Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Kula Mani Tennis Village Ubud Siap Grand Opening, Jadi Sport Center Terlengkap di Bali

GIANYAR || Jejak-indonesia.id - Bali kembali kedatangan destinasi sport tourism berkelas internasional. Kula Mani Tennis Village | Mouratoglou Tennis Center Bali yang berlokasi di Jalan Lodsema, Jalan Raya Mawang, Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, kini tengah bersiap menuju grand opening yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

Sport center modern ini hadir dengan konsep perpaduan olahraga, wellness, dan keindahan alam khas pedesaan Bali. Berdiri di atas kawasan seluas sekitar 1.200 meter persegi, Kula Mani Tennis Village menawarkan fasilitas olahraga lengkap yang disebut-sebut menjadi salah satu yang terlengkap di Pulau Dewata.

Fasilitas utama yang menjadi daya tarik adalah lapangan tenis bertaraf internasional. Kawasan ini memiliki dua clay court semi indoor serta empat hard court yang terdiri dari satu indoor dan tiga semi indoor. Selain itu, tersedia grand stand yang dapat digunakan untuk turnamen maupun event olahraga profesional.

Tak hanya tenis, pengunjung juga dapat menikmati tiga lapangan padel dan tiga lapangan pickleball yang kini sedang populer di berbagai negara. Untuk menunjang kebutuhan kebugaran dan relaksasi, kawasan ini juga dilengkapi gym modern, swimming pool, spa, hingga restoran Kula Padi yang menawarkan suasana tenang dengan panorama alam Ubud yang hijau dan asri.

Kehadiran Mouratoglou Tennis Center Bali menjadi nilai tambah tersendiri. Akademi tenis internasional yang membawa nama pelatih dunia Patrick Mouratoglou tersebut dikenal memiliki standar pelatihan profesional dan jaringan olahraga internasional.

Menurut pihak sales manager, seluruh proses perizinan proyek telah lengkap dan kini pihak pengelola fokus pada penyempurnaan fasilitas menjelang grand opening.

“Perizinan sudah lengkap dan saat ini kami tengah mempersiapkan grand opening sekitar September 2026,” ujarnya.

Keberadaan Kula Mani Tennis Village diharapkan dapat menjadi pusat olahraga sekaligus destinasi wisata baru di Bali, khususnya di kawasan Ubud dan Gianyar. Selain mendukung perkembangan sport tourism, proyek ini juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, lapangan kerja, dan usaha lokal.

Dengan konsep modern yang memadukan olahraga, gaya hidup sehat, dan panorama alam Bali, Kula Mani Tennis Village diproyeksikan menjadi salah satu ikon sport center premium di Indonesia.

Program MBG dan Koperasi Merah Putih Idealnya Dapat Disinergikan Dengan Seluruh Potensi dan SDM Manusia Serta SDA Yang Ada di Daerah

TANGERANG || Jejak-indonesia.id - Klaim Dahlan Iskan bahwa sejak UUD 1945 berlaku, baru Presiden Prabowo Subianto yang berani menerapkannya. Presiden Indonesia sebelumnya seperti ragu, apakah pasal 33 UUD 1945 itu bisa dilaksanakan. Bahwa kekayaan alam adalah milik negara dan harus digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran negara.

Praktik yang selama ini terjadi, kejayaan alam adalah milik perusahaan, baik swasta maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Kata Dahlan Iskan lebih jauh mengurai, mereka mendapat izin dari pemerintah. Setelah itu terserah perusahaan: mau dijual ke mana hasilnya. Praktik ini sudah berlangsung sejak awal Indonesia merdeka.

Pada jaman Bung Karno, azas ekonomi Indonesia adalah "ekonomi terpimpin". Presiden Soeharto mengubah azas ekonomi menjadi tanpa nama, tapi praktiknya adalah kapitalistik. Liberal, tapi melakukan subsidi untuk BBM dan sejumlah komoditas yang penting. Pada jaman Orde Baru juga lahir UU Penanaman Modal Asing (PMA). Agaknya, tidak sepenuhnya benar bila tidak seorang pun yang berani mempersoalkannya. Minimal ekonomi berdasarkan pada koperasi sudah berulang kali disuarakan oleh para ekonom kita, termasuk model Ekonomi Pancasila seperti yang digaungkan Prof. Mubyarto sejak awal tahun 1980-an dari Yogyakarta. Prof. Sri Edi Swasono tidak kalah lantang mengedepankan konsep ekonomi Indonesia yang berbasis koperasi. Bukan pasar liberal, tetapi ekonomi yang mensejahterakan.

Karena itu, pidato Presiden Prabowo Subianto saat rapat paripurna DPR RI, berjanji hendak mewujudkan amanah dari Pasal 33 UUD 1945, saat dollar mengilas habis rupiah hingga nyungsep pada Sabtu, 23 Mei 2026 tersungkur menjadi Rp 17.700,- Bagi Sri Edi Swasono sendiri, Sistem Ekonomi Pancasila adalah pandangan filsafat dan sistem ekonomi kerakyatan yang menolak kapitalisme dan sosialisme. Sistem ini berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong, mengutamakan emansipasi dan partisipasi serta menolak eksploitasi dan individualisme demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Penolakan Sri Edi Swasono terhadap kapitalisme dan sosialisme, ekonomi Pancasila berada di jalan tengah. Menolak pasar bebas yang bersifat kapitalistik, tapi tidak juga menggunakan sistem komando -- seperti sistem ekonomi terpimpin -- semasa Soekarno.

Perekonomian harus dipandang serta dilakukan secara bersama dengan menjunjung tinggi kebersamaan, dalam ikatan persaudaraan antar manusia. Demikian juga sifat dan sikap emansipasi dan partisipasi harus menjamin kesetaraan dengan melibatkan semua pihak. Karena dalam proses pembangunan dalam arti yang luas untuk bangsa Indonesia, tidak boleh satu pun ada pihak yang tertinggal atau ditinggalkan. Karena manusia Indonesia tidak boleh dimarginalkan atau terpinggirkan dalam proses, apalagi kemudian ketika akan menikmati pembangunan yang dilakukan itu.

Dalam konteks inilah tanggung jawab pemerintah untuk berperan aktif dalam pengelolaan sistem perekonomian nasional untuk melindungi hajat hidup orang banyak, sekaligus menjadi agar tidak terjadi ketimpangan, utamanya antara yang kaya dengan masyarakat yang miskin.

Gagasan Prof. Dr.
Sro Edi Swasono jelas ingin mewujudkan amanah dari Pasal 33 UUD 1945 dan mengimplementasikan sila-sila Pancasila agar tidak cuma menjadi slogan atau semacam mantra hapalan dibibir semata.

Ekonomi kerakyatan yang ideal dapat diwujudkan melalui koperasi untuk menjaga demokrasi ekonomi seperti yang diungkapkan dajan pidato pengukuhan beliau sebagai Guru Besar. Dan melalui konsep koperasi sebagai pilar utama untuk meraih ekonomi yang demokratis dan mandiri, patut menjadi pilihan, dibanding dengan neoliberalisme. Karena konsep neoliberalisme justru menjadi penyebab menurunnya kesejahteraan rakyat. Kecuali itu, neoliberalisme ekonomi yang menciptakan daulat pasar, bukan daulat rakyat.

Akibatnya, pembangunan bagi negara dan bangsa Indonesia yang mengacu pada neoliberalisme memberi peluang untuk menggusur rakyat miskin. Oleh karena itu, sistem ekonomi yang didasari oleh sistem koperasi adalah manifestasi ekonomi kerakyatan. Karena itu, praktik ekonomi dengan sistem koperasi paling cocok untuk diterapkan bagi bangsa dan negara Indonesia sambil menjaga budaya persatuan serta ikatan kebersamaan -- gotong royong -- sistem kekeluargaan dalam budaya kita.

Masalahnya sejak dahulu hingga sekarang, mengapa membangun ekonomi yang berbasis pada koperasi di Indonesia tidak juga mampu diwujudkan ?

Pertanyaan klasik ini memang cukup luas untuk diurai, mulai dari rasa ikatan kebersamaan untuk melakukan sesuatu bagi warga bangsa Indonesia yang semakin menyurut, dimana sikap dan sifat individualisme dan egosentrisitas terus bertumbuh liar untuk bersaing hingga melupakan ikatan kebersamaan dan persatuan -- gotong royong dan kekeluargaan -- tergerus oleh dominasi budaya Barat yang mengusung kapitalisme dan leberalisme yang sangat kuat bersifat dan bertabi'at individual dan persaingan bebas yang semakin menjauhkan budaya gotong royong, kekeluargaan dan kebersamaan dalam kesadaran persatuan yang bias.

Itulah sebabnya, pelaksanaan Koperasi Merah Putih hendaknya dapat disinergikan dalan pelaksanaan MBG (Makan Bergizi Gratis) serta membantu warga masyarakat dalam mengembangkan produksi masyarakat di daerah untuk berkembang dan maju bersama, tanpa penindasan dari unit usaha lainnya yang digelontori dengan modal besar.

Praktik MBG yang terus gaduh dan ricuh, jelas karena praktik pelaksanaan nya tidak disinergikan dengan potensi yang sudah ada dalam masyarakat. Mulai dari tata kelola SDM hingga pemanfaatan bahan mentah sampai pada fasilitas yang sudah ada -- mulai dari KUD (Koperasi Unit Desa) yang ada, sampai tenaga kerja dari daerah setempat, layak dan patut untuk dimanfaatkan serta diberdayakan. Sehingga warga masyarakat tidak terkesan merasa ditinggal.

Itulah sebabnya, peran Kementerian Koperasi hingga perangkatnya yang ada di daerah dapat dimaksimalkan berperan untuk menyediakan bahan baku MBG yang diperlukan, sehingga tidak sampai terjadi monopoli -- mulai dari peranan pemerintah pusat yang terkesan mengabaikan peran perangkat dan kelembagaannya yang ada di daerah, tidak berfungsi dan dibiarkan menjadi penonton dari semua yang diskenariokan oleh pemerintah pusat.

Oleh karena itu, selama pelaksanaan program pemerintah yang bagus dan terbaik sekalipun, selama tidak memiliki kesadaran untuk melibatkan perangkat dari pemerintah daerah serta warga masyarakat setempat, maka program unggulan sebaik apapun, tidak akan mendapat sambutan -- apalagi dukungan --dari perangkat pemerintah di daerah serta warga masyarakat setempat. Maka itu, konsep emansipasi, partisipasi dan semacam -- konsepsi dalam membangun ekonomi berbasis koperasi -- untuk mematikan sistem ekonomi kerakyatan hendak dicapai, maka peran serta dan keterlibatan seluruh perangkat pemerintah yang ada di daerah harus bisa disinergikan dengan segenap potensi yang ada di daerah. Jika tidak, bukan saja program Koperasi Merah Putih saja yang akan memble -- tidak maksimal fungsinya -- tapi juga program MBG yang terus menimbulkan masalah Karena tidak mengajar dalam tradisi dan budaya masyarakat setempat.

 

Tangerang, 23 Mei 2026

Patroli Malam Polda Sumut Intensifkan Pengamanan Saat Sejumlah Wilayah Medan Alami Pemadaman Listrik

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Personel Siaga 1 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumatera Utara mengintensifkan patroli malam di sejumlah wilayah Kota Medan, Sabtu dini hari (23/5), sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), terutama saat sejumlah titik terpantau mengalami pemadaman listrik dan minim penerangan.

Patroli yang dimulai sejak pukul 00.30 WIB tersebut dilaksanakan dengan menyisir sejumlah jalur yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, kawasan permukiman, lokasi aktivitas masyarakat, hingga area usaha yang masih beroperasi pada malam hari.

Dalam pelaksanaannya, personel juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pemalangan jalan di bawah Jembatan Tol Belmera, Jalan Pasar Hitam. Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan media pemalangan berupa meja dan sebilah senjata tajam jenis parang di sekitar lokasi.

Selain itu, personel patroli yang bergerak di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Rakyat, Jalan Purwo, Jalan G.B. Joshua, Jalan MH Thamrin, Jalan Talaud, Jalan Dr FL Tobing hingga Jalan Sindoro mendapati kondisi beberapa titik yang mengalami padam listrik sehingga penerangan jalan menjadi terbatas.

Patroli juga diisi dengan sambang humanis kepada masyarakat, pelaku UMKM, petugas siskamling serta koordinasi dengan jajaran kepolisian sektor di wilayah yang dilalui personel.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan patroli ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat muncul saat kondisi lingkungan minim penerangan akibat pemadaman listrik.

“Pada kondisi penerangan yang terbatas, potensi kerawanan tentu perlu diantisipasi. Karena itu personel meningkatkan patroli pada titik-titik tertentu guna memastikan masyarakat tetap merasa aman saat beraktivitas maupun beristirahat,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk mencegah tindak kriminalitas, tetapi juga memberikan rasa aman dan merespons cepat apabila terdapat keluhan maupun laporan masyarakat.

“Kami terus mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis agar masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri di tengah situasi apa pun, termasuk ketika terjadi gangguan seperti pemadaman listrik,” ujarnya.

Secara umum, pelaksanaan patroli berlangsung aman dan kondusif. Warga yang ditemui personel di sejumlah lokasi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran aparat kepolisian yang tetap melakukan pengawasan dan pengamanan pada malam hari.

Kepala Lapas Kerobokan Dicopot, FRN Agus Flores Apresiasi Langkah Menteri Imipas dan Kepala BNN RI Berantas Narkoba di Dalam Lapas

BALI || Jejak-indonesia.id — Langkah tegas pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan kembali mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pencopotan Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan Bali, Hudi Ismono, buntut dari temuan dugaan peredaran narkoba di dalam lapas, dinilai sebagai bukti keseriusan negara dalam memerangi jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.

Ketua Umum FR dan FRN Agus Flores menyampaikan terima kasih serta dukungan penuh kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dan Kepala BNN RI yang dinilai solid dalam upaya membersihkan lapas dari praktik peredaran narkoba.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai jaringan narkotika yang selama ini masih berupaya beroperasi dari balik jeruji besi.

“Terima kasih kepada Menteri Imipas dan Kepala BNN RI atas langkah tegas dalam mengungkap dugaan peredaran narkoba di Lapas Bali. Ini menjadi bukti bahwa negara tidak main-main dalam perang melawan narkoba,” tegas Agus Flores.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang selama ini menjadikan FR dan FRN sebagai wadah pengaduan berbagai informasi terkait dugaan peredaran narkoba di daerah.

Agus Flores menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dan mendukung penuh langkah pemerintah dalam membersihkan Indonesia dari bahaya narkotika.

“Masyarakat jangan takut melapor. Jika mendapatkan informasi A1 terkait peredaran narkoba di wilayah mana pun, silakan sampaikan kepada kami. Perang terhadap narkoba harus dilakukan bersama-sama demi menyelamatkan generasi bangsa,” ujarnya.

FRN juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus aktif mengawasi lingkungan masing-masing serta tidak memberi ruang sedikit pun bagi jaringan narkoba berkembang di Indonesia.

Dengan langkah tegas yang dilakukan pemerintah saat ini, diharapkan pemberantasan narkoba di dalam maupun di luar lapas dapat berjalan maksimal dan memberikan efek jera bagi para pelaku.

Patroli Serentak KRYD Polres Serang Kawal Keamanan Malam Hari, Wilayah Hukum Terkendali Aman

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, Polres Serang menggelar kegiatan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) secara serentak di seluruh wilayah hukumnya pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari ini dipimpin para kapolsek dengan arahan langsung oleh Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., dengan sasaran utama pencegahan tindak pidana konvensional, kenakalan remaja, hingga aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

Seluruh jajaran Polsek di bawah naungan Polres Serang turut bergerak aktif menyisir titik-titik rawan di masing-masing wilayah kerja. Di Polsek Cikande, patroli dimulai pukul 21.00 WIB di bawah tanggung jawab Kapolsek Cikande AKP Fredo Leonard, S.Tr.K., S.I.K.. Fokus pengamanan diarahkan pada lokasi perbankan, pusat perbelanjaan, dan antisipasi tindak kejahatan C3 (Curat, Curas, Curanmor), tawuran, dan geng motor.

Sementara itu, Polsek Pontang yang dipimpin AKP Muklas meluncurkan patroli Blue Light mulai pukul 22.00 WIB menyisir wilayah Kecamatan Pontang dan Lebak Wangi. Bersama personel AIPDA Joni Johannes, S.H. dan Bripka Beni Martin, petugas memantau kawasan pasar, ruko, tempat keramaian, serta mengawasi potensi balap liar, peredaran minuman keras, hingga kepemilikan senjata tajam.

Kesiapan personel juga ditunjukkan Polsek Kragilan di bawah komando Kompol Dwi Hary Bagio Winarko, S.H. Bersama timnya yang terdiri dari IPDA Yopi, AIPDA Sahari, Bripka Asmadi, dan Briptu Erdin Satria, patroli dilakukan di kawasan pemukiman, ruko, warung, hingga jaringan perbankan guna meminimalisir risiko kejahatan konvensional dan balap liar.

Gerakan serupa juga berlangsung di Polsek Pamarayan yang dipimpin AKP Yusup Ependi. Bertempat di daerah hukum setempat, tiga personel yakni AIPDA Robi ES, Brigpol M Agung, dan Brigpol Zuliadri berpatroli di jalur utama Pamarayan–Tambak dan Pamarayan–Rangkas. Sasaran utama meliputi antisipasi tawuran pelajar, kerumunan yang tidak wajar, peredaran narkoba, serta pengawasan tempat hiburan masyarakat.

Di wilayah Polsek Petir, Kapolsek AKP Priyanto, S.H. menurunkan Aipda Daman Huri dan Aipda Nuryana untuk menyisir jalur utama Petir–Tunjung Teja, gerai ritel, lokasi parkiran, dan kantor pelayanan keuangan. Fokus utama patroli dialogis ini adalah mencegah aksi begal, tawuran, serta kejahatan jalanan lainnya.

Kegiatan yang sama juga digelar di Polsek Carenang di bawah pimpinan AKP Desma Priatna, S.H. Bersama Bripka Nurul Huda dan Bripka Yudi H, petugas memantau wilayah Kecamatan Carenang dan Binuang, khususnya kawasan waralaba, jasa keuangan, hingga titik kumpul anak muda untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, Polsek Tirtayasa yang dipimpin AKP Cece Sumarya mengerahkan lima personel untuk berpatroli guna menciptakan rasa aman bagi warga masyarakat. Di sisi lain, Polsek Jawilan di bawah kepemimpinan AKP Erwan Nurwanda, S.E. melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung, termasuk kawasan industri dan permukiman padat penduduk dengan sasaran pencegahan C3, geng motor, dan peredaran senjata tajam.

Tak kalah aktif, Polsek Kopo yang dikomandoi IPTU Aripin Simbolon, S.H., M.H. menggelar patroli Beyond Trust mulai pukul 23.50 WIB untuk memastikan seluruh titik rawan di wilayahnya terpantau dengan baik. Di Polsek Ciruas, Kapolsek Kompol Salahuddin, S.Sos., M.Si. bersama lima personel menyisir sejumlah desa yang dinilai rawan tawuran dan balap liar, guna memastikan tidak ada aktivitas yang meresahkan warga.

Terakhir, Polsek Cikeusal yang dipimpin IPTU Hairus Saleh, S.H. berpatroli hingga pukul 01.00 WIB menyapu bersih jalur-jalur utama dan desa-desa binaan. Petugas berfokus mencegah perang sarung, pungutan liar, premanisme, serta pengendalian kerumunan massa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan Patroli KRYD berjalan lancar dan terkendali. Hingga kegiatan diakhiri, tidak ditemukan insiden keamanan maupun gangguan ketertiban yang berarti di seluruh wilayah hukum Polres Serang. Situasi umum dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan ini akan terus digalakkan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan keamanan dan ketenangan warga, terutama pada malam hari. Keamanan wilayah Serang adalah prioritas utama kami, dan kami tidak akan lengah dalam menjaganya,” tegasnya.