Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Baharkam Polri Kerahkan K-9 Jaga Keamanan Perayaan Tahun Baru di HI

JAKARTA || jejakindonesia.id — Korps Sabhara mengerahkan satuan K-9 untuk memperkuat pengamanan malam pergantian Tahun Baru di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (31/12/2025) malam. Pengamanan dilakukan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di tengah tingginya aktivitas masyarakat.

Kanit K-9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri IPTU M. Yunus mengatakan, pihaknya menurunkan 10 ekor K-9 dengan total 40 personel dalam pengamanan tersebut.

“Untuk malam ini, K-9 melaksanakan pengamanan malam Tahun Baru di Bundaran HI. Kami menyiapkan 10 K-9 dengan total 40 personel,” kata IPTU M. Yunus di lokasi.

Menurutnya, penempatan K-9 dilakukan secara tersegmentasi di sejumlah titik yang diperkirakan rawan, seiring banyaknya hiburan dan keramaian masyarakat.

Setiap satu ekor K-9 didampingi dua personel handler untuk memastikan pengamanan berjalan optimal.

“Pengamanan kami bagi per tim dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Fokusnya di titik-titik ramai yang berpotensi rawan,” ujarnya.

IPTU M. Yunus menegaskan, seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, khususnya terhadap potensi kejahatan seperti copet di tengah keramaian.

“Hingga patroli berlangsung, belum ada laporan kejadian kriminal yang menonjol. Situasi masih aman dan terkendali,” tutupnya.

Kapolri Turun Langsung ke HI, Cek Pengamanan Tahun Baru hingga Sapa Masyarakat

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk mengecek langsung pengamanan personel kepolisian terkait dengan perayaan malam Tahun Baru 2026.

Sigit langsung turun ke Bundaran HI yang merupakan salah satu titik pusat perayaan Tahun Baru 2026 yang dihadiri banyak masyarakat, khususnya Jakarta dan sekitarnya.

Di lokasi tersebut, diselenggarakan doa bersama lintas agama, panggung hiburan, dan rangkaian kegiatan lainnya. Personel kepolisian sudah dikerahkan untuk menjamin rasa aman dan nyaman dari warga yang hendak merayakan pergantian tahun.

Sigit mengecek pos pengamanan yang ada di sekitar HI. Ia juga melakukan pemeriksaan langsung kepada seluruh personel yang bertugas melakukan pengamanan serta pelayanan terhadap masyarakat.

Tak hanya memastikan keamanan, Sigit juga menyapa dan menyalami langsung masyarakat yang sedang menanti detik-detik pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Kehadiran Kapolri turun langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri yang humanis dan tak berjarak dengan seluruh lapisan elemen masyarakat.

Kemudian, Sigit pun membagikan sejumlah goodie bag untuk masyarakat. Masyarakat antusias menyambut kehadiran dari Sigit di Bundaran HI. Mereka berebut bersalaman hingga foto bersama.

Sebelumnya, Sigit melakukan monitoring kegiatan pergantian malam Tahun Baru 2026 se-Indonesia secara virtual di Polda Metro Jaya. Ia ingin memastikan masyarakat mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal sebagaimana instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, beliau ingin memastikan rangkaian kegiatan pengamanan dan pelayanan untuk pergantian tahun terlaksana dengan baik," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025), malam.

Sigit memaparkan, terkait pergantian tahun, ada beberapa kegiatan yang memang harus mendapatkan pengamanan dari kepolisian. Polri sejak awal berkomitmen menciptakan rasa aman dan memberikan pelayanan optimal untuk seluruh lapisan masyarakat.

"Kemudian juga ada kegiatan ibadah di beberapa wilayah yang harus kita amankan pada saat acara pergantian akhir tahun. Di sisi lain juga ada kegiatan kunjungan ke tempat wisata termasuk pengumpulan masyarakat di beberapa wilayah terkait pelaksanaaan pergantian tahun, ini semua menjadi bagian kita jaga dan amankan," ujar Sigit.

Dari hasil monitoringnya, Sigit menegaskan, sebagian besar masyarakat mematuhi imbauan dari Pemda setempat soal tidak merayakan dengan kembang api. Menurut Sigit, di beberapa titik dilaksanakan dengan kegiatan doa bersama, sebagai wujud empati kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Sumatera.

"Secara umum sebagian besar masyarakat mematuhi tidak melaksanakan kegiatan, khususnya Pemda terkait dengan penggunaan kembang api pada saat pergantian tahun. Dan banyak yang merayakan doa bersama. Tentunya ini bagian dari empati kita terhadap saudara kita yang ada di Sumatera," tegas Sigit.

Rentan Kepentingan Tertentu, Aliansi Mahasiswa USK Desak Presiden Bentuk Tim Khusus Bencana Aceh

BANDA ACEH || jejakindonesia.id — Aliansi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi menyampaikan sikap dan rekomendasi strategis terkait penanganan bencana di Aceh melalui konferensi pers yang digelar pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Direktorat Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Konferensi pers tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian diskusi terbuka dan surat terbuka yang sebelumnya dirilis oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di lingkungan USK. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi mahasiswa lintas fakultas dalam merespons dinamika penanganan bencana hidrometeorologi yang terus berulang di Aceh.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Syiah Kuala. Konsolidasi lintas fakultas tersebut menegaskan keseriusan mahasiswa dalam menyikapi persoalan kebencanaan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Koordinator Aliansi Mahasiswa USK sekaligus juru bicara, Ammar Malik Nabil, dalam pernyataannya menegaskan bahwa penanganan pascabencana di Aceh tidak hanya dihadapkan pada persoalan teknis di lapangan, tetapi juga persoalan struktural dan politis yang berpotensi menghambat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Salah satu isu yang disoroti adalah adanya kecenderungan penggiringan narasi kebencanaan ke arah kepentingan politik tertentu. Menurut mahasiswa, hal tersebut berisiko mengaburkan substansi persoalan kemanusiaan dan mengalihkan fokus utama dari upaya pemulihan korban bencana.

“Isu kebencanaan seharusnya ditempatkan sebagai persoalan kemanusiaan. Namun dalam praktiknya, kami melihat adanya kecenderungan pengalihan narasi ke isu-isu politik yang justru mengaburkan urgensi pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Ammar.

Selain itu, Aliansi Mahasiswa USK juga menyoroti indikasi penyalahgunaan fasilitas dan bantuan negara untuk kepentingan kelompok tertentu. Praktik tersebut dinilai tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat terdampak, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap mekanisme penyaluran bantuan pascabencana.

Mahasiswa turut mengkritisi minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap fluktuasi harga barang, baik kebutuhan pokok maupun makanan olahan, di wilayah terdampak bencana. Ketiadaan pengawasan yang memadai dinilai berdampak langsung pada meningkatnya beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang sedang berada dalam fase pemulihan.

Dalam konteks tersebut, Aliansi Mahasiswa USK kembali menegaskan rekomendasinya kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera membentuk Tim Khusus Percepatan Penanganan dan Pemulihan Bencana Alam Hidrometeorologi Sumatera. Tim khusus tersebut diharapkan ditunjuk langsung oleh Presiden, bertanggung jawab serta berada di bawah pengawasan langsung Presiden, dan memiliki kewenangan kuat dalam mengoordinasikan lintas kementerian dan lembaga.

Tim ini diharapkan mampu mengawasi distribusi bantuan secara transparan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempercepat rehabilitasi infrastruktur, serta mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Di akhir pernyataannya, Aliansi Mahasiswa USK mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan fokus penanganan bencana pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepentingan korban. Mahasiswa menekankan pentingnya menghindari narasi maupun tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat, serta mendorong proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Tertanda,
Aliansi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala

Budaya Bakar Batu Satgas Yonif 521/DY Menghadiri Acara Menyambut Tahun Baru Bersama Masyarakat Papua

PAPUA || jejakindonesia.id -- Budaya Bakar Batu (Barapen) di Papua sangat umum dilakukan untuk menyambut Tahun Baru, menjadi simbol kebersamaan, syukur, perdamaian, dan toleransi, di mana masyarakat adat memasak bersama (babi, ayam, ubi) menggunakan batu panas di lubang tanah, lalu disantap bersama sebagai ungkapan suka cita, mempererat silaturahmi, dan menyambut era baru yang damai.

Kegiatan ini melibatkan TNI Satgas Yonif 521/DY menjadi bagian dari perayaan Natal dan Tahun Baru untuk menciptakan suasana harmonis. (31/12/2025).

Danpos Kelila, Letda Inf Imam Akbar Amrullah S.Tr.Han, bersama masyarakat Distrik Kelila bahu-membahu melaksanakan bakar batu. Lebih dari sekadar perayaan budaya, kegiatan ini adalah bentuk nyata Komunikasi Sosial antara personel TNI dengan masyarakat yang merangkul kearifan lokal, guna memelihara stabilitas keamanan melalui ikatan sosial yang erat.

Prajurit dan masyarakat bersama sama menggali lubang tanah, menyusun batu-batu, hingga membakar kayu bakar. Ubi, keladi, pisang, dan daging kemudian dimasak di atas tungku batu yang membara. Tradisi sakral ini bukan hanya tentang makanan, namun syarat makna sebagai simbol rasa syukur, kesederhanaan, dan eratnya persaudaraan di wilayah terdepan Indonesia.

"Kami mengucapkan Terima kasih bapak TNI di Pos Kelila yang sudah hadir di acara bakar batu yang sudah membantu kita punya acara untuk menyambut tahun baru semoga tuhan memberkati wa wa wa." ucap Bapak Pinus Yikwa.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, "Bakar Batu adalah tradisi memasak unik khas Papua yang menggunakan batu panas di dalam lubang tanah untuk memasak makanan seperti daging, umbi, dan sayuran untuk menyambut Tahun baru di papua."

Mempertemukan warga dalam semangat gotong royong dan kebersamaan, Seperti yang ditunjukkan saat makan bersama dalam lingkaran,
Tradisi ini menjadi simbol harmoni dan situasi kondusif menjelang tahun baru di wilayah penugasan dan Mengekspresikan rasa syukur atas berkat Tuhan menyambut tahun baru yang lebih baik.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Satgas Gulbencal Kodam I/BB Bersihkan Rumah Warga Terdampak Longsor di Bonan Dolok

TAPANULI || jejakindonesia.id -- Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan melaksanakan kegiatan pembersihan rumah masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh prajurit TNI dari Yonif 125/Si’mbisa sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial TNI dalam membantu masyarakat pascabencana. Pembersihan difokuskan pada rumah-rumah warga yang tertimbun material longsor berupa tanah, lumpur, dan puing bangunan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, sekaligus untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan serta memberikan rasa aman dan semangat kepada warga terdampak.

Kehadiran Satgas Gulbencal di lokasi bencana merupakan wujud komitmen Kodam I/BB untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr. (Han), menyampaikan, “Kegiatan pembersihan rumah warga ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Melalui peran aktif Satgas Gulbencal, TNI berupaya membantu percepatan pemulihan sekaligus memberikan dukungan moril agar masyarakat dapat bangkit kembali.”

(Pendam I/BB)

error: Content is protected !!