We're open Closes at 5:00 pm

mbah semar

Raden Aktivis siap Kawal Keluarga Korban Desak Polresta Banyuwangi Kasus Kecelakaan Dan Penganiayaan 8 Oktober. Pelaku Harus Ganti Rugi Finansial

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Kasus kecelakaan yang terjadi pada 8 Oktober lalu kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya tindakan pemukulan terhadap korban usai insiden berlangsung.

Situasi ini memicu kemarahan keluarga korban dan perhatian serius dari kalangan aktivis sosial, termasuk aktivis filsafat logika berpikir, Raden Teguh Firmansyah.

Melalui pernyataannya, Raden Teguh Firmansyah mendesak Polresta Banyuwangi agar tidak lamban dan berani membuka fakta secara terang-benderang kepada masyarakat.

Menurutnya, hukum tidak boleh tunduk pada kepentingan tertentu, apalagi jika sampai mengaburkan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Logika hukum harus berdiri di atas fakta, bukan opini dan bukan permainan narasi. Kalau benar ada dugaan pemukulan setelah kecelakaan terjadi, maka itu bukan lagi sekadar laka lantas biasa, tetapi sudah masuk pada dugaan tindak kekerasan yang wajib diusut tanpa kompromi,” tegas Raden Teguh Firmansyah.

Pihak keluarga korban melalui Budi Utomo juga menegaskan siap menempuh jalur hukum dan menuntut pertanggungjawaban finansial atas seluruh biaya pengobatan korban yang terus membengkak akibat luka serius yang dialami.

“Korban mengalami penderitaan fisik dan trauma. Keluarga juga dibebani biaya rumah sakit yang besar. Kalau memang terbukti ada unsur kekerasan, kami akan menuntut pertanggungjawaban secara hukum dan finansial,” ujar Budi Utomo.

Kasus ini semakin memanas karena masyarakat mulai mempertanyakan kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut. Dugaan adanya tindakan kekerasan setelah kecelakaan menimbulkan keresahan publik dan memicu tuntutan agar aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, serta tidak tebang pilih.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan tertentu. Publik menunggu keberanian aparat untuk membuktikan bahwa keadilan masih hidup di Banyuwangi,” tambahnya.

Hingga kini, keluarga korban dan Raden selaku Aktivis menegaskan akan terus mengawal proses hukum sampai ada kepastian dan pihak yang bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas seluruh kerugian yang dialami korban, termasuk biaya rumah sakit dan proses pemulihan korban.

Libur Panjang, Banyuwangi Diserbu 47 Ribu Wisatawan, Hotel dan Destinasi Penuh

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Di tiap momen long weekend atau libur panjang, Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan. Pada momen libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih, 14-17 Mei 2026, penginapan dan destinasi wisata di Banyuwangi kebanjiran pengunjung.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, tercatat sebanyak 47. 478 wisatawan telah berkunjung ke Banyuwangi selama empat hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.685 merupakan wisatawan domestik, dan 793 lainnya merupakan wisatawan mancanegara.

"Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburannya. Terima kasih kepada semua pihak yang terus bahu membahu dalam menjaga dan memajukan pariwisata Banyuwangi. Ini menjadi penyemangat kita bersama untuk terus memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan aman bagi semua," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (17/5/2026).

Di masa long weekend kali ini, hampir seluruh destinasi di Banyuwangi kebanjiran pengunjung. Bahkan hotel mencatat kenaikan okupansi hinggan 100 persen.

Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Hutan De Djawatan. Objek wisata yang terkenal dengan deretan pohon trembesi berusia ratusan tahun itu dikunjungi 7.266 wisatawan. Kawasan ini dikenal memiliki suasana rindang dan menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto serta menikmati udara segar.

Selain De Djawatan, Pantai Pulau Merah juga menjadi destinasi unggulan selama libur panjang. Pantai yang populer dengan panorama matahari terbenam itu dikunjungi sebanyak 5.636 wisatawan.

Sementara itu, Pantai Marina Boom mencatat 4.965 pengunjung, disusul Kawah Ijen sebanyak 3.297 pengunjung, dan Pantai Mustika dengan 2.869 wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, mengatakan destinasi wisata perkotaan juga ramai dikunjungi wisatawan selama libur panjang.

“Seperti Banyuwangi Park yang ada di tengah kota yang ramai diserbu wisatawan. Tercatat 4.050 telah berkunjung ke sini selama long weekend. Jumlah ini diprediksi masih bisa bertambah mengingat kunjungan masih tetap buka hingga sore nanti,” ujar Hartono.

Meningkatnya jumlah wisatawan turut berdampak pada okupansi hotel dan penginapan di Banyuwangi. Sejumlah akomodasi bahkan mencatat tingkat hunian hingga 100 persen selama periode libur panjang.

Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center mengaku seluruh kamar telah penuh sejak jauh hari, terutama pada 14-15 Mei 2026.

“Okupansi naik 100 persen. Semua kamar fully booked di tanggal 14-15 Mei. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Sales Manager Aston Banyuwangi, Sari.

Hal serupa terjadi di Villa Solong yang menawarkan panorama Selat Bali. Penginapan tersebut juga mengalami lonjakan okupansi selama long weekend.

“Tanggal 14-16 kemarin, semua kamar penuh. Dan semua tamu kami dari luar kota, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bali. Rata-rata mereka memang mau liburan di Banyuwangi,” ujar Executive Marketing Villa Solong, Imam Solehan

Dinas PU CKPP Banyuwangi Giat Tinjau Lokasi Permohonan Tapak/Site Plane Perumahan Bale Asri Regency

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Tim Bidang Perumahan dan Permukiman Dians PU CKPP Banyuwangi melaksanakan kegiatan tinjau lokasi terhadap permohonan rekomendasi rencana tapak atau Site Plane Perumahan Bale Asri Regency yang akan dibangun oleh PT. Niaga Prospekta di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (11/5/2026).

Kegiatan tinjau lokasi ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian rencana pembangunan perumahan dengan tata ruang, akses lingkungan, kesiapan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), serta mendukung terciptanya kawasan hunian yang aman, nyaman dan tertata.

Kepala Bidang perumahan dan Permukiman Edi Purnomo mengatakan, bahwa sebelumnya pihak pengembang juga telah melaksanakan pengambilan dan pemasangan patok PSU sebagai penunjuk batas rencana lahan PSU perumahan.

"Selain itu dilakukan pula peninjauan lokasi rencana penyediaan makam sebagai bagian dari pemenuhan fasilitas pendukung lingkungan perumahan," kata Edi.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh pemerintah desa setempat sebagai bentuk sinergi dan koordinasi bersama dalam mendukung pembangunan kawasan perumahan yang terencana dan berkelanjutan.

Edi berharap kedepan, "Semoga rencana pembangunan perumahan Bale Asri Regency dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Edi Purnomo. (tfq)

Dinas PU CKPP Banyuwangi Serahkan Buku Tabungan Kepada Penerima Bantuan Program BSPS 

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Dinas PU CKPP Banyuwangi melaksanakan kegiatan serah terima buku tabungan kepada penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2026 di Kelurahan Karangrejo dan Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten, Banyuwangi, pada Rabu (13/5/2026).

Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Edi Purnomo mengatakan, buku tabungan diserahkan langsung kepada masing-masing Penerima Bantuan (PB) sebagai sarana penyaluran bantuan pemerintah yang baik transparan, tertib dan tepat sasaran.

"Melalui buku tabungan ini, setiap penerima dapat mengakses dana bantuan sesuai tahapan pelaksanaan pembangunan rumah secara mandiri," kata Edi Purnomo.

Program BSPS bertujuan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat meningkatkan kualitas rumahnya menjadi lebih layak huni, sehat dan aman. Selain itu program BSPS juga menumbuhkan semangat gotong royong serta kemandirian masyarakat dalam mewujudkan hunian yang lebih baik.

Edi berharap dengan program BSPS ini, memberikan manfaat nyata bagi para penerima bantuan.

"Semoga bantuan ini memberi manfaat nyata, mempercepat peningkatan kualitas rumah warga, serta menjadi langkah bersama menghadirkan lingkungan permukiman yang semakin nyaman dan sejahtera," pungkas Edi.

(tfq)

Wisata Edukasi Sumber Gedor Banyuwangi, Mata Air Bersejarah yang Kaya Mineral

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id ||  Banyuwangi memiliki ratusan sumber mata air. Salah satu sumber mata air yang tertua dan bersejarah adalah Sumber Air Gedor, di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro yang berada di kaki Gunung Ijen.

Sumber air ini menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh PUDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Banyuwangi untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Banyuwangi.

Tempat ini dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927. Jadi bisa disebut ini adalah salah satu cagar budaya Banyuwangi.

Kawasan ini berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi nan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk. Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan ini berada di lereng Gunung Ijen.

PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan ini. Sistem pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat.

Menariknya, selain airnya yang kaya mineral, Sumber air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.

PUDAM pun mulai membuka kawasan ini untuk wisata edukasi. Siswa bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya. Bahkan di sini pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.

“Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat. Ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik, dan lingkungan yang melingkupinya. Ini akan menjadi wisata edukasi alternatif, apalagi ini adalah bisa dibilang semcam cagar budaya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan tersebut, Rabu (13/5/2026). 

Ditambahkan Dirut PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, air di Sumber Gedor sangat jernih. “Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh. Ini sudah dibuktikan dengan hasil uji lab dari Labkesda,” kata dia.

Menurut Abdurrahman di tempat ini anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka. Bahkan siswa bisa meminum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.

"Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini,” kata dia.

Siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar sumber Gedor. Lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri, dan banyak lainnya.

(tfq)

error: Content is protected !!