Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Marak Aksi Begal, Advokat Erles Rareral: Tembak di Tempat Para Begal Sadis

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Advokat Erles Rareral Advokat Erles Rareral meminta Polda Metro Jaya menindak tegas para pelaku begal. Bahkan, dia menyarankan polisi untuk menembak di tempat para pelaku kejahatan jalanan sadis tersebut.

Desakan itu disampaikan menyikapi maraknya aksi begal di Jakarta dan sekitarnya belakangan ini.

"Negara jangan kalah dengan para begal, turunkan tim pemburu dan penembak jitu. Sisir semua tempat pelarian dan persembunyiannya. Tembak di tempat para begal yang sadis," kata Erles dalam pernyataannya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, tindakan tegas hingga tembak di tempat perlu agar aksi brutal itu tidak terus meresahkan masyarakat dan mengganggu iklim investasi.

"Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman di jalanan Jakarta," ujar dia.

Erles menjelaskan, pelaku begal dapat dijerat Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat, serta Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan berat. Apabila ada unsur perencanaan menghilangkan nyawa, pasal percobaan pembunuhan juga bisa diterapkan.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional, YBM BRILiaN SBO Malang Perkuat Komitmen Sustainable Impact bagi Pemberdayaan Umat

Jejak-indonesia.id || Bertepatan dengan momentum bersejarah Hari Kebangkitan Nasional, YBM BRILiaN memperingati Milad ke-25 dengan mengusung tema besar Sustainable Impact.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi YBM BRILiaN Special Branch Office (SBO) Malang untuk terus memperkuat komitmen dalam mentransformasi amanah zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) para insan BRILiaN menjadi gerakan pemberdayaan umat yang mandiri dan berkelanjutan.

Bersinergi bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Malang, YBM BRILiaN SBO Malang berhasil mencatatkan penyaluran dana kemaslahatan sebesar Rp7,2 miliar sepanjang tahun 2025. Penyaluran tersebut diwujudkan melalui lima pilar utama program, yakni Pendidikan, Sosial Kemanusiaan, Ekonomi, Dakwah, dan Kesehatan, yang telah menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah kerja RO Malang.

Sebagai bagian dari peringatan Milad perak, YBM BRILiaN turut meluncurkan logo resmi “25th Sustainable Impact” yang menjadi simbol komitmen keberlanjutan gerakan kebaikan bagi masyarakat.

Ketua YBM BRILiaN SBO Malang, Mayang Diantami menyampaikan bahwa Milad ke-25 menjadi pengingat bahwa setiap amanah yang dititipkan melalui ZISWAF memiliki arti besar bagi kehidupan banyak orang.

“Selama 25 tahun perjalanan YBM BRILiaN, kami belajar bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan. Tema Sustainable Impact bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen kami agar manfaat yang diberikan hari ini dapat terus dirasakan hingga masa depan. Kami ingin hadir bukan hanya memberi bantuan sesaat, tetapi ikut membersamai masyarakat untuk bangkit, mandiri, dan memiliki harapan baru dalam hidupnya,” ujar Mayang.

Semangat Sustainable Impact tersebut tercermin melalui berbagai program pemberdayaan yang telah direalisasikan sepanjang tahun 2025. Pada Pilar Pendidikan, YBM BRILiaN SBO Malang menjalankan berbagai program penguatan sumber daya manusia melalui Bright Scholarship bagi 70 mahasiswa dan pelajar dengan total penyaluran Rp2 miliar.

Selain itu, sebanyak 290 siswa menerima manfaat Smart Scholarship senilai Rp1 miliar, didukung program Family Strengthening bagi 20 anak sebesar Rp164 juta, serta penyaluran 250 paket pendidikan senilai Rp250 juta.

Pada Pilar Ekonomi, YBM BRILiaN mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki melalui program Mustahik Income Generating Program (MIGP) dengan nilai Rp695 juta untuk modal usaha dan pendampingan kepada 50 penerima manfaat produktif. Selain itu, penguatan ekonomi melalui Family Strengthening juga diberikan kepada 20 penerima manfaat senilai Rp140 juta.

Di sektor kesehatan, YBM BRILiaN SBO Malang menyalurkan berbagai bantuan melalui program Khitan Massal bagi 700 anak dengan nilai Rp778 juta, program penanganan stunting untuk 30 anak sebesar Rp216 juta, serta program penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak (WASH) bagi 100 jiwa senilai Rp101 juta.

Sementara itu, pada Pilar Sosial Kemanusiaan, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan Ramadhan kepada 1.600 penerima manfaat senilai Rp770 juta, program charity bagi 923 jiwa sebesar Rp573 juta, bantuan tanggap bencana kepada 250 jiwa senilai Rp507 juta, serta program qurban bagi 1.900 penerima manfaat.

Adapun pada Pilar Dakwah, YBM BRILiaN SBO Malang memberikan dukungan operasional kepada 29 pondok pesantren senilai Rp435 juta, penguatan fasilitas 10 masjid sebesar Rp36 juta, serta pendampingan bagi 100 saudara mualaf dengan total bantuan Rp60 juta.

Salah satu penerima manfaat program YBM BRILiaN, Aminah mengaku merasakan langsung dampak positif dari program pemberdayaan yang diterimanya.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari penerima manfaat YBM BRILiaN. Bantuan yang diberikan bukan hanya membantu kebutuhan kami, tetapi juga menguatkan hati kami untuk terus berjuang. Kami merasa tidak sendiri karena ada yang peduli dan mendukung kami untuk bisa hidup lebih baik,” ungkap Aminah dengan haru.

Keberhasilan penyaluran dana kemaslahatan tersebut tidak terlepas dari dukungan manajemen BRI Regional Office Malang, para pekerja BRI, serta seluruh donatur yang telah mempercayakan pengelolaan ZISWAF melalui YBM BRILiaN.

Menapaki usia ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Semangat Sustainable Impact diharapkan dapat menjadi energi bersama dalam membangun kemandirian umat dan mendukung masa depan Indonesia yang lebih kuat.

Bukan Sekadar Makan Siang, Ini Cara Lapas Banyuwangi Rajut Kebersamaan Warga Binaan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ada pemandangan yang berbeda dan menyejukkan hati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi siang ini, Sabtu (23/5). Lapangan Blok Griya Blambangan yang biasanya sepi di jam-jam tertentu, mendadak dipadati oleh ratusan warga binaan yang berkumpul dengan tertib. Mereka hadir bukan untuk apel rutin, melainkan untuk menggelar aksi makan siang bersama secara massal.

Jika biasanya para warga binaan menikmati jatah makan siang di dalam kamar hunian masing-masing, kali ini pihak Lapas sengaja menciptakan atmosfer yang berbeda. Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa saat mereka duduk bersama, berbagi cerita, dan menyantap hidangan yang disajikan.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memang sengaja diinisiasi sebagai langkah strategis untuk membangun hubungan yang lebih humanis di dalam Lapas.

"Kegiatan ini sengaja kami laksanakan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga rasa kebersamaan antar warga binaan," ujar Solichin di sela-sela memantau jalannya kegiatan.

Untuk menambah spesial momen kebersamaan ini, pihak Lapas juga memberikan kejutan berupa tambahan menu makanan khusus. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Solichin, memberikan suasana baru dan hidangan ekstra adalah cara sederhana namun efektif untuk memupuk kebahagiaan di tengah masa pidana yang sedang mereka jalani.

"Kami ingin mereka merasakan esensi dari sebuah keluarga. Dengan makan bersama seperti ini, sekat-sekat perbedaan bisa mencair, sehingga persaudaraan di antara mereka semakin kuat dan kebahagiaan bisa terjalin," tambahnya.

Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik dan rekreasi mental, Solichin menegaskan bahwa momentum kumpul bersama ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendekatan persuasif dari pihak manajemen Lapas.

Melalui pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan ini, Kalapas menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga binaan untuk selalu patuh dan taat pada aturan yang berlaku di dalam Lapas, menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun demi kenyamanan bersam, serta mengikuti seluruh program pembinaan, baik kemandirian maupun kepribadian, dengan sebaik-baiknya.

Dengan metode pendekatan yang humanis dan menyentuh hati seperti ini, Lapas Banyuwangi berharap dapat terus menjaga kondusifitas lingkungan, sekaligus mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Kapolri Pilih Irjen Pipit Jadi Kapolda, Orang Brimob Mamboro bisa Amankan Jawa Barat

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Penunjukan Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat mendapat perhatian luas, khususnya dari kalangan aktivis senior Sulawesi Tengah yang pernah merasakan langsung karakter kepemimpinan sang jenderal saat masih bertugas di Brimob Mamboro, Palu.

Di mata para aktivis pergerakan era 1999, nama Irjen Pol Pipit bukan sekadar perwira polisi biasa. Ia dikenal dengan julukan legendaris: “Burung Pipit Mamboro.” Sebuah sebutan yang hanya dipahami oleh aktivis lama Sulawesi Tengah, penuh makna ketegasan, keberanian, dan disiplin keras dalam menjaga keamanan daerah.

Istilah “Burung Pipit Mamboro” muncul saat Irjen Pol Pipit masih menjadi anggota Brimob muda di Markas Brimob Mamboro, Palu. Kala itu, kawasan Mamboro dikenal keras, bahkan markas Brimob berdampingan langsung dengan Rumah Sakit Jiwa Mamboro. Dari situlah lahir istilah yang melekat kuat di kalangan mahasiswa dan aktivis jalanan.

Menurut sejumlah aktivis 99 Sulteng, satu komando dari Bang Pipit saat menghadapi aksi mahasiswa kala itu sudah cukup membuat massa mundur teratur. Sosoknya dikenal tegas, keras, dan tanpa kompromi terhadap gangguan kamtibmas. Namun di balik ketegasannya, ia disebut tetap menghormati mahasiswa dan tidak pernah mengedepankan kriminalisasi terhadap aktivis pergerakan.

“Beliau keras, tapi punya hati. Mahasiswa tidak pernah dipenjara. Bahkan sering diajak membantu menjaga keamanan kota,” ungkap salah satu aktivis senior Sulteng mengenang masa-masa itu.

Selain julukan “Burung Pipit Mamboro”, Irjen Pol Pipit juga dikenal dengan sebutan “Palungku Gajah Mada”, menggambarkan pukulan keras dan karakter berani yang dimilikinya. Julukan itu juga lahir dari hobinya bermain voli dengan smash tajam yang dikenal di lingkungan Maesa saat itu.

Bagi sebagian masyarakat Sulawesi Tengah, wajah tegas dan tatapan tajam Irjen Pol Pipit menjadi simbol disiplin aparat lapangan. Banyak yang menyebut, orang-orang yang sulit diatur akan langsung ciut ketika berhadapan dengannya.

Kini, ketika Irjen Pol Pipit dipercaya memimpin Polda Jawa Barat, banyak pihak menilai keputusan Kapolri sangat tepat. Sosok yang dikenal berani dan keras terhadap kriminalitas diyakini mampu menghadapi berbagai persoalan keamanan di Jawa Barat, mulai dari aksi begal hingga peredaran mafia narkoba.

“Kalau Burung Pipit Mamboro sudah turun memimpin Jawa Barat, para pelaku kejahatan pasti mulai berhitung,” ujar seorang aktivis lama sambil tersenyum mengenang sosok Bang Pipit.

Bagi aktivis 99 Sulteng, kisah Irjen Pol Pipit Rismanto bukan sekadar cerita aparat keamanan. Ia adalah bagian dari sejarah pergerakan, simbol ketegasan, dan figur lapangan yang sampai hari ini masih dikenang dengan penuh hormat.

Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Satres Narkoba Polres Pakpak Bharat Grebek Sarang Narkoba ( GSN )

SALAK || Jejak-indonesia.id - Tindaklanjuti Laporan Masyarakat tentang adanya peredaran Narkoba di jalan antara Sidikalang - Subulussalam ( perbatasan Kab. Dairi dengan Kab. Pakpak Bharat ) tepatnya di hutan lindung yang berjarak 50 ( lima puluh ) meter dari jalan lintas / umum yang di duga sebagai tempat terjadinya penggunaan dan transaksi jual-beli Narkotika, Satresnarkoba Polres Pakpak Bharat lakukan penindakan Gerebek Sarang Narkoba ( GSN ).

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H melalui Kasatres Narkoba Iptu Chandra Bonaparty Sipahutar, S.H yang di sampaikan oleh Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H mengatakan Kasatres Narkoba Iptu Chandra Bonaparty Sipahutar, S.H langsung memimpin Gerebek Sarang Narkoba ( GSN ) bersama Tim, Bhabinkamtibmas dan di dampingi Kepala Desa Kuta Meriah Bapak Candra Sitakar langsung menuju lokasi, Sabtu 23 Mei 2026 sekira pukul 11.30 wib.

Lanjut AKP Amron pada saat di lakukan Penggeledahan di TKP di temukan : 7 ( tujuh ) bungkus plastik klip transparan ukuran kecil yang sudah kosong, 4 ( empat ) buah bong terbuat dari minuman mineral bekas merk aqua berukuran sedang, 3 ( tiga ) buah plastik goni warna putih yang di jadikan sebagai atap dan alas dari terduga pengguna narkotika tersebut dan 7 ( tujuh ) set alat hisap Narkotika jenis Sabu yang di ujungnya terdapat pipet dan barang bukti tersebut di amankan oleh Tim di bawa ke kantor Satres Narkoba Polres Pakpak Bharat.

"Setelah kami lakukan koordinasi dengan Kepala Desa Kuta Meriah dan di saksikan masyarakat sekitarnya untuk selanjutnya dari pihak Kepala Desa dan masyarakat sekitar bersedia untuk membantu Polri dalam hal pemberantasan peredaran Narkotika di Desa mereka dengan melakukan pemantauan di lokasi tersebut, jika terjadi lagi maka Kepala Desa dan masyarakat akan melaporkannya ke Polres Pakpak Bharat @Satres Narkoba ", pungkas kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H