Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

BRI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa dan Penguatan UMKM melalui Program BRI Peduli TJSL di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, BRI menyalurkan bantuan sarana penunjang usaha kepada Kelompok Masyarakat (POKMAS) UMKM Serba Usaha Maju Bersama yang berada di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Bantuan berupa pengadaan barang sarana dan prasarana UMKM dengan total nilai Rp78.550.000 tersebut diserahterimakan pada 1 April 2026 sebagai bagian dari upaya BRI dalam mendukung peningkatan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih produktif dan berdaya saing.

Branch Office Head BRI Banyuwangi, Muh. Rosyid Hudaya, menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat, sehingga perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan agar dapat terus tumbuh dan berkembang.

“BRI berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM. Kami berharap bantuan sarana penunjang usaha ini dapat meningkatkan produktivitas pelaku usaha, memperkuat ekonomi desa, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Muh. Rosyid Hudaya.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar.

Ketua POKMAS UMKM Serba Usaha Maju Bersama, Murtadlo. HR, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan BRI kepada kelompok usaha masyarakat di Desa Pakistaji.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu kelompok UMKM kami untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha sehingga ke depan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ungkap Murtadlo. HR.

Dalam pelaksanaan program tersebut, BRI juga menggandeng vendor lokal, UD. Alra Technik, sebagai mitra pengadaan sarana dan prasarana usaha guna mendukung kelancaran pelaksanaan bantuan.

Melalui program BRI Peduli TJSL, BRI terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata yang tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Mbah Semar Owner Media Online Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M

JEMBER || Jejak-indonesia.id - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi saat penuh makna untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Owner PT Cahaya Pers Group sekaligus Pimpinan Umum Media Online Jejak-indonesia.id, Jejakindonesia.news, pedot.pro, Selamet Solichin yang biasa akrab disapa Mbah Semar, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia dan Khususnya Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa timur.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, serta kelancaran dalam setiap urusan kita. Mari jadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Mbah Semar, Rabu (27/05/2026).

Mbah Semar dikenal sebagai sosok aktif di dunia jurnalistik dan lembaga kemasyarakatan, dan ia juga merupakan Owner sejumlah media online, di antaranya Jejak-Indonesia.id, Jejakindonesia.news, pedot.pro,

Menurutnya, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, namun juga sebagai pengingat pentingnya pengorbanan, ketulusan, dan rasa empati terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Mbah Semar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:

1. Meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan yang berkaca pada esensi ibadah kurban.

2. Memperkuat kepedulian sosial serta semangat saling berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

3. Menjaga rasa persaudaraan, solidaritas, dan persatuan dalam membangun daerah secara bersama-sama.

“Semoga di hari yang penuh berkah ini, kita semua diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

BRI Salurkan 5.000 Paket Sembako Melalui Program BRI Peduli TJSL di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan bantuan 5.000 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Banyuwangi.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui Yayasan Pendidikan Sosial Penyantun Yatim Piatu dan Dhuafa Baitus Sa’adah Bangorejo Banyuwangi pada 12 Maret 2026 dengan total nilai bantuan mencapai Rp500 juta.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok serta mendukung kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Branch Office Head BRI Banyuwangi, Muh. Rosyid Hudaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian BRI kepada masyarakat melalui program TJSL BRI Peduli.

“Melalui program BRI Peduli TJSL ini, BRI berharap bantuan paket sembako dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya,” ujar Muh. Rosyid Hudaya.

Bantuan paket sembako tersebut disalurkan bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Sosial Penyantun Yatim Piatu dan Dhuafa Baitus Sa’adah Bangorejo Banyuwangi yang selama ini aktif bergerak dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Yayasan, Mutmainah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan BRI kepada masyarakat melalui program sosial tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat melalui yayasan kami. Bantuan ini sangat berarti dan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Mutmainah.

Dalam pelaksanaan program tersebut, BRI juga menggandeng Perum Bulog Banyuwangi sebagai vendor pengadaan paket sembako guna memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

BRI terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Rumah Mewah Kepala SMKN 1 Tulungagung Jadi Sorotan, Awak Media Berkali-kali Gagal Temui Kepala Sekolah

TULUNGAGUNG || Jejak-indonesia.id - Upaya awak media untuk menemui Kepala SMKN 1 Tulungagung, yang akrab disapa Bu Ning, kembali menemui jalan buntu. Ironisnya, penolakan itu terjadi justru saat tim media mendatangi kediaman pribadi sang kepala sekolah yang tampak megah dan mewah bak rumah pejabat papan atas.

Saat tiba di lokasi pada Senin sore (25/5/2026), perhatian awak media langsung tertuju pada bangunan rumah yang terlihat baru, besar, dan mencolok. Sebuah mobil bagus juga tampak terparkir di halaman depan rumah tersebut. Warga sekitar menyebut rumah itu milik Kepala SMKN 1 Tulungagung yang baru menjabat sekitar dua tahun terakhir.

Namun suasana mendadak berubah tegang ketika pintu rumah dibuka oleh seorang pria yang kemudian diketahui bernama Nurkozin, suami Bu Ning. Dengan nada dingin dan ekspresi yang dinilai kurang bersahabat, pria tersebut langsung mempertanyakan maksud kedatangan awak media.
“Ya ada apa? Cari siapa?” ucapnya singkat.

Meski awak media telah memperkenalkan diri secara baik-baik dan menjelaskan tujuan kedatangan untuk silaturahmi sekaligus konfirmasi beberapa informasi penting, permintaan bertemu Bu Ning tetap ditolak mentah-mentah.

“Di rumah dia itu istri saya. Saya kepala keluarga, berhak melindungi istri saya,” ujar Nurkozin.

Situasi sempat memanas. Selama kurang lebih delapan menit, awak media mencoba meminta kesempatan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Tulungagung, namun hasilnya nihil. Nurkozin bersikeras agar media menemui Bu Ning di sekolah. Padahal, menurut pengakuan awak media, upaya menemui Bu Ning di sekolah telah dilakukan berkali-kali, namun selalu gagal dengan berbagai alasan.

“Sedang rapat, sedang ada tamu penting, dinas luar, takziah,” begitu alasan yang disebut terus berulang dari pihak penjaga sekolah.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Publik pun mulai menyoroti dugaan adanya upaya menghindari konfirmasi media terkait sejumlah isu sensitif yang belakangan menyeret nama SMKN 1 Tulungagung.

Salah satunya terkait proyek pembangunan gedung Revit senilai Rp2,2 miliar yang disebut-sebut sempat berjalan tanpa kelengkapan dokumen PBG dan SLF. Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai legalitas konsultan proyek dan kualitas bangunan yang dikerjakan.

Jika benar pembangunan dilakukan tanpa izin lengkap, maka hal itu dinilai berpotensi melanggar aturan tata bangunan yang berlaku.

Sorotan semakin tajam setelah SMKN 1 Tulungagung dikunjungi dua pejabat penting Jawa Timur, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aris Agung Paewai pada Kamis (14/5/2026).

Dari informasi yang diperoleh media dari sumber internal yang identitasnya dirahasiakan, disebutkan terjadi insiden teguran keras kepada Bu Ning saat kunjungan berlangsung, diduga berkaitan dengan persoalan keselamatan kerja (safety) di area peternakan sekolah.
Bahkan, menurut sumber tersebut, sempat terlontar ucapan bernada keras yang kini menjadi bahan perbincangan publik.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMKN 1 Tulungagung terkait dugaan persoalan perizinan proyek, penerapan K3, maupun isu teguran keras yang ramai diperbincangkan.

Sikap tertutup pihak sekolah justru semakin memancing pertanyaan publik: ada apa sebenarnya di balik megahnya bangunan dan sulitnya akses konfirmasi terhadap kepala sekolah? (bersambung) ** team H/L

Komandan Cobra yang Ditakuti Begal, Kini Masuk 3 Besar Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Tujuh tahun berlalu, Jabatan sudah berganti, kota sudah ditinggalkan. Tapi nama Arsal Sahban ternyata tidak ikut pergi dari ingatan warga Lumajang.

Itulah yang membuat Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H. terkejut ketika namanya muncul sebagai salah satu kandidat Hoegeng Awards 2026 bukan karena diusulkan institusinya, tapi karena warga Lumajang dari berbagai penjuru, secara sukarela, mencalonkan mantan Kapolres mereka yang sudah lama pergi itu.

Kini, Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 resmi menetapkan Arsal Sahban sebagai satu dari tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas kategori yang oleh para juri sendiri disebut sebagai yang paling sulit, paling berlapis verifikasinya, dan paling bergengsi dalam ajang ini.

Kategori Paling Sulit, Standar Paling Tinggi tidak semua kategori dalam Hoegeng Awards diperlakukan sama. Seperti dilansir detik.com, para Dewan Pakar secara terbuka mengakui bahwa menentukan Polisi Berintegritas adalah proses yang paling rumit dibandingkan kategori llainnya

Rujukan utama ajang ini adalah sosok Jenderal Hoegeng Iman Santoso tokoh polisi yang dikenang sepanjang masa karena kesederhanaan dan integritasnya yang tak tergoyahkan.

Para juri sepakat: menilai seorang polisi berintegritas tidak bisa hanya bersandar pada satu atau dua peristiwa. Rekam jejak harus ditelusuri secara menyeluruh dan berlapis mulai dari kewajaran laporan keuangan LHKPN, ada tidaknya konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas, gaya hidup, hingga konfirmasi silang dari berbagai sumber independen. Kategori ini, menurut para juri, akan menjadi wajah utama Polri di hadapan masyarakat.

(pernyataan dewan pakar) :
Dr. Habiburokhman, S.H., M.H. Ketua Komisi III DPR RI menyampaikan:
“Kita harus baca benar sampai ke catatan LHKPN-nya wajar atau tidak, ada conflict of interest atau tidak. Karena masing-masing kalau prestasi terkait integritas ada, tapi kita nggak bisa sebagian saja menilai seseorang itu yang paling rumit.”
Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia mengatakan:

“Integritas itu standarnya sangat tinggi. Ada hal-hal yang tidak bisa kita negosiasi, misalnya rekam jejak. Sosoknya benar-benar harus memastikan mereka bersih, jujur, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik Polri.

Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M. Mantan Plt. Pimpinan KPK menyampaikan “Dewan Pakar memasang standar tinggi untuk kategori Polisi Berintegritas. Saya pikir ini yang sedang ditunggu oleh publik siapa sebetulnya yang benar-benar berintegritas itu.”

Gufron Mabruri Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 mengatakan “Untuk memastikan penerima kategori Polisi Berintegritas memang betul-betul polisi yang berintegritas, perlu dilakukan pengecekan secara berlapis untuk memastikan integritasnya terjamin.

Putu Elvina, S.Psi., MM Wakil Ketua Komnas HAM menjelaskan “Proses ini checks and balances crosscheck dengan berbagai institusi, lifestyle, laporan keuangan, dimintakan dari berbagai sumber untuk bisa mengkonfirmasi dan mengklarifikasi. Ini memakan waktu lama, tapi itulah yang membuat hasilnya bisa dipertanggung jawabkan.”

Dengan standar sepresisi itu, lolosnya Arsal Sahban ke tiga besar bukan sekadar pencapaian administratif. Ini adalah pernyataan bahwa rekam jejaknya telah melewati penyaringan yang tidak mudah.

Lumajang yang Dulu Dikenal Kota Begal
November 2018. Kombes Pol. M. Arsal Sahban tiba di Lumajang sebagai Kapolres baru. Lumajang kala itu sudah terlanjur dikenal luas di Jawa Timur sebagai “kota begal.

” Angka kriminalitas tinggi, kepercayaan masyarakat pada aparat rendah, dan ketakutan berkendara malam hari sudah menjadi bagian keseharian warga.

Arsal bergerak cepat. Ia membentuk unit khusus yang ia beri nama Tim Cobra fokus pada tiga masalah utama: begal, pencurian sapi, dan tambang pasir ilegal. Tidak lama, nama Tim Cobra menjadi momok bagi para pelaku kejahatan di seluruh kabupaten.

Dani, warga Lumajang bagian selatan mengatakan: “Masalah begal ditindak langsung beneran. Orang luar kalau dengar Lumajang, dengarnya ya kota begal. itu langsung menurun datanya.” ujarnya.

Arsal pernah secara terbuka menyatakan siap menghadiahkan gaji satu bulannya bagi siapa pun yang membantu menangkap begal atau maling sapi. Janji itu ia tepati ketika seorang warga desa berhasil menggagalkan pencurian sapi milik tetangganya.

Saat ada laporan kehilangan sapi, ia tidak menunggu siang pagi-pagi buta, anggota Satreskrim sudah menyisir kebun tebu dengan drone, dipimpin langsung oleh Arsal Sahban.

Data berbicara lebih keras dari kata-kata. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah Polres Jawa Timur, angka kriminalitas Kabupaten Lumajang mencatat titik terendahnya tepat di tahun 2019 - saat Arsal menjabat. Dan ketika ia pergi, angka itu merangkak naik, lalu melonjak drastis.

Rata-rata sebelum menjabat (2016–2018): 525 kasus/tahun. Saat Arsal menjabat (2019): 312 kasus Penyelesaian kasus: 88,46% Setelah pindah tugas (2022): 1.378 kasus
• Naik 341% dibanding 2019
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS) Jumlah Kejahatan yang Dilaporkan Kepolisian Resort Wilayah Jawa Timur, 2016 - 2022. Kabupaten Lumajang.

Menolak Dua Koper
Di balik ketegasan itu, ada sesuatu yang lebih menentukan: integritas yang tidak bisa dibeli.

Hasran mantan Katim Cobra dan juga kasat Reskrim lumajang saat itu, yang kini berprofesi sebagai pengacara dan memberi nama firma hukumnya Hasran Cobra dan Partners sebagai kebanggaan atas warisan Tim Cobra memberikan kesaksian

“Bapak Arsal dikenal oleh masyarakat sebagai Komandan Cobra. Sepak terjangnya luar biasa dan tidak pandang bulu. Beberapa kali ada yang menawarkan sesuatu untuk melancarkan kasus, tapi saat saya sampaikan ke beliau, beliau tolak. Bahkan pernah ada yang tawarkan sampai dua koper. Kalau masalah integritas, tidak diragukan lagi.” Ujar hasran Cobra.

Dosen Lektor, Pemikir Strategis, dan Jembatan ke Dunia di luar tugasnya sebagai perwira aktif, Arsal Sahban menjalani kehidupan akademik yang serius. Ia adalah dosen tetap STIK-PTIK dengan pangkat akademik Lektor gelar yang diakui dan dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ini bukan sekadar jabatan fungsional internal; ini pengakuan negara atas kapasitas keilmuannya.
Sebagai akademisi, ia tidak berhenti belajar. Pada Desember 2025, Arsal Sahban menyelesaikan pendidikan kepemimpinan tertinggi Polri di Sespimti bukan sebagai pengajar, melainkan sebagai peserta didik. Dan hasilnya luar biasa.

NASKAH STRATEGIS (NASTRAP) TERBAIK SESPIMTI POLRI DIKREG 34 GELOMBANG 2, 17 DESEMBER 2025
“Ancaman Baru di Balik Blockchain: Strategi Polri dalam Memitigasi Cyber Dependent Financial Crime demi Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional” Meraih predikat lulusan terbaik bidang Sanyata Sumanasa Wira Aksara (Novelty). Penghargaan diserahkan langsung oleh Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Prof. Chryshnanda Dwilaksana.

NASTRAP itu dinilai menghadirkan gagasan yang belum pernah diangkat sebelumnya: bagaimana kejahatan keuangan kini telah berevolusi menjadi cyber dependent financial crime bergerak melampaui batas yurisdiksi, anonim, dan nyaris tanpa jejak melalui teknologi blockchain.

Arsal merumuskan 10 strategi komprehensif dalam tiga tahap, mulai dari penetapan SOP nasional barang bukti kripto dan sertifikasi internasional, hingga penguatan kapasitas kelembagaan Polri menghadapi ancaman keuangan digital lintas negara.

Arsal Sahban menyampaikan,“Kejahatan berbasis blockchain ini bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan ancaman langsung terhadap sistem keuangan negara. Karakternya anonim dan bergerak sangat cepat.” ujar arsal.

Peran Arsal sebagai jembatan antara Polri dan dunia internasional juga nyata dalam jalur lain. Ia memfasilitasi kerja sama antara STIK-PTIK dengan Northern Illinois University (NIU), salah satu universitas negeri terkemuka Amerika Serikat yang masuk kategori Tier 1 global mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum berstandar internasional, hingga studi banding ke lembaga seperti FBI dan CIA.

Eric Jones, Ph.D., Executive Director of Global Initiatives, Northern Illinois University (NIU), Chicago, Amerika Serikat mengatakan: “Kedepannya akan ada kerjasama dalam bidang akademik dengan mengirim mahasiswa dan dosen untuk belajar di NIU. Kami dari NIU juga bisa mengirimkan mahasiswa atau dosen kami untuk belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia selain itu juga bisa kerjasama dalam penulisan jurnal internasional.” Ujar eric.

Di luar STIK-PTIK, Arsal juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Lasharan Jaya di Makassar, yang menaungi STIMLASH kampus dengan program S1 dan S2 Manajemen yang turut menjalin kerja sama akademik dengan NIU.

Dari Komandan Cobra ke Ketua RT
Yang mungkin paling mencerminkan karakter asli Arsal Sahban bukan pangkatnya, bukan penghargaannya melainkan sebuah fakta sederhana: selama lebih dari 15 tahun, ia menjabat sebagai Ketua RT di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Dan pada Oktober 2024, ketika pemilihan ulang digelar, warga kembali memilihnya secara aklamasi tanpa debat, tanpa kandidat lain.

Sunaryo, Ketua RW 02 Tanjung Duren, Jakarta Barat mengatakan: “Pak Arsal ini sosok yang rajin menyapa warga, rajin memeriksa kebersihan got dan lingkungan. Koordinasi dengan beliau juga simpel kalau tidak bertemu di pos satpam, kami berkomunikasi lewat WhatsApp.” ujarnya.

Tujuh Tahun, Lumajang Masih Ingat
Di media sosial, fenomena itu terlihat nyata. Setiap unggahan Arsal yang berkaitan dengan Lumajang riuh dikomentari warganya meminta ia kembali, mendoakan kesehatannya, berharap ia tetap bbersahaja

Satu video di TikToknya ditonton lebih dari 500 ribu kali dengan hampir seribu komentar, hampir semuanya dari warga Lumajang. Bahkan di tengah maraknya kasus begal yang kembali meresahkan Lumajang belakangan ini, nama Arsal Sahban kembali ramai disebut dan dibagikan warga di media sosial - sebagai ekspresi rindu, sekaligus harapan yang belum padam.

Arsal sendiri merespons semua pencapaian ini dengan rendah hati: “Saya bersyukur dan berterima kasih, terutama kepada masyarakat Lumajang. Jujur, saya tidak pernah menargetkan ini. Saya tidak terobsesi sebagai pemenang. Yang paling berharga bagi saya, masyarakat Lumajang masih mengingat dan mempercayai saya. bahkan mengusulkan saya. walau sudah tujuh tahun lalu saya meninggalkan Lumajang. Bagi saya, semua yang ada di tiga besar ini adalah putra terbaik Polri.”
Ujar Arsal.

3 BESAR KANDIDAT POLISI BERINTEGRITAS HOEGENG AWARDS 2026

1. Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H.
Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri · mantan Kapolres Lumajang 2018 -2019

2. Kombes Norul Hidayat
Kepala SPN Polda Bangka Belitung.

3. Kombes Yimmy Kurniawan Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri mantan Kapolres Salatiga

Tim Juri atau Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 adalah:
• Dr. Habiburokhman, S.H., M.H. (Ketua Komisi III DPR RI) Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi (Gusdurian) Putu Elvina, S.Psi., MM (Wakil Ketua Komnas HAM) Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M. (mantan Plt. Pimpinan KPK) Gufron Mabruri (Anggota Kompolnas).

(Bagus)