Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Heboh..! Suami Bunuh Istri Sendiri di Kelurahan Panderejo Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sebuah kasus tragis terjadi di Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Seorang perempuan ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Peristiwa memilukan ini melibatkan pasangan suami istri ( pasutri ) yang sebelumnya dikenal sebagai warga setempat.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kediamannya pada hari senin 20 Oktober 2025. Berdasarkan informasi sementara dari pihak kepolisian, pelaku yang tak lain adalah suami korban telah menyerahkan diri dan sudah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Banyuwangi atau pihak kepolisian setempat membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa motif pembunuhan masih dalam tahap pengembangan penyidikan. Tim Inafis dan Unit Reskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti dan memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian Banyuwangi, dan hasil penyelidikan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait motif sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Tim Wasev TNI Tinjau Lokasi TMMD Ke-126 Kodim 0601/Pandeglang di Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari

PANDEGLANG || jejakindonesia.id — Dalam rangka memastikan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun 2025 berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI yang dipimpin oleh Mayjen TNI Dr. Alvis Anwar, M.Tr.(Han). CGCAE, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0601/Pandeglang, tepatnya di Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan tersebut diawali dengan paparan yang disampaikan oleh Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., yang menjelaskan tentang progres pelaksanaan kegiatan TMMD ke-126, baik dari aspek fisik maupun nonfisik. Program TMMD kali ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di wilayah pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting di jajaran TNI dan pemerintah daerah, antara lain:

1. Kolonel Inf Djohan Darmawan, Kasrem 064/MY beserta rombongan
2. Letkol Inf Giwantara Prasetya Putra, S.E., Pabandya Wamwil Sterdam III/SLW
3. Drs. Doni Hermawan, Asisten Daerah I Kabupaten Pandeglang
4. Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., Dandim 0601/Pandeglang
5. AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si. Kapolres Pandeglang
6. Jajaran SKPD Kabupaten Pandeglang
7. Para tamu undangan lainnya

Dalam arahannya, Mayjen TNI Dr. Alvis Anwar menegaskan bahwa kegiatan TMMD merupakan salah satu wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melaksanakan program TMMD ini.

“TMMD bukan hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat terus meningkat,” ujar Mayjen TNI Dr. Alvis Anwar dalam sambutannya.

Setelah kegiatan paparan dan ramah tamah, Tim Wasev bersama rombongan melanjutkan agenda peninjauan langsung ke beberapa lokasi sasaran TMMD ke-126, meliputi:

1. Posko TMMD
2. Lokasi penyuluhan di Balai Desa Cikentrung
3. Pembangunan sumur bor
4. Perehaban musholla
5. Perehaban rumah tidak layak huni (RTLH)
6. Pembukaan dan pengerasan jalan desa

Selama peninjauan, Tim Wasev meninjau progres pekerjaan di lapangan, berinteraksi dengan warga, serta memberikan masukan agar pelaksanaan TMMD dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Tim Wasev menjadi motivasi bagi seluruh personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat untuk terus menjaga semangat kerja sama dan gotong royong demi kemajuan Desa Cikentrung dan sekitarnya.

Sumber: Pendim 0601 Pandeglang

APBD Penggerak Pertumbuhan Ekonomi, Kemendagri Pantau Realisasi di Daerah

JAKARTA || jejakindonesia.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan pemantauan terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di seluruh daerah. Langkah ini penting karena belanja pemerintah merupakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, selain kontribusi dari sektor swasta.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Pengarahan Menteri Keuangan terkait percepatan realisasi belanja untuk pertumbuhan ekonomi. Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa melompat kalau dua mesin bergerak, yaitu mesin swasta serta mesin pemerintahan. Mesin pemerintahan di antaranya adalah realisasi belanja yang harus dioptimalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, belanja pemerintah daerah (Pemda) tidak hanya meningkatkan peredaran uang di masyarakat, tetapi juga menstimulasi sektor swasta agar lebih hidup. Karena itu, Kemendagri selaku pembina dan pengawas jalannya pemerintahan daerah melakukan langkah pengawasan. “Kami lakukan monitoring terus-menerus setiap bulan baik pendapatan maupun belanja,” jelasnya.

Mendagri mengungkapkan, pada tahun 2024, realisasi pendapatan daerah secara nasional mencapai 97,29 persen, sementara realisasi belanja berada di angka 91,72 persen. Sedangkan realisasi pendapatan hingga 30 September 2025 tercatat sebanyak 70,27 persen, dan realisasi belanjanya menyentuh angka 56,07 persen.

Ia menyoroti adanya ketimpangan antara provinsi, kabupaten, dan kota dalam mengelola APBD hingga 17 Oktober 2025. Misalnya dalam aspek pendapatan, beberapa kabupaten dan kota tercatat berprestasi. Kabupaten Sumbawa Barat, misalnya, angka pendapatannya mencapai 109,56 persen, dan Kabupaten Tanah Laut 96,61 persen. Kendati demikian, masih ada sejumlah daerah yang realisasi pendapatannya di bawah 50 persen. Begitu pula dalam hal realisasi belanja, capaian masing-masing daerah masih beragam.

Mendagri menegaskan, percepatan realisasi belanja daerah menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. “Rata-rata pertumbuhan ekonominya baik kalau pendapatan tinggi, belanjanya tinggi. Tapi kalau pendapatannya tinggi, belanjanya rendah, pertumbuhan ekonominya relatif juga kurang,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan hasil agregat dari kerja seluruh Pemda dan pemerintah pusat. Karena itu, ia meminta para kepala daerah menjaga agar pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing berada di atas rata-rata nasional.

Di lain sisi, Mendagri juga memaparkan adanya uang yang tersimpan di rekening kas daerah. Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor penyebab lambatnya realisasi belanja daerah, mulai dari proses lelang yang tertunda, sistem e-Katalog yang belum optimal, hingga pergantian kepala dinas yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan. Beberapa daerah juga menahan pembayaran hingga akhir tahun atau menunggu penyelesaian administrasi proyek.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Pemda agar bijak dalam mengelola anggaran. Ia mengingatkan Pemda untuk memanfaatkan anggaran guna membantu perekonomian di daerah. Anggaran yang disimpan hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan rutin. “Uang itu harus kerja, bantu ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia meminta Pemda mengakselerasi belanja produktif dan tidak menunggu realisasi di akhir tahun. Pemda juga diimbau menjaga tata kelola dan integritas kepercayaan publik maupun investor. “Sekali hilang [kepercayaannya], membangunnya butuh waktu lama,” jelasnya.

Sebagai informasi, rapat tersebut turut dihadiri secara virtual oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta para gubernur, bupati, dan wali kota.

Puspen Kemendagri

Kapolsek Sunggal “Jauhi Yang Tidak Bermanfaat, Bangun Motivasi Diri Yang Positive

MEDAN || jejakindonesia.id – Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gumanti Hutabarat.S.H,M.H, bertindak sebagai pembina upacara di SMK Negeri 9 jln Patroit No.20 kelurahan Lalang kecamatan Medan Sunggal, dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sunggal didampingi oleh Kanit Binmasnya Iptu Rudi Salam Tarigan.S.H dan anggota Binmas Aipda Sandro.Senin (20/10)

Dalam amanatnya, Kapolsek Sunggal menyampaikan sejumlah pesan - pesan penting kepada para siswa/i SMK Negeri 9 Medan, Ia menekankan pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari, jauhi yang tidak bermanfaat, bangun motivasi diri yang positive, termasuk saat berkendara. “Gunakan kendaraan bermotor dengan penuh tanggung jawab. Pakailah helm, jangan kebut-kebutan, jangan melawan arus, dan yang belum cukup umur jangan memaksakan diri mengendarai motor. Keselamatan kalian jauh lebih berharga dari segalanya,” tegasnya.

Selain itu, Kapolsek Sunggal juga mengingatkan para siswa/i agar bijak menggunakan teknologi. “Handphone bisa menjadi sarana belajar dan mencari ilmu, tapi jangan biarkan HP menguasai kalian dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Sunggal Bambang Gumanti Hutabarat juga berpesan keras agar generasi muda menjauhi narkoba dan terlibat dengan kelompok - kelompok gank motor “Sekali mencoba narkoba, masa depan bisa hancur. Katakan tidak pada narkoba,” serunya di hadapan para siswa/i

Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda. Ia menekankan bahwa kerja sama antara sekolah, masyarakat, dan kepolisian sangat penting untuk membangun kepercayaan dan menumbuhkan kedisiplinan sejak dini".pungkasnya

Satpol PP Kabupaten Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Kali Ulu

JAKARTA BEKASI — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi melakukan penertiban terhadap bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Ulu, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Senin (20/10/2025).
Penertiban dilakukan mulai dari depan Perumahan Central Park hingga kawasan Perumahan Puri Nirwana Residence.

Sejumlah warga yang tinggal di lokasi tersebut menyampaikan protes atas pembongkaran itu. Mereka mengaku digusur tanpa diberikan ganti rugi dan meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib mereka setelah kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, sebagian pihak menilai langkah Satpol PP dan pemerintah daerah sudah tepat. Pasalnya, lahan yang ditempati bangunan liar tersebut merupakan tanah milik pengairan, dan pembongkaran dilakukan dalam rangka rencana pelebaran saluran Kali Ulu guna mengantisipasi potensi banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.

Satpol PP Kabupaten Bekasi menyebut bahwa penertiban dilakukan sesuai prosedur dan telah melalui tahap sosialisasi kepada warga sebelumnya.
“Penertiban ini untuk kepentingan bersama. Kawasan tersebut akan difungsikan kembali sebagai jalur pengairan agar tidak terjadi penyumbatan dan banjir saat musim hujan,” Tukasnya.

Diketahui, wilayah Cikarang Utara termasuk salah satu daerah yang kerap terdampak banjir akibat pendangkalan saluran air dan penyempitan aliran kali yang disebabkan oleh bangunan liar di sepanjang bantaran sungai.

Penulis: Haris Pranatha