabtu, (11/04/26)

Menurut warga setempat yang namanya enggan dipublikasikan, bahwa aktivitas sabung ayam sudah tutup tidak ada kegiatan lagi.

“ Sudah tidak ada lagi aktivitas Judi sabung ayam, soalnya sudah di bongkar oleh APH, biasanya sewaktu belum tutup terdengar suara berisik,” ujarnya.

Ia mengatakan, di lokasi aktivitas judi sabung ayam yang biasanya dipenuhi kendaraan roda dua kini nampak terlihat kosong hanya ada pohon-pohon liar yang tumbuh di sekitarnya.

“Kalau saya lihat lokasi uda di bongkar, biasanya kalau ada aktivitas banyak motor keluar masuk, ini mah terlihat kosong,” tuturnya.

Judi sabung ayam, lokasi tersebut juga menjadi tempat permainan dadu serta praktik yang dikenal dengan istilah “cap jeki”. Keberadaan aktivitas ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar, yang khawatir akan dampak sosial maupun potensi gangguan keamanan lingkungan. " Dari pengaduan masyarakat dan pemberitaan media Online, tempat tersebut sekarang tutup.

Warga berterimakasih atas respon cepat APH menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberantas tempat perjudian yang meresahkan masayarakat sekitar.

" Allhamdulillah adanya langkah tegas APH mrnjadikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. (red)

 

error: Content is protected !!