Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Aksi Cepat Pamapta Polres Jakbar Atur Lalin Truk Pecah Ban di Fly Over Pesing

JAKARTA || jejakindonesia.id — Di tengah suasana pagi yang masih lengang, Piket Pamapta Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan kepedulian dan tanggap darurat di jalan raya.

Pada Senin (20/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB, sebuah truk fuso B 9928 NM mengalami pecah ban saat melintas di Fly Over Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kejadian tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan, mengingat lokasi berada di jalur fly over Pesing

Mendapat laporan dari warga, Ipda Michael T.P. Simbolon bersama personel Samapta Polres Metro Jakarta Barat segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan.

Dengan sigap, petugas membantu pengemudi truk dan melakukan pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan aman dan lancar.

“Kendaraan truk mengalami pecah ban, sehingga untuk mengantisipasi kemacetan di atas fly over Pesing, kami menutup sementara jalur dan mengalihkan kendaraan ke jalan bawah,” jelas Ipda Michael T.P. Simbolon, Senin, 20/10/2025.

Upaya cepat dan tanggap dari personel di lapangan ini berhasil mencegah kemacetan panjang serta memastikan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Aksi sederhana namun penuh makna ini menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk melayani dan membantu masyarakat di setiap situasi.

Kehadiran anggota Pamapta dan Samapta Polres Metro Jakarta Barat di pagi hari itu menjadi bukti nyata semangat Polri Presisi sigap, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Kemendagri Raih Predikat ‘Sangat Memuaskan’ dalam Pengawasan Kearsipan Tahun 2024

JAKARTA || jejakindonesia.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih predikat “Sangat Memuaskan” atau kategori AA dengan nilai 90,24 dalam pengawasan kearsipan tahun 2024. Penilaian ini diberikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berdasarkan hasil pengawasan kearsipan yang dilakukan terhadap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (Pemda). Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan nasional atas kinerja Kemendagri dalam penyelenggaraan kearsipan yang tertib, profesional, dan sesuai standar.

Adapun piagam penghargaan diterima oleh Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Anwar Harun Damanik, mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, pada acara “Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024” di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, Kantor ANRI, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Anwar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan ANRI, serta menegaskan komitmen Kemendagri untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Kementerian Dalam Negeri dalam pengelolaan arsip yang tertib, profesional, dan sesuai dengan standar nasional,” ujarnya.

Anwar menambahkan, penghargaan ini menjadi dorongan bagi Kemendagri untuk terus memperkuat sistem pengelolaan arsip secara profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kemendagri.

Selain itu, capaian ini juga menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan kearsipan di seluruh unit kerja internal, sekaligus mendorong Pemda untuk mengimplementasikan tata kelola arsip yang baik dan akuntabel. Sebagai langkah konkret, Kemendagri akan mempererat sinergi dengan ANRI dalam pembinaan dan penyelamatan arsip pemerintahan, termasuk arsip statis strategis di tingkat pusat maupun daerah.

Sebagai informasi, acara tersebut dihadiri oleh Kepala ANRI Mego Pinandito, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, serta perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga dan Pemda. Selain itu, hadir pula para arsiparis dari instansi pusat dan daerah.

Puspen Kemendagri

Mendagri Minta Pemda Optimalkan Tujuh Kanal Penyaluran Beras SPHP

JAKARTA || jejakindonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mengoptimalkan tujuh kanal penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan potensi kenaikan harga beras di daerah. Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Harga Beras di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (20/10/2025).

Mendagri menjelaskan, tujuh kanal penyaluran beras SPHP tersebut meliputi pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, outlet pangan binaan dan Gerakan Pasar Murah (GPM) Pemda, outlet Badan Usaha Milik Negara (BUMN), outlet instansi pemerintahan, Rumah Pangan Kita (RPK) Perum Bulog, serta swalayan atau toko modern. Ia menekankan pentingnya peran Pemda dalam menjaga suplai dan harga beras di lapangan melalui jalur distribusi yang sudah disiapkan.

“[Pemda] operasi rutinlah. Operasi yang dikerjakan tetap mengeluarkan beras SPHP melalui tujuh jalur yang sudah ditetapkan oleh Bapak Mentan, Pak Menko Pangan, Pak [Dirut] Bulog, pengecer pasar rakyat. Dan tadi Pak Kapolri sudah menyampaikan salah satu usulan kepada Pemda untuk menggiatkan kepala pasar-kepala pasarnya,” katanya.

Lebih lanjut, Mendagri meminta Pemda yang memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan serta program GPM agar terus mengoptimalkan perannya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan BUMN pangan seperti ID Food dan instansi pemerintah yang memiliki jaringan distribusi kuat, seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan. Selain itu, promosi beras SPHP oleh Perum Bulog serta jalur distribusi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan ritel modern juga harus dimaksimalkan untuk mempercepat penyaluran beras SPHP ke masyarakat.

“Nah, kemudian juga dilakukan operasi khusus. Operasi khusus ini dilakukan dengan prioritas di daerah yang katakanlah di atas 1 persen kenaikannya. Kami kalau lihat dari data itu enggak banyak sebetulnya jumlah daerah-daerah yang [kenaikannya] di atas 1 persen itu, hanya 16 [daerah] saja,” ujarnya.

Selain membahas stabilisasi beras, Mendagri juga menyinggung perkembangan inflasi nasional. Ia menyampaikan bahwa inflasi Indonesia secara year-on-year (YoY) September 2025 dibanding September 2024 tercatat sebesar 2,65 persen. Angka ini dinilai cukup baik dari sisi produsen maupun konsumen. Dua penyumbang utama inflasi adalah sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta sektor makanan, minuman, dan tembakau. Adapun komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di antaranya emas perhiasan.

“Harga emas naik 40 persen saat ini, tertinggi dalam sejarah, sehingga akhirnya mendongkrak semua, seluruh negara juga karena harganya naik, otomatis banyak yang beli emas, termasuk di Indonesia,” tambahnya.

Untuk kelompok makanan, Mendagri menyoroti beberapa komoditas yang perlu diwaspadai, seperti cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Adapun harga beras secara umum masih terkendali, namun tetap membutuhkan perhatian khusus di daerah-daerah yang mencatat kenaikan di atas 2 persen.

“Yang perlu kita waspadai adalah harga-harga [beras]-nya mungkin di atas 2 persen lah. Nah, kalau di atas 2 persen, jadi hanya 8 kabupaten, [terdiri dari] Intan Jaya, Barito Timur, Pulang Pisau, Bima, Puncak Jaya, Tangerang, Sukabumi, Sumba Tengah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Hadir secara langsung antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta para kepala daerah di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini secara daring.

Puspen Kemendagri

Banyuwangi Gelar Kompetisi Ijen Marching Festival III 2025, Diikuti Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Banyuwangi kembali menggelar kompetisi marching band bertajuk Ijen Marching Festival (IMF) III 2025 yang berlangsung Sabtu-Minggu, 18 -19 Oktober 2025. Ribuan peserta marching band dari berbagai daerah saling berkompetisi menampilkan atraksi dan kemampuan marching band terbaiknya di event ini.

IMF kali ini diikuti 1520 atlet marching band dari 3 provinsi dan 7 kabupaten. Ketiga provinsi tersebut yakni Provinsi Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Timur. Sedangkan kabupaten/kota yang turut ambil bagian di antaranya Banyuwangi, Jember, Situbondo, Surabaya, Malang, Jembrana (Bali) dan Bontang (Kaltim).

Sebagai pembuka IMF III 2025 dilaksanakan Kirab Night Street Parade, yang berlangsung Sabtu malam (18/10/2025) di depan Kantor Pemkab Banyuwangi jalan A. Yani. Kirab ini menampilkan puluhan tim marching band Banyuwangi dari tingkat SD hingga SMA. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka langsung kegiatan tersebut.

“Marching band merupakan salah satu cabang olahraga yang dinaungi KONI, maka pemerintah daerah akan terus mensupport kompetisi ini sebagai wadah anak-anak Banyuwangi untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuannya,” kata Ipuk saat memberikan sambutannya.

“Kompetisi ini bukan hanya sekedar lomba, tapi juga menjadi momen membangun kolaborasi, kerjasama dan memperkuat jejaring antar daerah bagi para atlet,” imbuh Ipuk.

Pada kesempatan tersebut Ipuk memberikan apresiasi kepada segenap panitia yang menggelar kompetisi IMF secara konsisten tiap tahun. Kegiatan ini turut memberikan multiplier effect pada geliat ekonomi dan pariwisata daerah.

“Pesertanya ribuan, semua pakai kostum yang keren-keren, pasti menjadi rezeki bagi penjahit lokal. Make up-nya juga keren-keren, make up artist (MUA)-nya juga kecipratan rejeki. Belum lagi peserta dari luar kota akan menginap dan berbelanja di Banyuwangi, juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” pujinya.

Ketua Panitia IMF III, Hendra Agusti Wijaya mengatakan IMF merupakan kompetisi marching band terbesar yang digelar oleh Banyuwangi. Kali ini diikuti tim peserta dari 3 provinsi dan 7 kabupaten. Ketiga provinsi tersebut yakni Provinsi Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Timur. Sedangkan kabupaten/kota yang turut ambil bagian di antaranya Banyuwangi, Jember, Situbondo, Surabaya, Malang, Jembrana (Bali) dan Bontang (Kaltim).

“Jumlah atlet yang terlibat sejumlah 1520 orang. Sedangkan untuk kategori lombanya terdiri atas night street parade, marching show, concert show, guard contest (GC), drum battle dan individual contest (field commander, drum mayor, color guard, brass). Semuanya di pusatkan di GOR Tawangalaun,” jelasnya.

Sementara itu pada parade Kirab Night Street Parade beberapa grup peserta tampak menarik perhatian penonton karena penampilannya yang unik dan tak biasa. Seperti Marching Band Gita Eka Pertiwi dari SDN 1 Bumiharjo, Glenmore. Mereka membawakan tema Halloween. Tidak hanya didukung kostum dan asesoris namun aransemen musik yang dibawakan juga bernuansa seram.

Ada pula penampilan dari SMPN 1 Jember yang memainkan lagu yang jenaka. Diiringi aksi koreografi yang kocak dan menawan, dan kostum biru yang atraktif membuat penonton tak henti memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan.

“Seru banget. Semuanya keren-keren dan menginspirasi. Setuju sekali kalau bisa diselenggarakan setiap tahun seperti ini,” ujar Nida Usfiya, salah seorang penonton.

Kirab Night Street Parade turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkopimda). Antara lain Wakil Bupati Mujiono, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Moh. Puji Santoso, dan Wakapolres AKBP Teguh Priyo Wasono.

Akad Massal KPR Subsidi Bersama BTN-Developer, Bupati Ipuk: Kolaborasi Sukseskan Program Presiden

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Mendukung program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) oleh Presiden Prabowo, sejumlah stake holder di Banyuwangi gencar mereliasasikan program tersebut.

Bank BTN bersama pengembang perumahan (developer) menggelar akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, Minggu (19/10/2025) dan disaksikan langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

Acara ini berlangsung di area Community & Food Day (CFD) Jalan A. Yani depan Kantor Pemkab Banyuwangi, diikuti 37 penerima KPR subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Akad massal tersebut merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Program MBR ini adalah program Bapak Presiden. Maka kita perlu dukung dan kolaborasi bersama agar bisa menyukseskan kegiatan ini,” ujar Ipuk.

Ipuk berharap Bank BTN bersama para pengembang terus memperluas kolaborasi agar masyarakat Banyuwangi semakin mudah memiliki rumah layak huni dengan cicilan ringan.

“Semoga Bank BTN terus dapat memfasilitasi program ini. Sehingga, semakin banyak masyarakat Banyuwangi yang mendapatkan atau memiliki rumah layak huni dengan angsuran yang ringan dan juga mudah,” jelasnya.

Branch Manager BTN Cabang Banyuwangi, Ginanjar Fahmi Pratama menyampaikan, penyaluran KPR FLPP BTN selama 2025 di Banyuwangi mencapai 800 unit rumah dengan target di atas 1.000 unit tahun ini, dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

"Sebagai penyalur utama KPR subsidi, BTN berkomitmen terus melayani masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk sektor informal," ujar Anjar sapaan akrabnya.

Melalui sinergi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah, BTN optimis target Presiden Prabowo membangun 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dapat terwujud. "Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim Komisariat Banyuwangi, Rindar Suhardiansyah, menilai sektor properti di Banyuwangi tumbuh pesat.

Pertumbuhan tersebut, katanya, berdampak positif karena sektor properti mampu menggerakkan lebih dari 80 sektor turunan, mulai konstruksi hingga industri furnitur rumah tangga.

“Program KPR bersubsidi ini sangat membantu. Bunganya hanya lima persen dan kuotanya nasional mencapai lebih dari 200 ribu unit,” jelas Rindar.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Korwil Banyuwangi, Fajar Susanto, menambahkan program BTN sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya kesulitan memiliki rumah sendiri.

“Alhamdulillah, fasilitas pembelian rumah KPR-MBR kini makin terbuka luas. Ini sangat membantu warga kelas bawah,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan, anggota Apersi tersebar dari utara hingga selatan Banyuwangi dan mampu menjual hingga seratus unit rumah per bulan.

“Dalam setahun bisa mencapai 500 hingga 1000 unit rumah. Terimakasih pemerintah daerah yang terus mempermudah proses perizinan, sehingga pembangunan makin lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Bimantara (29), warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, mengaku senang mengikuti program ini dan baru saja menyelesaikan akad di komplek perumahan Cemara Sari Residence.

“Prosesnya cepat dan mudah, tidak berbelit-belit. Cicilan juga terjangkau, sekitar satu jutaan per bulan,” ujar Bimantara.

Baginya, memiliki rumah menjadi langkah awal menata masa depan. “Program ini membantu harapan masyarakat berpenghasilan rendah untuk punya rumah sendiri. Meskipun mencicil, tapi masih terjangkau,” tambahnya