Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Pantau Situasi Malam Idul Adha, Kapolres Aceh Utara dan Personel Laksanakan Patroli Wilayah

LHOKSUKON || Jejak-indonesia.id - Memperingati hari raya Idul Adha 1447 H / 2026, Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto S.H., M.H., pimpin langsung patroli Kamtibmas di wilayah hukum Polres Aceh Utara. Selasa, (26/5/2026) malam.

Dalam kegiatan ini Kapolres Aceh Utara turut didampingi oleh Wakapolres dan sejumlah pejabat utama serta beberapa personel Polres.

Patroli menggunakan kendaraan dinas (Randis) R2 dan R4 ini diawali dengan Apel malam dalam rangka pengamanan, pengaturan, dan patroli malam perayaan malam takbiran hari raya Idul Adha 1447 H/2026.

Kapolres Aceh Utara melalui kasi humas Akp Bambang Sutrisno menjelaskan bahwa kegiatan kali ini sebagai wujud Polres Aceh Utara hadir di tengah masyarakat yang melaksanakan perayaan takbir keliling.

“Malam ini kita melaksanakan patroli malam perayaan Idul Adha di wilayah Kabupaten Aceh Utara, dengan harapan masyarakat yang melaksanakan takbir keliling maupun ditempat dapat melaksanakan dengan aman, nyaman dan lancar.” Ungkapnya.

Amatan tribratanews, terpantau selama perjalanan patroli menyusuri wilayah kota lhoksukon yang dipimpin oleh Kapolres, situasi terpantau aman terkendali.

"Kami berikan pengamanan dan patroli bagi masyarakat yang melaksanakan takbir keliling malam ini, tentunya kami berikan himbauan untuk tetap hati hati dalam perjalanan, mematuhi arahan panitia maupun personel Polri yang mengamankan kegiatan. Sehingga perayaan Idul Adha dapat berjalan dengan aman, lancar, kondusif dan tidak mengurangi arti perayaan tersebut.” Pungkasnya.

BRI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa dan Penguatan UMKM melalui Program BRI Peduli TJSL di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, BRI menyalurkan bantuan sarana penunjang usaha kepada Kelompok Masyarakat (POKMAS) UMKM Serba Usaha Maju Bersama yang berada di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Bantuan berupa pengadaan barang sarana dan prasarana UMKM dengan total nilai Rp78.550.000 tersebut diserahterimakan pada 1 April 2026 sebagai bagian dari upaya BRI dalam mendukung peningkatan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih produktif dan berdaya saing.

Branch Office Head BRI Banyuwangi, Muh. Rosyid Hudaya, menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat, sehingga perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan agar dapat terus tumbuh dan berkembang.

“BRI berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM. Kami berharap bantuan sarana penunjang usaha ini dapat meningkatkan produktivitas pelaku usaha, memperkuat ekonomi desa, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Muh. Rosyid Hudaya.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar.

Ketua POKMAS UMKM Serba Usaha Maju Bersama, Murtadlo. HR, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan BRI kepada kelompok usaha masyarakat di Desa Pakistaji.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu kelompok UMKM kami untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha sehingga ke depan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ungkap Murtadlo. HR.

Dalam pelaksanaan program tersebut, BRI juga menggandeng vendor lokal, UD. Alra Technik, sebagai mitra pengadaan sarana dan prasarana usaha guna mendukung kelancaran pelaksanaan bantuan.

Melalui program BRI Peduli TJSL, BRI terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata yang tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Mbah Semar Owner Media Online Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M

JEMBER || Jejak-indonesia.id - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi saat penuh makna untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Owner PT Cahaya Pers Group sekaligus Pimpinan Umum Media Online Jejak-indonesia.id, Jejakindonesia.news, pedot.pro, Selamet Solichin yang biasa akrab disapa Mbah Semar, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia dan Khususnya Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa timur.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, serta kelancaran dalam setiap urusan kita. Mari jadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Mbah Semar, Rabu (27/05/2026).

Mbah Semar dikenal sebagai sosok aktif di dunia jurnalistik dan lembaga kemasyarakatan, dan ia juga merupakan Owner sejumlah media online, di antaranya Jejak-Indonesia.id, Jejakindonesia.news, pedot.pro,

Menurutnya, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, namun juga sebagai pengingat pentingnya pengorbanan, ketulusan, dan rasa empati terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Mbah Semar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:

1. Meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan yang berkaca pada esensi ibadah kurban.

2. Memperkuat kepedulian sosial serta semangat saling berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

3. Menjaga rasa persaudaraan, solidaritas, dan persatuan dalam membangun daerah secara bersama-sama.

“Semoga di hari yang penuh berkah ini, kita semua diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

BRI Salurkan 5.000 Paket Sembako Melalui Program BRI Peduli TJSL di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan bantuan 5.000 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Banyuwangi.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui Yayasan Pendidikan Sosial Penyantun Yatim Piatu dan Dhuafa Baitus Sa’adah Bangorejo Banyuwangi pada 12 Maret 2026 dengan total nilai bantuan mencapai Rp500 juta.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok serta mendukung kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Branch Office Head BRI Banyuwangi, Muh. Rosyid Hudaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian BRI kepada masyarakat melalui program TJSL BRI Peduli.

“Melalui program BRI Peduli TJSL ini, BRI berharap bantuan paket sembako dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya,” ujar Muh. Rosyid Hudaya.

Bantuan paket sembako tersebut disalurkan bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Sosial Penyantun Yatim Piatu dan Dhuafa Baitus Sa’adah Bangorejo Banyuwangi yang selama ini aktif bergerak dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Yayasan, Mutmainah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan BRI kepada masyarakat melalui program sosial tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat melalui yayasan kami. Bantuan ini sangat berarti dan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Mutmainah.

Dalam pelaksanaan program tersebut, BRI juga menggandeng Perum Bulog Banyuwangi sebagai vendor pengadaan paket sembako guna memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

BRI terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Rumah Mewah Kepala SMKN 1 Tulungagung Jadi Sorotan, Awak Media Berkali-kali Gagal Temui Kepala Sekolah

TULUNGAGUNG || Jejak-indonesia.id - Upaya awak media untuk menemui Kepala SMKN 1 Tulungagung, yang akrab disapa Bu Ning, kembali menemui jalan buntu. Ironisnya, penolakan itu terjadi justru saat tim media mendatangi kediaman pribadi sang kepala sekolah yang tampak megah dan mewah bak rumah pejabat papan atas.

Saat tiba di lokasi pada Senin sore (25/5/2026), perhatian awak media langsung tertuju pada bangunan rumah yang terlihat baru, besar, dan mencolok. Sebuah mobil bagus juga tampak terparkir di halaman depan rumah tersebut. Warga sekitar menyebut rumah itu milik Kepala SMKN 1 Tulungagung yang baru menjabat sekitar dua tahun terakhir.

Namun suasana mendadak berubah tegang ketika pintu rumah dibuka oleh seorang pria yang kemudian diketahui bernama Nurkozin, suami Bu Ning. Dengan nada dingin dan ekspresi yang dinilai kurang bersahabat, pria tersebut langsung mempertanyakan maksud kedatangan awak media.
“Ya ada apa? Cari siapa?” ucapnya singkat.

Meski awak media telah memperkenalkan diri secara baik-baik dan menjelaskan tujuan kedatangan untuk silaturahmi sekaligus konfirmasi beberapa informasi penting, permintaan bertemu Bu Ning tetap ditolak mentah-mentah.

“Di rumah dia itu istri saya. Saya kepala keluarga, berhak melindungi istri saya,” ujar Nurkozin.

Situasi sempat memanas. Selama kurang lebih delapan menit, awak media mencoba meminta kesempatan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Tulungagung, namun hasilnya nihil. Nurkozin bersikeras agar media menemui Bu Ning di sekolah. Padahal, menurut pengakuan awak media, upaya menemui Bu Ning di sekolah telah dilakukan berkali-kali, namun selalu gagal dengan berbagai alasan.

“Sedang rapat, sedang ada tamu penting, dinas luar, takziah,” begitu alasan yang disebut terus berulang dari pihak penjaga sekolah.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Publik pun mulai menyoroti dugaan adanya upaya menghindari konfirmasi media terkait sejumlah isu sensitif yang belakangan menyeret nama SMKN 1 Tulungagung.

Salah satunya terkait proyek pembangunan gedung Revit senilai Rp2,2 miliar yang disebut-sebut sempat berjalan tanpa kelengkapan dokumen PBG dan SLF. Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai legalitas konsultan proyek dan kualitas bangunan yang dikerjakan.

Jika benar pembangunan dilakukan tanpa izin lengkap, maka hal itu dinilai berpotensi melanggar aturan tata bangunan yang berlaku.

Sorotan semakin tajam setelah SMKN 1 Tulungagung dikunjungi dua pejabat penting Jawa Timur, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aris Agung Paewai pada Kamis (14/5/2026).

Dari informasi yang diperoleh media dari sumber internal yang identitasnya dirahasiakan, disebutkan terjadi insiden teguran keras kepada Bu Ning saat kunjungan berlangsung, diduga berkaitan dengan persoalan keselamatan kerja (safety) di area peternakan sekolah.
Bahkan, menurut sumber tersebut, sempat terlontar ucapan bernada keras yang kini menjadi bahan perbincangan publik.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMKN 1 Tulungagung terkait dugaan persoalan perizinan proyek, penerapan K3, maupun isu teguran keras yang ramai diperbincangkan.

Sikap tertutup pihak sekolah justru semakin memancing pertanyaan publik: ada apa sebenarnya di balik megahnya bangunan dan sulitnya akses konfirmasi terhadap kepala sekolah? (bersambung) ** team H/L