We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabencana

TAMIANG || jejakindonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah, khususnya di wilayah Aceh, untuk mengoptimalkan peran keuchik atau kepala desa dalam mempercepat pendataan kerusakan hunian masyarakat pascabencana. Data tersebut penting sebagai acuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Berkaitan dengan masalah hunian, Bapak, kuncinya adalah kecepatan data. Jadi ada yang rusak ringan, kategorinya tiga. Rusak ringan, rusak sedang, rusak berat,” ujar Mendagri saat mengikuti rapat sejumlah menteri dan pejabat terkait yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). Rapat tersebut digelar usai peninjauan rumah hunian Danantara oleh Presiden Prabowo.

Mendagri menjelaskan, dalam proses pemulihan pascabencana, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan biaya kepada masyarakat terdampak. Hunian rusak ringan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan rusak sedang Rp30 juta. Sementara itu, untuk hunian rusak berat dan hilang, pemerintah mengupayakan pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta memfasilitasi dana tunggu hunian (DTH).

Kepada Presiden Prabowo, Mendagri melaporkan bahwa dalam berbagai rapat bersama kepala daerah terdampak bencana, pihaknya terus menyerukan pentingnya percepatan pendataan. Data masyarakat tersebut dapat dikoordinasikan oleh para gubernur, kemudian dilaporkan kepada BNPB dan jajaran terkait. Dalam perkembangannya, Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah melaporkan data tersebut secara cepat.

“Namun yang dari Aceh, mohon kalau bisa lebih cepat lagi. Karena jangan sampai masyarakat menyalahkan pemerintah karena tidak cepat. Padahal pemerintah menunggu data itu. Oleh karena itu, data ini kuncinya pertama kali adalah dari para bupati dan wali kota,” terangnya.

Ia menambahkan, dalam kunjungannya ke Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu lalu, terdapat persoalan yang menghambat pendataan, yakni hilangnya data kependudukan masyarakat sehingga menyulitkan proses verifikasi. Oleh karena itu, Mendagri mengusulkan agar peran keuchik dapat dioptimalkan untuk melakukan pendataan tersebut. Selanjutnya, data dilaporkan secara bertahap kepada bupati/wali kota untuk diverifikasi bersama Kapolres dan Kajari setempat.

“Nah, ini tidak harus menunggu sampai selesai, tapi bergelombang. Silakan data masuk, kemudian diserahkan, diserahkan ke BNPB. Nanti BNPB juga akan share kepada Menteri Sosial, langsung dibayarkan,” terangnya.

Ia mencontohkan, percepatan pendataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah berhasil mempercepat upaya pemulihan. Pasalnya, setelah data dilaporkan, masyarakat terdampak memperoleh bantuan langsung dari pemerintah dan berangsur meninggalkan lokasi pengungsian.

“Nah, ini yang kami lihat, ini adalah salah satu kecepatan ini, datanya menjadi kunci. Untuk itu, saya mohon dengan hormat, mungkin untuk di Aceh, Pak Gubernur, Pak Wagub, bupati-bupati yang 18, yang daerahnya terdampak, ini secepat mungkin datanya [dapat dilaporkan],” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Awali Tahun Baru, TNI AL Terus Hadirkan Pelayanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Masyarakat di Aceh

JAKARTA || jejakindonesia.id — TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. TNI AL melalui unsur KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 yang tergabung dalam Satgas Gulbencal 2025 terus melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan dan bakti sosial bagi masyarakat Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Kesehatan TNI AL memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi kepada warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut, dengan total 162 pasien, terdiri dari 132 pasien umum dan 30 pasien gigi.

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, TNI AL melalui Tim Dispsial juga melaksanakan kegiatan trauma healing sebagai upaya pemulihan psikososial pascabencana. Kegiatan ini diikuti oleh baik orang dewasa dan anak-anak, dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, sehingga mampu menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.

Selain pelayanan kesehatan, TNI AL juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako, alas tidur, dan tabung gas kepada masyarakat Desa Kapa. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian TNI AL terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut akan terus hadir untuk memberikan manfaat yang nyata dalam mendukung tugas kemanusiaan di daerah yang terdampak bencana dimana hal ini selaras dengan perintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut

KH Ir Achmad Wahyudi Dianugerahi Tokoh Advokasi Sosial Keagamaan pada Refleksi Akhir Tahun Pemkab Banyuwangi 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi tinggi kepada KH Ir Achmad Wahyudi, S.H., M.H., atas dedikasinya dalam bidang sosial dan keagamaan. Penghargaan Tokoh Advokasi Sosial Keagamaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Muhasabah dan Do’a Akhir Tahun”, yang digelar di Taman Blambangan Banyuwangi, Rabu (31/12/2025) malam.

Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Blambangan sejak pukul 19.00 WIB. Acara berlangsung khidmat dan semarak dengan kehadiran Sabrang MDP bersama Letto Band serta Majelis Sholawat Mahabbatun Nabi, yang menambah nuansa religius sekaligus reflektif di penghujung tahun.

Namun, sorotan utama malam itu tertuju pada sosok KH Ir Achmad Wahyudi, yang dikenal luas sebagai Ketua GM FKPPI PC 1325 Banyuwangi sekaligus pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi. Kiprahnya selama ini dinilai konsisten dalam mengadvokasi persoalan sosial-keagamaan, memperkuat harmoni umat, serta membangun kesadaran hukum dan sosial di tengah masyarakat.

Pemberian penghargaan ini menjadi pengakuan resmi atas peran KH Ir Achmad Wahyudi yang tidak hanya aktif di lingkungan pesantren, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan advokasi sosial, pembinaan umat, serta pendampingan masyarakat lintas lapisan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan keagamaan di Banyuwangi.

“Tokoh seperti KH Achmad Wahyudi adalah pilar penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual masyarakat,” ungkap Ipuk dalam sambutannya.

Saat ditemui di kediamannya usai acara, KH Ir Achmad Wahyudi mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan tersebut. Ia awalnya hanya memenuhi undangan untuk menghadiri refleksi akhir tahun bersama para santri Ponpes Adz-Dzikra.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Awalnya hanya hadir sebagai undangan, tiba-tiba nama saya dipanggil untuk naik ke panggung dan menerima penghargaan sebagai Tokoh Advokasi Sosial Keagamaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan.

“Yang pasti saya merasa bangga dan berterima kasih kepada Pemkab Banyuwangi. Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Adz-Dzikra dan semua pihak yang selama ini berjuang bersama dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” tuturnya.

Penghargaan ini, menurut KH Ir Achmad Wahyudi, menjadi motivasi moral untuk terus memperkuat peran pesantren dan organisasi kemasyarakatan dalam menjawab persoalan sosial, memperkuat nilai keagamaan yang moderat, serta menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat.

Dengan rekam jejak panjang di bidang sosial, keagamaan, dan kebangsaan, sosok KH Ir Achmad Wahyudi kini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh inspiratif Banyuwangi yang berkontribusi nyata bagi umat dan daerah. (rag/bp-bwi)

Gelar Refleksi Akhir Tahun, Bupati Banyuwangi: Saling Menguatkan di Tahun Baru

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pergantian tahun dijadikan sebagai momentum refleksi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Taman Blambangan, Rabu (31/12/2025). Dalam momen tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk saling menguatkan di tahun mendatang.

“Mari kita berefleksi, muhasabah bersama, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, tidak ada kata lain selain saling menguatkan di antara kita samua untuk menghadapi tahun yang baru ini,” ajak Bupati Ipuk.

Malam refleksi itu, juga diisi dengan panjatan doa oleh para kiai. Di antaranya oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, KH. Zainullah Marwan, KH. Hasan Thoha, KH. Toha Muntoha, KH. Achmad Wahyudi dan Gus Riza Azizy.

“Salah satu bentuk saling menguatkan tersebut adalah dengan mendoakan sebaik-baiknya satu sama lain. Terkhusus, untuk kebaikan Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

Di kesempatan itu, Ipuk juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada segenap warga Banyuwangi serta seluruh stakeholder pembangunan yang telah bersama-sama berkolaborasi dan bergotong royong dalam memajukan daerah. Berkat kerja keras semua pihak berbagai capaian telah berhasil diraih oleh daerah di tahun 2025.

Diantaranya kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat, tercermin dari kemiskinan daerah mencapai angka terendah, menyisakan 6,13 persen penduduk miskin. Ekonomi yang tumbuh positif, di mana di Triwulan 2 mencapai 5,85%, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Jawa Timur. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi meningkat dari 74,30 pada tahun 2024 menjadi 75,17 pada tahun 2025.

Keberhasilan ini selaras dengan berbagai prestasi membanggakan yang diraih diantaranya Penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025 sebagai Kabupaten Terbaik Satu Kategori Best Smart Branding Innovation dari Kementerian Komdigi, Penghargaan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Terbaik Nasional dari Kementerian Dalam Negeri hingga menjadi Kabupaten Terinovatif untuk ke-8 kalinya secara berturut-turut sejak 2018.

“Prestasi bukanlah tujuan akhir. Ia adalah pengingat bahwa tanggung jawab kita justru semakin besar, tantangan ke depan tidaklah semakin ringan. Dinamika global, perubahan iklim, transformasi digital, ketidakpastian ekonomi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi,” ujar Ipuk.

Di momen tersebut, Ipuk juga mengajak warga Banyuwangi untuk meningkatkan empati terutama dengan banyaknya peristiwa bencana yang menimpa negeri tercinta. Karena tidak semua orang menutup tahun dengan kegembiraan.

Ipuk secara khusus tersambung online dengan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyampaikan duka dan keprihatinan atas bencana yang menimpa keluarga Banyuwangi di wilayah tersebut.

“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga Ikawangi di Aceh dan Sumatera selalu dilindungi Allah dan segera pulih,” pungkasnya. (*)

Waduh Parah Pembalakan Liar Merajalela Kapolda Riau Malah Blokir Nomor Wartawan

Pekanbaru || jejakindonesia.id - Hasil pantauan awak media berdasarkan informasi yang di berikan masyarakat terkait adanya Pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan dan menjamurnya mobil pengangkut kayu olahan ilegal logging dari hutan kawasan konservasi Suaka Margasatwa dan banyak mobil pengangkut kayu olahan ilegal logging di malam hari awak media coba telusuri kebenaran yang masyarakat berikan kepada awak media, Jum'at 26/12/2025.

Dari hasil investigasi awak media di kejutkan dengan tumpukan kayu olahan ilegal logging di tepi sungai pelabuhan Dusun Satu Kapau Kerumutan, dan di bantaran Sungai Kerumutan tampak tumpukan kayu yang sudah di rakit dan siap di bawa ke pelabuhan Dusun Kapau Kerumutan ada kurang lebih 25 rakit siap di bawa ke tepi Pelabuhan dan akan di muat ke dalam mobil di malam hari nya.

Terkait temuan awak media, awak media coba berkordinasi dengan pihak kepolisian kapolda Riau Irjen pol Herry Heryawan S.I.K melalui via WhatsApp , Jum'at 26 Desember 2025 pada pukul 16 : 24 wib dan 16 : 33 wib dengan mengirimkan video temuan awak media berdurasi sekitar 0.45 detik , dan lengkap pemberitahuan bahwasanya setiap malam ada aktivitas pengangkutan kayu olahan ilegal logging setiap malam nya di pelabuhan Dusun Satu Kapau Kerumutan , kecamatan Kerumutan kabupaten pelalawan provinsi Riau.

Kapolda Riau Irjen pol Herry Heryawan S.I.K belum memberikan tanggapan, malah memblokir nomor WhatsApp wartawan, bukan menindak lanjuti temuan awak media malah memblokir nomor WhatsApp awak media.

Kita sangat menyesalkan pemblokiran nomor WhatsApp wartawan adalah bukan sahaja penyumbatan informasi ( Ghosting ) akan tetapi juga, suatu tindakan Pembiaran terkait Pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan.

Dimana pemblokiran nomor WhatsApp wartawan sangat la miris apalagi yang melakukan pemblokiran nomor WhatsApp wartawan itu dilakukan oleh orang nomor satu di kepolisian Polda Riau , hal tersebut tidak mencerminkan jiwa seorang pemimpin di kepolisian.

Sesuai arahan kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Kapolres, PJU , Jagan pernah memblokir nomor WhatsApp wartawan ketika awak media melakukan komfirmasi dan memberikan informasi, pemblokiran nomor wartawan suatu tindakan penyumbatan informasi, ( Ghosting).

error: Content is protected !!